Pemeliharaan_Servis Sistem Rem

BAB. I

PENDAHULUAN

A.    DESKRIPSI

Modul pemeliharaan/servis sistem rem dengan kode 40-002 B berisi materi dan informasi tentang cara kerja sistem rem, sistem rem dan komponennya yang perlu dipelihara/diservis dan langkah kerja pemeliharaan/ servis rem dan komponennya. Materi ini diuraikan dengan pendekatan praktis disertai ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami materi yang disampaikan.

Modul ini disusun dalam 3 kegiatan belajar, setiap kegiatan belajar berisi materi, dan di akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materi, dilanjutkan tes formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebut sebagai indikator penguasaan materi, jawaban tes kemudian diklarifikasi dengan kunci jawaban. Guna melatih ketrampilan dan sikap kerja yang benar setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.

Melalui evaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensi pemeliharaan/servis sistem rem dan komponennya. Siswa dapat melanjutkan ke modul berikutnya bila memenuhi kriteria kelulusan.

B.    PRASYARAT

Untuk mempelajari modul ini siswa dipersyaratkan mempelajari dahulu modul:

ü  OPKR – 10 – 016 B tentang mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.

ü  OPKR – 10 – 017 B tentang penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.

ü  OPKR – 10 – 018 B tentang kontribusi komunikasi di tempat kerja.

ü  OPKR – 40 – 001 B tentang perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen-komponennya.

Modul ini juga menjadi prasyarat untuk mempelajari modul-modul berikutnya, sesuai dengan diagram pencapaian kompetensi dan peta kedudukan modul.

C.    PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

 

1.    Petunjuk Bagi Siswa

a.     Lakukan cek kemampuan untuk mengetahui kemampuan awal yang anda kuasai, sebelum membaca modul lebih lengkap.

b.    Bacalah modul secara seksama setiap kegiatan belajar, bila ada uraian yang kurang jelas silahkan bertanya pada guru/instruktur

c.     Kerjakan setiap tes formatif pada setiap kegiatan belajar, untuk mengetahui seberapa jauh/besar pemahaman saudara terhadap materi yang disampaikan, klarifikasi hasil jawaban saudara pada kumpulan lembar jawaban yang ada.

d.    Lakukan latihan setiap sub kompetensi sesuai dengan lembar kerja.

e.     Perhatikan petunjuk keselamatan kerja dan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan kerja yang termuat pada lembar kerja.

f.      Lakukan latihan dengan cermat, teliti dan hati-hati. Jangan melakukan pekerjaan yang belum anda pahami dengan benar.

g.    Bila saudara siap mintalah guru untuk menguji kompetensi saudara.

2.    Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru/instruktur berperan untuk:

a.     Membantu perserta diklat/siswa dalam merencanakan proses belajar.

b.    Membimbing peserta diklat/siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

c.     Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik dan menjawab pertanyaan peserta diklat/siswa mengenai proses belajar.

d.    Membantu peserta diklat/siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

e.     Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

f.      Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D.   TUJUAN AKHIR

Tujuan akhir dari modul ini adalah siswa mempunyai kompetensi:

ü   Memelihara/servis sistem rem dan komponen-komponennya.

E.    KOMPETENSI

KOMPETENSI                     :    Pemeliharaan/Servis Sistem Rem

KODE                               :    OPKR-40-002 B

DURASI PEMELAJARAN        :    60 Jam @ 45 menit

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

A

B

C

D

E

F

G

1

-

3

-

1

2

1

KONDISI KINERJA

1.     Batasan konteks

§ Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan. Pada unit ini tidak menggunakan komponen elektrikal/electronik rem ABS.

2.     Sumber informasi/dokumen dapat termasuk:

§ Spesifikasi pabrik kendaraan

§ SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan

§ Spesifikasi produk/komponen pabrik

§ Kebutuhan pelanggan

§ Kode area tempat kerja

§ Perundang-undangan pemerintah

§ Lembaran data keamanan bahan

1.     Pelaksanaan K3 harus memenuhi:

§ Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

§ Penghargaan di bidang industri

2.     Sumber-sumber dapat termasuk:

§ Peralatan tangan/hand  tools, peralatan bertenaga/power tools, perlengkapan penghisap debu

§ Perlengkapan pengangkat dan penunjang, penguji rem, skid pan.

5.   Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk:

§ Tes jalan, tes tekanan, tes sistem kelistrikan

§ Penilaian pendengaran, visual dan cara kerja fungsi (meliputi: kebocoran oil, keausan, kerusakan dan korosi)

§ Pengukuran

6. Persyaratan spesifik

§ Cairan, mekanis, pengoperasian pneumatis dan vacum, tekanan, sistem rem ganda

§ Sistem kestabilan

7.   Variabel lain termasuk:

§ Brake pad, silinder utama, sepatu rem, kaliper rem, pipa/selang rem, perlengkapan penggerak mekanis rem

§ Surat ijin mengemudi yang berlaku.

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

1. Memelihara/ servis sistem rem dan komponen-komponennya.

§ Pemeliharaan/servis sistem rem dan komponen-komponennya dilaksanakan tanpa menyebabkan keru-sakan terhadap komponen/ sistem lainnya.

§ Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

§ Sistem rem dan komponen-nya dipelihara/servis dilaksa-nakan dengan menggunakan metode, perlengkapan dan material yang ditetapkan berdasarkan spesifikasi pabrik.

§ Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/ servis.

§ Cara kerja sistem rem

§ Sistem rem dan komponen-nya yang perlu dipelihara/ diservis

§ Data spesifikasi pabrik.

§ Langkah kerja pemeliharaan/ servis sistem rem dan komponennya sesuai SOP, K 3, peraturan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

§ Mematuhi langkah kerja pemeliharaan/servis sistem rem dan kompo-nennya sesuai SOP, K 3, peraturan dan prosedur/ kebijakan perusahaan

§ Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin; menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya

§ Prinsip-prinsip kerja sistem rem.

§ Prosedur pemeliharaan/ servis termasuk inspeksi visual, membuang udara dan penyetelan.

§ Jenis cairan rem dan peng-gunaannya.

§ Informasi teknik yang sesuai.

§ Tanda peringatan terhadap debu rem.

§ Persyaratan keamanan perlengkapan kerja.

§ Persyaratan keamanan kendaraan.

§ Persyaratan lingkungan untuk pembuangan limbah.

§ Tipe dari bahan rem dan potensi bahayanya.

§ Melaksanakan pemeliha-raan/servis sistem rem dan komponen-komponennya secara berkala

F.    CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari modul OPKR-40-002B, isilah dengan cek list (ü) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan:

Sub Kompetensi

Pernyataan

Jawaban

Bila jawaban ‘Ya’, kerjakan

Ya

Tidak

Memelihara/servis sistem rem dan komponennya 1.   Saya mampu menjelaskan tentang prosedur:

a.     Memeriksa tinggi permukaan minyak rem

b.    Pengeluaran udara dari saluran rem hidraulis

c.     Mengganti minyak rem

d.    Memeriksa dan menyetel tinggi pedal rem

Soal Tes Formatif 1
2.   Saya mampu menjelaskan tentang prosedur:

a.     Mengganti pad rem piringan

b.    Mengganti sepatu rem

Soal Tes Formatif 2
3.   Saya mampu menjelaskan tentang pemeriksaan dan penyetelan gerakan tuas rem tangan Soal Tes Formatif 3

Apabila peserta diklat menjawab Tidak pada salah jawaban, maka pelajari modul ini.

BAB. II

PEMELAJARAN

A.    RENCANA BELAJAR SISWA

Rencanakan kegiatan belajar saudara dengan baik, silahkan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan rencana belajar sesuai tingkat kesulitan saudara berdasarkan hasil cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar saudara.

Jenis Kegiatan

Tanggal

Waktu

Tempat

Alasan perubahan

Paraf guru

Mempelajari kegiatan belajar 1
Mempelajari kegiatan belajar 2
Mempelajari kegiatan belajar 3
Uji kompetensi

B.    KEGIATAN BELAJAR

 

Kegiatan Belajar  1

 

a.    Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah mempelajari modul pada kegiatan belajar 1, peserta diklat/siswa harus dapat:

1).   Menjelaskan fungsi rem.

2).   Menjelaskan prinsip kerja rem.

3).   Memeriksa tinggi permukaan minyak rem.

4).   Mengeluarkan udara dari saluran rem hidraulis.

5).   Mengganti minyak rem.

6).   Memeriksa dan menyetel tinggi pedal rem.

7).   Memeriksa dan menyetel gerak bebas pedal rem.

8).   Memeriksa jarak cadangan pedal rem.

b.    Uraian Materi

Gambar 1.  Sistem rem

Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk memperlambat jalannya kendaraan  mengurangi kecepatan, berhenti atau memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki. Dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala. Oleh karena itu baik atau tidaknya kemampuan rem secara langsung menjadi persoalan yang sangat penting bagi pengemudi di waktu mengendarai kendaraan. Jadi fungsi rem harus dapat mengatasi kecepatan kendaraan yang meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas maka rem dipasangkan pada keempat rodanya. Adapun rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.    Dapat bekerja dengan baik dan cepat.

b.    Bila muatan pada roda-roda sama besar, maka gaya pengeremannya harus sama besar pula, bila tidak harus sebanding dengan muatan yang diterima oleh roda-roda tersebut.

c.    Dapat dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.

d.    Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.

 

PRINSIP REM

Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti. Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakkan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.

                               Gambar 2.  Prinsip rem

 

TIPE REM

Rem yang dipergunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya.

F  Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan.

F  Rem parkir (parking brake) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.

F  Rem tambahan (auxiliary brake) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel dan kendaraan berat.

 

 

PEMERIKSAAN TINGGI PERMUKAAN MINYAK REM

1.     Periksa bahwa tinggi permukaan minyak rem pada master silinder adalah diantara garis MIN dan MAX.

2.     Jika tinggi permukaan minyak rem dibawah atau dekat garis minimum, periksa kemungkinan terdapat kebocoran pada sistem hidrolis dan tambahkan minyak rem hingga garis MAX.

a.     Jangan menggunakan minyak rem yang telah lama disimpan karena minyak rem adalah bahan yang mudah dipengaruhi cuaca. Jangan lupa menutup dan memberi perapat pada tutup tempat minyak rem.

b.    Usahakan agar reservoir master silinder tidak kemasukkan kotoran.

c.     Bersihkan dengan air setiap minyak rem yang mengenai bagian yang bercat karena minyak rem akan merusak cat.

 

 

 

 

MEMBUANG UDARA DARI SALURAN REM HIDROLIS

1.    Angkat kendaraan

Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang; sisten duduk di tempat pengemudi.

2.    Tambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di bawah garis MAX (maksimum).

3.    Buang udara

a.     Buka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang terjauh dari master silinder. Pasang slang plastik pada sumbat pembuang sedangkan ujung satu lagi dimasukkan ke dalam penampung minyak yang bersih.

1).   Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam silinder roda, ujung slang harus selalu dimasukkan ke dalam minyak rem yang bersih.

2).   Buang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder dan terakhir di roda yang terdekat ke master.

Gambar 3. Mengeluarkan udara

b.     Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-aba pada teknisi saat pedal sedang ditekan.

c.     Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira ¼ putaran, membuang udara kemudian menutup sumbat sementara asisten memompa pedal berulang-ulang.

 

Tutup sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan masuk kembali ke dalam sistem rem

 

d.     Ulangi prosedur b. dan c. sampai tidak terlihat lagi gelembung-gelembung udara yang keluar dari slang.

 

Periksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder selama melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi kosong.

 

e.     Lepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali tutupnya.

f.      Buang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara sama.

4.    Atur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak sampai garis MAX pada reservoir.

Gambar 4. Menambah minyak rem

5.    Periksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan sempurna.

Pembuangan udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada waktu pedal rem ditekan terus, tinggi pedal yang cukup serta reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu dalam.

6.    periksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Periksa setiap kebocoran dari sistem hidrolis sementara pedal rem ditekan.

 

Untuk kendaraan yang dilengkapi booster rem, mesin dihidupkan dan pemeriksaan dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.

 

MENGGANTI MINYAK REM

Kecuali untuk hal-hal berikut, prosedur penggantian minyak persis sama dengan prosedur pembuangan udara yang diuraikan sebelumnya:

1.     Setelah sumbat pembuang minyak diputar ½ putaran, pedal rem ditekan sampai isi reservoir master silinder tinggal kira-kira ¼ nya.

Jangan sampai reservoir kosong, apabila reservoir sampai kosong pekerjaan tersebut harus dilanjutkan dengan pembuangan udara. Karena itulah tinggi permukaan minyak di dalam reservoir harus sering diperiksa.

 

2.     Apabila tinggi permukaan minyak sudah sampai ¼ nya, tambahlah minyak sampai dengan garis atau tanda MAX. (pada waktu menambah minyak, sumbat pembuang ditutup).

3.     pemompaan dilanjutkan sampai minyak baru mulai keluar sedikit dari sumbat pembuang.

4.     Pada waktu minyak baru mulai keluar dari sumbat pembuangan tutuplah sumbat pembuang dan suruh asisten tetap menekan pedal setelah dipompa beberapa kali.

                       Gambar 5.  Mengganti minyak rem

5.     Kendorkan sumbat pembuang ¼ putaran untuk memeriksa bahwa tidak ada lagi gelembung udara yang keluar dari sumbat pembuang. Kemudian sumbat dikencangkan.

 

Pengecekan seperti ini minimum harus dilakukan 2 kali.

 

6.     Lakukan hal yang sama terhadap roda-roda yang lain.

7.     Periksa reaksi pedal dan tinggi pedal ke lantai seperti diuraikan sebelumnya. Jika tidak betul periksa kemungkinan terhadap udara di dalam sistem rem.

PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN TINGGI PEDAL REM

1.     Ukur tinggi pedal

a.     Lipat karpet di bawah pedal rem dengan menggunakan penggaris, ukur jarak antara bagian atas pedal dan lantai.

Gambar 6.  Mengukur tinggi pedal

b.    Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan menurut prosedur dibawah ini.

2.     Stel tinggi pedal

a.     Lepaskan soket  yakni kabel untuk swit lampu rem ‚.

b.    Kendorkan mur pengunci ƒ swit lampu rem dan putar swit beberapa putaran .

c.     Kendorkan mur pengunci „ push rod … dan stel tinggi pedal dengan memutar push rod.

d.    Putar kembali swit lampu rem sampai stopper pedal sedikit menyentuh pelindung, kemudian kencangkan mur pengunci.

Gambar 7.  Tinggi pedal rem

3.     Pasangkan kembali soket penghubung kabel swit lampu rem.

4.     Stel gerak bebas pedal rem. Lihat tentang pemeriksaan gerak bebas pedal rem pada halaman berikutnya.

PEMERIKSAAN & PENYETELAN GERAK BEBAS PEDAL REM

1.     Periksa gerak bebas pedal rem

a.     Setelah mesin dimatikan, bebaskanlah kevakuman yang terdapat di dalam booster rem dengan jalan menginjak pedal rem sampai jarak cadangan pedal tidak berubah lagi dengan tekanan pedal yang sama.

 

Jika masih terdapat vakum di dalam booster, gerak bebas pedal rem yang sebenarnya tidak dapat diketahui.

 

b.    Dengan perlahan pedal rem ditekan dengan jari sampai terasa ada tahanan kemudian ukurlah langkah pedal.

2.     Stel gerak bebas pedal rem

a.     Jika gerak bebas pedal rem tidak dalam spesifikasi kendorkan mur (A) dari push rod pada master silinder (B). penyetelan dilakukan dengan memutar-mutar push rod.

b.    Kencangkan mur dan ukur gerak bebas sekali lagi.

c.     Periksa bahwa lampu rem menyala bila pedal rem ditekan dan lampu rem mati apabila pedal dibebaskan

Gambar 8.  Memeriksa gerak bebas pedal

PEMERIKSAAN JARAK CADANGAN PEDAL REM

1.     Hidupkan mesin (hanya untuk kendaraan yang menggunakan booster rem).

Tempatkan ganjalan-ganjalan di bawah roda-roda depan dan belakang. Bebaskan rem tangan dan hidupkan mesin.

2.     Periksa jarak cadangan pedal rem, tekan pedal rem (dengan kekuatan sekitar 50 kg) kemudian ukur jarak antara bagian atas pedal dan lantai.

3.     Jika jarak cadangan kurang dari spesifikasi, mungkin disebabkan celah antara sepatu rem dan teromol rem terlalu besar.

4.     Stel celah sepatu dengan menarik tuas rem tangan beberapa kali.

Gambar 9.  Menyetel celah sepatu rem

 

Cara penyetelan celah sepatu berbeda-beda menurut modelnya. Ikuti selalu petunjuk dalam buku pedoman reparasi.

5.     Jika jarak cadangan masih juga tidak dalam harga spesifikasi mungkin disebabkan salah satu hal berikut, konsultasikan dengan instruktur saudara.

Kemungkinan penyebab:

F Tinggi pedal kurang tinggi.

F Gerak bebas pedal berlebihan.

F Terdapat udara di dalam sistem hidraulis.

F Mekanisme penyetel celah sepatu tidak bekerja.

F Kabel rem tangan tersangkut.

c.     Rangkuman

1.     Tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan untuk mengikuti kemauan  dalam mengurangi kecepatan, berhenti ataupun memarkirkan kendaraan pada jalan yang mendaki.

2.     Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakkan kendaraan, sebaliknya rem mengubah energi kinetik kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan.

3.     Perlu diperiksa tinggi permukaan minyak rem pada master silinder diantara jarak MIN dan MAX.

4.     Pada saat membuang udara dari saluran rem hidraulis untuk kendaraan yang dilengkapi booster rem, mesin dihidupkan dan pemeriksaan dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.

5.     Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan.

d.    Tugas

Ø  Lakukan pemeriksaan tinggi minyak rem yang ada pada master silinder dan tinggi pedal rem pada sebuah kendaraan ringan. Catat kondisinya, diskusikan bersama, tanyakan hal-hal yang belum anda pahami pada guru/instruktur.

e.    Tes Formatif

1.     Jelaskan tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan!

2.     Sebutkan empat syarat rem yang harus dipenuhi yang dipasangkan pada kendaraan!

3.     Jelaskan prosedur membuang udara dari saluran rem hidraulis!

4.     Jelaskan prosedur & penyetelan gerak bebas pedal rem!

f.     Kunci Jawaban Formatif

1.     Tujuan dipasangnya sistem rem pada kendaraan untuk mengikuti kemauan pengemudi dalam mengurangi kecepatan, berhenti atau memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki. Dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala.

2.     Adapun system rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.     Dapat bekerja dengan baik dan cepat.

b.    Bila muatan pada roda-roda sama besar, maka gaya pengeremannya harus sama besar pula, bila tidak harus sebanding dengan muatan yang diterima oleh roda-roda tersebut.

c.     Dapat dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup.

d.    Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.

3.     Prosedur membuang udara dari saluran rem hidraulis sebagai berikut:

a.     Angkat kendaraan

Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang; sisten duduk ditempat pengemudi.

b.    Tambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di bawah garis MAX (maksimum).

c.     Buang udara.

1).   Buka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang terjauh dari master silinder. Pasang slang plastik pada sumbat pembuang sedangkan ujung satu lagi dimasukkan ke dalam penampung minyak yang bersih.

a).   Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam silinder roda, ujung slang harus selalu dimasukkan ke dalam minyak rem yang bersih.

b).  Buang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder dan terakhir di roda yang terdekat ke master.

2).   Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-aba pada teknisi saat pedal sedang ditekan.

3).   Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira ¼ putaran, membuang udara kemudian menutup sumbat sementara asisten memompa pedal berulang-ulang.

 

Tutup sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan masuk kembali ke dalam sistem rem.

 

4).   Ulangi prosedur b. dan c. sampai tidak terlihat lagi gelembung-gelembung udara yang keluar dari slang.

 

Periksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder selama melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi kosong.

 

5).   Lepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali tutupnya.

6).   Buang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara sama.

d.    Atur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak sampai garis MAX pada reservoir.

e.     Periksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan sempurna.

Pembuang udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada waktu pedal rem ditekan terus, terdapat jarak yang cukup serta reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu dalam.

f.      Periksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Periksa setiap kebocoran dari sistem hidraulis sementara pedal rem ditekan.

4.     Prosedur & penyetelan gerak bebas pedal rem sebagai berikut:

a.     Periksa gerak bebas pedal rem

1).   Setelah mesin dimatikan, bebaskanlah kevakuman yang terdapat di dalam booster rem dengan jalan menginjak pedal rem sampai jarak cadangan pedal tidak berubah lagi dengan tekanan pedal yang sama.

 

Jika masih terdapat vakum didalam booster, gerak bebas pedal rem yang sebenarnya tidak dapat diketahui.

 

2).   Dengan perlahan pedal rem ditekan dengan jari sampai terasa ada tahanan kemudian ukurlah langkah pedal.

b.    Stel gerak bebas pedal rem

1).   Jika gerak bebas pedal rem tidak dalam spesifikasi kendorkan mur (A) dari push rod pada master silinder (B). penyetelan dilakukan dengan memutar-mutar push rod.

2).   Kencangkan mur dan ukur gerak bebas sekali lagi.

3).   Periksa bahwa lampu rem menyala bila pedal rem ditekan dan lampu rem mati apabila pedal dibebaskan.

g.    Lembar Kerja

F  Pemeriksaan tinggi permukaan minyak rem.

F  Pengeluaran udara dari saluran rem hidraulis.

F  Mengganti minyak rem.

1.     Alat dan Bahan

a.     Minyak rem

b.    Slang plastik bening

c.     Botol penampung

d.    Kunci ring

e.     Lap/Majun

2.     Keselamatan Kerja

a.     Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.

b.    Ikuti instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

c.     Mintalah ijin instruktur bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.

d.    Hati-hati dengan minyak rem jangan sampai tumpah.

3.     Langkah Kerja

a.     Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan efisien.

b.    Lakukan prosedur:

1).   Pemeriksaan tinggi permukaan minyak rem.

2).   Mengeluarkan udara dari saluran rem hidraulis.

3).   Mengganti minyak rem.

(lakukan semua prosedur di atas sesuai dengan SOP dan perhatikan K3)

c.     Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas.

d.    Buat catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.

e.     Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan bahan ke tempat yang telah ditentukan.

4.     Tugas

a.     Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas!

b.    Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 1!

Kegiatan Belajar 2

 

a.    Tujuan Kegiatan Belajar

Peserta diklat memiliki kemampuan:

1).   Mengganti pad rem piringan

2).   Mengganti sepatu rem

3).   Memeriksa dan menyetel gerakan tuas

b.    Uraian Materi

 

REM PIRINGAN

Walaupun terdapat banyak jenis rem piringan, prinsip kerjanya adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.

Rem piringan efektif karena rotor piringannya terbuka terhadap aliran udara yang dingin dan karena rotor piringan tersebut dapat membuang air segera. Karena itulah gaya pengereman yang baik dapat terjamin walau pada kecepatan tinggi. Sebaliknya berhubung tidak adanya self energieing effect, maka dibutuhkan gaya pedal yang lebih besar dibandingkan dengan rem teromol. Karena alasan inilah maka booster rem biasanya digunakan untuk membantu gaya pedal.

Karena pad akan aus, perlu diperiksa secara berkala. Kalau keausannya melebihi limit atau mendekati limit, pad harus ganti.

BENTUK KHUSUS REM PIRINGAN (KALIPER LUNCUR)

( TERLETAK PADA BAGIAN

PALING TINGGI )

Gambar 10. Rem Piringan

MENGGANTI PAD REM PIRINGAN

Prosedur penggantian pad rem berbeda-beda menurut jenis rem piringan. Misalnya cara mengganti pad jenis PS kaliper luncur dapat dilakukan tanpa harus membuka rakitan kaliper, tetapi untuk jenis kaliper luncur AD (Tipe Full floating), rakitan kaliper harus dibuka. Prosedur berikut ini adalah untuk jenis AD. Untuk jenis PS (Tipe Semi floating), lihat petunjuk pada pedoman reparasi.

Kapan pad rem harus diganti?

Jika : 1. Nilai gesek turun.

2. Ketebalan sudah melewati batas limit;

Ø Ada angka keamanan pada pad

Ø Kedalaman alur pendingin

Ø Sensor keausan

Gambar 11.  Pad rem

MELEPAS

1.     Angkat kendaraan dan lepaskan semua roda

Kendorkan mur-mur roda sebelum mengangkat kendaraan

2.     Buka kaliper

a.     Bersihkan kaliper dengan udara

b.    Amankan kepala sub-pen dengan kunci dan buka baut kaliper

c.     Tarik kaliper dan balikkan ke atas kemudian masukkan baut yang telah lepas ke dalam plat penahan agar kaliper tidak terjatuh.

1) Jangan melepas slang rem

1.     Jangan melepas kaliper dari plat penahan

2.     Jangan menginjak pedal rem pada waktu kaliper tidak terpasang

               Gambar 12. Melepas baut sub-pen

3.     Buka pad rem

a.     Buka pad dalam

b.    Buka pad luar bersama dengan simnya

Gambar 13.  Membuka pad dalam

Gambar 14.  Membuka pad luar dan sim

PEMERIKSAAN

1.     Periksa keausan pad rem

a.      Ukuran ketebalan pad rem

Jika kurang dari atau mendekati 1.0 mm gantilah pad-padnya.

b.      Jika keausan pad tidak merata atau ada kerusakan, mintalah petunjuk pada instruktur.

2.     Periksa mekanisme pen luncur kaliper.

Jika ada kerusakan, kaliper perlu dioverhaul mintalah petunjuk pada instruktur anda.

3.     Periksa tebal piringan

a.      Bersihkan permukaan  piringan dengan menggunakan kain lap.

b.      Ukur tebal  piringan. Jika kurang dari minimum, piringan harus diganti baru. Mintalah petunjuk dari instruktur anda.

Gambar 15.  Mengukur  piringan

PEMASANGAN

1.     Pasanglah pad rem

a.     Bersihkan permukaan plat penahan dimana pad piringan akan dipasang.

b.    Pasanglah dengan betul plat penunjang (1), plat pengantar pad (2), dan plat pegas anti berisik (3), pada plat momen (4).

Gambar16 a.  Pemasangan pad rem

c.     Bersihkan permukaan pad rem menggunakan amplas tetapi jangan terlalu keras.

d.    Sambil mendorong pegas (3) ke atas, pasang pad luar beserta simnya (5) pada plat penahan.

e.     Pasang pad dalam pada plat momen sama seperti memasang pad luar.

Gambar 17 b.  Pemasangan pada rem

2.     Pasang kembali kaliper

a.     Apabila pad baru akan dipasang keluarkan sebagian minyak rem pada reservoir karena kalau tidak, minyak rem akan meluap pada waktu piston didorong masuk kembali dan minyak rem bertambah pada reservoir.

b.    Dengan menggunakan gagang palu, tekan piston masuk.

 

Gantilah pad satu persatu sebab ada kemungkinan piston yang ada dibagian lain kaliper akan keluar.

 

c.     Masukkan kaliper secara hati-hati sehingga boots piston tidak terjepit.

d.    Pegang kepada subpen dengan kunci kemudian kencangkan baut-baut kaliper pada momen spesifikasi.

e.     Setelah kaliper dipasang perhatikan bahwa boots pada pen utama dan sub pen terpasang dengan sempurna tanpa terpuntir.

Gambar 18.  Pemasangan kaliper

3.     Stel ketinggian minyak rem di dalam reservoir master silinder.

Lihat bagian pemeriksaan dan penyetelan tinggi permukaan minyak rem pada pasal sebelum ini.

4.     Periksa pemasangan pad rem. Tekan pedal rem sekali dan lepaskan. Roda harus berputar dengan bebas.

 

Walau pad sedikit menyentuh piringan pada waktu rem dilepas, hal ini tidak menyebabkan keausan yang berarti.

 

5.     Pasang roda dan turunkan kendaraan.

Kencangkan semua mur roda baik-baik setelah kendaraan diturunkan.

REM TROMOL

Rem tromol (drum) menggunakan sepasang sepatu yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda, untuk menghentikan kendaraan.

Walaupun terdapat berbagai cara pengaturan sepatu rem, jenis leading dan trailing yang paling banyak dipakai pada kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.

Rem tromol tahan lama karena adanya tempat gesekan yang lebar diantara sepatu dan tromol, tetapi penyebaran panas agak lebih sulit dibandingkan dengan rem piringan karena mekanismenya yang agak tertutup. Karena itu, rem tromol hanya dipakai pada roda-roda belakang yang tidak begitu banyak memerlukan tenaga pengereman.

Berhubung kanvas sepatu rem dan tromol aus sejalan dengan pemakaian rem, periksa secara berkala perlu dilakukan, dan penggantian perlu dilakukan apabila keausan melebihi limit atau mendekati limit.

Gambar 19. Rem tromol

MENGGANTI SEPATU REM

MELEPAS

1.     Angkat kendaraan dan lepaskan roda-roda.

2.     Bebaskan rem tangan.

3.     Stel celah sepatu rem.

Tromol rem mungkin sulit dilepaskan karena sepatu rem mencekam bagian lengkung dari tromol bagian dalam. Karena itu kecilkan lingkaran sepatu untuk mendapatkan celah yang lebih besar, dengan cara sebagai berikut:

a.     Buka sumbat lubang service pada plat penahan.

b.    Masukkan obeng melalui lubang service dan tahan tuas pawl penyetel otomatis untuk memudahkan gerakkan alat penyetel.

c.     Dengan menggunakan alat penyetel rem SST, tambahkan celah antara sepatu rem dan tromol rem dengan jalan memutar roda gigi pawl pada penyetel otomatis.

4.     Buka tromol rem.

 Gambar 20.  Melepas tromol

dengan memasukan baut

Dengan menggunakan dua buah baut yang cocok dengan lubang service yang ada pada tromol masukkan dua baut tersebut ke dalam ulirnya untuk menarik keluar tromol rem.

Jangan menekan rem setelah melepas tromol rem

5.     Periksa pelapis sepatu rem

a.     Ukur tebal pelapis rem

Jika tebal pelapis rem kurang dari minimum atau mendekati minimum, ganti sepatu rem pada kedua roda.

b.

Gambar 21.  Mengukur

keausan

tromol

Ukur diameter dalam tromol rem. Jika diameter lebih besar dari spesifikasi, tromol harus diganti.

c.     Jika permukaan tromol yang bersinggungan dengan pelapis sepatu rem tergores dalam, tromol harus diganti.

6.     Lepaskan pegas pembalik rem. Gunakan alat pembuka pegas pembalik sepatu rem, gunakan SST untuk melepaskan.

7.     Periksa secara visual kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem pada silinder roda.

Jika ada kebocoran atau minyak rem merembes, silinder roda harus overhoul. Mintalah petunjuk instruktur anda.

Gambar 22.  Membuka pegas pembalik sepatu rem

8.     Lepaskan sepatu rem

a.     Dengan menggunakan SST yakni alat penggerak pegas penahan sepatu rem, putar pen pegas penahan sepatu 900 sementara ujung pen ditarik dengan jari.

b.    Buka pegas jangkar sepatu rem

Gambar 23. Melepas sepatu rem

9.     Lepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.

a.     Buka pegas tuas penyetel otomatis.

b.    Dengan menggunakan tang lancip, tekanlah pegas koil kabel rem tangan.

Gambar 24. Melepas kabel

                  rem tangan

10.  Buka washer C dan lepaskan tuas sepatu rem tangan dan penyetel otomatis dari sepatu rem.

Untuk membuka washer C ungkit dengan obeng.

Hati-hati jangan sampai shim dan washer C hilang

Gambar 25. Melepas washer C

11.  Bersihkan plat penahan dan komponen-komponen yang lain menggunakan kain lap yang bersih serta bersihkan debu-debu dengan tiupan udara kompressor.

Jangan membersihkan komponen-komponen rem dengan zat-zat yang melarutkan bagian-bagian yang terbuat dari karet (tiner, bensin, dan lain-lain).

 

Gambar 26.  Membersihkan plan penahan

 

PEMASANGAN

Rem teromol terdiri dari beberapa bagian yang kecil dan sebagian dari bagian ini yang kiri dan kanan tidak dapat dipertukarkan. (Misalnya, arah ulir sekrup adjuster (penyetel) otomatis berbeda-beda tergantung pada sistem penyetelannya).

Juga walaupun salah satu bagian hilang atau salah pasang, rem tidak dapat bekerja dengan sempurna. Karena itu, apabila menangani model yang lain, selalu memperhatikan buku Pedoman Reparasai yang sesuai.

Gambar 26. Rem tromol

Gambar 26.  Rem tromol

1.     Pasang tuas sepatu rem tangan dan tuas penyetel otomatis pada sepatu rem belakang.

a.     Pasang untuk sementara washer C beserta shim, lalu ukur celahnya dengan alat pengukur ketebalan. (thickness gauge).

b.    Jika ternyata celah di luar spesifikasi, pilih shim yang sesuai agar terdapat celah yang tepat.

c.     Oleskan sedikit gemuk yang tidak mudah meleleh pada pen lalu amankan washer C dengan tang.

Pakailah washer C yang baru.

d.    Periksa bahwa kedua tuas bergerak dengan bebas.

Jika gerak tuas terlalu berat, penyetel otomatis tidak akan bekerja dengan sempurna atau rem tangan tidak bisa dibebaskan.

Gambar 27.  Memeriksa gerakan tuas

2.     Oleskan sedikit gemuk yang tidak meleleh karena pada plat penahan dimana sepatu rem bersinggungan dan penyetel otomatis. Gemuk tidak boleh terlalu banyak karena gemuk yang berlebihan dapat melekat pada sepatu rem

3.     Hubungkan kabel rem tangan ke tuas sepatu rem tangan dengan menekan pegas koil kabel dengan tang lancip

Gambar 28. Memasang kabel rem tangan

4.     Hubungkan penahan sepatu (salah satu alat rakitan otomatis) dengan tuas penyetel dan sepatu rem belakang.

Gambar 29.  Memasang penahan sepatu

 

5.     Pasang pegas tuas penyetel otomatis pada tuas penyetel dan sepatu. Hati-hati untuk tidak menyebabkan sepatu terdorong keluar.

Gambar 30. Memasang pegas tuas pengatur

 

 

 

 

 

 

 

 

6.     Pasang sepatu belakang pada plat penahan. Dengan menggunakan alat penggerak pegas penahan sepatu SST, pasangkan sepatu rem beserta pegas penahan dan pennya.

Gambar 31.  Memasang sepatu belakang

7.     Pasang pegas pembalik sepatu rem pada penunjang sepatu penyetel dan masukkan penyetel (adjuster) ke penahan sepatu yang terpasang pada sepatu belakang.

8.     Hubungkan sepatu depan dan belakang dengan pegas jangkar sepatu dan pasang sepatu depan pada plat penahan.

9.     Dengan menggunakan SST, yakni alat penggerak penahan sepatu, pasang sepatu beserta pegas penahan sepatu, dan penahannya.

10.  Kaitkan pegas pembalik sepatu depan dan belakang menggunakan SST, alat khusus untuk membalik sepatu rem.

perhatikan bahwa sepatu rem dan rakitan penyetel otomatis terpasang dengan sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 32.  Memasang pegas pembalik

11.  Periksa dari penyetel otomatis. Dengan menggunakan obeng, gerakkan tuas sepatu rem tangan beberapa kali dan periksa bahwa penyetel menjadi panjang secara otomatis.

Gambar 33. Memeriksa penyetel otomatis

12.  Bersihkan pelapis sepatu rem menggunakan amplas, bila perlu bersihkan permukaan bagian dalam tromol rem.

Gambar 34. Membersihkan pelapis sepatu rem

13.  Pasang teromol rem

Stel celah diantara tromol dan sepatu sebagai berikut:

a.     Ukur diameter bagian dalam menggunakan kaliper (jangka sorong).

b.    Stel kaliper (jangka sorong) dengan ukuran 1 mm lebih kecil dari ukuran drum yang telah diukur.

c.     Ukur diameter luas sepatu rem.

Periksa bahwa sepatu tepat pada posisinya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

d.    Stel penyetel otomatis sehingga diameter luar sepatu sesuai dengan panjang kaliper yang telah ditentukan sebelum ini.

e.     Pasang tromol rem pada hub poros as.

14.  Stel celah sepatu rem

a.     Tarik dan bebaskan tuas rem tangan beberapa kali sampai tidak melebihi spesifikasi bunyi “klik” yang telah ditentukan. Dengan demikian celah antara tromol dan sepatu akan terstel dengan sendirinya.

15.  Tekan pedal rem beberapa kali dan cek hal-hal sebagai berikut:

a.   Periksa bahwa semua tromol pada kedua bagian berputar dengan bebas tanpa suatu gesekan atau tahanan yang terlalu besar.

b.   Perhatikan bahwa jarak cadangan pedal rem harus lebih dari yang telah ditentukan.

16.  Pasang roda dan kencangkan semua mur baik-baik setelah kendaraan diturunkan.

c.     Rangkuman

1.     Prinsip kerja rem piringan adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya gerakan yang memperlambat atau menghentikan kendaraan.

2.     Prosedur penggantian pad rem berbeda-beda menurut jenis rem piringan. Misalnya cara mengganti pad jenis PS kaliper luncur (Tipe Semi Floating) dapat dilakukan tanpa harus membuka rakitan kaliper, tetapi untuk jenis kaliper luncur AD (Tipe Full Floating), rakitan kaliper harus dibuka.

3.     Rem tromol menggunakan sepasang sepatu rem yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama-sama dengan roda, untuk menghentikan kendaraan.

4.     Jangan menekan pedal rem setelah melepas tromol rem.

d.    Tugas

Lakukan pengamatan terhadap sebuah kendaraan ringan, catat jenis remnya untuk roda depan dan roda belakang. Uraikan jenisnya dan diskusikan bersama. Tanyakan hal-hal yang belum anda pahami pada guru/instruktur anda.

e.    Tes Formatif

1.     Jelaskan prinsip kerja jenis rem piringan!

2.     Jelaskan bagian-bagian dari rem piringan yang perlu diperiksa!

3.     Jelaskan prosedur melepas sepatu rem!

f.     Kunci Jawaban Formatif

1.     Prinsip kerja rem piringan adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit  piringan yang berputar menggunakan tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.

2.     Bagian-bagian dari rem piringan yang perlu diperiksa adalah:

a.     Periksa keausan pad rem.

1).   Ukuran ketebalan pad rem.

Jika kurang dari atau mendekati 1.0 mm gantilah pad-padnya.

2).   Jika keausan pad tidak merata atau ada kerusakan, mintalah petunjuk pada instruktur.

b.    Periksa mekanisme peluncur kaliper.

Jika ada kerusakan, kaliper perlu dioverhoul mintalah petunjuk pada instruktur anda.

c.     Periksa tebal piringan.

1).   Bersihkan permukaan  piringan dengan menggunakan kain lap.

2).   Ukur tebal  piringan. Jika kurang dari minimum, piringan harus diganti baru. Mintalah petunjuk dari instruktur anda.

3.     Prosedur melepas sepatu rem adalah sebagai berikut:

a.     Angkat kendaraan dan lepaskan roda-roda.

b.    Bebaskan rem tangan.

c.     Stel celah sepatu rem.

Tromol rem mungkin sulit dilepaskan karena sepatu rem mencekam bagian lengkung dari tromol bagian dalam. Karena itu kecilkan lingkaran sepatu untuk mendapatkan celah yang lebih besar, dengan cara sebagai berikut:

1).   Buka sumbat lubang service pada plat penahan.

2).   Masukkan obeng melalui lubang service dan tahan tuas pawl penyetel otomatis untuk memudahkan gerakkan alat penyetel.

3).   Dengan menggunakan alat penyetel rem SST, tambahkan celah antara sepatu rem dan teromol rem dengan jalan memutar roda gigi pawl pada penyetel otomatis.

d.    Buka tromol rem.

Dengan menggunakan dua buah baut yang cocok dengan lubang service yang ada pada tromol masukkan dua baut tersebut ke dalam ulirnya untuk menarik keluar tromol rem.

e.     Periksa pelapis sepatu rem.

1).   Ukur tebal pelapis rem.

Jika tebal pelapis rem kurang dari minimum atau mendekati minimum, ganti sepatu rem pada kedua roda.

2).   Ukur diameter dalam tromol rem. Jika diameter lebih besar dari spesifikasi, tromol harus diganti.

3).   Jika permukaan tromol yang bersinggungan dengan pelapis sepatu rem tergores dalam, teromol harus diganti.

f.      Lepaskan pegas pembalik rem. Gunakan alat pembuka pegas pembalik sepatu rem, gunakan SST untuk melepaskan.

g.    Periksa secara visual kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem pada silinder roda.

h.    Lepaskan sepatu rem.

1).   Dengan menggunakan SST yakni alat penggerak pegas penahan sepatu rem, putar pen pegas penahan sepatu 900 sementara ujung pen ditarik dengan jari.

2).   Buka pegas jangkar sepatu rem.

i.      Lepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.

1).   Buka pegas tuas penyetel otomatis.

2).   Dengan menggunakan tang lancip, tekanlah pegas koil kabel rem tangan.

j.      Buka washer C dan lepaskan tuas sepatu rem tangan dan penyetel otomatis dari sepatu rem.

Untuk membuka washer C ungkit dengan obeng.

k.     Bersihkan plat penahan dan komponen-komponen yang lain menggunakan kain lap yang bersih serta bersihkan debu-debu dengan tiupan udara kompressor.

g.    Lembar Kerja

F  Mengganti pad rem piringan

F  Mengganti sepatu rem

1.    Alat dan Bahan

a.    Dongkrak

b.    Penyangga mobil

c.Kunci roda

d.    Tool box set

e.    Amplas

f. Jangka sorong

g.    Gemuk/Grease

h.    Lap/Majun

2.    Keselamatan Kerja

a.    Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.

b.    Ikuti instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

c.    Mintalah ijin kepada instruktur bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.

3.    Langkah Kerja

a.    Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan efisien.

b.    Lakukan prosedur:

1).     Mengganti pad rem piringan

2).     Mengganti sepatu rem

(Lakukan semua prosedur di atas sesuai dengan SOP dan perhatikan K3)

c.    Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas.

d.    Buat catatan penting kegiatan praktik secara ringkas.

e.    Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan bahan ke tempat yang telah ditentukan.

4.     Tugas

a.    Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas!

b.    Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari Kegiatan Belajar 2!

Kegiatan Belajar 3

 

a.    Tujuan Kegiatan Belajar

Peserta diklat/siswa memiliki kemampuan:

ü  Melakukan penyetelan rem tangan

b.    Uraian Materi

 

REM TANGAN

Kendaraan dilengkapi dengan dua jenis sistem pengereman. Yang pertama untuk pengereman kendaraan yang sedang meluncur menggunakan rem kaki hidraulis. (ini sudah dibahas sebelum ini.

Yang kedua sistem pengereman untuk menjaga kendaraan agar tetap berhenti pada waktu parkir menggunakan rem tangan mekanis. Rem tangan mengerem kedua roda belakang melalui kabel. Cara kerja rem tangan dapat dilihat pada gambar di bawah. Gerakan tuas rem tangan yang kurang sama saja tidak ada gerak bebas pada rem belakang yang akan menyebabkan sepatu rem belakang tertarik serta akan menimbulkan panas yang berlebihan pada rem belakang dan penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros.

Sebaliknya, gerakan tuas rem tangan yang berlebihanpun tidak akan dapat memberikan kekuatan pengereman yang cukup untuk menjaga agar kendaraan tetap pada tempatnya. Karena itu, gerakan rem tangan harus pada harga spesifikasi.

Gambar 35.  Rem tangan

 

KERJA REM TANGAN

Rem dalam keadaan bebas. Apabila tombol pembebas rem ditekan. Lidah roda (pawl) terlepas tidak mengkait dan ini memungkinkan tuas kembali. Pada teromol rem, pegas pembalik kabel mendorong sepatu rem tangan yang mengakibatkan kedua sepatu rem mengecil oleh adanya pegas pembalik sepatu.

Gambar 36.  Rem tangan dalam keadaan bebas

Rem dalam keadaan kerja. Pada waktu tuas ditarik, lidah roda (pawl) mengkait gigi-gigi pasak (ratchet dudukan tuas rem tangan) dan menahan tuas pada posisinya.

Kabel rem menarik tuas sepatu depan ke tromol melalui strut (penyetel otomatis), sementara sepatu belakang juga tertarik ke tromol dengan strut berfungsi sebagai penggalang.

Gambar 37.  Rem tangan dalam keadaan bekerja

PEMERIKSAAN & PENYETELAN GERAKAN TUAS REM TANGAN

Untuk memeriksa dan menyetel gerakan tuas rem tangan, celah sepatu rem belakang harus dalam keadaan tersetel dengan sempurna.

Pada rem tromol yang dilengkapi dengan penyetel (adjuster otomatis), celah sepatu rem belakang ini dapat distel dengan jalan menarik-narik tuas rem tangan beberapa kali.

1.     Periksa gerakan tuas rem tangan.

Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil menghitung beberapa bunyi “klik” terjadi.

Gambar 38. Menghitung jumlah klik

2.     Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci pas untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.

Gambar 39.  Mengendorkan mur

3.     Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada jumlah bunyi “klik” yang telah ditentukan.

Putar ke kanan ð mengurangi gerakan

Putar ke kirið menambah gerakan

4.     Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur menggunakan dua kunci pas.

Gambar 40.  Menyetel gerakan tuas

c.     Rangkuman

1.     Rem tangan memberikan pengereman pada roda-roda belakang pada waktu parkir dan dalam keadaan darurat.

2.     Untuk memeriksa dan menyerel gerakan tuas rem tangan, celah sepatu rem belakang harus dalam keadaan tersetel dengan sempurna.

 

d.    Tugas

Lakukan pengamatan terhadap sebuah kendaraan ringan, perhatikan dan diskusikan konstruksi dan cara kerja rem tangan. Tanyakan hal-hal yang belum anda pahami pada guru/instruktur.

e.    Tes Formatif

1.     Jelaskan cara kerja dari rem tangan!

2.     Jelaskan cara pemeriksaan dan penyetelan gerakan tuas rem tangan!

f.     Kunci Jawaban Formatif

1.     Cara kerja rem tangan.

Pada waktu tuas ditarik, lidah roda (pawl) mengkait gigi-gigi pasak (ratchet dudukan tuas rem tangan) dan menahan tuas pada posisinya. Kabel rem menarik tuas sepatu depan ketromol melalui srut (penyetel otomatis), sementara sepatu belakang juga tertarik ketromol dengan strut berfungsi sebagai penggalang.

2.     Cara pemeriksaan dan penyetelan gerakan tuas rem tangan adalah sebagai berikut:

a.     Periksa gerakan tuas rem tangan.

Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil menghitung beberapa bunyi “klik” terjadi

b.    Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci pas untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.

c.     Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada jumlah bunyi “klik” yang telah ditentukan.

Putar ke kanan ð mengurangi gerakan

Putar ke kiri ð menambah gerakan

d.    Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur menggunakan dua kunci pas.

g.    Lembar Kerja

ü  Pemeriksaan dan penyetelan rem tangan

1.    Alat dan Bahan

a.     Tool box set

b.     Lap/Majun

2.    Keselamatan Kerja

a.     Gunakan alat sesuai dengan fungsinya.

b.     Ikuti instruksi dari instruktur.

c.     Mintalah ijin pada instruktur bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja.

3.    Langkah Kerja

a.     Persiapkan alat dan bahan praktik secara cermat, efektif dan efisien.

b.     Lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan rem tangan.

c.     Mintalah penjelasan pada instruktur, ha-hal yang belum jelas.

d.     Buat catatan  penting kegiatan praktik yang belum jelas.

e.     Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan peralatan dan bahan ke tempat yang telah ditentukan.

4.    Tugas

a.     Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas.

b.     Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari Kegiatan Belajar 3.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. III

EVALUASI

 

A.     Instrumen Penilaian

 

Pertanyaan

1.     Jelaskan tujuan dipasangnya rem pada kendaraan!

2.     Jelaskan prinsip kerja jenis rem piringan!

3.     Jelaskan dan lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tinggi pedal rem!

4.     Jelaskan dan lakukan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tuas rem tangan!

B.     Kunci Jawaban

 

1.      Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk menuruti kemauan dalam mengurangi kecepatan, berhenti atau memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki. Dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala.

2.      Prinsip kerjanya adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidraulis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.

3.      Prosedur pemeriksaan dan penyetelan tinggi pedal rem:

1)    Ukur tinggi pedal

a.        Lipat karpet di bawah pedal rem dengan menggunakan penggaris, ukur jarak antara bagian atas pedal dan lantai.

b.       Biasanya tinggi pedal rem tidak berubah secara drastis. Namun apabila tidak berada di dalam nilai spesifikasi, lakukan penyetelan menurut prosedur di bawah ini.

2)    Stel tinggi pedal

a.         Lepaskan soket  yakni kabel untuk swit lampu rem .

b.        Kendorkan mur pengunci  swit lampu rem dan putar swit beberapa putaran .

c.         Kendorkan mur pengunci  push rod  dan stel tinggi pedal dengan memutar push rod.

d.        Putar kembali swit lampu rem sampai stopper pedal sedikit menyentuh pelindung, kemudian kencangkan mur pengunci.

3)    Pasangkan kembali soket penghubung kabel swit lampu rem.

4)    Stel gerak bebas pedal rem.

4.      Prosedur pemeriksaan dan penyetelan tuas rem tangan:

a.   Periksa gerakan tuas rem tangan.

Tarik tuas rem tangan dengan kekuatan tertentu sambil menghitung beberapa bunyi “klik” terjadi.

b.   Jika jumlah “klik” tidak berada dalam spesifikasi, ambil dua kunci pas untuk mengendorkan mur pengunci pada tutup penyetel.

c.    Putar tutup penyetel dan stel gerakan tuas rem tangan pada jumlah bunyi “klik” yang telah ditentukan.

Putar ke kanan ð mengurangi gerakan

Putar ke kiri ð menambah gerakan

d.   Amankan tutup penyetel dengan mengencangkan mur menggunakan dua kunci pas.

C.     Kriteria Kelulusan

Aspek

Skor

(1–10)

Bobot

Nilai

Keterangan

Kognitif

2

Syarat lulus, nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7

Ketelitian pemeriksaan pendahuluan

1

Ketepatan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tinggi pedal rem

2

Ketepatan prosedur pemeriksaan dan penyetelan tuas rem tangan

3

Ketepatan waktu

1

Keselamatan kerja

1

Nilai Akhir

Kriteria kelulusan:

70 s.d. 79   :   Memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan

80 s.d. 89   :   Memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan

90 s.d. 100 :   Di atas minimal tanpa bimbingan.

.

No.

Tanda Tangan

Tanggal Kelulusan

1.

Instruktur     :

2.

Peserta Diklat:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB. IV

PENUTUP

Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Sebaliknya, apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus, maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya.

Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini, maka peserta diklat berhak memperoleh sertifikat kompetensi pemeliharaan/servis sistem rem.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. (1987). Dasar-dasar Automative. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.

Anonim. (1995). Materi Pelajaran Chassis Groups Step 2. Jakarta: PT. Toyota –Astra Motor.

Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.

Anonim. (1995). Teknik-teknik servis dasar. Jakarta: PT. Toyota–Astra Motor.

Anonim. (2001). Training Manual Basic 1. Jakarta: PT. Toyota–Astra Daihatsu Motor.

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: