PemeliharaanServis Sistem Suspensi

BAB  I

PENDAHULUAN

A.  Deskripsi

Judul modul ini adalah  pemeliharaan/servis sistem suspensi yang terdiri dari 5 ( lima ) bagian utama yaitu :  Pendahuluan; Pemelajaran;  Lembar Pekererjaan Siswa; Penilaian dan  Penutup.

Modul dapat dipelajari  setelah peserta diklat  telah menyelesaikan:

  1. Modul  OPKR-10-010B( Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur)
  2. Modul OPKR-10-016B ( Mengikuti Prosedur Kesehatan   dan Keselamtan Kerja )
  3.  Modul OPKR-10-017B ( Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja )
  4.  Modul  OPKR-40-0112B  ( Perawatan Sistem Suapensi )

Hasil yang akan dicapai oleh peserta diklat setelah mempelajari      menyelesaikan  modul ini adalah:

    1. Memahami pemeliharaan sistem suspensi secara visual.
    2. Memahami prosedur servis sistem suspensi.
    3. Melakukan pemeliharaan dan servis sistem suspensi dan komponen – komponennya sesuai dengan Standard Operation Procedures ( SOP )

Pemahaman  mengenai materi modul ini bermamfaat bagi peserta diklat dalam proses pemeliharaan/servis sistem suspensi, pembentukan watak, budaya kerja di bidang keahlian Teknik mekanik Otomotif. Hal ini menunjang pula terhadap pengembangan kemampuan, skill dan sikap peserta diklat dalam menguasai kompetensi lainnya yang bersenergi.

 

B.   PRASYARAT

Modul  pemeliharaan/servis suspensi dapat dipelajari  setelah peserta diklat  menyelesaikan judul modul dibawah ini, dengan menunjukan bukti fisik atau  bukti pengusaan modul berdasarkan bukti  dengan menyebutkan kemampuan spesifik yang diperlukan:

  1.  Modul  OPKR-10-010B ( Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Ukur )
  2.  Modul OPKR-10-016B

( Mengikuti Prosedur Kesehatan dan Keselamtan Kerja )

3.    Modul OPKR-10-017B

( Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja )

  1. Modul  OPKR-40-012B  ( Perawatan Sistem Suspensi )

C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Petunjuk penggunaan modul bagi siswa maupun guru adalah sangat penting.

1.    Petunjuk bagi peserta diklat:

a.    Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh.

-          Sebelum membaca modul ini bacalah tujuan akhir kemudian pahami dan hayati tujuan yang akan dicapai.

-          Bacalah tahap demi tahap dari setiap  halaman sehingga dapat dipahami.

-          Jangan membuka halaman baru jika halaman sebelumnya belum dipahami.

-          Materi pelajaran teori dapat dibaca diluar tatap muka

-          Bila terdapat masalah yang tidak dapat dimengerti tanyakan pada guru.

-          Jawablah soal tes yang telah disediakan dan anda dapat mencocokan jawaban anda sendiri dengan kunci jawaban yang tersedia.

-          Jika anda telah menguasai seluruh materi pada modul ini ,mintalah untuk diuji kemampuan kepada guru.

b.    Perlengkapan yang harus dipersiapkan.

-    Siapkanlah buku materi /buku manual yang berkaitan dengan modul ini.

-    Bacalah manual book yang berkaitan dengan bahasan pada modul ini sebagai penunjang/pembanding.

c.             Hasil pelatihan.

-    Siswa harus mampu mengidentifikasi semua komponen suspensi tanpa bantuan buku atau orang lain.

-    Siswa harus mampu menerangkan atau mempraktikan tentang peliharaan dan servis sistem suspensi tanpa bantuan.

-    Kemampuan anda dapat dibuktikan baik dengan

Pengetahuan, keterampilan dan sikap melaluai indicator tes yang diajukan oleh seorang assessor.

d.    Proses sertifikasi.

-    Proses sertifikasi dapat dilakukan bila penyelenggara sekolah  telah mengadakan kerja sama dengan pihak external/industri terkait.

2.        Peran guru dalam proses pemelajaran.

a.         Pada pelatihan klasikal/individual guru harus menyediakan buku informasi yang dapat digunakan peserta diklat sebagai alat bantu pelatihan.

b.        Menyediakan buku kerja/buku manuak kepada setiap peserta pelatihan/siswa.

c.         Memastikan setiap peserta diklat memberikan jawaban/tanggapan dan menuliskan hasilnya pada buku kerja.

d.        Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar, dengan mengisi format rencana belajar.

e.         Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.

f.          Membantu peserta diklat dalam memahami pengetahuan dan praktik,  menjawab pertanyaan peserta diklat.

g.        Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.

h.        Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

i.          Merencanakan seorang ahli/pendamping guru ditempat kerja untuk membantu proses belajar peserta diklat jika diperlukan.

j.          Melaksanakan penilaian kemampuan peserta diklat, menggunakan buku penilaian untuk menilai jawaban siswa.

k.         Menjelaskan kepada peserta diklat mengenai bagian yang perlu  untuk dibenahi / diperbaiki, jika hasil belajar dinyatakan belum kompeten.

l.          Merundingkan rencana kegiatan selanjutnya, jika peserta diklat dinyatakan kompeten pada modul ini.

m.       Mencatat pencapaian kemajuan keberhasilan peserta diklat pada buku hasil belajar atau skill pasfort.

D.    Tujuan Akhir

Setelah melalui proses pelatihan dengan modul ini, peserta diklat diharapkan:

1.  Dapat melaksanakan pemelihraan/servis sistem suspensi tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.

2.  Dapat menggali informasi, menganalisa gangguan dan memecahkan masalah  pada  sistem suspensi

3.  Dapat melakukan kegiatan servis sistem suspensi sesuai dengan Standard   Operation Procedures ( SOP ), undang – undang K3 dan kebijakan perusahaan.

 E.  DISKRIPSI KURIKULUM

       KOMPETENSI           :    Pemeliharaan/servis sistem suspensi

       KODE                       :    OPKR-40-014 B

       DURASI PEMELAJARAN   :    40 Jam @ 45 menit

 

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

A

B

C

D

E

F

G

1

-

1

-

-

2

2

KONDISI KINERJA 1.    Batasan konteks

§  Standar kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan

2.        Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :

§    Spesifikasi pabrik kendaraan

§    SOP (Standard Operation Procedures) perusahaan

§    Kebutuhan pelanggan

§    Kode area tempat kerja

§    Spesifikasi produk/komponen pabrik

§    Perundang-undangan pemerintah untuk kelaikan kendaraan

3.      Pelaksanaan K3 harus memenuhi :

§  Undang-undang tentang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

§  Penghargaan di bidang industri

4.    Sumber-sumber dapat termasuk:

§  Peralatan tangan/hand tools, perlengkapan pengangkatan

§  Peralatan penyanggah/jack stand

§  Perlengkapan pengukuran, peralatan bertenaga/power tools

§  Perlengkapan pengujian

5.    Kegiatan:

Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :

§  Uji cara kerja fungsi, uji tekanan, pengukuran

§  Pemeriksaan visual, pendengaran/aural dan cara kerja fungsi (termasuk : kerusakan, korosi, kebocoran, keausan)

§  Penyetelan peredam kejut

6.    Gas, hidraulis, Persyaratan khusus:

§    pneumatis, mekanis, karet suspensi

7. Variabel lainnya dapat termasuk :

§     Lateral dan longitudinal arm

§     Ball joints

§     Peralatan suspensi otomatis, kondisi jalan/ride control, pengontrol ketinggian/height control

SUB KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA

LINGKUP BELAJAR

MATERI POKOK PEMELAJARAN

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN
1. Memelihara /Servis sistem suspensi dan komponen-komponennya v Pemeliharan /servis system  suspensi dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/ sistem lainnya.

v Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami

v Pemeliharaan/Servis sistem suspensi dilaksanakan berdasarkan metode dan perlengkapan yang sesuai terhadap spesifikasi pabrik.

v Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/servis

v Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis system suspensi dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Opertion Procedures) Undang – undang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Peraturan perundang – undangan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.

v Pemahaman sistem suspensi dan prinsip kerjanya.

v Pemeliharaan sistem suspensi dan komponen – komponennya.

v Standard Prosedur keselamatan kerja.

v Servis sistem suspensi dan komponen – komponennya.

v Mengikuti prosedur kerja sesuai SOP

v Memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan.

v Prosedur pemeluharaan/ servis

v Jenis – jenis suspensi dan prinsip kerjanya

v Informasi teknik yang sesuai

v Persyaratan keamanan per-lengkapan kerja/kendaraan

v Persyaratan keamanan diri

v Kebijakan perusahaan.

v  Melaksanakan pemeli-haraan/ servis sistem suspensi dan komponen-komponennya

v  Menggunakan peralatan dan perlengkapan kerja yang standar

v  Memeriksa sistem sus-pensi pada kerja normal.

F. LEVEL KOMPETENSI  KUNCI

NO

KOMPETENSI KUNCI

LEVEL 1

LEVEL 2

LEVEL 3

 

A

 

MENGUMPULKAN MENGANALISA DAN MENGELOLA INFORMASI

Kapasitas untuk mengumpulkan informasi, memindahkan dan menyeleksi informasi dalam rangka memilih infor-masi yang diperlukan untuk dipresentasikan, mengevaluasi sumber dan cara memperoleh informasi tersebut.

Mengakses dan menyimpan dari satu sumber

Mengakses, memilih dan menyimpan dari be berapa sumber

Mengakses, mengevaluasi dan mengatur dari berbagai macam sum-ber

B

MENGKOMUNIKASIKAN IDE-IDE DAN INFORMASI:

Kapasitas untuk berkomunikasi dengan orang lain secara efektif menggunakan beragam bahasa, tulisan, gra-fik dan expresi non verbal lainnya

Sederhana dengan aturan yang telah dikenal

Kompleks dengan isi tertentu

Kompleks dengan isi be-ragam

 

C

MERENCANAKAN DAN MENGORGANISIR KEGIATAN:

Kapasitas untuk merencanakan dan mengatur kegiatan kerja individu termasuk penggunaan waktu dan sumber yang baik, pemilihan prioritas dan pengawasan prestasi individu

Dibawah pengawasan

Dengan bimbingan

Inisiatif sendiri dan mengevaluasi kegiatan yang kom-plek

D

BEKERJA DENGAN ORANG LAIN SERTA KELOMPOK DALAM SATU TIM:

Kapasitas untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain baik antar pribadi ataupun kelompok termasuk mengerti dan memberikan respon akan keinginan klien dan bekerja secara efektif sebagai anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama

Aktifitas yang telah diketahui

Membantu meran-cang dan mencapai tujuan

Koraborasi dalam kegiatan komplek

E

MENGGUNAKAN IDE-IDE TEKNIK MATAMETIKA:

Kapasitas untuk menggunakan konsep bilangan, spasi dan ukuran dan teknik seperti perkiraan untuk praktek.

 

Tugas yang sederhana

Memilih tugas yang komplek dan sesuai

Evaluasi dan meng-adaptasi sebagai tugas yang sesuai

F

MENYELESAIKAN MASALAH:

Kapasitas untuk mejalankan strategi penyelesaian masalah baik situasi dimana masalah dan solusi yang diinginkan memiliki bukti dan dalam situasi yang memerlukan pemikiran kritis dan pendekatan kreatif untuk mencapai hasil.

Rutin, sedikit pengawasan Eksplorasi – pengawasan melekat

Ruti mandiri Eksplorasi dengan bim-bingan

Masalah yang kompleks, pelaksanaan pendekatan sistematis, menjelaskan proses

G

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI:

Kapasitas untuk menerapkan tek-nologi, mengkombinasikan keahlian fisik dan sensor yang diperlukan untuk menjalankan peralatan dengan pengertian ilmiah dan prinsif teknologi yang diperlukan untuk mengadaptasi sistem.

Produksi ulang atau melaksanakan produk dasar atau jasa

Menyusun, mengatur atau mengoperasikan produk atau jasa

Mendesain atau merangkai produk atau jasa

G.   CEK KEMAMPUAN

Pertanyaan:

 

1. Sebutkan fungsi sistem suspensi … ?

2. Sebutkan model suspensi pada gambar  a dan b … ?

gbr. a                                          gbr. b

3.  Sebutkan komponen – komponen suspensi depan  … ?

  1. Sebutkan komponen suspensi yang perlu pemeliharaan … ?

 

 

 

 

 

 

BAB II.

  PEMELAJARAN

A.   RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT

Agar suatu kegiatan pendidikan dan latihan menjadi jelas arahnya hingga menghasilkan kemampuan kompetensi yang sesuai dengan srandar kompetensi kerja nasional bagi peserta diklat, maka peserta diklat terlebih dahulu harus menentukan sasaran dengan menjabarkan sebuah rencana kegiatan belajar, untuk itu format berikut ini dapat dipergunakan sebagai bahan rencana kegiatan belajar yang akan dilakukan.

Kompetensi                 : Pemeliharaan/servis sistem suspensi

Sub Kompetensi           : Memelihara/servis sistem suspensi dan

komponen – komponennya

Kode modul                 : OPKR-40-014B

Alokasi waktu              : 40 jam

Tahun Pelajaran           :  ……………………

Nama Siswa                :  ……………………

Jenis kegiatan

Tanggal kegiatan

Waktu

Tempat pelatihan

Faraf guru

1.    Pemeliharaan sistem suspensi

2.    servis komponn sistem suspensi

………..

……….

………

………

…………

…………

Konsultasikan kepada guru/pembimbing mengenai uraian  jenis kegiatan yang harus dilakukan  untuk mendapatkan kompetensi  pemeliharaan/servis sistem suspensi, tulis tanggal kegiatan akan dilaksanakan, berapa jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kompetesi, tentukan tempat kegiatan belajar yang mungkin dapat digunakan , serta alasan perubahan kegiatan belajar yang dilaksanakan.

Untuk membuat rencana kegiatan  belajar isi format kegiatan diatas dan lakukan konsultasi dengan guru /pembimbing secara kontinyu dan minta pengesahannya.

B.      KEGIATAN BELAJAR

Pemeliharaan/servis sistem suspensi.

a.   Tujuan Kegiatan Belajar 1

1.        Menggali informasi yang benar tentang pemeliharaan/servis ystem suspensi diakses dari sesifikasi pabrik dan dipahami

2.        Mengumpulkan, menganalisa dan mengelola informasi pemeliharaan/servis ystem suspensi mengakses dan menyimpan dari sumber

3.        Merencanakan dan mengorganisir kegiatan pemeliharaan /servis ystem suspensi

4.        Menyelesaikan masalah gangguan pada ystem suspensi

b.   Uraian Materi

1)       Fungsi Suspensi.

Sistem suspensi menunjang bodi kendaraan pada as berperan sebagai peredam kejut atau goncangan jalan , membuat perjalanan lebih menyenangkan .

Suspensi meredam getaran akibat jalan yang tidak rata dan menjamin roda menapak dengan jalan.

Untuk menjamin adanya kontrol arah kendaraan, untuk memungkinkan dilakukannya pengereman.

2)      Model dan karakteristik suspensi

Konstruksi suspensi  digolongkan menjadi dua tipe:

2.1       Suspensi model rigid.

Pada suspensi  tipe rigid, roda kiri dan roda kanan dihubungkan oleh axle tunggal.

2.2. Suspensi model bebas/Independen

Pada suspensi model bebas, masing – masing pada roda kiri dan kanan bergerak bebas (independen) tanpa saling mempengaruhi.

3)   Tipe Suspensi Depan

c.    Sistem Suspensi depan tipe Macpherson.

§  Tipe macpherson strut dengan lower arm berbentuk  L.

Digunakan pada mobil mesin didepan menggerakkan roda depan.

§  Tipe macpherson strut.

Banyak digunakan mobil ukuran kecil dan medium.

d.   Sistem Suspensi  depan tipe Wishbone

§    Tipe double wishbone dengan pegas koil.

Digunakan pada mobil penumpang dan truk ukuran kecil.

§    Tipe double wishbone dengan batang torsi.

Digunakan pada truk kecil yang mengguanakan suspensi dengan pegas koil.

§    Tipe pegas daun parallel.

Digunakan pada roda depan truk, bus dan lain – lain.

        4). Tipe suspensi belakang

1.    Tipe pegas daun pararel

§    Digunakan pada suspensi belakang kendaraan komersial.

2.        Tipe 4 link

§  Digunakan pada kendaraan kecil yang meghasilkan kenikmatan berkendaraan

3.        Tipe semi trailing arm

§  Banyak digunakan pada as belakang mobil penumpang

4.    Tipe double wishbone

§   Digunakan pada roda belakang, mobil penumpang yang penggeraknya pada roda belakang

5.    Tipe Strut Dua  L – Link

§  Digunakan pada roda belakang, mesin didepan menggerakan roda depan

6.                 Tipe trailing Arm dengan Twist Beam

  • Digunakan pada roda belakang mobil kecil dengan penggerak roda depan.

Tipe Suspensi Depan.

e.    Tipe 4 link

Tipe macpherson

Suspensi depan terapasang antara bodi kendaraan dan roda depan .

f.     Tipe wishbone

g.    Tipe Suspensi belakang.

Tipe suspensi belakang dengan 4 link dan batang pengontrol lateral.

    1. Komponen Utama Suspensi

Komponen suspensi teriri dari:

§  Coil spring

§  Shock Absorber

§  Suspension Arm

§  Ball joint

§  Bushing karet

§  Strut bar

§  Stabilizer bar

§  Lateral kontrol rod

§  Control Arm

§  Bumper

Komponen suspensi diatas harus selalu dipelihara agar kondisinya tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk melakukan pemeliharaan komponen dengan baik haruslah dilakukan pemeriksaa komponen secara kontinyu.

Pemeliharaan yang dapat  dilakukan adalah :

  1. Memberikan stempet pada komponen ball joint menggunakan alat khusus (greese gun)
  2. Memeriksa kekencangan baut –baut suspensi arm
  3. Memeriksa kekencangan baut –baut control arm
  4. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek
  5. Memeriksa kerja shock absorber

 

 

 

 

 

 

c.  Rangkuman

Sistem suspensi menunjang bodi kendaraan pada as berperan sebagai peredam kejut atau goncangan jalan , membuat perjalanan lebih menyenangkan .

Suspensi meredam getaran akibat jalan yang tidak rata dan menjamin roda menapak dengan jalan.

Untuk menjamin adanya kontrol arah kendaraan, untuk memungkinkan dilakukannya pengereman.

Tipe Suspensi:  Suspensi Independen, Suspensi rigid/kaku

Tipe Suspensi Depan:   Tipe macpherson, Tipe wishbone

Tipe Suspensi belakang:    Tipe pegas daun,  Tipe 4 link

Pemeliharaan yang dapat  dilakukan adalah :

  1. Memberikan stempet pada komponen ball joint menggunakan alat khusus (greesegun)
  2. Memeriksa kekencangan baut –baut suspensi arm
  3. Memeriksa kekencangan baut –baut control arm
  4. Memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek
  5. Memeriksa kerja shock absorber dan kemungkinan terdapat kebocoran.

     d. Tugas

  1. Mengidentifikasi komponen sistem suspensi depan pada kendaraan.
  2. Buat contoh masalah yang  sangat esensial perlunya pemeliharaan.
  3. Coba diskusikan masalah tersebut dengan teman.

e. Gangguan pada suspensi

Gangguan

Kemungkinan sebab

Cara mengatasinya

Terjadi pitching/timbul benturan Pegas/spring lemah ganti
Melayang/menarik Komponen suspensi depan/suspensi belakang ada yang kendor atau lemah Ganti
Kendaraan bergetar Ball joint aus atau suspension arm patah Ganti
Bunyi Bushing/karet rusak atau bumper rusak Ganti
Kendaraan bergetar Strut bar lemah Ganti
Mengayun Stabilizer bar lemah/patah Ganti
Roda depan semi Ball joint/bushing aus Ganti
Keausan ban tidak normal Komponen suspensi ada yang aus Ganti

OSKILASI BODY.

Jenis – jenis oskilasi body:

1. Pitching

Adalah gerakan atau bergoyangnya bagian depan dan belakang kendaraan keatas dan kebawah terhadap titik pusat grafitasi kendaraan.

Gejala ini terjadi ketika kendaraan melalui jalan yang bertonjolan atau jalan berlubang. Disamping itu pitching terjadi pada kendaraan yang mengalami pegas/spring lemah.

  1. Rolling.

Adalah bila kendaraan membelok atau melalui tonjolan jalan, maka pegas pada satu sisi kendaraan mengembang dan pegas/spring pada sisi lainya mengkerut. Kendaraan ini mengakibatkan body rolling pada arah samping ( sisi ke sisi ).

  1. Bouching.

Adalah gerakan naik turun body kendaraan secara keseluruhan. Gejala ini mungkin terjadi pada kecepatan kendaraan tinggi dan pada jalan bergelombang, demikian pula bila pegas suspensi lemah.

  1. YAWING

Adalah gerakan body kendaraan mengarah memanjang ke kana dan ke kiri terhadap titik berat kendaraan. YAWING kemungkinan terjadi pada jalan yang menyebabkan pitching.

f. Kisi-Kisi Soal

NO

SUB KOMPE

TENSI

KRITERIA KINERJA

INDIKATOR

NO SOAL

Bobot

Memelihara/servis komponen sistem suspensi §  Pemeliha-raan/servis sistem suspensi dilaksana-kan tanpa menyebab-kan kerusakan terhadap komponen/

sistem   lainnya.

§  Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik.

§  fungsi dari sistem suspensi dijelaskan sesuai buku manual.

§  Tipe suspensi disebutkan sesuai gambar petunjuk pabrik

§  Tipe suspensi dapat disebutkan sesuai gambar

§  Suspensi depan disebutkan komponen komponenya

1

2

3

4

25

25

25

25

    g. Tes Formatif

    Petunjuk soal.

  1. Fungsi sistem suspensi adalah …?
  2. Sebutkan termasuk tipe suspensi apa gambar dibawah ini … ?
  1. Sebutkan  tipe suspensi depan model wishbone dan kegunaannya !
  2. Sebutkan komponen utama suspensi !

 

 

 

 

 

 

 

 

h. Kunci Jawab

 

1. Sistem suspensi menunjang bodi kendaraan pada as berperan sebagai peredam kejut atau goncangan jalan , membuat perjalanan lebih menyenangkan .

Suspensi meredam getaran akibat jalan yang tidak rata dan menjamin roda menapak dengan jalan.

Untuk menjamin adanya kontrol arah kendaraan, untuk memungkinkan dilakukannya pengereman.

2.Tipe macpherson 4 link dan supensi model wishbone

3. Sistem Suspensi  depan tipe Wishbone

a.    Tipe double wishbone dengan pegas koil.

Digunakan pada mobil penumpang dan truk ukuran kecil.

b.    Tipe double wishbone dengan batang torsi.

Digunakan pada truk kecil yang mengguanakan suspensi

dengan pegas koil.

c.    Tipe pegas daun parallel.

Digunakan pada roda depan truk, bus dan lain – lain.

4. Komponen Utama Suspensi

§   Pegas/spring

§   Shock Absorber

§   Suspension Arm

§   Ball joint

§   Bushing karet

§   Strut bar

§   Stabilizer bar

§    Lateral kontrol rod

§    Control Arm

§    Bumper

Bagian belajar 2

Praktik 1

MEMBONGKAR;  MEMERIKSA; MENGGANTI; MEMASANG PEREDAM KEJUT ( SHOCK ABSORBER ) PADA

SUSPENSI DEPAN TIPE MACPHERSON

TUJUAN:

Untuk mendapatkan pengetahuan  dan keterampilan cara servis komponen suspensi depan , penggantian komponen dan perakitan peredam kejut

KESELAMATAN KERJA.

-          Hati-hati waktu memasang dongkrak dan waktu mengangkat kendaraan.

-          Pasang jack stand sebagai pengaman.

-          Gunakanlah hand tools yang tepat

-          Hati-hati minyak rem jangan kena bodi kendaraan.

ALAT DAN BAHAN

Alat:    Dongkrak; jack stand; Hand tools; SST.

Bahan: Kendaraan; minyak rem

LANGKAH KERJA

A. Langkah Melepas:

1.    Kendorkan semua mur roda depan.gbr no.1

Gbr no.1

Angkat kendaraan dan lepaskan roda.gbr no.2  dan gbr no.3

Gbr no 2                                        Gbr no. 3

2.    Lepaskan hubungan flexible rem dan pipa rem.gbr no.4

Gbr no.4

(1).Untuk mencegah minyak rem mengalir keluar, sumbatlah lubang penguapan pada tutup reservoir (selinder induk) dengan seal tape. Gbr no.5

Gbr no. 5

(2). Sambil memegang slang flexible rem dengan kunci pas,  lepaskan mur union pipa rem dengan SST (kunci mur pipa rem). GBR NO 6

Gbr no.6

(3). Lepaskan klip slang flexible dari bodi.

(4). Untuk mencegah minyak rem mengalir keluar ,

pasangkan  tutup pembuang udara pada ujung pipa rem gbr no.7

Gbr no.7

3.    Lepaskan rakitan peredam kejut ( shock absorber ) bersama dengan pegas coil dan hub as depan gbr no.8

Gbr no. 8

(1). Lepaskan kedua baut rakitan knucle arm kemudi dari bagian bawah peredam kejut gbr no. 9

Gbr no. 9

(2). Bukalah kap mesin dan lepaskan ketiga baut pengikat atas suspensi dari atas peredam kejut gbr no. 10

Gbr no. 10

(3). Lepaskan peredam kejut dari knucle arm kemudi dengan menekan    pada lower arm suspensi menggunakan guide collar gbr no. 11

Gbr no. 11

4.    Bersihkan komponen suspensi yang dilepas gbr no.12

Gbr no. 12

5. Periksa kondisi shock absorber dan karet – karet ganti bila perlu gbr no.13

Gbr no. 13

B.   Langkah Pemasangan.

1.    Pasang rakitan peredam kejut dengan hub poros depan pada bodinya GBR NO. 14

Gbr no.14

(1). Pasanglah bagian atas peredam kejut pada apron fender depan dan kencangkan  ketiga mur pemasangan pengikat atas suspensi.

(2). Tekanlah lower arm suspensi kebawah dan hubungkan guide collar knucle arm kemudi pada peredam kejut,. kencangkan baut-baut pengikatnya dengan momen spesifikasi.

(3). Kencangkan dengan kunci momen mur-mur pemasangan penunjang atas suspensi pada bagian peredam kejut.

2.    Menghubungkan pipa rem dan slang flexible gbr no. 15

Gbr no. 15

(1). Masukan slang flexible kedalam bracket slang pada bodinya dan kencangkan mur pipa rem  union dengan tangan.

(2). Pasanglah klip kedalam celah piting slang.

(3). Dengan kunci  pas dan SST ( Kunci mur uion pipa rem ).

(4). Pastikan bahwa slang flexible bebas dari terpuntir atau menekuk.

3.    Lepaskan seal tape pada tutup reservoir.

4.    Keluarkan udara dari saluran pipa rem ( bleeding ).

5.    Pasanglah roda dan turunkan kendaraan , kencangkan mur-mur roda dengan baik dengan moment spesifikasi gbr no.16

(lihat buku manual)

Gbr no. 16

6.    Setelah pemasangan selesai dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pengaturan roda depan.

7.    Bereskan peralatan dan bersihkan tempat kerja gbr no. 17

Gbr no. 17

8.    Laporkan hasil pekerjaan pada guru pembimbing, sambil menyerahkan bukti laporan tertulis.

                                 Praktik  2

MEMBONGKAR; MEMERIKSA; MENGGANTI/MENGGANTI  BATANG STABILISER

 

TUJUAN:

Untuk mendapatkan pengetahuan  dan keterampilan cara servis komponen suspensi depan , penggantian komponen dan perakitan batang stabiliser

KESELAMATAN KERJA.

a.    Hati-hati waktu memasang dongkrak dan waktu mengangkat kendaraan.

b.                                   Pasang jack stand sebagai pengaman.

c.                                   Gunakanlah hand tools yang tepat

d.                                   Hati-hati minyak rem jangan kena bodi kendaraan.

ALAT DAN BAHAN

Alat:    Dongkrak; jack stand; Hand tools; SST.

Bahan: Kendaraan; minyak rem

LANGKAH KERJA

A.Langkah Melepas:

1.Angkat kendaraan dan lepaskan kedua rodanya gbr no 18

Gbr no. 18

2. Lepaskan tutup bawah mesin.

3. Lepaskan baut-baut stabiliser dari batang stabiliser dan

lengan suspensi bawah gbr no. 19 dan gbr no. 20

Gbr no.19                              Gbr no. 20

(1).  Tahan baut stabiliser dengan kunci pas, longgarkan

dan lepaskan baut-bautnya.

(2). Lepaskan ganjal karet dan penahannya sambil

diperhatikan tempat,arah dan bentuknya untuk

pemasangan nanti gbr no 21

Gbr no. 21

9.    Lepaskan batang stabiliser gbr no.22

Gbr no. 22

(1). Lepaskan bracket bracket batang stabiliser pada kedua

sisinya.

(2). Lepaskan batang penunjang (strut bar) bagian kiri dan  kanan dari bodinya.

(3). Tarik keluar batang stabiliser lewat lobang brackbatang   penunjang.

    1. Langkah pemasangan.

1.    Memasang batang stabiliser.

(1).  Masukan batang stabiliser lewat lubang braket

batang  penunjang .

(2).  Masukan braket batang penunjang yang telah

dilepaskan kedalam batang braket dan

kencangkan dengan tangan.

(3). Pasangkan batang penunjang pada lengan bawah

suspensi dan kencangkan mur-mur sesuai momen

yang dijinkan.

(4).  Kencangkan braket batang penunjang menurut

momen   pengencangan yang ditentukan

(5).   Pasanglah braket stabiliser pada bodinya dan

dorong dengan tangan agar stabiliser bergerak

kearah bracket.

2.    Pasang baut-baut stabiliser pada lengan bawah suspensi dan batang stabiliser.

(1).  Hati-hati memasang ganjal karet dan penahannya pada

arah dan tempat yang benar.

(2).  Kencangkan mur-mur  menurut momen pengencangan

yang ditentukan.

3.    Kencangkan baut-baut –pemasangan bracket stabiliser menurut momen pengencangan yang ditentukan

4.    Pasanglah tutup bawah mesin.

5.    Pasanglah roda-roda dengan kokoh dan turunkan kendaraan

6.    Kencangkan mur-mur roda dengan kekencangan yang ditentukan.

7.    Laporkan hasil pekerjaan kepada guru pembimbing.

 

                                                Praktik  3

 

MEMBONGKAR; MEMERIKSA; MEMASANG/MENGGANTI  LENGAN BAWAH SUSPENSI ( LOWER ARM )

TUJUAN:

Untuk mendapatkan pengetahuan  dan keterampilan cara servis komponen suspensi depan , penggantian komponen dan prakitan lower arm.

KESELAMATAN KERJA.

a.    Hati-hati waktu memasang dongkrak dan waktu mengangkat kendaraan.

b.    Pasang jack stand sebagai pengaman.

c.    Gunakanlah hand tools yang tepat

d.    Hati-hati minyak rem jangan kena bodi kendaraan.

                 ALAT DAN BAHAN

Alat:    Dongkrak; jackstand; Hand tools; SST.

Bahan: Kendaraan; minyak rem

 

LANGKAH KERJA

A. Langkah Melepas:

1.    Angkat kendaraan dan lepaskan roda.

2.    Lepaskan lengan batang kemudi dari sebelah bawah peredam kejut.

3.    Lepaskan hubungan baut stabiliser dari lengan bawah suspensi gbr no. 23

Gbr no 23

4.    Lepaskan hubungan batang penunjang dari lengan bawah dengan melepaskan kedua mur pengikatnya.

5.    Lepaskan lengan batang kemudi ball joint.

(1).  Lepaskan pena belah dan tarik keluar dengan tang

(2).  Lepaskan mur penahan.

(3). Lepaskan lengan bawah batang kemudi dengan

memakai SST penarik ball joint gbr no 24

   Hati-hati jangan sampai karet ball joint rusak.

 

Gbr no. 23                                       Gbr no 24

6.    Lepaskan baut penyetel lengan bawah lalu lepaskan lengan bawah

Suspensi dari Crossmember gbr. No. 25

Gbr no. 25

  1.  Langkah  Memasang.

1.    Pasanglah lengan bawah pada crossmember dan kencangfkan penyetelan baut dan murnya.

Baut-baut stelan harus dikencangkan sesuai dengan momen  spesifikasi, dengan berat kendaraan menumou lengan bawah suspensi gbr no. 26

Gbr no. 26

2.    Pasanglah lengan knucle kemudi dan ball joint.

(1).  Kencangkan mur pengikat menuerut momen spesifikasi  tertentu dan      luruskan lubang antara baut ball joint dan mur penahan.

(2).  Masukan pena belah yang baru lewat lubang lalu bengkokan ujung pena belah tersebut agar tidak lepas.

Jangan sekali-kali melonggarkan mur untuk meluruskan      lubang pada baut, putarlah selalu mur kearah pengencangan.  Kencangkan mur sesuai momen yang ditentukan gbr no. 27

Gbr no 27

3.    Hubungkan batang penunjang dengan lengan bawah dan kencangkan mur-mur menurut momen pengencangan tertentu.

4.    Hubungkan baut stabiliser bersama ganjal-ganjal karet dan penahannya.

5.    Pasangkan rakitan peredam kejut pada knucle kemudi dan kencangkan baut-bautnya dengan momen pengencangan tertentu.

6.    Pasanglah roda-roda dan turunkan kendaraan .  Kencangkan mur-mur roda setelah kendaran diturunkan.

7.    Kencangkan baut-baut stelan lengan bawah suspensi pada crossmember.

(1).  Goyang-goyangkan bagian depan kendaraan beberapa

kali untuk membetulkan letaknya suspensi.

(2).   Kencangkan baut stelan pada momen pengencangan

yang ditentukan gbr. No 28

Gbr no. 28

8.    Laporkan hasil pekerjaan pada guru pembimbing.

                                             Praktik  4

MENGGANTI  GEMUK BALL JOINT

TUJUAN:

Untuk mendapatkan pengetahuan  dan keterampilan cara servis komponen suspensi depan, memberi greese pada ball joint.

                 KESELAMATAN KERJA.

1.    Hati-hati waktu  mengangkat     kendaraan.

2.    Secepatnya gemuk yang bercecern dibersihkan.

3.    Gunakanlah hand tools  dan SST.

ALAT DAN BAHAN

Alat:    Car choist; ; Hand tools; SST.

Bahan: Kendaraan; Greese/gemuk, majun.

LANGKAH KERJA

Mengganti gemuk ball joint

1.    Angkat kendaraan  menggunakan car choist.

2.    Buka sumbat nepel dari ball joint dikedua bagian lengan bawah suspensi.

3.    Pasang untuk sementara nepel fiting gemuk Gbr no.29 dan gbr no.30

Jangan lupa menyimpan baik-baik kedua nepel skrup untuk dipasangkan kembali.

GFbr no. 29                         Gbr no. 30

4.    Dengan mengguanakan greese gun  berilah gemuk  molybdenum disulfide lithium ( NLGI No. 1 atau No. 2 ) pada nepel masing-masing fiting gbr no. 31

Disarankan jangan menggunakan gemuk chasis biasa atau gemuk serba guna.

Gbr no. 31

5.    Pompakan greese gun terus sampai gemuk masuk kedalam ball joint dan sampai gemuk keluar dari saluran keluarnya.

6.    Buka nepel fiting dan pasang kemabali nepel skrup.

7.    Bersihkan gemuk yang meleleh disekitar ball joint gbr no 32

Gbr no. 32

8.    Turunkan kendaraan.

9.    Laporkan hasil pekerjaan pada guru pembimbing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                 Praktik  5

 

MENGGANTI PEREDAM KEJUT ( SHOCK ABSORBER ) BELAKANG DAN PEGAS COIL PADA SUSPENSI BELAKANG TIPE 4 LINK

TUJUAN:

Untuk mendapatkan pengetahuan  dan keterampilan cara servis komponen suspensi belakang , penggantian komponen dan prakitan peredam kejut

KESELAMATAN KERJA.

-    Hati-hati waktu memasang dongkrak dan waktu mengangkat kendaraan.

-    Pasang jack stand sebagai pengaman.

-    Gunakanlah hand tools yang tepat

ALAT DAN BAHAN

Alat:    Dongkrak; jackstand; Hand tools; SST.

Bahan: Kendaraan;  majun.

LANGKAH KERJA

A. Langkah Melepas:

1.    Angkatlah kendaraan secukupnya untuk memebrikan kebebasan bekerja dibawah kendaraan.

(1). Kendorkan mur roda sebelum kendaraan diangkat.

(2)  Topanglah kendaraan dengan jack stand pada kedua sisi body member gbr no. 33

Gbr no 33

(3).  Lepaskan roda.

2.    Lepaskan peredam kejut belakang gbr no. 34

Gbr no. 34

(1)  Rumah as belakang ditopang dengan dongkrak atau   penopang yang dapat distel.

(2).  Buka mur-mur atas peredam kejut menggunakan dua  buah kunci

( kunci pas dan kunci ring ) kunci pas untuk mengendorkan baut atas, kunci lainnya untuk menahan mur dibawah.

(3).  Buka mur bawah dari batang peredam kejut. Satu kunci pas dipergunakan untuk menahan poros agar tidak berputar gbr no. 35

Gbr no. 35

(4).  Lepaskan baut bawah pengikat peredam kejut kemudian lepaskan peredam kejut gbr no. 36

Gbr no 36

(5)Buka peredam kejut yang lain dengan cara yang sama.

3.    Lepaskan batang control lateral pada rumah as belakang.

4.    Lepaskan pegas  koil ( coil spring ) gbr no. 37

Gbr no. 37

(1).  Turunkan dongkrak sampai pegas koil dapat ditarik.

Jangan turunkan rumah as belakang terlalu banyak sebab dapat menyebabkan slang flexible rem atau kabel rem tangan tertarik kebawah.

(2).  Buka pegas koil bersamaan dengan isolator atas dan bawah gbr no.38

Gbr no 38

(3).  Beri tanda pada pegas koil untuk memudahkan pemasangan ketempat semula.

   Harus diingat mana pegas kiri dan mana pegas    kanan.

 

B. Langkah Memasang.

1.    Pasang pegas koil gbr no. 39

Gbr no 39

(1).  Tempatkan insulator bawah pada dudukannya rumah as belakang.

(2).  Ujung yang rata dari pegas koil ditempatkan diatas, pasang insulator diatasnya, lalu rakitan ini dipasang pada as belakang.

(3).  Tempatkan ujung bawah dari pegas koil pada alur dudukan pegas pada rumah as belakang gbr no 40

Gbr no.40

(4).  Angkat rumah as belakang dengan dongkrak dan periksa  kembali dengan penempatan pegas koil pada dudukannya.

2.    Pasang untuk sementara kontrol lateral gbr no. 41

Gbr no. 41

Pasang penahan bushing dan spacer pada baut jangkar

rumah as dengan memperhatikan benar-benar lokasi dan

arah pemasangannya.

3.    Pasang peredam kejut belakang.

(1).  Pasang semua penahan dan cushion pada bagian atas  peredam kejut as belakang dengan memperhatikan lokasi momen pengencangan yang telah ditentukan.

(2).  Kencangkan mur pengikat bawah peredam kejut pada spesifikasi pengencangan yang telah ditentukan.

(3).  Kencangkan mur pengunci dengan spesifikasi momen yang telah ditentukan gbr no. 42

Gbr no. 42

(4).  Pasang bagian bawah dari peredam kejut beserta bushing dan penahan kemuadian kencangkan baut pada spesifikasi momen yang telah ditentukan.

4.    Angkat as rumah as belakang dengan dongkrak sampai  bodi kendaraan lepas dari penyangga, lalu kencangkan mur dari batang kontrol lateral pada spesifikasi momen pengencangan gbr. No. 43

Gbr no. 43

Pada waktu mengencangkan mur batang kontrol lateral, berat kendaraan harus menumpu pada rumah as belakang, untuk mengamankan bushing karet pada posisi netral.

5.    Pasang semua roda lalu turunkan kendaraan.

Kencangkan semua mur roda dengan baik.

6.    Laporkan hasil pekerjaan pada guru pembimbing.

 

 

BAB. III.

EVALUASI

A. PEDOMAN PENILAIAN

Penilaian dilakukan dengan persyaratan adanya perencanaan;  pelaksanaan dan review

1.         Peserta pelatihan/siswa mengajukan lamaran kesiapan untuk diacses.

2.         Guru sebagai assessor mengnadakan persiapan dan melakukan negosiasi dengan peserta pelatihan/kandidat.

3.         Assessor melaksanakan assessment sesuai hasil negosiasi.

4.         Assessor dan kandidat mengandakan feed back/review diakhir assessment.

5.         Kandidat yang belum kompeten harus diuji ulang.

Penilaian modul ini meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang terintegrasi pada setiap komponen:  kegiatan kulminasi yang dilaksanakan.

1.        Penilaian pada dasarnya dilakukan secara langsung selama proses pelaksanaan praktik dengan melibatkan internal assessor yang juga berperan sebagai internal verifikator. Jika external assessor tidak terlibat secara terus menerus dalam pelaksanaan dan penilaian, maka penilaian dilakukan melalui mekanisme verifikasi, baik internal maupun eksternal.

2.        Peserta diklat dinyatakan kompeten (lulus) apabila memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan.

Batas minimal kompeten diberi nilai 7,00. Gradasi nilai adalah sebagai  berikut:

 

7,00 (baik)           = mencapai kompetensi sesuai kualitas

standar minimal yang ditetapkan Kriteria

Unjuk Kerja  dengan secara mandiri.

8,00 (amat baik)  = mencapai kompetensi sesuai kualitas

standar minimal yang ditetapkan Kriteria

Unjuk Kerja secara mandiri

9,00 (istimewa)    = mencapai kompetensi melebihi kualitas

standar minimal yang ditetapkan Kriteria

Unjuk Kerja secara mandiri.

CONTOH

FORMAT LAMARAN

I.  INFORMASI UMUM

1.   Data Pribadi :

Nama Kandidat               :  Dedi

Tempat, Tgl. Lahir :  Bandung, 21 Pebruari 1982

Alamat                            :  Riung Bandung

Nama SMK                      :  SMK N 6 Bandung

Judul kompetensi uji       : Pemeliharaan/servis sistem suspensi

2.   Pengalaman Praktik Kerja Industri :

PERUSAHAAN NAMA PERUSAHAAN PEKERJAAN TAHUN/BULAN

Nama  :

Alamat :

PT.AUTO 2000

Mekanik otomotif

2006/Juli-Oktober

Nama  :

Alamat :

3.   Keterampilan lain :

1) Komputer

2) Melukis

3)

4.   Bahasa yang dikuasai :

1) Bahasa Inggris

2) Bahasa Daerah ( Sunda )

3)

5.   Keterlibatan dalam Organisasi Kemasyarakat :

N A M A POSISI DALAM ORGANISASI TAHUN

6.   Riwayat Pendidikan :

NAMA SEKOLAH JURUSAN TEMPAT TAHUN
Sekolah Dasar - Bandung 6 tahun
SLT Negeri 1 - Bandung 3 tahun
SMK Negeri 6 Otomotif Bandug

II.  RIWAYAT KURSUS

1.   Riwayat Kursus

NAMA INSTITUSI JURUSAN TEMPAT TAHUN
Harvard Bahasa Inggris Bandung 2004

IV.  INFORMASI TAMBAHAN :

Bandung, …………………….

Kandidat/assese

———————————–

Format Negosiasi

KOMPETENSI         :  Pemeliharaan/Servis sistem suspensi

Sub Kompetensi

Kriteria Unjuk Kerja

Memeliharaan /servis sistem suspensi dan komponen – komponennya.

1.

2.

3.

4.

5.

Pemeliharaan/servis sistem suspensi dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.

Informasi system suspensi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

Pemeliharaan/servis sistem suspensi dilaksanakan berdasarkan metode dan perlengkapan yang sesuai terhadap spesifikasi pabrik.

Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeksaan/servis.

Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis sistem suspensi dilaksanakan berdasarkan SOP; Undang-undang K3; Kebijakan perusahaan

PENGORGANISASIAN ASSESSMENT

1.    Tujuan Assessment             :  Untuk mendapatkan suatu

pengakuan kompetensi

2.    Tempat Pelaksanaan          :  Lab. Praktik Otomotif/SMKN6

Bandung.

3.    Hari, tgl. Pelaksanaan          :  Senin, 11 April 2005.

4.    Teknik Pengumpulan Data.

a.Data tidak langsung         :

………………………………………………….

………………………………………………….

b.    Data langsung              :  Hasil assessment tulis; wawancara

Dan praktik.

5.    Review & Feed Back          :

Porto polio.

6.    Alur pelaksanaan               : Skema Pelaksanaan.

Nama Siswa     :

Tigkat              :             ………………………………..

LEMBARAN PENILAIAN TES TULIS

NO Aspek Indikator Keberhasilan Penilaian

B

S

1

2

3

4

5

1. Pengeta-huan 1.1 Dapat menyebutkan  fungsi

sistem suspensi sesuai buku

petunjuk industri.

15

1.2 Dapat menyebutkan berbagai tipe sistem suspensi pada gambar

40

1.3 Dapat menyebutkan tipe suspensi depan

15

1.4 Dapat menyebutkan tipe suspensi belakang.

15

1.5 Dapat menyebutkan karakteristik dari tipe suspensi

15

                            JUMLAH NILAI

100

Nilai  Pengetahuan ( Nt ) diambil jumlah skor  setiap indikator keberhasilan .    

 

 

Nt =

Bandung, ………………….2005

Verifikator Internal                                      Asessor  Internal


LEMBAR  PENILAIAN  PRAKTIK

Nama  Siswa

Tingkat           :

KOMPETENSI  :   Mengganti peredam kejut ( Shock Absorber )  pada                suspensi depan tipe macpherson.

No Poin yang dinilai Indikator Keberhasilan Penilaian

B

S

1 Persiapan
        Alat tangan

(hand tools ) perbaikan sistem suspensi

Peralatan

penunjang servis suspensi

  • Melakukan pemeriksaan persiapan dan menjelaskan peralatan  servis sistem suspensi sesuai petunjuk industri
  • Melakukan pemeriksaan persiapan dan menjelaskan peralatan penunjang servis sistem suspensi sesuai petunjuk industri
2

2

2 Keselematan dan  kesehatan Kerja
2.1. Mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • Melaksanakan dan mengutamakan keselamatan dalam pemasangan dongkrak dan pemasangan jack  stand
  • Melaksanakan keber sihan dan kesehatan tempat kerja sesuai standar industri
2

1

3 Membongkar: Peredam kejut ( Shock Absorber ) pada suspensi belakang tipe macpherson.
3.1. Mengendorkan baut/mur roda
  • Mengendorkan mur roda depan sebelum kendaraan diangkat sesuai SOP
2
3.2 Pengangkatan kendaraan
  •  Memasang dongkrak dan mengangkat kendaraan serta memaang penyangga sesuai SOP
3
3.3. Melepas roda
  • Melepas roda sesuai SOP
3
3.4. Menyumbat lubang penguapan/ventilasi
  • Menyumbat lubang ventialsi pada master silinnder dengan isolasi atau kertas lem
2
3.5.   Melepas pipa rem dan pipa flexible
  • Pipa rem dan pipa flexible dilepas sesuai SOP
10
3.6. Melepas mur union
  • Mur union dilepas dari pipa flexible menggunakan SST
5
3.7. Melepas klip
  • Klip pengunci pipa flexible dilepas sesuai SOP
5
3.8. Menyumbat ujung pipa rem
  • Ujung pipa rem disumbat sesuai dengan SOP
2
3.9. Melepas knucle arm
  • Baut pengikat knucle arm dilepas dari bawah peredam kejut sesuai SOP
5
3.10. Melepas baut peredm kejut
  • Ketiga baut pengikat peredamkejut bagian atas dilepas sesuai SOP
5
3.1. Melepas peredam

kejut

  • Peredam kejut (shock bsosber) dilepas dari knucle arm menggunakan gide collar sesuai SOP
5
4. 4.1.Membersihkan peredam kejut
  • Peredam kejut dibersihkan sesuai SOP
3
5. 5.1. Memeriksa kondisi peredam kejut
  • Kondisi peredam kejut diperiksa sesuai SOP
15
6. Memasang/Meng ganti peredam kejut ( shock absorber ) dan pegas koil pada suspensi depan
6.1. Memasang peredam kejut (shock absorber) dan pegas coil
  • Peredam kejut ( shock absorber ) dan pegas koil dipasang pada suspensi  depan sesuai dengan SOP
15
6.2. Pemasangan pipa rem
  • Pipa rem dan pipa flexible diapasang sesuai SOP
5
6.3. Melepas sumbat ventilasi udara dan menambah minyak rem
  • Sumbat ventilasi udara dilepas dan menambah minyak rem pada master silinder rem
3
7 7.1.Mengganti peredam kejut dan pegas daun pada suspensi belakang.
  • Udara pada sistem rem dikeluarkan sesuai SOP
3
7.2. Memasang roda depan
  • Roda depan yang dilepas dipasang kebali sesuai SOP
2
7.3. Meenurunkan kendaraan
  • Penyanggah kendaraan dilepas serta kendaraan diturunkan seseuai ketentuan SOP

2

7.4. Mengencangkan mur roda
  • Seluruh mur roda dikencangkan menggunakan kunci moment sesuai SOP

3

8. 8.1. Membersihkan peralatan dan tempat kerjadan
  • Peralatan dan tempat kerja dibersihkan serta peralatan dibereskan

2

Jumlah nilai 100

 

Nilai Praktik ( Np ) diambil dari jumlah skor dari  setiap elemen kompetensi keberhasilan.                   

            

 Nilai Praktik

                                                                  Bandung, ………………….2005

Asessor  External                             Asessor Internal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Siswa     :

Tigkat              :             ………………………………..

LEMBARAN PENILAIAN WANCARA/INTERVIEW

NO

Aspek

Indikator Keberhasilan

Penilaian

B

S

1

2

3

4

5

1. Pengeta-huan 1. Peralatan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mengganti peredam kejut pada suspensi depan disebutkan dengan jelas dan akurat sesuai dengan kunci jawab

15

2. Informasi yang dibutuhakan    dalam persiapan pekerjaan pemeliharaan suspensi disebutkan secara sistematis sesuai kunci jawab

40

3. Cara memeriksa peredam kejut disebutkan secara sistematis sesuai kunci jawaban

15

4. Wawasan keselamatan kerja disebutkan sesuai dengan kunci jawab

15

5. Langkah – langkah kerja pelaksanaan mengganti peredam kejut pada suspensi depan disebutkan dengan baik sesuai kunci jawab

15

                            JUMLAH NILAI

100

Nilai  Wawancara ( Nw ) diambil jumlah skor  setiap indikator keberhasilan .    

Np =

Bandung, ………………….2005

Verifikator Internal                                      Assessor  Internal

Pelaksanaan :

No.

Item

Waktu

1

2

3

4

Persiapan Assessment

Teori

Praktek

Wawancara

15 menit

30 menit

120 menit

15 menit

Total

180 menit

MATRIK OF ASSESSMENT METHODS

(  ALTERNATIVE )

ASSESSMENT METHODS

KRITERIA UNJUK KERJA

KET.

1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

Teori

v

v

v

v

v

Praktik

v

v

v

v

v

Wawancara

v

v

v

v

v

MATRIK OF ASSESSMENT METHODS

(  FIX )

ASSESSMENT METHODS

KRITERIA UNJUK KERJA

KET.

1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

Teori

v

v

v

v

v

Praktik

v

v

v

v

v

Wawancara

v

v

v

-

v

Disetujui :                                Bandung, …………………. 2005

Assesse,                                                      Assessor,

( …………………………)                          ( …………………………. )

 

  SOAL TES TEORI :

  1. Jelaskan fungsi dari sistem suspensi …?

2.    Sebutkan termasuk tipe suspensi apa gambar dibawah ini …?

  1. Sebutkan apa yang dimaksud dengan suspensi tipe rigid … ?

4.    Sebutka jenis depan model wishbone …?

5.    Sebutkan komponen utama suspensi …?

SOAL TES WAWANCARA :

1.      Sebutkan peralatan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mengganti peredam kejut pada suspensi depan ?

2.      Informasi  pekerjaan pemeliharaan suspensi adalah ?

3.      Bagaiman cara memeriksa peredam kejut secara visual ?

4.      Keselamatan kerja apa yang harus diutamakan  ?

SOAL TEST PRAKTIK

Mengganti/membongkar/memeriksa/memasang kembali peredam kejut (shock absorber) pada suspensi depan tipe macpherson.

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN TES TULIS :

1.    Fungsi sistem suspensi adalah menunjang bodi kendaraan pada as berperan sebagai peredam kejut atau meredam goncangan akibat jalan yang tidak rata dan menjamin roda menapak dengan jalan.

2.    Gambar suspensi tipe macpherson 4 link.

3.    Yang dimaksud dengan suspensi  tipe rigid.

Adalah suspensi roda kiri dan roda kanan dihubugkan oleh axle tunggal.

4.    Sistem suspensi model wisbhone terdiri dari tipe:

a.    tipe double wisbhone dengan pegas koil.

b.    tipe double wisbhone dengan batang torsi.

c.    tipe pegas daun paralel

5.    Komponen utama suspensi :

Spring; shock absorber; suspension arm; ball joint; bushing karet; strut bar; stabilizer bar; lateral control rosd; control arm dan bamper.

KUNCI JAWABAN TES WAWANCARA :

1.    Hend tools; dongkrak; jack stand; sst; kunci moment; cover fander.

2. Memberikan stempet pada komponen ball joint;

memeriksa kekencangan baut –baut suspensi arm;

memeriksa kekencangan baut –baut control arm;

memeriksa dust cover dari kerusakan atau sobek dan

memeriksa kerja shock absorber secara isual.

    1. Dengan cara ditekan –  dan dirasakan apakah terasa ada kepegasan atau tidak, bila ada berati baik.
    2. Keselamatan kerja pemasangan dongkrak dan jack stand

BUKTI-BUKTI ASSESSMENT

CHECK LIST PERSIAPAN PELAKSANAAN

Check

Item

Comment

V

material Tersedia cukup baik

V

equipment Tersedia cukup baik

V

kandidat Sehat, siap dites

v

tempat Memadai

 

CHECK LIST PELAKSANAAN TES TULIS

NO Aspek Indikator Keberhasilan JAWABAN

YA

TIDAK

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

Pengeta-huan Dapat menyebutkan  fungsi sistem suspensi sesuai buku petunjuk industri.
Dapat menyebutkan berbagai tipe sistem suspensi pada gambar
Dapat menyebutkan tipe suspensi depan
Dapat menyebutkan tipe suspensi belakang.
  Dapat menyebutkan karakteristik  dari tipe suspensi

 

 

 

 

 

 

 

 

CHECK LIST WAWANCARA

No

Aspek Penilaian

Ya

Tidak

1

Jawaban tepat dan akurat  

2

Jawaban sangat sistematis  

3

Jawaban tentang topik baik  

4

Jawaban merespon soal baik  

 

CHECK LIST PRAKTIK

KOMPETENSI :      Mengganti peredam kejut ( Shock Absorber )  pada suspensi depan tipe macpherson.

No

Aspek Penilaian

Indikator Keberhasilan

Jawaban

YA

TIDAK

1 Persiapan
1.1   . Alat tangan         ( hand tools ) perbaikan sistem suspensi

1.2. Peralatan penunjang servis suspensi

  • Melakukan pemeriksaan persiapan dan menjelaskan peralatan  servis sistem suspensi sesuai petunjuk industri
  • Melakukan pemeriksaan persiapan dan menjelaskan peralatan penunjang servis sistem suspensi sesuai petunjuk industri
2 Keselamatan dan  kesehatan Kerja
2.1. Mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • Melaksanakan dan mengutamakan keselamatan dalam pemasangan dongkrak dan pemasngan jack  stand
  • Melaksanakan keber sihan dan kesehatan tempat kerja sesuai standar industri
3 Membongkar: Peredam kejut

( Shock Absorber ) pada suspensi belakang tipe macpherson.

3.1. Mengendorkan baut/mur roda
  • Mengendorkan mur roda depan sebelum kendaraan diangkat sesuai SOP
3.2 Pengangkatan kendaraan
  •  Memasang dongkrak dan mengangkat kendaraan serta memaang penyangga sesuai SOP
3.3. Melepas roda
  • Melepas roda sesuai SOP
3.4. Menyumbat lubang penguapan/ventilasi
  • Menyumbat lubang ventialsi pada master silinnder dengan isolasi atau kertas lem
3.5.   Melepas pipa rem dan pipa flexible
  • Pipa rem dan pipa flexible dilepas sesuai SOP
3.6. Melepas mur union
  • Mur union dilepas dari pipa flexible menggunakan SST
3.7. Melepas klip
  • Klip pengunci pipa flexible dilepas sesuai SOP
3.8. Menyumbat ujung pipa rem
  • Ujung pipa rem disumbat sesuai dengan SOP
3.9. Melepas knucle arm
  • Baut pengikat knucle arm dilepas dari bawah peredam kejut sesuai SOP
3.10. Melepas baut peredm kejut
  • Ketiga baut pengikat peredamkejut bagian atas dilepas sesuai SOP
3.11. Melepas peredam kejut
  • Peredam kejut (shock bsosber) dilepas dari knucle arm menggunakan gide collar sesuai SOP
4. 4.1. Membersihkan peredam kejut
  • Peredam kejut dibersihkan sesuai SOP
5. 5.1. Memeriksa kondisi peredam kejut
  • Kondisi peredam kejut diperiksa sesuai SOP
6. Memasang/Meng ganti peredam kejut ( shock absorber ) dan pegas koil pada suspensi depan
6.1. Memasang peredam kejut (shock absorber) dan pegas coil
  • Peredam kejut

( shock absorber ) dan pegas koil dipasang pada suspensi  depan sesuai dengan SOP

6.2. Pemasangan pipa rem
  • Pipa rem dan pipa flexible diapasang sesuai SOP
6.3. Melepas sumbat ventilasi udara dan menambah minyak rem
  • Sumbat ventilasi udara dilepas dan menambah minyak rem pada master silinder rem
7 7.1.Mengganti peredam kejut dan pegas daun pada suspensi belakang.
  • Udara pada sistem rem dikeluarkan sesuai SOP
7.2. Memasang roda depan
  • Roda depan yang dilepas dipasang kebali sesuai SOP
7.3. Meenurunkan kendaraan
  • Penyanggah kendaraan dilepas serta kendaraan diturunkan seseuai ketentuan SOP
7.4. Mengencangkan mur roda
  • Seluruh mur roda dikencangkan menggunakan kunci moment sesuai SOP
8. 8.1. Membersihkan peralatan dan tempat kerjadan
  • Peralatan dan tempat kerja dibersihkan serta peralatan dibereskan

 

                                                              Bandung, …………..   2005

                                                              Assessor

 

 

 

                                                              ——————————


Keputusan:

BIDANG KEAHLIAN                     :  Teknik Mesin

PROGRAM KEAHLIAN                  :  Teknik Mekanik Otomotif

Tingkat                                     :  ……………………………..

KOMPETENSI                             :  Pemeliharaan /servis sistem suspensi

NO

NAMA SISWA

Nt

Npr

Nw

JUMLAH NILAI

NILAI RATARATA

Kesimpulan:  Kompeten/Tidak kompeten

Bandung,   April 2005

Assese/Kandidat                                        Asessor

———————-                                     ————————-

 

 

BAB. IV.

PENUTUP

Sesuai dengan tujuan , modul ini untuk siswa pelatihan dalam rangka upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dan mempunyai sikap yang prosefesional dalam bidang keahlian otomotif, kompetrensi perawatan/servis sistem suspensi.

Ketentuan bagi siswa yang dinyakan kompeten:

NO

INDIKATOR

HASIL

YA

TIDAK

1

Apakah siswa menguasai prasyarat?

2

Apakah siswa dapat mengerjakan tes awal?

3

Apakah siswa mengerjakan tugas?

4.

Apakah siswa melakukan diskusi/bertukar pendapat?

5

Apakah siswa menggunakan buku petunjuk/manual servis?

6

Apakah siswa melakukan pemelajaran modul dapat dilaksanakan secara mandiri, tanpa bantuan?

7

Apakah siswa kompeten pada uji kompetensi

Kesimpulan:

Alternatif  jawaban harus dinyakan seluruhnya YA. Bagi siswa yang dinyatakan kompeten.

Bila masih terdapat jawaban TIDAK,  maka guru harus memberikan bimbingan ulang kepada siswa pada item indikator yang dinyatakan TIDAK, sampai siswa mendapat peernyataan YA.

Jika siswa telah dinyatakan kompeten maka siswa dan guru pembimbing menentukan kegiatan kompetensi selanjutnya.

DAFTAR  PUSTAKA

Buku panduan yang dapat dipakai sebagai pelengkap pemelajaran modul

Perawatan /servis sistem suspensi.

 

1. NEW STEP  1, TRAINING MANUAL  2000

               PT. ASTRA MOTOR, TRAINING CENTRE

 

2. MANUAL SERVICE, CHASIS DAN BODI 1986

     PT. TOYOTA ASTRA MOTOR.

     

 

3. DAIHATSU TRAINING CENTRE

          PT. ASTRA INTERNATIONAL – DAIHATSU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: