PemeliharaanService Sistem Hidrolik

KODE MODUL

OPKR 10 – 003B

                                   

 

           

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

 

 

 

 

 

 

 

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT PRNDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2004

KODE MODUL

OPKR 10 – 003B

                                   

 

 

 

                          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN

PRAGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF

 

Penyusun

Mohamad Rahino

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN

DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2004

Kata Pengantar

                                                                                    

 

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk Bidang Keahlian Grafika, khususnya Program Keahlian Persiapan dan Produksi Grafika. Modul ini disusun menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training).

Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi dunia kerja. Modul ini diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai komptensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja.

Penyusunan modul ini dilakukan melalui beberapa tahap, yakni dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, setting dengan bantuan komputer, serta divalidasi dan diujcobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expert-judgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta didik SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang sesuai untuk membekali peserta diklat dengan kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan dunia kerja begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu diminta masukan untuk bahan perbaikan atau revisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan.

Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, terutama tim penyusun modul (penulis, editor, tenaga komputer modul, tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini.

Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi, praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan, kesesuaian, dan  fleksibelitas dengan mengacu pada perkembangan IPTEKS pada dunia kerja dan potensi SMK serta dukungan kerja dalam rangka membekali kompetensi standar pada peserta diklat.

Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta diklat SMK Bidang Keahlian Teknik Mekanik Otomotif, atau praktisi yang sedang mengembangkan bahan ajar modul SMK.

Jakarta, Desember 2005

a.n. Direktur Jenderal Pendidikan

Dasar dan Menengah

Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan,

Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, M.Sc.

NIP 130 675 814

Kata Pengantar

Dalam suatu proses pemelajaran memerlukan mermacam-macam media dan sarana. Kurikulum 2004 untuk SMK mengharuskan pemelajarannya menggunakan modul untuk setiap kompetensi yang ditempuh seorang peserta diklat. Dari bermacam-macam media yang dapat digunakan salah satunnya adalah modul .

Modul selain dipakai sebagai sumber belajar siswa juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan tertentu, tergantung dari bentuk dan jenis modul yang dibuat. Untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), modul merupakan media imformasi untuk materi, cara belajar, cara melakukan kegiatan / tugas, evaluasi dan imformasi lainnya . Karena isi modul memuat materi yang singkat padat dan mudah untuk dipahami bagi peserta diklat, sehingga proses pemelajaran yang efektif dapat dicapai.

Dalam mudul ini akan mempelajari dasar-dasar dari system hidraulik secara umum dan system hidraulik yang ada pada teknik automotive  sebagai salah satu bagian dari pekerjaan seorang mekanik automotive. Sebagai seorang mekanik automotive melakukan perawatan /servis adalah sudah menjadi tugas pekerjaan yang wajib dilakukan agar semua system dapat bekerja dengan baik dan sempurna. Tidaklah mudah untuk melakukan perawatan yang baik tanpa adanya latihan dan pengetahun dasar yang baik tentang system yang akan dirawat.

Semoga modul ini dapat memberikan kebutuhan tentang perawatan system hidraulik secara umum. Sebagai dasar dalam pekerjaan perawatan system hidraulik yang ada pada teknik automotive.

Jakarta, Desember 2005

Penyusun

                                                                                      MOHAMAD RAHINO

Daftar Isi

q   Halaman Sampul……………………………………………………………….. 1

q   Halaman Francis……………………………………………………………….. 2

q   Kata Pengantar………………………………………………………………… 3

q   Kata Pengantar………………………………………………………………… 5

q   Daftar Isi………………………………………………………………………… 6

q   Peta Kedudukan Modul……………………………………………………….. 8

q   Daftar Judul Modul…………………………………………………………….. 9

q   Mekanisme Pemelajaran……………………………………………………… 11

q   Glosary ………………………………………………………………………….. 12

I.    PENDAHULUAN

A.     Deskripsi……………………………………………………………………. 13

B.     Prasarat…………………………………………………………………….. 14

C.     Petunjuk Penggunaan Modul……………………………………………. 14

D.    Tujuan Akhir……………………………………………………………….. 15

E.     Kompetensi………………………………………………………………… 16

F.     Cek Kemampua……………………………………………………………. 19

II.   PEMELAJARAN

A.    Rencana Belajar Peserta Diklat…………………………………. 20

B.    Kegiatan Belajar

1.  Kegiatan Belajar 1………………………………………………….. 20

a.   Tujuan Kegiatan Pemelajaran………………………………… 20

b.   Uraian Materi……………………………………………………. 21

c.   Rangkuman………………………………………………………. 33

d.   Tugas  1 ……………………………………………………….     33

e.   Tes Formatif  1 ………………………………………………     34

f.    Kunci Jawaban  1 ………………………………………………. 34

g.   Lenbar kerja 1  ………………………………………………….. 35

2.    Kegiatan Belajar 2

a.   Tujuan Kegiatan Pemelajaran………………………………… 37

b.   Uraian Materi……………………………………………………. 37

c.   Rangkuman………………………………………………………. 52

d.  Tugas 2  ………………………………………………………………….. 53

e.   Tes Formatif  2 …………………………………………………. 53

f.    Kunci Jawaban  2 ………………………………………………. 54

g.   Lembar kerja  3 ……………………………………………………….. 56

3.    Kegiatan Belajar 3

a.   Tujuan Kegiatan Pemelajaran………………………………… 58

b.   Uraian Materi……………………………………………………. 58

c.   Rangkuman……………………………………………………    71

d.  Tugas  3 ………………………………………………………….. 72

e.   Tes Formatif  3 …………………………………………………. 72

f.    Kunci Jawaban  3 ………………………………………………. 73

g.   Lembar kerja 3 ………………………………………………………… 74

III.  EVALUASI

1.     Soal  Tes

A.   Soal Tes Teori ………………….……………………………………     76

B.    Soal Tes Praktek……………………………………………      77

2.     Kunci jawaban

A.   Kunci jawaban teori………………………………………………..     77

B.   Lembar penilaian praktek ……………………………………….     80

V.   PENUTUP  ……………………………………………………………………………..    82

 

v.     DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………    83

Peta Kedudukan Modul

Perhatikan kedudukan  modul pada diagram prasyarat kompetensi yang harus dimiliki sebelum dan sesudah modul OPKR 10 – 003B yang akan anda pelajari

Daftar Judul Modul

OPKR-10-001B        Pelaksanaan pemeliharaan/servis komponen

OPKR-10-002B        Pemasangan sistem hidrolik

OPKR-10-003B        Pemeliharaan/service sistem hidrolik

OPKR-10-005B        Pemeliharaan/service dan perbaikan kompresor udara dan komponen– komponennya

OPKR-10-006B        Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotong-an dengan panas dan pemanasan

OPKR-10-009B        Pembacaan dan pemahaman gambar teknik

OPKR-10-010B        Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur

OPKR-10-016B        Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja

OPKR-10-017B        Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan                                tempat kerja

OPKR-10-019B        Pelaksanaan operasi penanganan secara manual

OPKR-40-017B        Melepas, memasang dan menyetel roda

OPKR-40-019B        Pembongkaran, perbaikan dan pemasangan ban luar dan ban dalam

OPKR-50-001B        Pengujian, pemeliha-raan/servis dan penggantian baterai

OPKR-10-018B        Konstribusi komunikasi di tempat kerja

OPKR-20-010B        Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen– komponennya

OPKR-20-011B        Perbaikan sistem pen-dingin dan komponen  komponennya

OPKR-20-014B        Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin

OPKR-20-017B        Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel

OPKR-30-001B        Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen- komponennya sistem pengoperasian

OPKR-30-002B        Perbaikan kopling dan komponen – komponenya

OPKR-30-004B        Pemeliharaan/servis transmisi manual

OPKR-30-013B        Pemeliharaan/servis poros penggerak roda

OPKR-40-001B        Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen – komponenya

OPKR-40-002B        Pemeliharaan/servis sistem rem

OPKR-40-008B        Pemeriksaan sistem kemudi

OPKR-40-012B        Pemeriksaan sistem suspensi

OPKR-50-002B        Perbaikan ringan pada rangkaian/sistem kelistrikan

OPKR-50-007B        Pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem penerangan dan wiring

OPKR-50-009B        Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (Assesoris)

OPKR-20-001B        Pemeliharaan/servis engine dan komponen – komponennya

OPKR-20-012B        Overhaul komponen sistem pendingin

OPKR-30-003B        Overhaul kopling dan komponennya

OPKR-30-007B        Pemeliharaan/servis transmisi otomatis

OPKR-30-010B        Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan

OPKR-30-014B        Perbaikan poros penggerak roda

OPKR-40-003B        Perbaikan sistem rem

OPKR-40-004B        Overhaul komponen sistem rem

OPKR-40-009B        Perbaikan  sistem kemudi

OPKR-40-014B        Pemeliharaan/servis sistem suspensi

OPKR-40-016B        Balans roda/ban

OPKR-50-008B        Pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman kelistrikan dan komponennya

OPKR-50-011B        Perbaikan sistem pengapian

OPKR-50-019B        Memelihara/servis sistem AC  ( Air Conditioner )

Mekanisme Pemelajaran

GLOSARY

ISTILAH

KETERANGAN

OPKR Otomotif Perbaikan Kendaraan Ringan
HYDRAUL IK Segala sesuatu yang berhubungan dengan pemanfaatan tekanan yang diberikan pada zat cair di dalam suatu bejana tertutup untuk dapat melakukan kerja.
FLUIDA Zat yang berbentuk cair atau gas yang digunakan pada sistem Hydraulik.
OIL Fluida hydraulik yang terbuat dari bahan dasar minyak
FILTER Komponen yang berfungsi sebagai saringan
COOLLER Suatu komponen yang berfungsi untuk mendinginkan fluida
SEAL Ring yang terbuat dari karet yang berfungsi sebagai perapat pada sistem hydraulik
CONTROL VALVE Katup yang digunakan untuk mengendalikan/mengatur keluar masuknya fluida pada silinder hydraulik
RELIEF VALVE Katup yang berfungsi untuk mengatur sestem agar bekerja secara halus dan bekerja tanpa tersendat-sendat.
OKSIDASI Persenyawaan kimia antara oksegen (O2) dengan unsur-unsur lainnya.
ADDITIVE Bahan kimia yang ditambahkan pada minya untuk mempertinggi kwalitas atau untuk memperoleh suatu sifat yang dbutuhkan.
AKTUATOR Komponen sistem hydraulik yang berbentuk silinder berfungsi merubah energi gerakan dari fluida hydraulik menjadi energi gerakan batang piston.
FITTING Sambungan antara pipa dengan selang dalam sistem hydraulik.

BAB. I

PENDAHULUAN

A.   Deskripsi

Modul ini berisikan materi Pemeliharaan / Servis Sistem Hydraulik, peserta diklat akan dapat mempelajari Pemeliharaan komponen – komponen pada system hidraulik. Pemeliharaan secara rutin sering juga disebut dengan perawatan berkala, yang berdasarkan waktu pemakaian, atau jarak tempuh dari penggunaan system tersebut.

Pada modul ini peserta diklat akan mempelajari perawatan system hydraulik mulai dari perawatan komponen utama system, pemeriksaan kebocoran, pengenalaan jenis-jenis minyak hidraulik dan cara mencari kerusakan secara visual. Modul ini berisikan peratan pada bengkel otomotif yang menggunakan system hidraulik dan power steering adalah contoh salah satu system pada kendaraan mobil yang menggunakan system hidraulik serta perawatan system hydraulik secara umum, sehingga dapat digunakan untuk semua merek dan jenis system hydraulik. Sehingga bila ingin melakukan perawatan yang lebih mendetail harus melihat buku petunjuk dari pabrik pembuat system hydraulik, sebab setiap masing-masing pabrik pembuat mempunyai persyaratan khusus untuk melakukan perawatan pada system hydraulik yang dibuatnya.

Untuk itu diharapkan peserta diklat melengkapi diri dengan buku-buku pentunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat system hidraulik sehingga dalam melakukan perbaikan dapat dihindari kerusakan akibat kesalahan prosedur dalam pembongkaran maupun pemasangan.

B.   Prasarat

Sebelum mengikuti / mempelajari modul ini peserta diklat sudah menyelesaikan modul berikut ini:

OPKR 10-016B  tentang Mengikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamatan       Kerja.

OPKR 10-001B tentang Pelaksanaan / service Komponen

OPKR 10-002B tentang Pemasangan Sistem Hydraulik

C. Petunjuk Penggunaan Modul  

1. Rambu-rambu belajar bagi peserta diklat

1.  Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti, perhatikan pula prasarat yang harus dimiliki peserta diklat bila ingin mempelajari modul ini.

2. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan yang peserta diklat miliki.

3.  Gunakan buku petunjuk pabrik sebagai sumber utama dalam melakukan praktek.

4.  Pahami setiap langkah – langkah dalam melakukan pekerjaan praktek agar terhindar dari kesalahaan yang fatal.

5.  Kerjakan tes formatif dengan jawaban yang singkat, jelas dan sesuai dengan kemampuan anda.

6. Bila mendapat kesukaran dalam mempelajari modul ini bertanyalah pada pembimbing/instruktur.

7.  Catat semua hasil yang anda temukan selama melakukan praktek dan konsultasikan kepada pembimbing/instruktur.

8.  Bila hasil tes tiori dan praktek telah mencapai nilai 7,00 atau lebih peserta diklat dapat melanjutkan pada modul selanjutnya.

2. Peran bagi guru/instruktur pengampu :

1.    Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar

2.    Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar

3.    Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat

4.    Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

5.    Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok.

6.    Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

7.    Mencatat kemajuan belajar siswa.

8.    Melakukan penilaian.

9.    Menjelaskan kepada siswa, bagian-bagian yang perlu diulang / diperbaiki  dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.

 

D.    Tujuan Akhir 

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat dapat:

1. Menunjukan tiga komponen utama dari system hydraulic

2. Melakukan pemeriksaan kebocoran pada system hydraulik dengan baik dan benar tanpa bantuan teman.

3. Menunjukan empat peralatan pada bengkel otomotif yang menggunakan system hydraulic

4. Melakukan perbaikan ringan pada system hidraulik dengan bantuan buku petunjuk dari pabrik pembuat.

5. Melakukan perawatan minyak hydraulik dengan baik dan benar sesuai petunjuk pabrik.

6. Menunjukan komponen pada kendaraan mobil yang menggunakan system hydraulic.

E.   Kompetensi.

Kompetensi pemeliharaan/servis system hydraulic, mempunyai persyaratan pada kondisi kerja yang diharapkan serta level kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh peserta diklat agar dapat dinyatakan kompeten. Kompetensi ini diberi kode OPKR 10-003B dengan materi pokok sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti tertera pada bagan dibawah ini.

KOMPETENSI                             :   Pemeliharaan/servis sistem hidraulik

KODE                                        :   OPKR-10-003B

DURASI PEMELAJARAN               :   30 Jam @ 45 menit

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

A B C D E F G
1 1 - - 2 1 2
KONDISI KINERJA 1.Batasan Konteks

§  Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan

2.Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :

§  Spesifikasi pabrik kendaraan

§  SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan

§  Kebutuhan pelanggan

§  Kode area tempat kerja

§  Perundang-undangan pemerintah

§  Lembaran data keamanan bahan

3.Pelaksanaan K3 harus memenuhi :

§  Undang-unadang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

§  Penghargaan di bidang industri

4.Sumber-sumber dapat termasuk:

§  Peralatan tangan/hand tools, material pemeliharaan/servis bahan meliputi : saringan, pelumas, data spesifikasi.

§  Perlengkapan pengangkat dan perlengkapan

5.Kegiatan

§  Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk : penilaian pendengaran, visual dan fungsi (meliputi : kerusakan, korosi, keausan dan pengujian)

6.  Variabel terapan lainnya meliputi : katrol, dongkrak, peralatan press, sistem kemudi, power tilt (tenaga pengungkit)

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

1. Pemeliharaan/servis dan pengujian sistem hidraulik 1. Pemeliharaan/servis dilaksa-nakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap kompo-nen atau sistem lainnya

2. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

3. Pemilihan material, pelumas dan saringan yang sesuai dilaksanakan sesuai dengan jadwal pemeliharaan/servis

4. Sistem diuji sebelum pelaksa-naan pemeliharaan/ servis dan hasil-hasil dicatat sesuai SOP (Standard Operation Procedures)

5. Seluruh kegiatan pemelihara-an/servis dilaksanakan ber-dasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Kese-lamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

1. Pemeliharaan/servis sistem hidrolik dan prosedur pengujian

Pemilihan jenis cairan dan penggunaannnya

2. Prosedur penanganan secara manual

1. Mematuhi prosedur pemeliharaan/servis sistem hidraulik

2. Mematuhi prosedur pengujian sistem hidraulik

1. Memahami perawatan /servis sistem hidrolik

2. Memahami jenis-jenis cairan yang digunakan

3. Menerapkan sistem pengujian pada sistem hidrolik

1. Melaksanakan prosedur pemelihara-an rutin pada sistem hidrolik

2. Melaksanakan penggantian komponen sistem hidrolik

3. Melaksanakan pengujian sistem hidrolik sesuai standart SOP

F. Cek Kemampuan

Sebelum mempelajari modul OPKR-10-003B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :

KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI

PERNYATAAN

 JAWABAN

BILA JAWABAN ‘YA’, KERJAKAN

YA

TIDAK

Memelihara / servis sistem Hydraulic 1.    Saya dapat menjelaskan nama, fungsi dan cara memelihara komponen-komponen utama dari sistem hydraulic.

Soal Tes Formatif 1.

2.    Saya dapat menjelaskan nama, fungsi dan cara merawat peralatan yang ada  pada bengkel otomotif yang menggunakan sistem hydraulic.

Soal Tes Formatif  2

3.    Saya dapat menjelaskan nama, fungsi dan cara merawat perlengkapan pada kendaraan mobil yang menggunakan sistem hydraulic.

Soal Tes Formatif 3.

 

Bila jawaban peserta diklat, tidak  maka peserta diklat harus mempelajari modul ini secara tuntas.


BAB. II

PEMELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Kompetensi            :    Pemeliharaan / Servis Sistem Hydraulik

Sub Kompensi         :    Pemeliharaan / Servis dan Pengujian

Sistem Hydraulic

JENIS KEGIATAN

TANGGAL

WAKTU

TEMPAT BELAJAR

ALASAN PERUBAHAN

TANDA TANGAN GURU

TANDA TANGAN/CAP PERUSAHAAN

Pemeliharaan/servis pada system hydraulik
Pemeliharaan/servis peralatan pada bengkel otomotif yg mengguna  kan system hydraulic
Komponen-komponen mobil yang mengguna kan system hydraulic

B. KEGIATAN BELAJAR 1 

Waktu : 10 jam pelajaran @ 45 menit

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Setelah mepelajari kegiatan belajar, diharapkan anda dapat:

-    melakukan pemeriksaan kebocoran pada system hydaulik

-    melakukan perbaikan pada system hydaulik

-    melakukan perawatan pada system hidaulik

b. Uraian Materi

Masalah pemeliharaan pada system hydraulik adalah hal yang sangat  penting untuk menjamin system hidraulik bekerja dengan benar sesuai prosedur yang ada. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan system hidraulik tidak bekerja dengan baik. Untuk itu kita perlu mengetahui prinsip dasar dari system hidraulik seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar. 1. Prinsip dasar system hidraulik

Kita membebani piston dari pompa piston tinggal dengan gaya tertentu. Makin kuat kita menekan piston, makin kuat gaya pada piston, maka tekanan makin meningkat. Tekanan meningkat berdasarkan luas dari silinder dan dapat mengalah lan beban. Kecepatan gerak beban  hanya tergantung pada volume fluida yang dimaksudkan ke selinder. Hal ini bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin bannyak fluida per satuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga beban akan terangkat lebih cepat.

Gambar.2.  Bagan dari system hidraulik

Sumber energi mekanik dapat berupa :

1.    Gerakan tekan dari tangan

2.    Gerakan tekan dari kaki

3.    Gerakan putar engine

4.    Gerakan putar motor listrik

5.    Dan lain-lainnya

Pengubah energi mekanik menjadi energi hidraulik:

1.    Pompa piston aksial

2.    Pompa piston radial

3.    Pompa roda gigi

4.    Pompa sudu / vane

5.    Pompa sekrup

Fluida yang digunakan dapat digolongkan dalam dua jenis:

1.    Fire Resistance Oils

                  2.  Hydraulic Mineral Oils

Pengubah energi hidraulik menjadi energi mekanik:

1.    Silinder kerja tunggal

2.    Silinder kerja ganda

Dari uraian dan gambar di atas dapat dilihat bahwa ada tiga bagian utama dari system hidraulik yaitu: Unit penghasil energi hidraulik, Fluida dan katup-katup, Unit pengubah energi hidraulik menjadi mekanik. Sehingga masalah pemeliharaan system hidraulik harus dilakukan secara berkala pada tiga unit tersebut.

1. Pompa Hidraulik

Pada unit penghasil energi hidraulik, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan dari unit pompa sebab bila pompa mengalami gangguan karena adanya kotoran yang ikut terbawa oleh fluida dapat merusak atau menimbulkan kebocoran hal ini dapat mengurangi tenaga tekanan hidraulik yang diberikan oleh pompa. Karena pompa dibuat sangat presisi sekali sehingga kebersihannya perlu dijaga, untuk melindungi unit pompa hidraulik dari kotoran-kotoran yang terbawa oleh fluida pada system dilengkapi dengan filter-filter yang mempunyai lubang yang sangat kecil sekali atara 40 sampai 75 mikron. Oleh sebab itu filter perlu diperiksa umu r pemakaiannya, dijaga kebersihannya atau bila telah melampaui batas usia pakai perlu diganti segera atau sesua petunjuk dari pabrik pembuat system hidraulik. Komponen-komponen system hidraulik sangat peka sekali terhadap kotoran, bila harus membongkar unit pompa hidraulik jangan dilakukan pada tempat yang kotor tetapi harus pada tempat yang bersih.

Gambar. 3. Jenis-jenis FILTER

 

Pompa  hidraulik mempunyai prasaratan perawatan yang tersendiri sesuai dengan jenis dan pabrik pembuatnya. Pada umumnya pompa hidraulik digerakan dengan sabuk (belt) sehingga membutuhkan pemeriksaan kondisi dan tegangan sabuk harus  secara berkala. Agar keausan dan keretakan sabuk dapat diketahui lebih dini mencegah putus saat sedang bekerja. Tegangan sabuk harus sesuai sfesifikasi dari pabrik mencegah timbulnya slip dan panas pada system hidraulik.

Gambar. 4.  Pompa hidraulik

2. FLUIDA

Pada system hidraulik menggunakan fluida sebagai media untuk pemindahan, pengaturan dan gerakan-gerakan pengendalian. Sehingga persoalan fluida (minyak hidraulik) bertanggung jawab atas terjadinya kegagalan yang terjadi pada system hidraulik. Oleh sebab itu pemeriksaan secara teratur pada themperatur, kondisi dan ketinggian fluida adalah hal yang amat sangat penting dilakukan oleh seorang tehnisi. Panas yang tinggi dapat terjadi karena aliran yang keluar dengan penurunan tekanan yang besar, sehingga energi yang hilang berubah menjadi panas. Jadi agar system hidraulik dapat selalu bekerja pada suhu normal, bukan hanya oil cooler saja yang harus berfungsi dengan baik, tetapi juga seluruh permukaan komponen dari system hidraulik harus selalu bersih supaya panas bisa memancar keluar dengan baik. Menjaga agar system hidraulik dalam keadaan bersih adalah hal yang terbaik, selain kebersihan system selalu terjaga kemungkinan adanya gangguan dan kerusakan pada komponen dapat diketahui lebih dini.

a. oil cooler pendingin air                     b. oil cooler pendingin udara

Gambar. 5.   oil cooler

Kondisi fluida dalam sebuah system hidraulik sangat penting dalam hal memepertahankan reiabilitasnya, karena fluida yang kotor, teroksidasi atau terkontaminasi oleh air akan membentuk suatu endapan bergetah dan lengket. Endapan ini dapat menghambat lubang-lubang kecil . Fluida harus stabil secara kimia dan tidak mengalami oksidasi. Temperatur fluida sangat mempengaruhi laju oksidasi karena oksidasi naik secara cepat dengan bertambahnya temperatur. Untuk itu perlu kiranya mengetahui jenis-jenis fluida yang digunakan pada industri dan teknik otomotif secara garis besar dapat digulongkan dalam dua jenis utama yaitu:

a.   Fire Resistance Oils

Digunakan terutama pada industri dimana bahaya api sangat tinggi atau dimana api dapat mengakibatkan malapetaka. Dalam penggunaan fluida jenis ini tergantung pada, tingkat resistance kebakaran, temperatur range, kesehatan pekerja dan lain – lainnya. Fire Resistance Oils dapat diklasifikasikan dalam 3 katagori yaitu:

a.1. Water Based Fluids

Yaitu berupa cairan yang terdiri dari minyak yang larut ke dalam  35% air digunakan untuk temperatur kerja dibawah 60 derajat Celcius

a.2. Water Containing Fluids

Yaitu berupa cairan yang terdiri dari air yang bersatu dengan minyak atau air bersatu dengan zat glycol

a.3. Synthetic Fluids

Yaitu berupa cairan yang terdirir dari larutan semacam phospat atau campuran phospat dengan mineral oil. Dapat merusak seal dan cat pada engine, tetapi temperaur kerjanya tinggi dapat mencapai maksimum 150 derajat Celcius.

b.   Hydraulic Mineral Oils

Digunakan secara luas dalam system pelumasan hidraulik mesin industri dan automotive. Hydaulic Mineral Oils dikelompokan dalam 6 katagori yaitu.

b.1. Straight Meneral Oils

Fluida ini tidak berisi additive sehingga cocok untuk pelumasan pada dongkrak hidraulik yang biasa dan peralatan mesin cetak, tetapi belum digunakan secara luas.

b.2. Rust and Oxidation (R & O) Oils

Fluida ini mengandung additive anti karat dan anti oksidasi serta kadang – kadang mengandung pula additive anti busa. Fluida ini cocok dugunakan untuk pompa – pompa yang tidak mengharuskan menggunakan anti wear.

b.3. Anti Wear Oils

Fluida ini pada dasarnya adalah fluida R & O yang ditambah dengan anti wear additive dan dianggap sebagai fluida pelumas mutu tinggi. Fluida ini sangat banyak digunakan orang sebagai pelumas.

b.4. Improvid V.I. Oils

Fluida ini mengandung additive viscosity index improver disamping mengandung pula additive – additive lainnya seperti pada fluida sebelumnya. Fluida ini digunakan pada operasi temperatur range yang luas pada mesin yang memerlukan pengontrolan yang cermat.

b.5. Combined Hydraulic / Slideway Oils

Pada dasarnya fluida ini termasuk ke dalam fluida katagori b.3. namun ditambah dengan additive pencegah gesekan.

b.6. Automatc Tramsmission Fluids

Fluida ini memiliki viscosity index yang tinggi sekali dan ditambah dengan additive yang sifetnya mengubah jalannya pergeseran untuk penyerasiaan. Fluida ini hanya digunakan untuk kendaraan berat dan mobil yang menggunakan transmisi otomatis dan fower steering.

Fluida dalam system hidraulik digunakan untuk mengangkut energi dan menghasilkan gaya yang dibutuhkan pada pada actuator. Mengingat hal tersebut maka perawatan pada fluida hidraulik menjadi sangat penting. Sehingga perlu dibuatkan jadwal khusus untuk pemeriksaan dan penggantian fluida (minyak hidraulik).

Kehandalan system hidraulik sangat dipengaruhi oleh keadaan fluida. Kontaminasi dengan kotoran dan oksigen dalam udara akan menyebabkan perubahan yang mengganggu karakteristik serta membentuk Lumpur atau perekat. Keadaan ini akan menurunkan kemampuan fluida yang akan menyebabkan kerusakan pada system hidraulik.

Untuk menjaga agar keadaan fluida tetap baik, lakukanlah penyimpanan sesuai petunjuk pabrik atau lakukan sebagai berikut:

*   Simpanlah fluida dalam drum dan tempatkan dibawah atap

*   Sebelum mebuka drum bersihkan dahulu permukaan drum

*   Untuk mengambil fluida dari drum gunakan jerigen (wadah),

selang yang bersih dan saringan.

*  Perhatikan kelembaban udara pada ruangan penyimpanan.

Jangan mencampur cairan/fluida hydraulic dengan minyak plumas atau cairan pembersih. Untuk mengisi fluida pada reservoir gunakan wadah yang bersih. Hindari terjadinya tumpahan fluida/cairan hydraulic saat mengisi,bila tumpah bersihkan langsung dengan air.

Untuk fluda /cairan hydraulic bekas jangan membuang langsung ke tanah atau air karena dapat menimbulkan polusi lingkungan.

                             Gambar. 6  Jangan membuang fluida ke tanah/air

3. SILINDER HIDRAULIK

Silinder hidraulik adalah sebuah tabung yang dilengkapi dengan piston serta ruang untuk fluida. Silinder hidrulik adalah unit yang merubah energi hidraulik menjadi energi mekanik (gerakan). Berdasarkan rancangan sebuah silinder hidraulik dapat menggunakan gaya-gaya kompresi atau gaya-gaya tegang, dimana gaya tersebut tetap mulai dari awal sampai akhir dari langkah piston yang kecepatannya tergantung pada pengisian minyak per satuan waktu.  Tipe silinder hidraulik yang banyak digunakan:

Silinder kerja tunggal

Silinder tipe ini hanya dapat memakai gaya pada satu arah saja. Langkah balik dari piston dilakukan dengan menggunakan pegas. Contoh penggunaan silinder kerja tunggal adalah  system rem hydraulik tromol dimana untuk merubah energi hydraulik menjadi energi mekanik digunakan silinder roda satu piston atau dua piston seperti gambar no 7 dibawah ini.

Gambar. 7. Contoh silinder kerja tunggal 

Silinder kerja ganda

Silinder kerja ganda dapat memindahkan gaya pada kedua arah dari gerakan. Silinder ini mempunyai dua saluran fluida, satu saluran untuk mendorong piston bergerak keluar dan satu saluran yang lain untuk mendorong piston unruk kembali ke posisi semula.

Gambar. 8. Penampang silinder kerja ganda

 

Gangguan – gangguan pada system hidraulik

Gangguan yang sering timbul pada system hidraulik dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1.   B o c o r

Kebocoran akan mudah dilihat bila system hidraulik sedang bekerja karena pancaran fluida lebih deras. Kemungkinan bocor terjadi pada bagian – bagian sebagai berikut:

a.    Pipa atau selang

Pipa atau selang pecah karena sudah tua dan rapuh atau bergesekan dengan bagian lain dan dapat juga karena terlepas dari fittingnya.

Gambar. 9 . Pipa dan selang yang rusak

Untuk dapat mengetahui ada tidaknya gangguan kebocoran pada pipa atau selang , dapat dilakukan pemeriksaan sederhana yang tidak membutuhkan peralatan atau instrumen khusus. Pemeriksaan dilakukan secara visual dengan bantuan cermin seperti pada gambar. 9

          Gambar. 9. Pemeriksaan secara visual

 

b.    Oil seal

Oil seal berfungsi mencegah kebocoran pada system hidraulik harus selalu diperiksa secara bekala. Oil seal pada bagian silinder tenaga adalah yang paling kritis, karena selalu keluar masuk. Kotoran pada poros atau laran piston dapat dengan mudah melukai sebuah oil seal ketika didorong masuk ketempat semula. Kerusakan semacam ini dapat menyebabkan kebocoran yang hebat, sehingga system hidraulik tidak bekerja dengan sempurna bahkan tidak dapat bekerja sama sekali.

Bila hal ini terjadi atsi dengan cepat kebocoran yangtimbul disekelilng poros atau laras piston tersebut, sebelum menjadi kebocoran yang besar. Karena oil seal bersifat peka harus dipasang dengan hati-hati dan sesuai petunjuk pabrik.

2.   Terlalu panas

Temperatur pada reservoir hiraulik harus konstan sesuai anjuran dari pabrik, bila system hidraulik terlalu panas yang paling mudah adalah memeriksa oil coollernya, apakah dalam keadaan bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya. Panas yang terjadi pada system hidraulik kemungkinan akibat gangguan pada:

a.    Adanya udara palsu

Adanya udara palsu pada sistem hidraulik dapat menaikan temperatur karena udara bila dikompresi temperaturnya akan naik, pada tekanan 140 kg/cm2 temperatur udara dapat mencapai 110 derajat Celcius. Bila ini yang terjadi lakukan langkah – langkah pengeluaran udara melalui katup atau nipel yang tersedia.

b.    Bocor internal

Bocor ini tidak terlihat karena terjadi pada bagian dalam komponen dari system hidraulik, sehingga bila ingin mengetahui adanya kebocoran harus melakukan pembongkaran pada komponen yang diduga ada kebocoran contohnya:

  • Pompa hidraulik
  • Control valve
  • Relief valve

c. Rangkuman

Pemeliharan system hidraulik adalah pekerjaan yang membosankan tetapi tetap harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Untuk mencegah meningkatnya temperatur fluida digunakan alat oil cooler dan filter untuk mencegah kotoran masuk pada aliran fluida. Gangguan – gangguan yang sering terjadi pada system hidraulik antara lain; Bocor dan terlalu panas. Untuk mengetahui gangguan kebocoran dapat dilakukan secara visual.  Fluida yang banyak digunakan saat ini adalah dari jenis Fire Resistance Oils dan Hidraulic Mineral Oils. Untuk mengganti minyak / fluida hidraulik harus mengetahui jenis fluida yang digunakan dan system hidraulik tersebut digunakan di mana.

 

d. Tugas

Perhatikan sebuah bengkel mobil catat alat apa saja yang menggunakan system hidrolik ! Buat dalam bentuk laporan pengamatan. Buat dalam bentuk laporan pengamatan.

e. Tes Formatif

1.    Mengapa perawatan system hidraulik harus secara berkala ?

2.    Apa saja yang dapat menyebabkan kebocoran pada pipa dan selang

3.    Mengapa system hidraulik tidak boleh terlalu panas yang melebihi standart dari pabrik?

4.    Bagaimana cara memeriksa kebocoran pipa dan selang secara sederhana?

5.    Bagaimana menyimpan fluida hidaulik yang baik?

6. Bila resistansi bahaya kebakaran yang tinggi dan keselamatan pekerja diutamakan fluida hydraulic yang kita gunakan adalah ?

 

f. Kunci Jawaban 

1.    Untuk mengetahui adanya kerusakan/adanya komponen yang tidak bekerja sesuai fungsinya agar bahaya kecelakaan kerja dapat dihindarai.

2.    Sudah tua dan rapuh, karena bergesekan dengan bagian lain, dan terlepas dari fittingnya

3.    Panas yang terjadi karena adanya penurunan tekanan yang besar ini berarti system hidraulik tidak bekerja secara maksimal sesuai beban kerja yang telah ditetapkan pabrik pembuat. Selai itu temperatur yang tinggi dapat mempercepat proses oksidasi pada fluida.

4.    Pemeriksaan secara visual dengan bantuan sebuah cermin.

5.    Menyimpan fluida yang baik adalah:

* Simpanlah fluida dalam drum dan tempatkan dibawah atap

* Sebelum mebuka drum bersihkan dahulu permukaan drum

* Untuk mengambil fluida dari drum gunakan jerigen (wadah),

selang yang bersih dan saringan.

*  Perhatikan kelembaban udara pada ruangan penyimpanan

6.  Fire Resistance Oils

g. Lembar Kerja

Tujuan:

1.    Dapat melakukan pemeriksaan rutin / berkala pada system hidraulik

2.    Dapat melakukan perawatan secara rutin / berkala pada system

hidraulik

  Alat dan Bahan:

1.    Alat – alat tangan (hand tool)

2.    Kain pembersih (majun)

3.    Cairan pembersih

4.    Sebuah cermin kecil

 Keselamatan Kerja:

1.      Pastikan Sistem rem bekerja dengan baik atau engine dalam keadan mati.

2.      Pastikan tidak ada minyak / fluida hidraulik yang tercecer dilantai.

3.      Pastikan ruangan dalam keadaan bersih.

4.      Selalu memperhatikan K3

 

 Langkah kerja:

1.    Bukalah semua penutup / body yang menutupi system hydraulik

2.    Periksalah mulai dari reservoir fluida / minyak hidraulik, apakah kurang, cukup, berubah warna dan kekentalannya dan sebagainya.

3.    Periksalah pompa hidraulik pastikan tidak ada kebocoran internal

4.    Periksalah bagian actuator pastikan silinder dapat bekerja sempurna, langkah batang silinder sesuai sfesifikasi.

5.    periksalah sambungan – sambungan pipa atau selang

6.    Periksalah keadaan pipa dan selang apakah berkarat,  retak, pecah-pecah dan sebagainya.

NO

Nama Komponen Yang diperiksa

Hasil pemeriksaan

Ket
1 Fluida / minyak hidraulik

a.    jenis

b.    jumlah

c.    keadaan

d.    warna

2. Pompa hidraulik

a.    jenis

b.    keadaan

c.    kebocoran

3 Aktuaor

a.    jenis

b.    jumlah silinder

c.    keadaan silinder

d.    seal

4 Pipa dan selang

a.    keadaan pipa

b.    keadaan selang

c.    keadaan fitting

5

Kesimpulan hasil pemeriksaan :

KEGIATAN BELAJAR 2

Waktu : 10 jam pelajaraan @ 45 menit.

a. Tujuan Pemelajaran:

Setelah mempelajari kegiatan pemelajaran 2, diharapkan anda dapat:

1. Mengenal semua peralatan di bengkel otomotif yang   menggunakan system hidraulik

2.    Mengoperasikan semua peralatan yang menggunakan system hidrulik semua setandar opersional prosedur pabrik.

3.   Merawat semua peralatan yang menggunakan system hidraulik pada bengkel otomotif.

b. Uraian Materi

Pada bengkel perbaikan dan perawatan / servis otomotif terdapat cukup banyak peralatan yang menggunakan system hidraulik dalam pengoperasiannya. Sebagai seorang calon teknisi mekanik otomotif anda bukan hanya mengenal dan mengetahui cara mengoperasikan semua peralatan yang menggunakan system hidraulik tetapi juga harus dapat merawat serta memperbaiki system hidraulik bila mengalami hambatan. Mengenal semua peralatan, tahu cara mengoperasikan dan mampu merawat semua peralatan yang menggunakan system hidraulik itu yang diharapkan. Pada kegiatan belajar kali ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang ada pada bengkel otomotif yang menggunakan system hidraulik yaitu:

1. DONGKRAK HIDRAULIK

2. CAR LIFT

3. HYDRAULIC CRANES

4. HYDRAULIC PRESSES

1.   Dongkrak hydraulik

Alat ini digunakan untuk mengangkat kendaraan dari lantai sampai ketinggian tertentu. Seperti semua system hidraulik, pada dongkrak hidrulik terdapat tiga komponen utama yaitu : pompa hydrulik , tangki (reservoir) fluida hidraulik dan silinder hidraulik serta kelengkapan lainnya seperti release valve dan lain-lainnya seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar. 1. Penampang dongkrak hidraulik

1. Katup pembuka/pembalik          8. Lengan penambah tinggi

2. Dasar dari silinder hidraulik        9. Tutup silinder atas

3. Seal ring O                              10. Plunger pompa hidraulik

4. Silider hidraulik                         11. Rumah pompa

5. Piston                                      12. Seal ring O

6. Fliuda hidraulik

7. Tangki fluida hidraulik

 

Pada gambar 1 memperlihatkan sebuah dongkrak hidraulik yang memiliki bagian – bagian; pompa hidraulik no 10 dan 11, silinder hidraulik no 3,4,9 dan piston , fluida no 6,7 . Dongkrak hidraulik bekerja bila pompa plunger no 10 ditekan, fluida yang ada di dalam rumah pompa no 11 akan mengalir ke dalam silinder hidraulik no 4. Bila pompa plunger no 10 ditekan berulang-ulang maka fluida no 6 yang ada pada tangki fluida no 7 akan dihisap dan ditekan oleh pompa plunger no 10 masuk ke dalam silinder hidraulik no 4 yang akan mendorong piston no 5 sehingga benda atau kendaraan yang berada di atas piston tersebut akan terangkat. Untuk mengembalikan piston kembali pada keadaan semula dengan membuka katup pembuka (pengembali) no 1, piston akan kembali kepada tempatnya semula karena adanya tekanan dari berat benda atau kendaraan.

Tinggi angkat dari piston paling kecil antara 15 sampai dengan 25 Cm dan ada yang paling tinggi antara 20 sampai 30 Cm, dengan daya angkat paling kecil 2 ton sampai dengan 5 ton.

Gambar.2. Dongkrak hidraulik (Botle jack)

Cara pengoperasian dongkrak hidraulik

1.    Sebelum mengoperasikan dongkrak hidraulik, periksa dan kecangkan sekrup pengunci (katup pengembali).

2.    Masukan tongkat / tangkai pengungkit kedalam lubang dudukan pada pompa plunger, dan gerakan tongkat / tangkai naik – turun  sehingga terjadi tekanan fluida pada pompa.

3.    Sebelum mengoperasikan dongkrak hidraulik pada kendaraan sebaiknya perhitungkan berat kendaraan dengan kemampuan daya angkat dari dongkrak hidaulik.

4.    Pemilihan titik tumpuan untuk mendongkrak harus tepat pada titik pusat grafitasi,  dan piston tidak langsung pada kendaraan tetapi dengan perantaraan sebuah balok atau papan kayu.

5.    Setelah kendaraan terangkat sesuai dengan ketinggian yang diinginkan, pasang pengganjal (stand jack) untuk mencegah kendaraan turun mendadak.

Gambar. 3. Dongkrak hidraulik beroda (grage jack)

Dongkrak hidraulik beroda digunakan untuk memudahkan penggeseran dongkrak di bawah kendaraan . Bila kendaraan sudah terangkat dan ingin dipindahkan dongkrak model ini dapat digunakan atau kendaraan ingin diputar karena tempat yang sepit dongkrak model ini juga dapat digunakan.

Pemeliharaan dongkrak hidraulik

Dalam pemeliharaan dongkrak hidraulik yang perlu diperhatikan adalah jenis fluida yang digunakan dan kebersihan dari dongkrak .

1.    Periksa pada buku petunjuk atau petunjuk pada body / rumah dari silinder hidraulik jenis fluida yang digunakan, untuk temperatur – 5 derajat Celcius sampai + 45 derajat Celcius gunakan minyak pelumas GB 443-48  Dan untuk temperatur – 20 derajat Celsius sampai  – 5 derajat Celsius gunakan minyak hidaulik mineral  GB 442-64 (LHM )

2.    Selain jenis fluida, tinggi fluida pada tangki juga harus diperhatikan agar tidak mengalir keluar dari tangki fluida.

3.    Jaga jangan sampai ada kotoran pada permukaan piston ketika piston sedang bekerja mengangkat kendaraan, karena akan merusak / menggures piston atau seal ketika kendaraan diturunkan, setelah digunakan selalu menjaga kebersihan dongkrak.

4.    Bila penggunaan fluida yang tidak tepat atau fluida sudah berubah kekentalannya dapat mengakibatkan pompa plunger berat ketika di gunakan.

5.    Bila pengencangan katup pembuka /pembalik (realese valve) tidak tepat atau terganjal kotoran maka akan mengakibatkan piston tidak terangkat, kencangkan katup atau buka dan bersihkan.

6.    Bila beban kendaraan melebihi kemampuan dongkrak, atau tidak dibantu penyangga lain akan mengakibatkan piston bengkok, sehingga piston tidak dapat diturunkan.

2. Car Lift  

Car lift adalah alat yang digunakan untuk mengangkat kendaraan mulai dari ketinggian 150 Cm sampai dengan 200 Cm yang disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. Car lift ada yang digerakan dengan tenaga Hydraulik, Semi Hydraulik (hidraupneumatic) dan Motor listrik. Dalam materi ini yang akan dibahas adalah car lift yang digerakan dengan system hydraulik dan semi hydraulik.

Gambar. 4. Sebuah model dari car lift merek FULGOR

Model car lift ini terdiri dari beberapa jenis, tetapi semua jenis telah dirancang untuk dapat mengangkat kendaraan bermotor pada semua tingkat ketinggian minimum dan maximum yang dibutuhkan. Untuk mengangkat kendaraan secara maksimum dapat menggunakan meja landasan tambahan (no 10). Pada gambar. 4. Car lift yang terdiri dari dua meja landasan (flat form), yang dipasangkan pada jangkar yang rata dengan permukaan tanah karena disangga oleh lengan yang kuat. Car lif ini dilengkapi dengan empat buah ramps (no 4 ) untuk memudahkan kendaraan ditempatkan pada meja landasan. Meja landasan yang dipasang pada jangkar bekerja dengan system gunting dengan dua buah lengan yang dilengkapi dengan silinder hidraulik. Untuk mengendalikan system hidraulik car lif ini dilakukan pada box panel (no 9) yang terdiri dari beberapa tombol pengendali, seperti pada gambar.5. dibawah ini:

Gambar. 5. Box Panel

 Cara mengoperasikan Car Lift

Dengan memperhatikan gambar no 5 di atas.

1. Dengan menggunakan kunci khusus   hidupkan system kelistrikan pada sakelar utama no 14. Posisi 0 berarti system dalam keadaan terputus (mati), bila posis 1 berarti system dalam keadan terhubung (hidup) siap untuk dioperasikan.

2.    Untuk menaikan  tekan tombol no 7

3.    Untuk menurunkan tekan tombol no 8

4.    Untuk memberitahukan dan menjaga keselamatan bahwa sedang dilakukan langkah penurunan car lift tekan tombol no 5 , sehingga sirine akan berbunyi.

5.    Untuk menghentikan langkah menaikan atau menurunkan car lift, tekan tombol no 12 atau no 13

6.    Untuk menaikan meja landasan tambahan, putar selector no 11 ke kanan.

7.    bila terjadi keadaan darurat untuk memutuskan rangkaiankelistrikan dan system hydraulic tekan tombol keadaan darurat no 9

8.    Sebelum mengoperasikan car lift, terlebih dahulu pastikan wilayah sekitar car lift bebas dari orang-orang dan benda lainya.

9.    Tempatkan kendaraan tepat pada pusat meja landasan dan cek apakah kedudukannya sudah kokoh/tepat, tidak akan terjadi tergelincir.

10. Untuk melakukan pengangkatan kendaraan setting sakelar utama no 14  pada posisi 1, dan tekan tombol no 7 untuk menaikan.

11.  Bila kedudukan yang diinginkan sudah tercapai lepaskan tombol dan tekan tombol no 5 untuk mengaktifkan tanda bahaya (keselamatan)

12. Untuk melakukan penurunan  tekan tombol no 8 , bila langkah penurunan telah tercapai tekan tombol no 5 untuk mengaktifkan tanda bahaya (keselamatan).

Gambar.6.  Rangkaian pipa system hydraulic

Dalam pemasangan rangkaian perpipaan system hidraulik harus dilakukan oleh teknisi yang kompeten dibidangnya. Bila pemasangan rangkaian dilakukan oleh yang tidak kompeten dapat menimbulkan kerusakan yang dapat menimbulkan kecelakaan. Batas-batas minimum yang diijinkan untuk pemasangan jangan dilanggar agar kemampuan car lift tetap sesuai sfesifikasinya.

Gambar.6. Car lift single piston semi hydraulic

Car lift semi hydraulic

Car lift semi hidraulik dengan piston tunggal dirancang untuk mengangkat kendaraan secara cepat dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Karena bengkel yang modern menuntut kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan kepada konsumen. Car lif semi hidraulik dioperasikan oleh pengendali pneumatic yang dilakukan pada suatu panel instrumen pengendali untuk tingkat ketinggian yang diinginkan agar memudahkan pekerjaan dibawah kendaraan. Untuk mengangkat dibutuhkan tekanan udara sebesar 8 – 10 Bars, dengan kecepatan 150 liter perdetik. Dalam pemasangan unit udara tekan, menghindari pemadatan udara karena temperatur yang rendah  dipasangkan seperator udara pada jalur pipa udara. Car lift piston tunggal banyak digunakan pada bengkel untuk unit pencucian kendaraan seperti gambar. 7. dibawah ini,

                             Gambar.7. Penggunaan car lift piston tunggal

Cara pemeliharaan Car lift

Dalam hal pemeliharaan car lift hanya orang yang kompeten dan propesional dibidangnya yang diijinkan untuk melakukan pekerjaan pengoperasian dan perawatan car lift. Untuk melakukan perawatan yang baik hal – hal berikut ini harus dilaksanakan:

1.    Gunakan onderdil asli sesuai petunjuk pabrik

2.    Ikutilah jadwal pemeliharaan secara periodic sesuai buku petunjuk.

3.    Periksalah kelainan / kejanggalan yang terjadi pada system seperti; suara-suara beriksik, tekanan minyak turun, tekanan udara, turun, minyak temperaturnya terlalu tinggi.

4.    Gunakan buku petunjuk dari supplayer / pabrik untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan sewaktu pemeliharaan.

5.    Gunakan gambar rangkaian hydraulic dan elektrik dalam pemeriksaan.

6.    Setelah melakukan perawatan jangan lupa mematikan sumber tenaga (listrik) dan mengunci panel instrumen pengendali.

Car lift minimal sebulan sekali dibersihkan, pastikan piston pada silinder hydraulik selalu bersih dan tidak merusak segel dan seal yang dapat menimbulkan kebocoran dan mengakibatkan malfungsi. Untuk melakukan perawatan berkala pada car lift dilakukan sesuai prosedur sebagai berikut:

No

WAKTU

YANG HARUS DIPERIKSA

KESIMPULAN

1

Tiap 3

bulan

1.   Sirkuit hidraulik

1.2  Cek pengukur minyak pada

tangki

1.2 Cek kebocoran minyak

1.3 Cek semua segel sambungan

pipa

2.   Baut dasar landasan

2.1 Cek pengencangan baut secara

silang

3.   Pompa hidraulik

3.1 Cek suara-suara yang

mencurigakan

3.2 Cek pengencangan baut -  baut

pompa

4. Cek system keselamatan bekerja

baik

2

Tiap 6

bulan

 Fluida (minyak)

  1. Cek umur dari minyak yang digunakan
  2. Cek perubahan warna dan kekentalan
3

Tiap  12

bulan

Cek umum

Pengecekan menyeluruh mulai dari system hydraulik, system kelistrikannya dan system udara tekan.

3. Hidraulic cranes

Hidraulik crane pada bengkel otomotif digunakan untuk mengangkat engine dari dalam ruang engine pada kendaranaan seperti pada gambar.8. Hidraulic crane adalah salah satu penggunaan system hydraulic yang paling sederhana selain dongkrak hydraulic. Crane ini dilengkapi dengan roda yang mudah untuk dipindah-pindahkan, sehingga sangat fleksibel dalam penggunaan tempat. Seperti semua system hydraulic, crane ini dilengkapi dengan silinder hydraulic dan piston pendorong, tangki fluida (minyak) dan sebuah pompa plunger.

Gambar.8. Sebuah Hydraulic Crane

Dalam pengoperasian hydraulic crane ini hampir sama yaitu tongkat pengungkit pompa plunger digerakan naik-turun sehingga memompa fluida pada tangki menekan ke dalam silinder hidraulik sehingga menekan piston keluar silinder. Untuk meurunkan atau mengembalikan keposisi semula dengan cara memutar / menendorkan katup pembalik (realese valve). Piston akan kembali kedalam silinder hydraulic karena berat dari beban yang diangkat, oleh karena itu membuka katup pembalik harus hati-hati dan perlahan-lahan.

Gambar.9. Hidraulic crane untuk mengangkat engine

4. Hydraulic presses

Hidraulic presses pada bengkel otomotif banyak digunakan untuk membuka dan memasang bering, dapat juga dugunakan untuk  membangunkan per daun  dan pekerjaan lainya yang membutuhkan tanaga penekanan yang besar. Tenaga tekan yang dihasilkan mulai dari 10 ton, 15 ton, 30 ton dan bahkan ada yang sampai 100 ton, untuk yang kemampuan tekannya 10 dan 15 ton,  unit silinder hidraulic piston dan pompa hidrauliknya serta perlengkapan lainnya dapat mudah dikemas dan dipindah-pindahkan karena mudah untuk dibongkar pasang.

Gambar.10. Hidraulic press 30 ton   

Hydraulic press dalam pengoperasiannya sama seperti dongkrak hydraulic dan hydraulic crane yang membedakan, adalah langkah piston pendorongnya yang mengarah kearah bawah karena fungsinya untuk mengepress / menekan. Dalam hal pemeliharaannya juga hampir sama dengan system hydraulic lainnya selalu menjaga kebersihan dari system dan memeriksa secara berkala keadaan, fluida, pompa, silinder hidraulik dan system perpipaannya.

c. Rangkuman

Banyak sekali peralatan pada bengkel otomotif yang menggunakan system hydraulic. Sebagai contoh dongkrak hidraulik adalah salah satu alat yang menggunakan sistemhidraulic yang berfungsi untuk mengangkat kendaraan sampai ketinggian maksimal 30 Cm sampai dengan 40 Cm dari lantai. Untuk mengangkat kendaraan lebih tinggi lagi digunakan Car lift dengan daya angkat yang lebih besar dan ketinggian maksimum sampai 200 Cm. Untuk mengangkat engine keluar dari dudukannya digunakan hydraulic crane yang mudah dan fleksibel dalam penggunaannya, serta untuk membuka dan memasang dengan tenaga tekan yang cukup besar dapat digunakan hydraulic press. Semua peralatan tersebut dibuat untuk memudahkan dan meringankan pekerjaan seorang teknisi otomotif. Dalam mengoperasikan semua peralatan yang mengguanakan system hydraulic selalu memeriksa peralatan hydraulik sebelum digunakan apakah dalam keadan baik dan layak digunakan. Periksa areal sekitar peralatan dari kemungkinan adanya orang atau benda lain yang dapat menyebabkan kecelakaan. Lakukan pekerjaan sesuai prosedur kerja dan standar operasional yang sudah ditetapkan. Perawatan yang harus selalu dilakukan adalah: menjaga peralatan system hydraulic selalu dalam keadaan bersih, selalu memeriksa keadaan fluida (minyak) pada tangki, apakah pompa hidraulik bekerja dengan baik ?, apakah ada kebocoran pada system ? apakah piston dapat kembali kedalam silinder dengan sempurna ?.

d. Tugas

Perhatikan sebuah kendaraan mobil, catat semua peralatan yang ada pada mobil tersebut yang menggunakan system hydraulik. Buat dalam bentuk laporan pengamatan.

e. Tes Formatif

1.    Tuliskan fungsi dari peralatan ini:

a.    Donkrak hydraulic

b.    Car lift

c.    Hydraulic crane

d.    Hydraulic press

2.    Tuliskan Tiga bagian utama dari system hydraulik pada dongkrak hidraulik !

3.    Tuliskan Cara mengoperasikan car lift !

4.    Tuliskan pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan bila perawatan berkala tiap tiga bulan. !

5.    Hydraulic press dapat digunakan untuk pekerjaan apa saja.

f. Kunci Jawaban

1.      a. Untuk mengankat kendaraan pada salah satu sisi , depan atau belakang kendaraan sampai ketinggian tertentu masimal 30 Cm

b. Untuk mengangkat seluruh badan kendaraan sampai ketinggian maksimal 200 Cm

c. untuk mengangkat engine keluar dari dudukannya

d. Untuk memasang atau membuka dengan tenaga tekan yang cukup besar.

2.      Pompa hydraulic plunger, reservoir / tangki fluida (minyak) dan silinder dengan piston hydraulic.

3.  Cara mengoperasikan Car Lift

Lakuakan pada box panel:

1. Dengan menggunakan kunci khusus   hidupkan system kelistrikan pada sakelar utama no 14. Posisi 0 berarti system dalam keadaan terputus (mati), bila posis 1 berarti system dalam keadan terhubung (hidup) siap untuk dioperasikan.

2. Untuk menaikan  tekan tombol no 7

3. Untuk menurunkan tekan tombol no 8

4. Untuk memberitahukan dan menjaga keselamatan bahwa sedang dilakukan langkah penurunan car lift tekan tombol no 5 , sehingga sirine akan berbunyi.

5. Untuk menghentikan langkah menaikan atau menurunkan car lift, tekan tombol no 12 atau no 13

6. Untuk menaikan meja landasan tambahan, putar selector no 11 ke kanan.

7. Bila terjadi keadaan darurat untuk memutuskan rangkaiankelistrikan dan system hydraulic tekan tombol keadaan darurat no 9

8. Sebelum mengoperasikan car lift, terlebih dahulu pastikan wilayah     sekitar carlift bebas dari orang-orang dan benda lainya.

9.    Tempatkan kendaraan tepat pada pusat meja landasan dan cek apakah kedudukannya sudah kokoh/tepat, tidak akan terjadi tergelincir.

10.  Untuk melakukan pengangkatan kendaraan setting sakelar utama no 14  pada posisi 1, dan tekan tombol no 7 untuk menaikan.

11.  Bila kedudukan yang diinginkan sudah tercapai lepaskan tombol dan tekan tombol no 5 untuk mengaktifkan tanda bahaya (keselamatan)

12.  Untuk melakukan penurunan  tekan tombol no 8 , bila langkah penurunan telah tercapai tekan tombol no 5 untuk mengaktifkan tanda bahaya (keselamatan).

4.   Pemeriksaan berkala untuk tiga bulan adalah :

1.   Sirkuit hidraulik

1.2  Cek pengukur minyak pada tangki

1.2 Cek kebocoran minyak

1.3 Cek semua segel sambungan pipa

2.   Baut dasar landasan

2.1 Cek pengencangan baut secara silang

3.   Pompa hidraulik

3.1 Cek suara-suara yang mencurigakan

. Cek pengencangan baut -  baut pompa

5. Cek system keselamatan bekerja baik

6. Untuk melepas dan memasang bearing pada hub roda, Universal       joint, dan lain lainnya serta dapat untuk mengepres pegas daun .

g. Lembar Kerja

Tujuan:

1.    Dapat melakukan pemeriksaan rutin / berkala pada system hidraulik

2.    Dapat melakukan perawatan secara rutin / berkala pada system

Hidraul

Alat dan Bahan:

1.    Alat – alat tangan (hand tool)

2.    Kain pembersih (majun)

3.    Cairan pembersih

4.    Sebuah cermin kecil

 Keselamatan Kerja:

1.    Pastikan Sistem rem bekerja dengan baik atau engine dalam keadan mati.

2.    Pastikan tidak ada minyak / fluida hidraulik yang tercecer dilantai.

3.    Pastikan ruangan dalam keadaan bersih.

4.    Selalu memperhatikan K3

 Langkah kerja:

1.    Bukalah semua penutup / body yang menutupi system hydraulik

2.    Periksalah mulai dari reservoir fluida / minyak hidraulik, apakah kurang, cukup, berubah warna dan kekentalannya dan sebagainya.

3.    Periksalah pompa hidraulik pastikan tidak ada kebocoran internal

4.  Periksalah bagian actuator pastikan silinder dapat bekerja sempurna, langkah batang silinder sesuai sfesifikasi.

5.    periksalah sambungan – sambungan pipa atau selang

6.    Periksalah keadaan pipa dan selang apakah berkarat,  retak, pecah-pecah dan sebagainya.

NO n

Nama Komponen Yang diperiksa

Hasil pemeriksaan

Ket

1

Fluida / minyak hidraulik

1.    jenis

2.    jumlah

3.    keadaan

4.    warna

2.

Pompa hidraulik

2.    jenis

3.    keadaan

4.    kebocoran

3

Silinder tenaga

e.    jenis

f.   jumlah silinder

g.  keadaan silinder

h.  seal

4

Pipa dan selang

d.  keadaan pipa

e.  keadaan selang

f. keadaan fitting

5

Kesimpulan hasil pemeriksaan :

Kegiatan Belajar 3

a.      Tujuan belajar

 

Tujuan kegiatan belajar pada akhir pembelajaran peserta diklat dihrapkan dapat:

1.    Menyebutkan semua komponen yang menggunakan system hydraulic yang ada pada kendaraan mobil.

2.    Memeriksa kebocoran fluida pada komponen yang menggunakan system hydraulic.

3.    Memeriksa  kerusakan pada komponen yang menggunakan system hydraulic.

b.  Materi

Pada sebuah kendaraan mobil banyak system pendukung yang menggunaklan tenaga hydraulik seperti : system penggerak rem, system penggerak kopling, system power steering dan sock absorber. System hydrailic sebagai system yang digunakan untuk mengoperasikan komponen tersebut, menggunakan cairan / fluida dan pipa / selang sebagai sarana untuk menstranfer tenaga . Komponen-komponen tersebut antara lain:

1.    Komponen system rem

2.    Komponen system penggerak kopling

3.    komponen power steering

4.    komponen shock absorber

5.    dll

Mari kita bahas satu persatu dari komponen-komponen tersebut diatas secara lebih mendalam. Pembahasan disini untuk memberikan dasar kepada peserta diklat agar dapat menguasi dengan mudah modul-modul lanjutan . modul ini menitik beratkan pada pemeriksaan dan perawatan cairan terhadap terjadinya kebocoran.

1.  Komponen system rem hydraulic

Sistem rem berperan penting dalam mengurangi kecepata, menghentikan dan memarkir kendaraan. Pada system rem mempunyai komponen yaitu: pedal rem, master silinder, pipa rem, silinder roda / silinder caliper, tromol / disc. Bila rem tidak berfungsi dengan baik dapat menimbulkana bahaya, hal ini pentingsekali masalah perawatan system rem dengan secermat mungkin.

Gambar 1. rangakaian system rem hydraulic pada mobil

Pada system rem dalam perawatannya memerlukan pengujian/pemeriksaan awal untuk menentukan kerusakan pada system rem tersebut. Beberapa pengujian/ pemeriksaan :

Periksa gerak bebas pedal rem

Gerak bebas yang besar disertai tahanan pedal yang ringan menunjukan bahwa udara ada dalam system hydraulic.

Periksa apakah seal primer silinder master bocor.

Untuk ini, tekan pedal rem dengan gaya kecil dan pelan. Jika pedal rem dapat ditekan sampai pembatasnya, seal primer bocor

              Gamabar.2. Kebocoran pada seal Silinder master 

Periksa batas permukaan cairan rem pada reservoir master silinder.

Ada dua penyebab batas permukaan yang terlalu rendah            ( permukaan cairan rem dibawah batas minimum).

Keausan pada kanvas rem

Kebocoran pada system hydraulic

 

Imformasi tambahan!!!

Ada tiga macam cairan rem:

DOT 3 & 4 : Cairan erm berdasarkan etilglikol yang masih umum digunakan. Bersifat racun, korosif, mengabsorbsi air dan merusak cat

DOT 5   : Cairan rem berdasarkan oli silicon yang baru dipasarkan  sebagai pengganti DOT 3 & 4 yang bersifat anti karat.

LHM        : Liquid Hydraulic Mineral Cairan rem yang digunakan pada kendaraan citroen.

Jangan menambah cairan rem tanpa mengetahui jenis cairan remnya

Periksa kebocoran pada master silinder.

Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir

Periksa kebocoran pada seal sekunder. Jika ujung silinder dan disekelilingnya basah oleh cairan rem, berarti master silinder harus dioverhaul atau diganti.

Gambar.3. Kebocoran pada silinder roda

Periksa saluran pipa dan selang rem.

Periksa pipa-pipa rem, apabila bocor atau berkarat keras, pipa rem harus diganti.

Periksa selang-selang rem, jika permukaannya retak atau tergores, selang harus diganti.

     Gamabar.4. Tempat pemeriksaan kebocoran 

2.   System kopling hydraulic

Kopling  berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan tenaga putar engine ke transmisi, paada kendaraan yang menggunakan transmisi manual.

Jika tinggi dan gerak bebas pedal kopling tidak benar, kendaraan tidak dapat dikendarai dengan lembut. Untuk menentukan kerusakan diperlukan pengujian dan perawtan system kopling dengan penggerak hydraulic antara lain :

          Gamabar.5. Siatem kopling hydraulic

2.1. Bila kopling tidak dapat bebas.

Untuk menentukan komponen mana yang rusak lakukan hal sebagai berikut:

a.    Berilah ganjalan pada roda – roda

b.    Pasanglah rem tangan

c.    Tekan pedal kopling kemudian hidupkan mesin

d.    Lepaskan pedal kopling dengan tuas transmisi pada posisi netral

                             Gambar. 6. Pemeriksaaan gerak bebas pedal kopling

e.    Pindahkan tongkat perlahan-lahan keposisi mundur tanpa menginjak pedal dan tunggu gigi – gigi transmisi bersentuhan.

f.     Bila gigi transmisi bersentuhan tekan pedal kopling perlahan.

g.    Jangan memindahkan tongkat terlalu kasar karena akan merusak gigi-gigi transmisi

h.    Bila gigi transmisi tidak lagi bersentuhan bersamaan pedal kopling ditekan, dan perpindahan giginya lembut, ini berarti tidak ada problem pada saat kopling dibebaskan.

i.     Masalah kopling tidak dapat bebas dapat diketahui dengan mudah bila tongkat dipindahkan dari posisi netral ke posisi maju.

2.2.   Periksa batas permukaan cairan kopling pada reservoir master silinder kopling. Jika permukaannya rendah tambahkan cairan kopling sampai garis batas MAX

Rendahnya batas permukaan cairan kopling dapat disebabkan kerusakan pada system hydraulicnya.

2.3.       Periksa saluran pipa dan selang kopling

a.    Pemeriksaan hendaknya dilakukan di tempat yang cukup terang.

b.    Untuk memeriksa selang, pergunakan cermin/kaca agar sekeliling (360°) dapat terlihat secara menyeluruh.

Gambar. 7. . Pemeriksaan selang dengan cermin

PERLUNYA PERAWATAN CAIRAN REM DAN KOPLING

Cairan rem dan kopling digunakan untuk mengisi saluran pada rem dan kopling. Pada waktu pedal ditekan, tekanan piston pada master silinder dipindahkan oleh cairan rem dan kopling ke setiap silinder roda atau silinder pembebas pada kopling. Apabila cairan rem atau kopling keadaanya sampai terjadi kebocoran akan mengakibatkan system hydraulic gagal bekerja. Untuk itu perlu pemeriksaan tingginya cairan rem/kopling pada reservoir master silinder secara berkala, untuk meeriksa terjadinya kebocoran atau tidak. Cairan rem adalah bahan yang hygroscopic , sehingga bila menyerap uap ar dari kelembaban udara akan berakibat menurunnya titik didih yang dimilikinya secara umum, kondisi semacam ini dapat menyebabkan penyumbatan uap (vapor lock) di dalam system hydraulic.

3. Sistem power steering

Untuk meringankan dan memudahkan dalam mengemudikan kendaraan sekarang ini hampir semua kendaraan menggunakan power streering. Power steering mempunyai dua tipe peralatan untuk menggerakan pompa power steering, yaitu tipe pompa yang digerakan oleh tenaga engine dan tipe pompa yang digerakan oleh motor listrik. Kedua tipe tersebut menggerakan pompa power steering untuk membangkitkan tekanan fluida dan tekanan fluida ini bekerja menekan piston yang berada di dalam ( power cylinder ) silinder tenaga yang akan memberikan tenaga pada gigi kemudi. Oleh karena itu bila diperlukan tenaga pengemudian yang besar, maka tekanan harus ditingkatkan. Variasi tekana fluida ini diatur oleh katup pengontrol ( control valve ) yang dihubungkan dengan steering main shaft.

                           Gamabar. 8. Sistem power steering.

            Periksa tinggi permukaan cairan power steering.

1.    Pertahankan kerataan kendaraan

2.    Dengan mesin pada putaraan 1000 Rpm, putar roda kemudi dari lock ke lock ( posisi maksimum ) beberapa kali untuk menaikan temperatur minyak power steering

3.    Periksa pembentukan busa dan emulsifikasi

Gambar. 9. Pembentukan busa dan tinggi minyak

4.    Periksa tinggi minyak pada reservoir

PERHATIAN : Untuk mengganti cairan power steering perhatikan jenis cairannya. Ada dua jenis yang disarankan yaitu ATF DEXTRON atau DEXTRON II  dan ikuti yang disarankan pabrik pembuat kendaraan.

Periksa tekanan cairan power steering

1.    Pasangkan pressure gauge

a.    Lepaskan saluran tekan dari rumah gigi kemudi

b.    Hubungkan sisi gauge dari pressure gauge ke saluran tekan dan sisi katup ke rumah  gigi kemudi.

c.    Keluarkan udara dari system. Hidupkan engine dan putar roda kemudi maksimum ke maksimum dua atau tiga kali.

d.    Pastikan bahwa keadaan minyak tepat.

Gambar. 10. Pemasangan pressure gauge

2.    Periksa dan pastikan bahwa temperatur minyak paling rendah 80 derajatn Celcius.

3.    Hidupkan engine dengan putaraan idle

4.    Baca tekanan minyak pada saat katup tertutup, lihat buku panduan standart tekanan minimum yang diijinkan.

Gambar. 11. Pressure gauge saat katup terbuka & tertutup

5.    Buka katup sepenuhnya

6.    Lihat dan catat tekanannya pada 1000 Rpm

7.    Lihat dan catat tekanannya pada 3000 Rpm

8.    Lihat tekanannya pada posisi maksimum

9.    Periksa kebocoran power steering

10. Ukur usaha kemudi

PERLUNYA PERAWATAN

Pada system power steering, cairan power steering disalurkan ke rumah gigi kemudi oleh pompa power steering, adanya tekanan minyak akan mengoperasikan piston yang ada di dalam rumah gigi kemudi, membantu dorongan pada system steer sewaktu roda kemudi diputar. Apabila cairan power steering kurang mencukupi, tekanan yang dihasilkan tidak mencukupi menyebabkan operasi dari steer berat dan menimbulkan suara-suara tidak normal.

4. Shock absorber

Shock absorber berfungsi untuk menyerap dan meredam gaya oskilasi  yang di timbulkan oleh pegas pada system suspensi. Selain itu shock absorber memberikan kesempurnaan dan kenyamanan dalam mengemudi karena memberikan sifat yang mencengkeram permukaan jalan dengan baik.

Shock absorber yang digunakan pada teknik automotive dari jenis telescopic yang menggunakan cairan/fluida khusus yang disebut shock absorber fluid. Dalam shock absorber tipe ini, daya redam ditimbulkan/dibangkitkan oleh adanya aliran tahanan ( flow resistance ) melalui lubang kecil ( orifice ) ketika piston bergerak turun naik.

Sekarang ini shock absorber yang banyak digunakan adalah konstruksi twin-tube atau mono tube dengan cara bekerja ganda ( multiple-action ). Shock absorber tipe mono-tube adalah shock absorber Ducarbon  , yang diisi dengan gas nitrogen tekanan tinggi ( 20 – 30 kg/cm )

                   Gambar. 12. Shock absorber tipe twin-tube

Shock absorber tipe twin-tube dimana pada bagian dalam absorber shell terdapat salah satu silinder tekan ( pressure tube ), di dalam pressure tube terdapat piston yang bergerak naik turun. Pada bagian dasar piston rod sebuah piston valve dipasangkan untuk membangkitkan daya serap bila shock absorber mendapat tekanan.

Dibagian dalam silinder diisi fluida absorber 2/3 bagian reservoir chamber dan sisanya dipenuhi oleh udara yang bertekanan. Reservoir ini berfungsi sebagai tangki penyimpanan untuk fluida yang memasuki dan meninggalkan silinder.

Perawatan shock absorber:

4.1. Pemeriksaan kebocoran cairan hydraulic, bila bocor shock absoerber pada umumnya tidak dapat diperbaiki, sehingga harus diganti dengan yang baru.

4.2. Pemeriksaan kelonggaraan pada bantalan-bantalan karet penahan shock absorber.

          Gambar. 13. Pemeriksaan kebocoran sock absorber

4.3.   Pemeriksaan kebocoran cairan hydraulic pada shock absorber yang digunakan pada suspensi jenis Mc Pherson, bila terjadi kebocoran harus diganti yang baru, tetapi ada jenis yang dapat diperbaiki (dibuka)

4.4.  Pada suspensi Mc Pherson shock absorber merupakan juga bagian dari pengantar pada suspensi, perlu pemeriksaan kelonggaraan antara tabung dan batang peredam getaraan.

          Gambar. 14. Kebocoran sock absorber tipe Mc Pherson.

4.5.  Pemeriksaan fungsi shock absorber

Tekan kendaraan mobil, kemudian lepas dan perhatikan gerakannya naik/turun.

  • Bila gerakannya segera berhenti berarti shock absorber masih berfungsi dengan baik.
  • Bila gerakannya lebih dari dua kali berarti shock absorber tidak berfungsi baik (jelek)

c. Rangkuman

Pada sebuah kendaraan mobil terdapat banyak sekali komponen pendukung kendaraan yang menggunakan system hydraulic yang mempunyai fungsi dan cara kerjanya masing-masing. Komponen pendukung kendaraan yang menggunakan system hydraulic anatara lain :

1.    system rem berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan kendaraan. Sebagai salah satu alat keselamatan yang vital pada kendaraan.

2.    Sistem kopling berfunsi untuk mengubungkan atau membebaskan tenaga putar dari engine ke transmisi

3.    Sistem power steering berfungsi untuk meringankan dan memudahkan dalam pengemudian kendaraan.

4.    Shock absorber berfungsi untuk menyerap dan meredam gaya oskilasi  yang di timbulkan oleh pegas pada system suspensi.

Semua system diatas menggunakan cairan/fluida sebagai pengantar tenaga yang dihasilkan. Oleh karena itu pemeriksaan kebocoran adalah hal yang sangat penting pada setiap komponen yang menggunakan system hydraulic. Bila tidak terdapat kebocoran pemeriksaan apakah komponen tersebut masih berfungsi dengan baik juga merupakan hal yang harus dilakukan.

d. Tugas 3

1.     Hapalkan semua sistem yang ada pada kendaraan yang menggunakan system hydraulic

2.     Hapalkan semua fungsi dari setiap system tersebut.

3.     Perhatikan dan catat system lainnya yang menggunakan system hydraulic pada sebuah kendaraan truck, bus, dan lain-lainnya. Buatkan laporan hasil pengamatan !

e. Tes Formatif 3

1.    Tuliskan fungsi dari system rem pada kendaraan.

2.    Tuliskan komponen-komponen dari system kopling hydraulic!

3.    Mengapa menambah cairan rem harus dari jenis cairan yang sama!

4.    Tuliskan langkah-langkah memeriksa tinggi cairan power steering!

5.    Tuliskan pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan pada shoc absorber!

f. Kunci Jawaban 3

1.    Sistem rem pada kendarara berfungsi untuk mengurangi kecepata, menghentikan dan untuk memarkir kendaraan.

2.    Pedal kopling, Master silinder, pipa dan selang, release cylinder, release fork.

3.    Karena bila menggunakan jenis yang berbeda untuk membah akan dapat menimbulkan reaksi kimia yang tidak diinginkan dari dua jenis cairan yang berbeda dengan susunan kimia yang berbeda. Selain itu reaksi kimia dtersebut dapat menimbulkan penurunan kwualitas dari cairan rem tersebut.

4.    a.  Pertahankan kerataan kendaraan.

c.    Dengan mesin pada putaraan 1000 rpm, putar roda kemudi dari posisi maksimum kiri ke maksimum kanan.

d.    Periksa pembentukan busa dan emulsifikasi, bila terdapat busa berarti dalam system ada udara.

e.    Periksa tinggi cairan pada reservoir, bila cairan terlalu dingin pastikan bahwa levelnya pada COLD LEVEL.

5. 1. Pemeriksaan kebocoran fluida sock absorber

2. Pemeriksaan kelonggaraan bantalan karet.

3. Pemeriksaan fungsi sock absorber.

g. Lembar kerja 3

1.    Alat dan bahan

a. Alat

a.1. Peralatan tangan  (hand tool)

a.2. Peralatan khusus rem dan kopling

a.3. Peralatan khusus  power steering

a.4. Peralatan khusus  sock absorber

a.5. Kaca cermin

a.6. kain lap

b. Bahan

b.1. Satu unit mobil lengkap dengan system kopling dan rem hydraulic, power steering dan shock absorber Mc Pherson.

b.2. Fluida rem, kopling, power steering dan shock absorber.

b.3. Cairan pembersih.

2.    Keselamatan kerja.

a.    Gunakan selalu pakaian kerja dengan baik.

b.    Periksa kebersihan dan kelayakan ruang kerja

c.    Persiapkan dan gunakan alat-alat yang mendukung keselamatan kerja

d.    Pastikan kendaraan pada tempat yang benar dan tepat kedudukannya.

e.    Letakan dan gunakan alat dan bahan praktek pada tempat yang tepat.

f.     Jangan membuang cairan rem, kopling, power steering sembarangan karena dapat merusak lingkungan.

3.    Langkah kerja

a.    Persiapakan alat pada tempat yang benar

b.    Persiapkan kendaraan yang akan diperiksa pada tempat yang benar, periksa semua penayan roda atau penyangga kendaraan sudah pada tempatnya yang benar.

c.    Bersihkan semua kotoran yang menutupi komponen yang akan diperiksa.

d.    Lakukakan pengamatan secara visual untuk memeriksa kebocoran pada semua system hydraulic yang ada pada kendaraan.

e.    Lakukan pengetesan fungsi system hydraulic yang ada sesuai prosedur pabrik (SOP).

f.     Catat dan beri tanda bila menemukan kejanggalan atau kerusakan pada system hydraulic.

g.    Bila ada komponen yang rusak atau tidak berfunsi dengan baik maka komponen tersebut harus diganti.

h.    Setelah selesai dengan pekerjaan jangan lupa kembalikan semua alat dan bahan pada tempatnya semula.

No

Bagian yang diperiksa

Hasil pemeriksaan Kesimpulan

1

Sistem rem hydraulic

2

Sistem kopling hydraulic

3

Sitem Power steering (kemudi tenaga)

4

Shock Absorber

BAB III

EVALUASI

A. Tes Teori

 

1. Mengapa perawatan/servis system hydraulic harus dilakukan secara rutin ?

2.    Tuliskan fungsi dari peralatan dibawah ini !

a.    Dongkrak hydraulic.

b.    Car lift

c.Hydraulic crane

3.    Tuliskan komponen-komponen yang membentuk system kopling hydraulic !

4.    Tuliskan apa saja yang dapat menyebabkab kebocoran pada pipa dan selang !

5.    Tuliskan pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan pada perawatan car lift setiap tiga bulan !

6.    Mengapa bila kita akan menambah fluida/cairan rem/kopling hydraulic harus dari jenis yang sama ?

7.    Bagaimana cara menyimpan fluida/cairan hydraulic ?

8.    Hydraulic press dapat digunakan untuk pekerjaan apa saja ?

9.    Tuliskan langkah-langkah memeriksa fluda/cairan power steering !

10. Tuliskan fungsi rem hydraulic pada sebuah kendaraan !

B. Tes Praktek

Lakukan pekerjaan pemeriksaan pada system hidraulik dengan mengikuti standar operational prosedur yang telah ditetapkan pabrik / industri dengan memperhatikan waktu yang ditetapkan assessor.

No

Pekerjaan yang harus dilakukan

Waktu

1

Pemeriksaan pada system hydraulic car lift

30 menit

2

Pemeliharaan dongkrak hydraulic

30 menit

3

Pemeriksaan system rem hydraulic

15 menit

4

Pemeriksaan system kopling hydraulic

15 menit

5

Pemeriksaan power steering

15 menit

6

Pemeriksaan shock absorber

15 menit

Kunci Jawaban

A. Tes Tertulis

 

1.    Untuk mengetahui bila ada kerusakan komponen, umur komponen yang sudah melewati batas usia kerja, adanya kebocoran dan lain-lainnya sedini mungkin sehingga bahaya kecelakaan dapat dihindari.

2.            a.  untuk mengangkat kendaraan pada salah satu sisi, depan atau belakang sampai ketinggian yang diinginkan maksimum 30 Cm.

b.  Untuk mengangkat seluruh badan kendaraan sampai ketingginan yang diinginkan maksimum 200Cm

c.  Untuk mengangkat engine atau komponen berat lainnya dari dudukannya.

3.        Komponen yang membentuk system kopling hydraulic adalah : Master cylinder, flexible house, release cylinder, release fork dan clutch pedal.

4.        Komponen pipa dan selang sudah berumur tua dan rapuh, Karena bergesekan dengan bagian lain sehingga menimbulkan keausan, atau terlepas dari fittingnya (dudukan).

5.        Pemeriksaan berkala untuk waktu tiga bulan adalah

a. Sirkuit hydraulic

a.1. Cek pengukuran fluida/cairan pada tangki

a.2. Cek kebocoran fluida/cairan hydraulic

a.3. Cek semua segel sambungan pipa.

b.  Pengencangan baut-baut landasan

c.  Pompa hydraulic

c.1. Cek suara-suara yang mencurigakan yang keluar dari pompa.

c.2. Cek pengencangan baut-baut pengikat pompa.

d.    Cek system keselamatan kerja apakah bekerja baik.

6.     Karena bila menggunakan jenis yang berbeda untuk membah akan dapat menimbulkan reaksi kimia yang tidak diinginkan dari dua jenis cairan yang berbeda dengan susunan kimia yang berbeda. Selain itu reaksi kimia dtersebut dapat menimbulkan penurunan kwualitas dari cairan rem tersebut.

7.    Simpanlah fluida/cairan hydraulic dalam drum, kaleng penyimpan atau drigen plastik. Tempatkan didalam ruangan yang beratap dan perhatikan kelembaban udara disekitar tempat penyimpanan. Untuk mengambil/menggunakan fluida/cairan hydraulik harus menggunakan tempat yang bersih dan jangan tercampur dengan fluida jenis lain atau bahan lainnya.

8.    Pada bengkel automotive dapat digunakan untuk melepas dan memasang bearingpada hub roda, Universal joint, dan dapat mengepres pegas daun serta pekerjaan lainya yang membutuhkan tenaga besar.

9.    Langkah mengganti fluida power steering adalah:

a.    Pertahankan kerataan kendaraan.

b.    Dengan mesin pada putaraan 1000 rpm, putar roda kemudi dari posisi maksimum kiri ke maksimum kanan.

c.    Periksa pembentukan busa dan emulsifikasi, bila terdapat busa berarti dalam system ada udara.

d.    Periksa tinggi cairan pada reservoir, bila cairan terlalu dingin pastikan bahwa levelnya pada COLD LEVEL.

10.   Sistem rem pada kendarara berfungsi untuk mengurangi kecepatan, menghentikan dan untuk memarkir kendaraan.

B. LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK  

NAMA                              :

          N I S                      :

          Program Keahlian    :

          Tanggal Praktek      :

No

MATERI YANG DINILAI

PEROLEHAN SKORE 0 – 10

 BOBOT

NILAI

KET

SIKAP

1.

Teliti dan hati – hati dalam melaksanakan pemeliharaan

5

2.

Selalu mengisi cek list kontrol pemeliharaan

5

3

Menjaga keamanan dan keselamatan dalam penyimpanan cairan pelumas

5

4.

Menjaga keselamatan kerja

5

PENGETAHUAN

1.

Pengetahuan Persyaratan keamanan dan keselamatan kerja

8

2.

Tipe tipe minyak hydraulik

8

3.

Penerapan fluida/cairan hydraulik dan cairan pembersih

8

4.

Persyaratan keamanan komponen

8

5.

Daftar pemeriksaan pemeliharaan / servis

8

KETERAMPILAN

1.

Melaksanakan prosedur pemeliharaan rutin pada system hydraulik

10

2.

Melaksanakan penggantian komponen system hydraulik

10

3.

Melaksanakan pengujian system hydraulik sesuai standart SOP

10

4.

Ketepatan waktu

10

NILAI AKHIR YANG DIPEROLEH

PREDIKAT:    9,01 s / d 10,00   =  ISTIMEWA                                                                    8,01 s / d  9,00         =  BAIK      

                      7,00 s / d  8,00    =  CUKUP  

Syarat kelulusan adalah perolehan nilai akhir harus minimal 7,00 dengan perolehan skore setiap aspek yang dinilai tidak boleh kurang dari 7. .

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

Modul ini merupakan pendukung bagi modul-modul lainnya yang berada pada kedudukan yang lebih tinggi pada peta kedudukan modul. Kompetensi yang terkandung dalam modul ini merupakan dasar untuk dapat mempelajari system hydraulic yang ada pada kendaraan sekarang ini.

Setelah  selesai mempelajarai modul ini peserta diklat berhak untuk dapat mengikuti uji kompetensi dasar, kepada yang telah lulus dengan predikat kompeten berhak untuk melanjutkan ke modul- modul selanjutnya. Bila peserta diklat belum lulus/kompeten pada modul ini peserta diharuskan untuk mengulang mempelajari modul ini.

DAFTAR PUSTAKA

Andrew Parr MSc, 2003, Hidrolika dan Pneumatika Pedoman untuk Teknisi dan Insinyur, Erlangga, Jakarta, Indonesia

A Schmitt, Hydraulik Trainer, 1980, G.L. Rexroth GmbH, Lohr am Main ,PT Rexroth Wijayakusuma, Jakarta, Indonesia.

Hadi Soewito Drs, 1992, Pelumas dan Pelumasan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, PPPG Teknologi, Bandung, Indonesia.

Toyota Astra Motor, 1992, Teknik- Teknik Servis Dasar: Pemeliharaan Berkala, PT Toyota Astra Motor, Jakarta, Indonesia.

Toyota Astra Motor, 1994, Training Manual steering System Step 2, PT Toyota Astra Motor, Jakarta, Indonesia.

Texo S.r.l, 1998, Manual Book Texo Sollevatori, Cappelle Sul Tavo (PE), Italy.

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. slamat sore pak, sy mau nanya,..
    yg dinamakan rangkaian hyraulic apa saja ??
    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: