PemeliharaanServis Engine dan Komponen-komponennya

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Deskripsi

Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor,identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya.

Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini, akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. 20-001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala, yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine.

Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami  prinsip kerja motor, jenis-jenis motor dan komponennya serta dapat mengidentifikasi jenis-jenis motor dan komponen-komponennya.

Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor, sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan.

Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1  prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya, kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.

B.   Prasyarat

Sebelum memulai modul ini, anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR.10-016 B tentang K3,  OPKR. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja, OPKR. 10-018 tentang kontribusi, komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.

C.   Petunjuk Penggunaan Modul

1.    Petunjuk Bagi Siswa

Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam  mempelajari materi modul ini, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:

a.    Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi  yang ada pada kegiatan belajar.

b.    Bila ada  materi yang kurang jelas, siswa  dapat bertanya pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut.

c.     Kerjakanlah setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.

d.    Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini:

1)    Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.

2)    Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.

3)    Sebelum   melaksanakan   praktik,   siapkan   alat  dan   bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja).

4)    Gunakan alat sesuai prosedur yang   pemakaian  yang   benar Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas, harus meminta ijin guru lebih dahulu.

5)    Setelah selesai praktik, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula

e.    Siswa dinyatakan menguasai materi, bila  sudah dapat menjawab  seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban,     serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi.

f.     Bila siswa sudah dinyatakan berhasil, siswa bersama guru dapat membuat rencana uji kompetensi dengan menghadirkan lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah diakui keberadaannya, untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat.

g.    Konsultasikan dengan guru   pada saat merencanakan proses belajar, saat menemui   kesulitan dalam   menjawab   soal-soal   maupun   pada waktu melaksanakan praktik,ataupun bila memerlukan sumber belajar yang lain dapat mengkomunikasikan dengan guru bila        membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar,  juga  saat akan mengerjakan modul berikutnya.

2.    Petunjuk Bagi Guru

Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:

a.    Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.

b.    Membimbing siswa melalui  tugas-tugas  pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

c.     Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya.

d.    Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

e.    Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

f.     Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.

g.    Mencatat hasil kemajuan siswa.

h.    Melaksanakan penilaian internal

i.      Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya.

D.   Tujuan Akhir

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi  kegiatan  belajar dalam modul ini siswa diharapkan:

1.    Memahami  prinsip kerja, jenis-jenis engine/motor dan komponennya.

2.    Dapat melakukan identifikasi, jenis-jenis engine/motor dan komponen-komponennya.


E.    KOMPETENSI

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP

PENGETAHUAN

KETRAMPILAN

1.Memelihara/servis engine dan komponen-komponennya *Pemeliharaan/servis engine

dan komponen-komponennya

dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya

*Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami

*Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/servis

*Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP dan K3

*Prinsip kerja engine

*Komponen-komponen engine

*Data spesifikasi pabrik

*Menerapkan

SOP dalam mengidentifikasi komponen-komponen engine

*Menerapkan  K3

*Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin,menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.

*Prinsip kerja engine

*Jenis-jenis engine dan komponen-komponennya

*Persyaratan keamanan peralatan/ komponen dan keselamatan diri

*Melaksa

nakan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya

 

 

 

 

 


F.    Kemampuan

Sebelum siswa mempelajari modul ini,siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini.

BAB II

PEMELAJARAN

A.   Rencana Belajar Siswa

Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Jenis Kegiatan

Tanggal

Waktu

Tempat Belajar

Alasan Perubahan

Paraf Guru

1.  Prinsip    kerja engine 2

langkah dan 4 langkah,

jenis-jenis engine dan

komponennya.

2.  Identifikasi jenis-jenis

engine dan

komponennya

B.   Kegiatan Belajar

Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine, jenis-jenis engine dan komponennya.

a.    Tujuan Kegiatan Belajar

Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Jenis-jenis engine dan komponennya.

b.    Uraian Materi

1.    Prinsip Kerja Engine

Motor/engine /mesin adalah suatu  alat yang  merubah tenaga panas, listrik, air dan  sebagainya menjadi tenaga  mekanik.   Sedang  motor  yang merubah tenaga panas menjadi tenaga  mekanik  disebut motor bakar.  Motor  bakar   dibagi   menjadi   motor   pembakaran    dalam (internal combustion chamber) dan motor pembakaran luar (eksternal   combustion   chamber).  Sedang  motor  bensin dan disel termasuk motor pembakaran dalam  karena  tenaga panas  dihasilkan di dalam motor itu sendiri. Bila  ditinjau  dari  langkah  (Stroke)   pada   proses  pembakarannya, motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Dan yang dimaksud langkah (Stroke)  adalah seperti berikut ini :

 Gambar 1. Langkah/stroke motor

TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA)

BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB)

Titik  mati  atas  adalah batasan  maksimal  gerakan  piston  ke atas, sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah.

a)   Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah

Langkah kompresi,buang dan penghisapan:

Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA, di atas piston terjadi tekanan sehingga ketika piston belum menutup saluran buang 2, gas sisa pembakaran akan mengalir ke saluran  buang dan ketika piston menutup saluran buang, di dalam ruang bakar 5  terjadi kompresi. di bawah piston terjadi penghisapan, campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol  9, melalui saluran  pemasukan 1 .

Langkah usaha, pemasukan  dan  buang:

Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran, tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah  dan  melalui connecting  rod 7  tenaga  tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. Di  bawah  piston terjadi tekanan.  Pada  saat  saluran  buang  terbuka  dan saluran pemasukan tertutup,  pemasukan  campuran  baru ke ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Gambar 2. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah

b)   Prinsip kerja motor bensin 4 langkah

Langkah hisap:

Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup masuk membuka, campuran  bahan  bakar  dan  udara  masuk  ke  ruang bakar, katup buang menutup.

Langkah kompresi:

Piston  bergerak  dari  TMB  ke TMA,  katup   masuk  dan  katup  buang  tertutup,  campuran  bahan  bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm2-12 Kg/cm2.

 

 

Langkah usaha:

Beberapa derajad sebelum TMA busi meloncatkan api akan terjadilah pembakaran. Tenaga pembakaran kan  mendorong piston dari TMA ke TMB, tenaga tersebut  akan dikirim  oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada crank shaft.dan   pada  saat ini kedua  katup  dalam keadaan tertutup.

Langkah buang:

Piston bergerak dari TMB ke TMA, katup masuk menutup dan katup buang membuka, gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

Gambar 3. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah

c)    Prinsip kerja motor disel 2 langkah

Langkah   usaha   dan    pemasukan:

Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar,tenaga panas akan   mendorong piston dari TMA ke TMB, tenaga tersebut oleh  connecting rod dikirim ke crank  shaft menjadi tenaga putar. Pada saat ini saluran buang  tertutup  (A).  Pada  saat  piston  melewati  lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder, maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder, saluran buang terbuka (B).

Langkah  buang dan  kompresi:

Piston  bergerak dari TMB ke TMA. Karena  saluran  buang   terbuka, maka udara murni akan mendorong gas bekas  keluar  dari  silinder  menuju saluran buang selama saluran buang membuka  (B). Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah  pengkompresian  udara  murni  di atas piston dengan tekanan   antara 16 Kg/cm–  22 Kg/cm2, dan beberapa derajad sebelum  piston  mencapai TMA, bahan bakar disemprotkan ke dalam  silinder  sehingga  terjadilah pembakaran (C). Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :

Gambar 4. Prinsip kerja motor disel 2 langkah

 

d)   Prinsip kerja motor disel 4 langkah

Langkah hisap:

Piston bergerak dari TMA ke TMB, katup masuk membuka dan  katup buang menutup, udara murni masuk ke ruang bakar (A).

Langkah kompresi:

Piston  bergerak  dari TMB ke TMA, katup masuk dan buang   menutup, udara  murni di ruang bakar terkompresikan (B).

 

 

Langkah usaha:

Beberapa  derajad sebelum TMA, bahan bakar disemprotkan   ke   ruang bakar, sehingga  terjadi pembakaran.Tenaga  pembakaran  akan  mendorong  piston dari TMA ke TMB, dan  melalui  connecting  rod  tenaga  tersebut   dirubah  menjadi tenaga putar pada crank shaft (C).

Langkah  buang:

Piston bergerak dari TMB  ke TMA, katup masuk tertutup dan katup buang membuka. Pada saat ini gas sisa pembakaran akan   terdorong keluar dari silinder ke saluran pembuangan (D)

Gambar 5. Prinsip kerja motor disel 4 langkah

 

e)   Perbedaan antara motor bensin dan disel

Dari  prinsip  kerja  engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin  dengan disel.  Secara  garis  besar  komponen – komponen engine  bensin  dan  disel hampir sama, yang membedakan antara keduanya adalah seperti pada tabel berikut berikut:

Item

Motor Diesel

Motor Bensin

Siklus Pembakaran Siklus Sabathe Siklus Otto
Tekanan kompresi 16-22 Kg/cm2 9-12 Kg/cm2
Ruang bakar Rumit Sederhana
Percampuran bahan bakar Diinjeksikan pada akhir langkah Dicampur dalam karburator
Metode penyalaan Terbakar sendiri Percikan busi
Bahan bakar Solar Bensin
Getaran suara Besar Kecil
Efisiensi panas (%) 30-40 22-30

2.    Jenis-jenis engine

a)   Engine ditinjau dari jumlah silindernya

Bila  ditinjau  dari  jumlah  silindernya  ada  engine  dengan  silinder satu, dua, tiga, empat, enam, delapan dan seterusnya.

Gambar 6. Engine silinder 1

 

 

Gambar 7. Engine bersilinder 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Engine bersilinder 4

Gambar 9. Engine bersilinder 6

 

b)   Engine ditinjau dari susunan silindernya

Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line, tipe V dan tipe horizontal berlawanan.

Gambar 10. Engine tipe In-line

Gambar 10. Engine tipe V

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11. Engine tipe Horizontal berlawanan

c)    Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya

Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine  dibagi  menjadi: tipe Over Head Valve (OHV), tipe Over Head  Cam shaft  (OHC) dan tipe

Double Over Head Cam shaft (DOHC).

Gambar 12. Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV)

Gambar 13. Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC)

 

 

 

 

 

Gambar 14. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC)

d)   Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya

Bila  ditinjau  dari penggerak mekanik katupnya: dengan penggerak roda gigi, timing  chain dan timing belt.  Perhatikan gambar-gambar

berikut:

Gambar 15. Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               Gambar 16. Mekanik katup dengan penggerak timing chain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 17. Mekanik katup dengan penggerak timing belt

e)   Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya

Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi:  Engine gasoline (motor bensin), engine diesel, engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG. Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan.

Gambar 18. Engine Gasoline (motor bensin)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 19. Engine Diesel (motor disel)

3.    Komponen-komponen Engine

Engine terdiri  dari  komponen-komponen  engine  dan   bagian-bagian pendukung kerja engine. Yang dimaksud  komponen-komponen  engine  meliputi: Blok silinder, kepala silinder, mekanik katup, kelengkapan  piston, poros engkol, poros nok dan roda penerus. Sedang bagian-bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan, sistem pelumasan, sistem bahan bakar dan sistem pengapian.

a)   Blok silinder (cylinder block) 

Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang  lain seperti piston, poros engkol, poros nok. Pada bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli.

Gambar 20. Blok silinder (Cylinder Block)

b)   Kepala silinder (Cylinder Head)   

Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan   mekanik katup, saluran pemasukan dan juga saluran pembuangan.

                                                                   Gambar 21. Kepala silinder (cylinder head)

§  Keterangan gambar kepala silinder:

Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi.

Adjusting shim: penyetel celah katup

Valve lifter: Sebagai pengangkat katup

Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang

Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup

Gasket: sebagai perapat

Water jacket: untuk saluran air pendingin

Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston.

Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.

Combustion chamber : untuk tempat pembakaran                        Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup                                    Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar

Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan.

Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup.

To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang

To intake manifold : disambung dengan manifold masuk

Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion  Chamber). Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah  bulat, baji, bak mandi dan pent roof.

Gambar 22. Ruang bakar setengah bulat        Gambar 23. Ruang bakar Baji

 

 

 

                                                               

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 24. Ruang bakar Bak mandi      Gambar 25. Ruang bakar Pent Roof

Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical, Hemispherical dan Spherical

Gambar 26. Ruang bakar Injeksi langsung

Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber, ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell)

Gambar 27. Ruang bakar kamar depan

Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar.

Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal

Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar                          Combustion chamber : untuk tempat pembakaran utama

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 28. Ruang bakar kamar pusar

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 29. Ruang bakar sel udara

c)    Mekanik katup (valve mekanism)

Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear, timing chain   atau dengan timing belt. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 30. Model Timing Gear

Model  timing  gear  digunakan  pada  motor jenis  OHV  (Over Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod.                                Timing gear : untuk  penghubung putaran  poros  engkol  dengan poros nok, sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston.

Gambar 31. Model Timing Chain

Model timing chain digunakan  pada  motor  jenis  OHC  (Over Head Cam  shaft)  atau   DOHC  (Double  Over  Head  Cam  shaft).  Poros Noknya  terletak pada  kepala  silinder, digerakkan oleh rantai, serta Roda  gigi  sprocket sebagai pengganti timing gear. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 32. Model Timing Belt

Pada model timing belt, poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston.

d)   Kelengkapan Piston (Piston Assy)     

Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel, juga sebagai pembentuk ruang bakar. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston, ring piston, pena piston dan batang piston.

Gambar 33. Konstruksi piston (Torak)

Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi

Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli

Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston

Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston

Lands: sebagai pembatas ring piston

Skirt: sebagai penyerap panas.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 34. Ring piston dan alurnya pada piston

Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran  tidak  merambat ke bawah  piston. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang  engkol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 35. Pena piston (Piston Pin)

Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe, antara lain: tipe Fixed, full floating dan semi floating

Gambar 36. Tipe penyambungan pena piston

Gambar 37. Batang piston (Conecting Rod)  Gambar 38. Conecting rod bearing

Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.

Small end : untuk menempatkan pena piston

Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol

Conecting rod bearings : sebagai bantalan

Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston

Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal.

e)   Poros engkol (Crank shaft)

Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston, akibat tenaga hasil pembakaran. Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus.

Gambar 39. Poros engkol (crank shaft)

Oil hole: Untuk saluran pelumasan

Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston

Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor                                    Counter balance weight: sebagai bobot penyeimbang putaran

f)    Poros nok (Cam shaft)

Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik katup. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup  masuk saja, ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang.

                             Gambar 40. Poros nok (Cam shaft)

Journal: sebagai titik tumpu putaran poros

Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar

Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan

Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk

Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang                      Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston.

Cut-out groove: untuk menggerakkan didtributor

g)   Roda penerus (Fly wheel)                                  

Roda penerus   dipasang  pada  out put  poros engkol dan berfungsi sebagai  penerus  putaran/tenaga dari  mesin  ke  sistem  pemindah tenaga  kendaraan  (Power  train).  Kecual i itu  roda  penerus  juga untuk  meneruskan  putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 41. Roda penerus (Fly wheel)

 

h)   Panci oli (Oil punch)                                          

Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor.

Gambar 42. Panci oli (Oil punch)

i)     Sistem pendinginan (Cooling System)

Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. Untuk dapat melaksanakan fungsinya, sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut:

Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan.

Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine.

Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine.

Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine.

Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air.

Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 43. Sistem Pendinginan air

 

j)    Sistem Pelumasan (Lubrycating System)

Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan, hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer), pompa oli, saringan oli (Oil filter), saluran oli (hole).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                     Gambar 44. Sistem pelumasan (Lubrycating System)

k)   Sistem Bahan bakar (Fuel System)

Pada prinsipnya sistem  bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine. Sistem  bahan  bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari:

Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar

Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator.

Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar.

Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada.

Gambar 45. Sistem bahan bakar engine bensin

Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut:

Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar.

Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara.

Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi.

Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi.

Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar.

Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar.

Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        Gambar 46. Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

 

Gambar 47. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary

l)     Sistem Pengapian konvensional

Sistem pengapian digunakan pada engine bensin, adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain:

Baterai: sebagai penyimpan arus listrik.

Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem.

Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi.

Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi.

Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup, dan menyalurkan kembali saat platina membuka.

Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                    Gambar 48. Sistem pengapian engine bensin konvensional

 

c.    Rangkuman

1.    Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran.

2.    Ditinjau dari tempat pembakarannya, motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar.

3.    Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri.

4.    Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah.

5.    Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya.

6.    Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft.

7.    Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft.

8.    Ditinjau dari siklus pembakaran, metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel.

9.    Motor bensin menggunakan siklus otto sedang motor disel menggunakan siklus sabathe.

10. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil.

11. Metode pembakaran  motor  bensin dengan percikan api busi, sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition).

12. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu, dua,tiga,empat,enam,delapan dan seterusnyaa.

13. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line, jenis V dan jenis horizontal berlawanan.

14. Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV, tipe OHC dan DOHC.

15. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin, motor cerosine, motor LPG dan motor disel.

16. Komponen utama motor: Cylinder block, cylinder head, valve mekanism, piston  assy, crank shaft, fly wheel, cam shaft dan oil punch.

17. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston, tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya.

18. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar.

19. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat,baji, bak mandi dan pent roof.

20. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung.

21. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical, hemispherical dan pherical.

22. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan, kamar pusar dan sel udara.

23. Metode penggerak katup: dengan timing gear, timing chain dan timing belt.

24. Kelengkapan piston:  piston,  piston ring,  connecting rod, piston pin, bearing cap dan insert bearing.

25. Piston berfungsi untuk mengkompresi  campuran gas atau udara murni, juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.

26. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol.

27. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi, sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder.

28. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod.

29. Macam  penyambungan  pena piston: Fixed, full floating dan semi floating.

30. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel.

31. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup

32. Roda penerus untuk  meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol.

33. Panci oli untuk menampung oli motor.

34. Sistem pendinginan terdari dari: radiator, slang radiator, tutup radiator, thermostaat, pompa air, mantel air, tali kipas dan kipas.

35. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli, strainer, saluran oli, saringan oli.

36. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki, pompa, saringan dan karburator.

37. Sistem bahan bakar  engine disel terdiri dari: tangki, pompa priming, pompa pemindah, saringan, cendimeter, pompa injeksi dan injektor.

38. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai, kunci kontak, koil, kondensator, distributor dan busi.

d.    Tugas

1.    Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah, Pelajarilah  prinsip  kerjanya masing-masing secara cermat, catatlah perbedaan yang terlihat, dalam buku tugas. Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan.

2.    Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini, pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan, dalam buku tugas.

e.    Tes formatif

1.    Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar.

2.    Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.

3.    Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah

4.    Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel

5.    Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB

6.    Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA.

7.    Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses  yang terjadi di dalam silinder

8.    Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder

9.    Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan.

10. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya.

11. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya.

12. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya.

13. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masing-masing.

14. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin.

15. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung.

16. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung.

17. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup.

18. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing-masing.

19. Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston.

20. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft.

21. Sebutkan fungsi roda penerus.

22. Sebutkan 2 fungsi panci oli.

23. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli.

24. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine.

25. Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air

26. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin.

27. Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi.

28. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel

29. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel

30. Sebutkan 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin.

f.     Kunci jawaban

1.    Motor yang merubah tenaga  panas  menjadi  tenaga  mekanik  dengan proses pembakaran.

2.    Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri.

3.    Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau sekali putaran crank shaft dan Motor yang sekali usaha memerlukan  4 langkah piston atau 2 kali putaran crank shaft.

4.    Item                        Motor bensin                 Motor disel

- Siklus                     Otto                              Sabathe

- Tekanan kompresi   9-12 Kg/cm2                          16-22 Kg/cm2

- Ruang bakar           sederhana                     rumit

- Percampuran          di karburator                 di ruang bakar

- Bahan bakar           Bensin                           Solar

- Suara                     halus                             kasar

- Efesiensi panas (%) s/d 30                           s/d 40

5.    Di bawah piston terjadi tekanan, campuran baru terkirim ke ruang bakar, karena diatas  piston  terjadi  isapan,  sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka.

6.    Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka, dan kemungkinan kedua  langkah kompresi apabila kedua katup menutup.

7.    A: langkah usaha dan pemasukan. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran, saat piston melewati lubang pemasukaqn, udara baru masuk.

B: Langkah buang. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka, maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang.

C: Langkah kompresi.  Piston  bergerak semakin ke atas, saluran masuk buang tertutup, udara murni terkompresikan. Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan, maka terjadi pembakaran

8.    A: piston bergerak ke  bawah, katup masuk membuka terjadilah pengisian udara murni

B: Piston bergerak ke atas, kedua katup menutup terjadilah pengkompresian udara murni

C: Sebelum TMA  bahan  bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah, maka terjadi langkah usaha

D:  Piston bergerak ke atas, katup buang membuka, maka gas bekas  terdorong keluar lewat saluran buang.

9.    1, 2, 3, 4 dan 6 silinder.

10. in-line, V dan horizontal berlawanan.

11. OHV, OHC dan DOHC.

12. Motor bensin, cerosine, LPG dan disel.

13. Blok motor: untuk tempat pembakaran, tempat kerja piston.

Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup.

Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni, untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik.

Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston.

Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel.

Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup

Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train, dan putaran starter ke poros engkol.

Panci oli: untuk menampung oli motor.

14. Setengah bulat, baji, bak mandi dan pint roof.

15. Multi spherical, hemispherical dan spherical.

16. Kamar depan, kamar pusar dan sel udara.

17. Dengan timing gear, timing chain dan timing belt.

18. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik, untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni.

Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli.

Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol.

Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod.

Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat  connecting rod pada pin journal poros engkol.

Insert bearing : sebagai bantalan.

19. Fixed, full floating dan semi floating.

20. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup.

21. Untuk meneruskan tenaga ke power train,  dan putaran starter ke poros engkol.

22. Menampung oli motor, mengendapkan kotoran oli.

23. Untuk mengetap oli.

24. Panci oli,strainer,pompa oli,saringan oli, saluran oli pada engine.

25. Radiator, tutup radiator, slang radiator, thermostaat, pompa air, tali kipas dan kipas.

26. Untuk mencampur udara dan bahan bakar.

27. Untuk membliding udara.

28. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar.

29. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

30. Baterai, kunci kontak, koil, kondensator, distributor, kabel tegangan tinggi dan busi.

Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.

a.    Tujuan kegiatan belajar

Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.

b.    Uraian materi

1.    Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan.

2.    Identifikasi komponen engine disel pompa rotary.

3.    Identifikasi komponen engine disel pompa in-line.

4.    Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder.

5.    Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder.

6.    Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder.

c.    Rangkuman

d.    Tugas

1.    Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder, tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak.  Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing-masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas.

2.    Siapkan  engine  stand / unit kendaraan  engine  disel dengan  pompa rotary, tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama   engine  yang  nampak.  Catatlah   dalam  buku   tugas   nama komponen dan bagian utama engine   tersebut sesuai  nomor urutnya, dan jelaskan fungsunya masing-masing.

3.    Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in-line, tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas.

4.    Siapkan   bongkaran  komponen  engine   bensin  2 langkah 1 silinder, tempelkan  nomor  urut  secara  acak    pada   komponen – komponen tersebut   dan  catatlah  nama  komponen   beserta fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas.

5.    Siapkan  bongkaran  komponen  engine  bensin  4  langkah  4 silinder, tempelkan  nomor  secara  acak  pada  komponen-komponen tersebut. Catatlah  nama  komponen  beserta  fungsinya  masing-masing  sesuai nomornya dalam buku tugas.

6.    Siapkan bongkaran  komponen  engine  disel  4  langkah  4/6  silinder, tempelkan nomor   secara acak  pada  komponen-komponen  tersebut. Catatlah  nama  komponen  beserta  fungsinya  masing-masing  sesuai nomornya dalam buku tugas.

e.    Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci)

1.    Sebutkan  nama komponen  engine bensin berikut dan fungsinya sesuai nomor   urut   masing – masing.   (pada  engine  stand/unit kendaraan).

2.    Sebutkan  nama  komponen  engine  disel dengan pompa rotary berikutdan   fungsinya   sesuai   nomor  urut  masing – masing.   (pada engine stand/unit kendaraan).

3.    Sebutkan nama  komponen engine  disel  dengan pompa In-line berikut dan   fungsinya   sesuai   nomor   urut  masing – masing.  (pada engine stand/unit kendaraan).

4.    Sebutkan   nama   komponen   bongkaran  engine  bensin  2  langkah 1 silinder   berikut   beserta  fungsinya   masing – masing,   sesuai  nomor urutnya. (Bongkaran komponen lengkap).

5.    Sebutkan   nama   komponen   bongkaran   engine  bensin 4  langkah 4 silinder   berikut   beserta   fungsinya   masing – masing   sesuai  nomor urutnya.(Bongkaran komponen lengkap).

6.    Sebutkan  nama   komponen   bongkaran  engine   disel  4  langkah 4/6 silinder   berikut    beserta    fungsinya  masing – masing,  sesuai nomor urutnya. (Bongkaran komponen lengkap).

f.     Kunci jawaban

Soal praktik 1

1.    Kepala silinder  untuk  tempat ruang bakar dan  meletakkan komponen seperti mekanik  katup,  busi,   saluran pemasukan,  pembuangan dan lainnya.

2.    Blok  silinder:   tempat   terjadinya    proses    pembakaran,  kerjanya mekanik engine seperti piston, poros engkol, nok dan yang lainnya.

3.    Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan.

4.    Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan.

5.    Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator.

6.    Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin

7.    Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas.

8.    Oil filter: untuk menyaring oli.

9.    Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara.

10. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar.

11. Baterai: untuk menyimpan arus listrik.

12. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian.

13. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi.

14. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi.

15. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar.

Soal praktik 2

1.    Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni.

2.    Tutup katup: penutup katup.

3.    Saringan udara: menyaring udara.

4.    Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar.

5.    Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi.

6.    Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

7.    Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel.

8.    Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar.

Soal praktik 3

1.    Tangki: untuk menampung bahan bakar

2.    Pompa priming: untuk membliding udara

3.    Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi.

4.    Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar.

5.    Cendimeter: untuk mengendapkan air

6.    Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel.

7.    Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.

8.    Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator, dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan.

9.    Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem.

10. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli.

 

Soal praktik 4

1.    Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine.

2.    Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar.

3.    Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol.

4.    Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang.

5.    Ruang bakar: untuk proses pembakaran.

6.    Lubang busi: untuk menempatkan busi.

7.    Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar, dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik.

8.    Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.

9.    Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train.

10. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston.

 

Soal praktik 5

1.    Valve seat: untuk dudukan kepala katup.

2.    Oil hole: Untuk saluran oli pelumas.

3.    Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin.

4.    Valve guide: penghantar katup.

5.    Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup.

6.    Lifter: untuk menggerakkan psh rod.

7.    Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm.

8.    Rocker arm: untuk menggerakkan katup.

9.    Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston.

10. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara  ke puli pompa air dan alternator.

 

Soal praktik 6

1.    Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal

2.    Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel.

3.    Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar.

4.    Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok.

5.    Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston.

6.    Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang.

7.    Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni.

8.    Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang.

9.    Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder.

10. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem.

 

 

 

 

 

 

 

 


LEMBAR KERJA

Kompetensi   : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya

Sub kompetensi      : Identifikasi jenis engine dan komponennyal

TUJUAN:

1.    Siswa dapat mengidentifikasikan   perbedaan   komponen  engine    bensin dengan engine disel.

2.    Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder

3.    Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder

4.    Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder.

KESELAMATAN KERJA:

1.    Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing

2.    Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing.

3.    Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar

ALAT:

1.    Alat-alat tulis

2.    Balok ganjal kendaraan

3.    Tempat komponen.

BAHAN:

1.    Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah.

2.    Engine stand motor bensin atau unit kendaraan.

3.    Engine stand motor disel atau unit kendaraan.

4.    Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder.

5.    Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder.

6.    Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder.

LANGKAH KERJA:

1.    Siapkan peralatan dan bahan

2.    Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip  kerja motor atau perbedaan komponennya.

3.    Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel  pada engine stand atau pada unit kendaraan.

4.    Kembalikan  peralatan  dan  bahan    kerja seperti  serta  lingkungan  kerjaseperti semula.

5.    Buatlah laporan kerja pada buku tugas.

 

 

BAB III

EVALUASI

A.   Kriteria dan Instrumen Penilaian

1.    Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) :

a)    Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %.

b)    Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap  item soal antara 81 % s/d 90 %.

c)    Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.

d)    Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).

e)    Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut.

2.    Kriteria Penilaian Praktek

      

NO

ASPEK YANG DINILAI

INDIKATOR KEBERHASILAN

PENILAIAN

YA

TIDAK

7

8

9

 

1

2

3

4

5

6

7

1

 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan. Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak,                             komponen sistem pendinginan yang nampak, komponen sistem pelumasan yang nampak, komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian.pengapian. sesuai nomor yang dipasangkan.

2

Engine disel dengan pompa rotary pada stand atau unit kendaraan Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak, komponen sistem pendingin, komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. Sesuai nomor yang dipasangkan.

3

Engine disel dengan pompa In-line pada stand atau unit kendaraan Dapat menyebutkan komponen sistem bahan bakar beserta fungsinya masing-masing. Sesuai nomor yang dipasangkan.

4

Bongkaran lengkap komponen utama engine bensin 2 langkah 1 silinder Dapat menyebutkan nama dan fungsi komponen utama. Sesuai nomor yang dipasangkan.

5

Bongkaran lengkap komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder (OHC) Dapat menyebutkan nama dan fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder, blok silinder,kelengkapan katup, kelengkapan piston,poros engkol, poros nok,roda penerus dan panci oli. Sesuai nomor yang dipasangkan.

6

Bongkaran lengkap komponen engine disel 4/6 silinder 4 langkah (OHV) Dapat menyebut nama dan fungsi bagian-bagian pada : kepala silinder, blok silinder, kelengkapan katup, kelengkapan piston, poros engkol, poros nok, roda penerus dan panci oli.

7

K3 dan SOP Dapat menerapkan K3 dan SOP.
JUMLAH :

 

CATATAN:

1.    Nilai 7,00 (lulus baik / YA), tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

2.    Nilai 8,00 (lulus amat baik / YA), waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

3.    Nilai 9,00 (lulus istimewa / YA), waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.


B.   DAFTAR KEMAJUAN SISWA        

NAMA SISWA  :

NIS                           :

NO TES FOR1 TES PRK1 TES PRK2 TES PRK3 TES PRK4 TES PRK5 TES PRK6 KETERANGAN
 

N1

N2

N3

N4

N5

N6

N7

N I =

(4xN1) +(N2+N3+N4+N5+N6+N7) dibagi 10

 

 

NI = Nilai akhir OPKR.20-001-1B

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   1                     
   2                     
   3                     
   4                     
   5                     
   6                     
   7                     
   8                     
   9                     
10                     
11                     
12                     
13                     
14                     
15                     
16                     
17                     
18                     
19                     
20                     
21                     
22                     
23                     
24                     
25                     
26                     
27                     
28                     
29                     
30                     
 

 

 

 

 

 

 

 

 

N I = ……….

 

CATATAN: Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi yang sudah memenuhi standar minimal kelulusan.

BAB IV

PENUTUP

Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan, wajib mengulangi belajar pada modul ini, terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7,00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. 20-001-2 B dan OPKR. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. 20. 001-1 B. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. 20.001-1 B ,OPKR.20.001-2 B.

Dan OPKR. 20-001-3 B.

DAFTAR PUSTAKA

Abigain Pakpahan. (1998). Motor Otomotif jilid 1. Bandung: Angkasa

Anggiat Situmorang, Abigain P. (1999). Servis Kendaraan Ringan.    Bandung: Angkasa

Noname. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT Toyota Astra Motor.

Noname. (1984). GE Engine Servis Training Information: Toyota Motors Corporation

Noname. (1992). Training manual Motor bakar. Jakarta: PT United Tractor

Otim Suprapto. (1999). Motor Otomotif. Bandung: Angkasa

Yunan Ginting. (1999). Otomotif Dasar. Bandung: Angkasa

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: