Perbaikan Sistem Kemudi

BAB I

                                    PENDAHULUAN

A.   DESKRIPSI

Modul berjudul Perbaikan Sistem Kemudi ini membahas bagaimana cara memperbaiki sistem kemudi dengan aman dan benar.

Modul ini terdiri dari Kegiatan Belajar 1 tentang konstruksi dan cara kerja sistim kemudi.Kegiatan belajar 2 tentang pemeriksaan,perbaikan dan penyetelan sistim kemudi.Kegiatan belajar 3 tentang konstruksi dan prinsip kerja geometri roda.Kegiatan belajar 4 tentang penyetelan geometri roda.

Setelah mempelajari modul ini,diharapkan peserta diklat dapat memperbaikii sistim kemudi dengan aman dan benar.

 

B.   PRASYARAT

 

Sebelum mempelajari modul perbaikan sistim kemudi,peserta diklat  diprasyaratkan sudah mempelajari modul :

1.    OPKR 40 –  008B. Pemeriksaan sistem Kemudi.

2.    OPKR 10 – 018B Konstribusi komunikasi di tempat kerja.

3.    OPKR 10 –  016B. Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.

C.   PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

  1. Petunjuk bagi peserta diklat :

a.    Baca dan pahami materi Kegiatan belajar 1,  Kegiatan belajar 2,Kegiatan belajar 3 dan Kegiatan belajar 4.Jika ada yang kurang jelas tanyakan pada instruktor/guru.

b.    Kerjakan setiap tugas formatip (soal latihan).Jangan melihat kunci jawaban terlebih dahulu.

c.    Untuk kegiatan yang terdiri dari teori dan praktek,perhatikan hal seperti berikut :

1)   Perhatikan petunjuk K3 yang berlaku.

2)   Pahami setiap langkah kerja dengan baik.

3)   Sebelum melaksanakan praktek,tentukan alat dan bahan yang digunakan.

4)   Guanakan alat dan bahan sesuai petunjuk pemakaian yang benar.

5)   Jika ada pekerjaan yang masih ragu,konsultasikan terlebih dahulu pada instruktur/guru.

6)   Setelah selesai,kembalikan alat dan bahan dengan keadaan bersih dan utuh.

  1. Petunjuk bagi instruktur/guru

a.    Memotifasi peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.

b.    Membimbing peserta diklat melalui tugas – tugas praktek yang dijelaskan dalam kegiatan belajar.

c.    Membantu peserta diklat memahami teori,praktek dan menjawab pertanyaan peserta diklat.

d.    Membantu peserta diklat menentukan dan menggunakan data /informasi lain yang diperlukan.

e.    Mengorganisasikan peserta diklat untuk kerja kelompok.

f.     Menggunakan tenaga ahli dari dunia industri/usaha jika memungkinkan.

D.   TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat dapat :

1.    Memahami konstruksi dan cara kerja sistim kemudi.

2.    Melakukan pemeriksaan,perbaikan dan penyetelan sistim kemudi.

3.    Memahami konstruksi dan prinsip kerja geometri roda.

4.    Melakukan penyetelan geometri roda.

E.   KOMPETENSI

       KOMPETENSI               : Perbaikan sistem kemudi

KODE                          : OPKR 40-009B

DURASI PEMELAJARAN : 40 Jam @ 45 menit

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

A

B

C

D

E

F

G

1

1

-

1

-

2

2

KONDISI KERJA

1. Batasan konteks

Ø  Standard kompetensi ini digunakan untuk jasa pelayanan pemeliharaan/servis dan perbaikan dibidang perbengkalan.

2. Sumber informasi/dokumen dapat termasuk :

Ø  Spesifikasi pabrik kendaraan.

Ø  (SOP Standard aoperation Procedure) perusahaan.

Ø  Kebutuhan pelanggan.

Ø  Kode area tempat kerja.

Ø  Spesifikasi produk/komponen pabrik.

Ø  Perundang-undangan pemerintah untuk kelaikan kendaraan.

3. Pelaksanaan K3 harus memenuhi :

Ø  Undang-undang tentang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Ø  Penghargaan dibidang industri.

4. Sumber-sumber dapat termasuk :

Ø  Peralatan tangan/hands tools,peralatan bertenaga/power tolls,peralatan khusus/special tolls untuk membongkar/menyetel,perlengkapan penguji.

Ø  Peralatan pengangkat kendaraan.

Ø  Perlengkapan penyangga/jack stand.

Ø  Alat penguji tekanan hidrolis,multi meter,perlengkapan pengukuran presisi.

5. Kegiatan harus dilaksanakan di bawah kondisi kerja normal dan harus termasuk :

Ø  Tes jalan,tes sistim kelistrikan.

Ø  Penilaian visual,pendengaran/aural dan fungsi (meliputi : kebocoran oli,keausan,kerusakan dan kelistrikan).

6. Variable lain dapat termasuk :

Ø  Ball joint,struts,idle arm,kotak kemudi/steering boxes dan kolom/coloumn.

Ø  Kontrol elektronis,sistim kemudi 2 dan 4 kemudi rod.

Ø  Perlengkapan tambahan.

SUB

KRITERIA KINERJA

LINGKUP

MATERI POKOK PEMELAJARAN

KOMPETENSI

BELAJAR

SIKAP

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

1. Memperbaiki membongkar dan mengganti sistim kemudi dan komponen-komponennya.

>Perbaikan sistim kemudi dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistim lainnya.

>Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.

>Perbaikan dan penggantian sistim kemudi dilaksanakan berdasarkan metode,perlengkapan dan toleransi yang sesuai terhadap spesifikasi pabrik.

>Data yang tepet dilengkapi sesuai hasil perbaikan sistim kemudi.

>Seluruh kegiatan perbaikan,pembongkaran/penggantian sisitim kemudi dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures),undang-undang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.

>Konstruksi dan prinsip kerja sistim kemudi.

>Konstruksi dan prinsip kerja geometri roda.

>Metode pembongkaran dan perbaikan

>Pengujian dan penyetelan

>Standar prosedur keselamatan kerja.

>Mengikuti prosedur kerja sesuai SOP.

>Memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan.

>Prosedur pembongkaran,penggantian dan perbaikan.

>Konstruksi dan cara kerja dari sistim kemudi sesuai dengan kegunaan.

>Prinsip kerja geometri roda kendaraan.

>Prosedur pengujian dan penyetelan.

>Informasi teknik yang sesuai.

>Persyaratan keamanan kendaraan/perlengkapan kerja.

>Persyaratan keselamatan diri.

>Kebijakan perusahaan.

>Memeriksa,memperbaiki dan menyetel berbagai jenis sistim kemudi manual.

>Menyetel geometri roda secara sederhana.

>Melaksanakan tes jalan/road tes.

F.    CEK KEMAMPUAN

Sebelum mempelajari Modul OPKR 40-009B, isilah dengan cek lis ( V  ) kemampuan yang telah anda miliki dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan :

SUB KOMPETENSI

PERNYATAAN

JAWABAN

BILA JAWABAN “YA”

KERJAKAN

YA

TIDAK

1. Memahami konstruksi dan  cara kerja sistim kemudi. Saya memahami konstruksi dan cara kerja sistim kemudi. Kerjakan soal Formatif materi belajar 1
2.  Mampu melakukan pemeriksaan,perbaikan dan penyetelan sistim kemudi. Saya mampu melakukan pemeriksaan,perbaikan dan penyetelan sistim kemudi. Materi kegiatan belajar 2
3.  Memahami konstruksi dan prinsip kerja geometri roda. Saya memahami konstruksi dan prinsip kerja geometri roda. Materi kegiatan belajar 3
4.  Mampu melakukan penyetelan geometri roda. Saya mampu melakukan penyetelan geometri roda. Materi kegiatan belajar 4

Apabila peserta diklat menjawab TIDAK pada salah satu sub kompetensi,pelajari modul ini.Dan bila jawabannya YA pada seluruh sub kompetensi,maka peserta diklat dapat melanjutkan dengan uji kompetensi.

BAB II

                                     PEMELAJARAN

A.   RENCANA BELAJAR SISWA

Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

JENIS KEGIATAN TANGGAL WAKTU TEMPAT BELAJAR ALASAN PERUBAHAN PARAF GURU

1. Memahami konstruksi dan cara kerja sistem kemudi

2. Memahami konstruksi dan prinsip kerja geometri roda

3. Memahami prosedur pembongkaran,pemeriksaan,perbaikan,pengujian dan penyetelan sistem kemudi

4.Memahami prosedur pengujian dan penyetelan geometri roda

5.Melakukan pembongkaran,pemeriksaan,perbaikan,pengujian dan penyetelan sistem kemudi

6.Melakukan penyetelan dan pengujian geometri roda

B.   KEGIATAN BELAJAR

 

1. Kegiatan Belajar 1 : Konstruksi dan cara kerja Sistem Kemudi.

a.    Tujuan Kegiatan Belajar 1.

1)   Peserta diklat dapat memahami fungsi sistem kemudi.

2)   Peserta diklat dapat memahami cara kerja sistem kemudi.

3)   Peserta diklat dapat memahami konstruksi sistem kemudi.

b.    Uraian materi 1.

1) Fungsi.

Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan  cara membelokkan roda depan.

2) Cara kerja.

Bila steering wheel (roda kemudi) diputar, steering coulomn (batang kemudi) akan    meneruskan tenaga putarnya ke steering gear (roda gigi    kemudi).

Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen puntir yang lebih besar untuk diteruskan ke steering lingkage. Steering lingkage akan meneruskan gerakan steering gear ke roda-roda depan. Jenis sistem kemudi pada kendaraan menengah sampai besar yang banyak digunakan adalah model recirculating ball dan pada kendaraan ringan yang banyak digunakan adalah model rack dan pinion. Agar sistem kemudi sesuai dengan fungsinya maka harus memenuhi persyaratan seperti berikut :

> Kelincahannya baik.

> Usaha pengemudian yang baik.

> Recovery ( pengembalian ) yang halus.

> Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal       mungkin.

  1. Steering wheel
  2. Steering coloumn
  3. Steering gear
  4. Pitman arm
  5. Idle arm
  6. Tie rod
  7. Relay rod
  8. Knuckle arm

Gambar: 1.  Sistim kemudi model Recirculating ball

1.Steering wheel

2.Steering coulomn

3.Universal joint

4.Housing steering rack

5.Booth steer

6.Tie rod

Gambar 2. Sistim kemudi model Rack dan pinion

3) Konstruksi.

Pada umumnya konstruksi sistem kemudi terdiri dari tiga bagian utama yaitu :

a) STEERING COULOMN.

Steering coulomn terdiri dari main shaft yang meneruskan putaran steering wheel ke steering gear dan coulomn tube yang mengikat main shaft ke body.Bagian ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergerigi sebagai tempat mengikatkan steering wheel dengan sebuah mur pengikat.

Bagian bawah main shaft dihubungkan dengan steering gear menggunakan flexibel joint atau universal joint yang berfungsi untuk menahan dan memperkecil kejutan dari steering gear ke steering wheel yang diakibatkan oleh keadaan jalan.

Steering coulomn harus dapat menyerap gaya dorong dari pengemudi dan  dipasangkan pada body melalui bracket coulomn tipe breakaway sehingga dapat bergeser turun pada saat terjadinya tabrakan.

Pada kendaraan tertentu,steering coulomn dilengkapi dengan :

Ø   Steering lock yang berfungsi untuk mengunci main shaft.

Ø    Tilt steering yang berfungsi untuk memungkinkan pengemudi menyetel posisi vertikal steering wheel.

Ø   Telescopic steering yang berfungsi untuk mengatur panjang main shaft,agar diperoleh posisi yang sesuai.

b) STEERING GEAR

Steering Gear berfungsi untuk mengarahkan roda depan dan dalam waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan.

Steering gear ada beberapa type dan yang banyak di gunakan adalah type recirculating ball dan rack and pinion.

Berat ringannya kemudi ditentukan oleh besar kecilnya perbandingan steering gear dan umumnya berkisar antara 18 sampai 20:1. Perbandingan steering gear yang semakin besar akan menyebabkan kemudi semakin ringan akan tetapi jumlah putarannya semakin banyak, untuk sudut belok yang sama.

Jumlah putaran roda kemudi (derajat)

Perbandingan steering gear =   ———————————————–

(tipe recirculating ball)             Jumlah gerakan pit man arm (derajat)

Jumlah putaran roda kemudi (derajat)

Perbandingan steering gear =   ———————————————–

             (tipe rack and pinion)              besarnya sudut belok roda depan(derajat)

1. Tipe Recirculating Ball

Gambar 3. Steering gear tipe recirculation ball

Cara kerja :

Bila roda kemudi diputar, maka gerakan ini diteruskan ke worm shaft/poros cacing, sehingga Nut (mur) kemudi akan bergerak mendatar kekiri atau kanan. Sementara nut bergerak, sektor shaft juga akan ikut berputar menggerakkan pitman arm yang diteruskan ke roda depan melalui batang-batang kemudi/steering linkage.

2.   Tipe rack and pinion

1.    Ball joint

2.    Tie rod

3.    Pinion

4.    Rack

5.    Karet Penutup (Booth)

6.    Joint Peluru

Gambar 4. Steering gear tipe rack dan pinion

Cara kerja :

Bila roda kemudi diputar, maka gerakan diteruskan ke roda gigi pinion. Roda gigi pinion selanjutnya akan menggerakkan roda gigi rack searah mendatar. Gerakan rack ini diteruskan ke steering knuckle melalui tie rod sehingga roda membelok.

c)   Steering linkage

Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering gera ke roda depan. Gerakan roda kemudi harus diteruskan ke roda-roda depan dengan akurat walaupun mobil bergerak naik turun. Ada beberapa tipe steering linkage yaitu :

1)   Steering linkage untuk suspensi rigid

Steering linkage tipe ini terdiri dari pitman arm, drag link, knuckle arm, tie rod dan tie rod end. Tie rod mempunyai pipa untuk menyetel panjangnya rod.

2)   Steering linkage untuk suspensi independence.

Pada tipe ini terdapat sepasang tie rod yaitu yang disambungkan dengan relay rod (pada tipe rack dan pinion, rack berfungsi sebagai relay rod. Untuk menyetel panjangnya rod, maka dipasangkan sebuah pipa diantara tie rod dan tie rod end.

c.     Rangkuman 1

1)      Sistem kemudi berfungsi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan.

2)      Cara kerja sistem kemudi, bila roda kemudi diputar, steering coulomn akan meneruskan tenaga putarnya ke steering gear. Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui steering linkage.

3)      Konstruksi sistem kemudi terdiri dari steering coulomn, steering gear dan steering linkage.

4)      Tipe sistem kemudi yang banyak digunakan khususnya untuk kendaraan penumpang adalah tipe recirculating ball dan tipe rack and pinion.

Jumlah putaran roda kemudi (drajat)

5)      Gear Ratio =

Jumlah getaran putaran\ sudut belok (drajat)

d.    Tugas 1

Buat gambar sistem kemudi tipe recirculating dan tipe rack and pinion pada kertas gambar ukuran A2 kemudian jelaskan/presentasikan didepan kelas/instruktur tentang bagaimana cara kerja, konstruksi dan fungsinya.

Kerjakan tes formatif 1 dan jangan melihat lembar jawabannya terlebih dahulu

Sebelum melanjutkan ke kegiatan belajar 2,cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban ,jika ada kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan belajar tersebut.Lakukan latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar memahami.

e.      Tes Formatif 1

Lingkarilah jawaban a, b, c, d, atau e dari soal-soal berikut ini yang menurut anda anggap benar.

1)           Fungsi sistem kemudi adalah untuk :

a.    Meluruskan roda-roda depan

b.    Mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkan roda depan

c.    Mengatur arah kendaraan dengan cara meluruskan salah satu atau kedua roda depan

d.    Mengatur arah kendaraaan dengan dengan cara membelokkan roda belakang

e.    Mengatur arah kendaraan dengan cara membelokkanroda depan dan roda belakang

2)           Urutan tenaga putar/tenaga gerak sehingga roda depan dapat membelok adalah :

a.    Steering gear – steering wheel – steering linkage – steering coulomn

b.    Steering coulomn – steering gear – steering linkage – steering wheel

c.    Steering wheel – steering coulomn – steering gear – steering linkage

d.    Steering linkage – steering coulomn – steering gear – steering wheel

e.    Steering whell – steering linkage – steering gear – steering coulomn.

3)           Yang bukan termasuk komponen sistem kemudi adalah :

a.    Steering reduksi

b.    Steering gear

c.    Steering wheel

d.    Steering linkage

e.    Steering coulomn

4)           Fungsi steering coulomn adalah :

a.    Meneruskan putaran dari steering gear ke roda kemudi

b.    Meneruskan putaran dari steering gear ke roda kemudi

c.    Meneruskan putaran dari steering coulomn ke steering wheel

d.    Menambah putaran dari steering coulomn ke steering wheel

e.    Meneruskan putaran dari steering wheel ke steering gear

5)           Pada steering coulomn juga dilengkapi dengan menisme tilt steering yang berfungsi untuk :

a.    Mereduksi putaran roda kemudi

b.    Meningkatkan momen putar roda kemudi

c.    Mengatur panjang main shaft

d.    Menyetel posisi vertikal roda kemudi

e.    Menyetel main shaft agar terkunci

6)           Steering gear selain berfungsi untuk mengarahkan roda depan juga berfungsi untuk :

a.    Meningkatkan momen agar steering linkage pendek

b.    Menurunkan momen agar kemudi menjadi ringan

c.    Meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan

d.    Meningkatkan putaran agar steering linkage menjadi pendek

e.    Meningkatkan sudut belok roda depan.

7)           Perbandingan steering gear untuk tipe rack dan pinion adalah :

a.    Sudut belok roda depan : putaran roda kemudi

b.    Jumlah putaran roda kemudi : jumlah gerakan pitman arm

c.    Jumlah gerakan pitman arm : jumlah putaran roda kemudi

d.    Jumlah putaran roda kemudi : besarnya sudut belok roda depan

e.    Besarnya sudut belok roda depan : jumlah gerakan pitman arm

8)           Fungsi steering linkage adalah untuk :

a.    Mereduksi tenaga gerak dari steering gear ke roda depan.

b.    Meneruskan tenaga gerak dari steering gear ke roda depan

c.    Mempertajam sudut belok roda depan

d.    Mempersingkat gerakan steering gear

e.    Menambah putaran steering gear

9)           Komponen-komponen steering linkage untuk suspensi Rigid adalah seperti berikut kecuali :

a.    Ralay rod

b.    Drag link

c.    Pitman arm

d.    Tie rod end

e.    Tie rod

10)        Sistem kemudi harus memenuhi persyaratan seperti berikut kecuali :

a.    Kelincahannya baik

b.    Usaha pengemudian yang baik

c.    Recovery/pengembalian yang halus

d.    Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal mungkin

e.    Pereduksian momen semaksimal mungkin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

f.     Kunci jawaban tes formatif 1

 

1)   b             6)  e

2)   c             7)  d

3)   a             8)  b

4)   e             9)  a

5)   d           10)  e

2. KEGIATAN BELAJAR 2 : Pemeriksaan, Perbaikan dan Penyetelan Sistem Kemudi

 

a. Tujuan kegiatan belajar 2

Setelah melakukan kegiatan belajar 2 peserta diklat mampu :

1)        Melakukan pemeriksaan awal sistem kemudi

2)        Melakukan pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan dan pemasangan steering coulomn

3)        Melakukan pembongkaran,pemeriksaan perbaikan dan pemasangan steering linkage

4)        Melakukan pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, penyetelan steering gear tipe recirculating ball

5)        Melakukan pembongkaran, pemeriksaan, perbaikan, penyetelan steering gear tipe rack dan pinion

b. Uraian Materi 2

Untuk melakukan kegiatan praktek sistim kemudi, bahan dan peralatan yang diperlukan seperti berikut :

Mobil yang lengkap

v  Peralatan tangan/hand tolls set, SST (menyesuaikan kebutuhan).

Grease/gemuk, sealant, minyak steering gear

v  Kunci momen, penggaris/mistar

v  Kain lap/majun

v  V block

v  Dial test indikator

Selain bahan dan alat yang dibutuhkan, perlu juga diperhatikan keselamatan kerja seperti berikut :

v  Gunakan tutup fender, tutup kursi dan lantai kendaraan agar kendaraan tetap bersih dan tidak rusak.

v  Selama melakukan pembongkaran, tempatkan komponen-komponen secara berurutan untuk mempermudah pemasangan.

v  Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya

v  Ikutri instruksi instruktur / guru atau prosesdur kerja yang tertera pada lembar kerja

v  Gunakan buku manual dari kendaraan tersebut.

1)   Melakukan pemeriksaan sistem kemudi

a)  Pemeriksaan steering coulomn

Gerakkan roda keatas-bawah, kiri-kanan, maju-mundur dan periksa apakah roda kemudi terpasang dengan baik pada main shaft, apakah main shaft keadaannya longgar  dan apakah steering coulomn terpasang dengan kuat.

Gambar 5. Memeriksa sterring coulomn

b)  Pemeriksaan kebebasan roda kemudi (steering wheel)

Putar roda depan hingga pada posisi lurus kemudian putar roda kemudi perlahan-lahan tetapi jangan sampai roda bergerak. Besarnya gerakan roda kemudi pada saat ini disebut dengan kebebasan (free play). Besarnya kebebasan tergantung pada model mobil, tetapi biasanya tiak melebihi dari 30 mm.

Bila kebebasannya berlebihan, penyebabnya dapat berasal dari salah satu diantara yang tersebut berikut :

v  Mur roda kemudi kurang keras

v  Keausan atau penyetelan steering gear yang tidak tepat

v  Linkage joint aus

v  Pemasangan linkage bracket longgar

v  Bantalan roda longgar

v  Main shaft joint longgar

c)  Pemeriksaan kelonggaran steering linkage

Dongkraklah bagian depan mobil dan goyangkan roda depan maju mundur, dan dari satu sisi ke sisi lainnya. Bila gerakannya berlebihan kemungkinan linkage atau wheel bearingnya aus.

d)  Pemeriksaan kelonggaran bantalan roda (wheel bearing)

Dongkrak bagian depan mobil dan periksa kelonggaran ini dengan menggoyangkan bagian atas dan bawah pada tiap roda. Bila ternyata longgar, penyebabnya kemungkinan suspension arm bushing, ball join atau wheel bearing longgar. Periksa kelonggaran dengan jalan menekan pedal rem. Bila kelonggarannya berkurang, berarti ada bagian selain wheel bearing yang longgar. Bila kelonggarannya hilang sama sekali berarti penyebabnya berasal dari bantalan roda yang sudah aus.

e) Pemeriksaan ketinggian minyak steering gear, jika rendah, periksa kebocoran, tambah minyak atau perbaiki.

f)  Pemeriksaan steering gear berat

Gerakkan roda kemudi yang berat biasanya disebabkan oleh tahanan yang terlalu besar pada sistem kemudi atau oleh gaya pengembalian roda-roda yang berlebihan setelah belok.

Dongkrak naik bagian depan kendaraan. Lepaskan steering gear dan stearing linkage agar dapat memeriksa bagian-bagian satu persatu. Bila gerakan gigi kemudi (steering gear) berat, penyebabnya mungkin kerusakan pada gigi kemudi, penyetelan preload yang tidak tepat, minyak atau gemuk kurang, bearing atau bushingnya cacat.

g)  Pemeriksaan ball joint

Lepaskan steering knuckle arm dengan linkage dan gerakan knuckle arm. Bila terasa berat, kemungkinan kingpin atau ball joint keadaannya rusak.

2)  Melaksanakan pembongkaran, perbaikan dan pemasangan steering coulomn

 Lepas dan pasang komponen-komponen seperti gambar :

a) Pelepasan steering coulomn dari kendaraan.

(1)

melepas kabel negatip baterai

(2)       melapas poros utama

(a)    buatlah tanda pada universal joint dan poros intermediate

(b)    lepas poros intermediate dari universal joint.

(3)   melepas roda kemudi

(a)  lepas pad roda kemudi

(b)  lepas mur roda kemudi

(c) lepas potongan kontrak klakson dan lepas kontak klakson

(d) lepas dua skrup dan plat kontak klakson

(e) lepas dua sekrup dan tutup        roda kemudi.

(f)  Buatlah tanda pada poros utama dan roda kemudi.

(g) menggunakan SST, lepas roda kemudi.

(4)   melepas tutup coulomn bawah dan swit kombinasi

(5)   Melepas swit kombinasi dari braket atas.

(6) melepas empat baut dari tutup lubang coulomn

(7)  melepas steering coulomn

(a) lepas dua baut braket coulomn

(b) lepas tutup coulomn atas

(c)  tarik rakitan coulomn kemudi

b) Pembongkaran komponen-komponen steering coulomn

(1) Lepas bracket atas dari rakitan pipa coulomn

(a) lepas penahan bantalan

(b) menggunakan tang snap ring, lepas snap ring

(c) Putar kunci pengapian keposisi ACC.

(d) lepas baut kepala tirus dengan bor dan ekstraktor baut.

(e) kepas dua baut, dan pisahkan bracket tas dengan pipa coulomn.

(f)  menggunakan tang snap ring, lepas snap ring

(2) Lepas pembatas aksial

(a) menggunakan tang snap ring, lepas snap ring.

(b) tarik pembatas aksial keluar dari poros utama.

(3) Lepas poros intermediate dari poros utama

(a) buatlah tanda pada poros intermediate dan kopling

(b) lepas dua bau dan mur.

c) Pemeriksaan dan perbaikan steering coulomn

(1) Periksa bracket atas

(a) Cek bahwa mekanisme pengunci kemudi bekerja normal

(b) Cek kondisi putaran bantalan atas dan cek erhadap suara abnormal.

(2) bila perlu, ganti bantalan atas

(a) menggunakan SST dan palu, lepas bantalan.

(c) berikan gemuk MP pada bantalan

(d) menggunakan SST dan palu, pasang bantalan pada bracket.

d) Pemasangan komponen steering coulomn

(1) asang intermediate shaft pada main shaft

(a) luruskan tanda pada intermediate shaft dan kopling

(b)    pasang dua baut dan mur

   Momen = 250 kgff.cm

 

 

(2) Pasang pembatas pada main shaft

(a) pasang pembatas pada main shaft

(b) menggunakan tang snap ring, pasang snap ring

(3)

Pasang bracket atas pada pipa coulomn

(a) menggunakan tang snap ring, pasang snap ring

(b)  pasang main shaft ke dalam pipa coulomn

(c) pasang baut kepala tirus baru dan kencangkan sampai kepala baut putus.

(d)  pasang dan kencangkan dua baut.

Momen = 75 kgff.cm

 

 

 

 

 

(e) menggunakan tang snap ring, pasang snap ring.

(f) pasang penahan bantalan

e) Pemasangan kembali steering coulomn pada kendaraan

(1) Tempatkan coulomn kemudi pada posisi terpasang

(2) Pasang intermediate shaft pada worm shaft

Luruskan tanda pada yoke dan poros pinion

(3) Sementara pasang dua baut bracket pipa coulomn dan tutup coulomn atas

(4) Pasang tutup lubang coulomn kemudi

Pasang tutup lubang coulomn dengan empat baut.

Momen = 13 kgf.cm

 

 

(5) Kencangkan dua baut bracket pipa coulomn

Momen = 13 kgf.cm

(6) Pasang swit pengapian pada bracket pipa coulomn

(7)  Pasang swit kombinasi

(8)  Pasang tutup coulomn

(9)  Pasang roda kemudi

(a) Pasang tutup roda kemudi dan plat kontak, kontak klakson pada roda kemudi

(b) Luruskan tanda pada main shaft dan roda kemudi

(c)  Hubungkan konektor klakson dan pasang roda kemudi

(d) Pasang dan kencangkan mur

Momen = 350 kgf.cm

(e)  Pasang pad roda kemudi

(10)       Pasang universal joint

Kencangkan baut universal joint

Momen = 360 kgf.cm

(11) Hubungkan kabel negatif pada baterai

3)           Melakukan pembongkaran, perbaikan dan pemasangan steering linkage

a) Pelepasan steering linkage dari kendaraan

(1) lepaskan dan pasang pitman arm dari/ke sector shaft

(a) longgarkan mur pitman arm

(b) dengan menggunakan SST, lepaskan pitman arm dari sector shaft

(c) pada waktu memasang, luruskan tanda pada pitman arm dengan sector shaft dan pasangkan spring washer dengan murnya.

(2)      lepaskan pitman arm dari relay rod

Penahan debu pada setiap joint tidak boleh rusak.

(3)      Lepaskan tie rod dari relay rod

Dengan menggunakan SST, lepaskan tie rod dari relay rod.

Penahan debu pada setiap joint tidak boleh rusak

(4)   Lepas tie rod dari knuckle  arm

(a)  Lepaskan axle-hub

(b) Dengan menggunakan SST, lepaskan tie rod dari knuckle arm

Penahan debu tidak boleh rusak

(5)    Pasangkan tie rod

(a)  Pasangkan tie rod end ke tie rod dengan jalan diputar. Panjang tie rod harus sekitar 314,5 mm (12,382 in) dan panjang ulir yang tersisa pada kedua tie rod end harus sama.

PENTING :

-    Tie rod end harus dimasukkan ke adjusting tube dengan panjang ulir yang sama di ujung kiri dan kanan.

-    Kleman (tube clamp) harus dipasang sedemikian rupa sehingga segaris dengan garis pembagi pada pipa (tube).

(b)  Putarkan tie rod sehingga keduanya menyilang dengan sudut 90o dan pasangkan.

(6)    Lepaskan steering damper dari relay rod

Dengan menggunakan SST, lepaskan steering damper dari relay rod

Penahan debu tidak boleh rusak.

Lepaskan steering damper dari tie rod.

Dengan menggunakan SST, lepaskan steering damper dari tie rod.

(7)    lepaskan idler arm dari relay rod

(untuk 2WD & 4WD W/IFS)

Dengan menggunakan SST, lepaskan idler arm dari relay rod.

SST 09611 – 22012

Catatan : Penahan debu tidak boleh rusak.

b) Pembongkaran dan pemasangan idler arm bracket.

Pembongkaran idler seal tidak boleh rusak.

(1)    lepaskan idler arm bracket cap

dengan menggunakan obeng dan palu, lepaskan idler arm bracket cap.

 

(2)    lepaskan idler arm beserta poros

Lepaskan murnya dan tarik idler arm dengan porosnya ke luar dari idler arm bracket.

 

(3)    Lepaskan oil seal

Dengan menggunakan obeng lepaskan oil seal.

c) Pemasangan idler arm bracket

(1) Pasangkan oil seal

Dengan menggunakan SST, pasangkan oil seal yang baru

(2) Berikan MP Grease

(3) Pasangkan idler arm bracket

(a)  Masukkan idler arm shaft ke dalam bracket.

(b)  Pasangkan washer dan murnya

       Momen = 800 kgf-cm

       (58 ft-lb, 78 N-m)

Pakailah mur baru

(4)  Periksa idler arm terhadap kondisi putarnya.

Dengan torque gauge, putarkan murnya beberapa kali dan baca momennya.

Momen : 5 – 30 kgf-cm

                   (5-26 in.lb,

                   0,5 – 2,9 N-m)

 

 

(5)  Pasang idler arm bracket cap

(a) berikan sealant pada ujung cap

(b) dengan menggunakan SST Pasang idler arm bracket cap.

d) Pelepasan dan penyambungan drag link

(1)  Lepas dan hubungkan pitman  arm dari/ke drag link

(a) Lepaskan cotter pin, plug dan ball stud seat.

(b)  Lepaskan pitman arm dari drag link

(c)  Lepaskan ball stud seat, spring dan spring seat

(d) Masukkan dudukan pegas, spring dan dudukan ball stud ke dalam drag link

(e)    pasangkan drag link denganpenahan debu ke pitman arm

(f)     masukkan dudukan ball stud dan plug, dan kencangkan plug sepenuhnya

(g)

longarkan plug 1-1/3 putaran dan pasang cotter pin baru

(2)  Lepas dan hubungkan drag link dari/ke knuckle arm

(a)  Lepas cotter pin, plug, dudukan spring dan dudukan ball stud

(b)  Lepaskan drag link dari knuckle arm

(c)  Lepaskan dudukan ball stud

(d)  Masukkan dudukan ball stud ke dalam drag link

(e)  Pasangkan drag link dengan penahan debu ke knuckle arm

(f)   Masukkan dudukan ball stud, spring penahan debu, dudukan spring

(g)  Keraskan dudukan plug sepenuhnya.

(h)  Longgarkan plug 1-1/3 putaran dan pasang cotter pin baru.

4)           Melakukan pembongkaran, perbaikan, penyetelan steering gear type recirculating ball

Lepas dan pasang komponen-komponen seperti pada gambar.

1.            Baut kopling

2.            Relay Rod

3.            Mur Pitman Arm

4.            Rumah Roda Gigi

a) Pelepasan steering gear dari kendaraan menurut nomor urut seperti   pada gambar di atas.

(1)   Buka mur pitman arm dan dengan menggunakan SST, lepaskan ujung tie rod dari pitman arm.

b) Pelepasan komponen-komponen steering gear menurut nomor urut  seperti pada gambar berikut :

(1)   Buka pitman arm dengan SST

(2)   Buka tutup ujung dan poros sektor

Buang oli dari rumah roda gigi sebelum membuka poros sektor

(3)   Kendorkan mur pengunci dengan SST

(4)  Buka sekrup penyetel bantalan dengan SST

c) Pemeriksaan dan perbaikan komponen-komponen steering gear

(1)  Poros Cacing Mur

Jangan membongkar mur peluru dari poros utama kemudi.

(2)  Periksa keadaan perputaran dari mur

Mur harus dapat berputar dengan lembut akibat berat sendiri.

(3)  Agar peluru tidak rusak, jangan memukul mur peluru pada ujung poros cacing.

(4)  Mengganti Outer Race Bantalan

(a) Dengan menggunakan SST, buka outer race bantalan dan seal oli dari sekrup penyetel

(b) Dengan menggunakan SST, pasang outer race bantalan.

(c) Dengan menggunakan SST, pasang seal oli.

(d) Dengan menggunakan SST, buka outer race bantalan rumah roda gigi.

(e) Dengan menggunakan SST, pasang outer race bantalan.

(5)  Jangan membongkar kapsul dari poros sektor

(6)  Ukur celah aksial poros sektor dan pilih sebuah thrust washer yang akan memberikan celah minimum antara poros sektor dan sekrup penyetel.

Limit celah : 0,05 mm

Thrust Washer

Jenis

Tebal mm

No. 1

2.00

No. 2

2.04

No. 3

2.08

No. 4

2.12

No. 5

2.16

No. 6

2.20

(7)

(a) Buka oil seal dengan obeng

(b) Pasang oil seal baru dengan SST (09620 – 30010)
No. 2,6

d) Pemasangan komponen-komponen steering gear sesuai nomor urut seperti pada gambar berikut :

(1)   Sebelum merakit, beri gemuk serba guna pada bos, jarum dan oil seal .

(2)  Rakit sekrup pengatur bantalan dan stellah preload bantalan dengan mengencangkan sekrup sedikit demi sedikit dengan SST.

Sebelum menyetel pre load, kencangkan terlebih dahulu mur sehingga bantalan dapat terpasang dengan baik.

(3)  Ukur pre load bantalan dengan kunci momen dan SST

Pre load : 3 – 4 kgf-cm

(a) Periksa bahwa kedua gerakan, kiri dan kanan adalah sama

(b) Mur bulat ditahan sedikit sehingga tidak berputar.

(4)  Kencangkan mur pengunci dengan SST

Setelah mur pengunci dikencangkan, perhatikan bahwa pre load bantalan tidak mengalami perubahan.

(5)  Tempatkan mur bulat dipertengahan gigi cacing dan masukkan poros sektor ke dalam rumah roda gigi.

Usahakan agar mur bulat dan poros sektor berkaitan satu sama lain tepat di tengah-tengah gigi.

(6)  Putar skrup penyetel berlawanan dengan arah putaran jarum jam dan pasang tutup ujung poros sektor.

Sebelum mengencangkan baut-baut pengatur kendorkan terlebih dahulu sekrup dahulu sekrup sampai habis menggunakan obeng.

(7)  Tempatkan poros cacing pada posisi netral dan buatlah tanda pemasangan padanya.

Untuk menentukan posisi netral, hitunglah jumlah putaran poros lalu kembalikan lagi setengah dari jumlah tersebut.

(8)  Atur preload keseluruhan dengan memutar sekrup pengatur. Kemudian ukur pre load dengan SST

Pre load (starting) :

     Penambahan harga preload tanpa poros sektor : 3 – 4 kgf-cm

 

 

 

(9)  Stellah preload keseluruhan dengan memutar kapsul dengan SST, kemudian ukur beban mula dengan SST.

Pre load : Tambah

     3 – 4 kgf-cm dari harga preload tanpa poros sektor.

 

Pengukuran pre load harus dilakukan dengan poros cacing ditempatkan di tengah-tengah (posisi netral).

(10) Kencangkan mur pengunci

Setelah mur pengunci dikencangkan, perhatikan bahwa pre load tidak mengalami perubahan

(11) Kencangkan mur pengunci dengan SST.

Setelah mengencangkan mur pengunci, perhatikan bahwa pre load keseluruhan tidak mengalami perubahan.

(12) Pasang pitman arm dan kencangkan mur sedikit.

Luruskan tanda-tanda pemasangan yang ada pada pitman arm dan poros sektor.

(13) Periksa backlash poros sektor.

Tidak ada backlash dari poros sektor dalam daerah 100o ke kiri dan ke kanan dari posisi neutral.

e) Pemasangan steering gear pada kendaraan sesuai nomor urut seperti pada gambar berikut :

(1)  Isi oli roda gigi

Kapasitas : 380 cc

     Tinggi oli  : kurang dari 24 + 5 mm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(2)  Periksa gerak bebas roda kemudi.

Gerak bebas roda kemudi : 0 – 30 mm

 

5)           Melakukan pembongkaran, perbaikan dan penyetelan steering gear type rack dan pinion.

Komponen-komponen steering gear type rack dan pinion seperti gambar berikut :

a) Pembongkaran komponen-komponen steering gear tipe rack dan pinion

(1) Jepitkan rumah gigi (gear housing) pada ragum

Dengan menggunakan SST, pegang gear housing pada ragum.

Catatan :

  • sebelum membongkar, bersihkan dahulu kotoran-kotoran, minyak dan lain-lain.
  • Rack housing terbuat dari alumunium, pastikan agar menggunakan SST dan jepitkan pada ragum.

(2)  Lepaskan tie road

(a) Longgarkan mur pengunci dan berikan tanda pada tie road dan ujung rack.

(b) Lepaskan tie road dan mur penguncinya

(3)  Lepaskan Rack Boot

(a) Lepaskan mur pengunci dan kleman-kleman

(b) Lepaskan rack boot

Berhati-hati agar rack boot tidak tergores

(c) Berikan tanda pada boot kiri dan kanan

(4)    

Lepaskan rack end dan claw Washer

(a) Dengan menggunakan palu dan obeng atau pahat, longgarkan bagian claw washer dan dilipat

-    Hindarkan pukulan pada rack

-    Beri tanda pada ujung rack kiri dan kanan

(b) Dengan menggunakan SST, lepaskan rack end

(c) Lepaskan claw washer

(5) Lepaskan Mur pengunci rack guide spring cap.

Dengan menggunakan SST, lepaskan mur pengunci rack guide spring cap.

Karena mur penguncinya tipis dan berbentuk bundar, berhati-hati agar kunci SST tidak terpeleset dan keluar.

(6)

Lepaskan rack guide spring cap

Dengan menggunakan SST, lepaskan rack guide spring cap.

(7)  Lepaskan spring dan rack guide

Bila rack guide melekat keras karena gemuk dan sulit dilepaskan, tariklah dengan tang.

(8) Lepaskan mur pengunci pinion bearing adjusting screw

Dengan menggunakan SST, lepaskan mu pengunci pinion  bearing adjusting screw.

(9)  Lepaska pinion bearing adjusting screw

Dengan menggunakan menggunakan SST, lepaskan pinion bearing adjusting screw.

(10) Lepaskan pinion dengan bearing atas

Berhati-hati agar tidak merusak alur-alurnya

(a) Tarik sepenuhnya rack dari housing dan luruskan bagian rack yang berlekuk dengan pinion.

(b) Lepaskan pinion bersama-sama dengan bearing bagian atas.

(11)

Lepaskan rack

Lepaskan rack dari sisi pinion tanpa memutarkannya.

Bila rack ditarik dari sisi tube, ada kemungkinan bushing akan rusak oleh gigi-gigi rack.

Keluarkan rack dengan arah seperti terlihat pada gambar (sisi housing) tanpa memutarnya.

b) Pemeriksaan dan penggantian komponen-komponen steering gear rack dan pinion

(1)

Periksa Rack

(a) Periksa kebengkokan rack, kausan gigi-gigi atau kerusakan.

Kebengkokan maksimum : 0,3 mm (0,012 in)

(b) Periksa permukaan belakangnya terhadap kerusakan dan keausan. Bila keadaannya rusak gantilah.

Jangan menggunakan sikat kawat pada saat membersihkan.

(2)

Ganti bearing bagian atas pinion

(a) Dengan menggunakan SST, lepaskan bearing bagian atas.

(b) Dengan menggunakan SST, pasang bearing atau yang baru.

Berhati-hati terhadap arah bearing. Bagian yang mempunyai seal harus berada di bawah (sisi gigi)

(3)

Penggantian bearing bagian bawah pinion

(a) Panaskan pinion housing sampai di atas 80oC (176oF).

(b) Pukul rack housing dengan palu plastik untuk melepas bearing.

(c) Panaskan rack housing sampai di atas 80oC (176oF)

(d) Dengan menggunakan SST, pasanglah bearing bawah yang baru.

Perhatikan arah bearing.

(4)

Ganti rack bushing

(a) Dengan menggunakan obeng, longgarkan ketiga bushing claw dan lepaskan rack bushing dari rack.

(b) Pastikan bahwa lubang tube tidak tersumbat oleh gemuk.

Bila lubang tube tersumbat oleh gemuk, tekanan boot akan berubah setelah dirakit dan handlenya diputar.

(c) Pasangkan bushing baru ke dalam rack housing, dan luruskan ketiga lubangnya.

(5)

Ganti pinion oil seal

(a) Dengan menggunakan SST, lepaskan pinion oil seal.

(b) Dengan menggunakan SST, masukkan oil seal baru sampai menonjol 0,5 mm (0,020 in).

c) Pemasangan Kembali komponen-komponen steering gear rack dan pinion.

(1)  Berikan Gemuk

(2)    Pasangkan rack ke dalam rack      housing

(a) Dari sisi pinion, pasangkan ke dalam rack housing.

(b) Tepatkan posisi lekuk rack sedemikian rupa sehingga pinion dapat dipasang ke dalamnya.

(c) Luruskan bagian potongan rack dengan pinion.

(3) Pasangkan pinion ke dalam housing

Pastikan bahwa ujung pinion masuk tepat pada bearing bawah.

(4)  Pasang pinion bearing Adjusting screw

(a) Berikan sealant pada 2 atau 3 ulir

(b) Dengan menggunakan SST, pasang pinion bearing adjusting screw.

(5)   Setel pinion preload

(a)Tepatkan bagian potongan rack dengan pinion.

(b) Dengan menggunakan SST, keraskan pinion bearing adjusting screw hingga momen pinion 3,7 kgf cm (3,2 in-lb. 0,4 N-m)

(c) Dengan menggunakan SST, longgarkan pinion bearing adjusting screw hingga momen pinion 2,3-3,3 kgf-cm (2,0-2,9 in-lb,
0,2-0,3 N-m)

Preload (berputar) :

2,3-3,3 kgf-cm

     (2,0-2,9 in-lb, 0,2-0,3 N-m)

 

(6) Pasang mur pengunci pinion bearing adjusting screw.

(a) Berikan sealant pada 2 atau 3 ulir mur pengunci.

(b) Dengan menggunakan SST, pasangkan mur pengunci.

Momen : 930 kgf-cm (67 ft-lb, 91 N-m)

Gunakan kunci momen dengan panjang fulcrum 42,5 cm (6,732 in)

(c) Periksa kembali pinion preload. Bila keadaannya tidak tepat, setel kembali

Preload (berputar) :

2,3-3,3 kgf-cm

     (2,0-2,9 in-lb, 0,2-0,3 N-m)

Bila tidak sesuai dengan standard, perbaiki pada saat memasang bearing.

(7)   Pasangkan rack guide dan pegas

Catatan : berikan gemuk pada bagian yang bergesekan, disamping, dibelakang dan pada permukaannya.

(8)   Pasang rack guide spring cap (tutup pegas)

(a) Berikan sealant pada 2 atau 3 ulir cap.

(b) Singgungkan rack dengan pinion.

(c) Dengan menggunakan SST, pasangkan sementara, rack guide spring cap.

(9)

Stel total preload

(a) Dengan menggunakan SST, keraskan rack guide spring cap.

Momen : 50 kgf-cm (43 in-lb, 4,9 N-m)

(b) Putarkan pinion shaft sekali atau dua kali kekiri dan ke kanan

(c) Dengan menggunakan SST, hitung putaran total pinion dan putar balik pinion setengah dari jumlah putaran itu.

(d) Dengan menggunakan SST, sambil secara bertahap longgarkan rack guide spring cap, ukur dan setel preloadnya.

Preload (berputar) :

10 – 13 kgf-cm

(8,7-11,3 in-lb,1,0-1,3 N-m)

Pada saat mengukur preload, ukurlah dalam jarak satu putaran pada kedua arah dari posisi netral.

(10)  Pasang mur pengunci spring cap

(a) Berikan sealant pada 2 atau 3 ulir mur pengunci.

(b) Dengan menggunakan SST, kencangkan mur pengunci dengan momen.

Momen : 6790 kgf-cm
(41 ft-lb, 56 N-m)

Gunakan kunci momen dengan panjang fulcrum 34 cm (13, 39 in)

(c) Periksa kembali total pre load.

(11) Pasang rack end dan claw washer

(a) Pasang claw washer yang baru

Luruskan kuku-kuku claw washer dengan alur pada rack.

(b) Dengan menggunakan  SST, pasang rack end dan keraskan dengan momen.

Momen : 730 kgf-cm (53 ft-lb, 72 N-m)

Gunakan kunci momen dengan panjang fulcrum 43 cm (13,39 in).

(c) Matikan claw washer

Berhati-hati agar tidak memukul rack.

(12)   Pasang rack boot

(a) Pasang rack boot

Catatan :

-    Boot kiri dan kanan tidak sama, jadi periksalah dulu sebelum memasang (boot pada sisi tube tirus).

-    Berhati-hati jangan sampai boot rusak atau terpuntir.

(b) Pasang kleman dan klip

Mulut klip menghadap keluar seperti pada gambar agar tidak merusak boot.

(13)   Pasang tie rod

(a) Putar mur pengunci dan tie rod pada rack end hingga tandanya lurus.

(b) Setelah menyetel toe-in, keraskan mur pengunci dengan kunci momen.

Momen : 570 kgf-cm

(41 ft-lb, 56 N-m)

Pastikan bahwa panjang tie rod kiri dan kanan adalah sama. (Jarak antara tie rod end ball dengan rack end harus sama A = B)

c.  Rangkuman 2

 

1)     Pemeriksaan yang harus dilakukan pada sistim kemudi diantaranya :

a)      Pemeriksaan steering coulomn

b)      Pemeriksaan kebebesan roda kemudi

c)      Pemeriksaan kelonggaran steering linkage

d)      Pemeriksaan ketinggian minyak steering gear

e)      Pemeriksaan steering gear

2)     Yang harus diperhatikan saat pembongkaran dan pemasangan steering coulomn :

a)      Buatlah tanda pada poros intermediate dan kopling penyambungnya.

b)      Luruskan tanda pada yoke dan poros pinion

c)      Luruskan tanda pada main shaft dan roda kemudi

 

3)  Yang harus diperhatikan saat pembongkaran dan pemasangan steering lingkage :

a)      Penahan debu setiap joint tidak boleh rusak

b)      Tie rod end harus dimasukkan ke adjusting tube dengan panjang ulir yang sama di ujung liri dan kanan

c)      Tube clamp harus dipasang sedemikian rupa sehingga segaris dengan garis pembagi pada pipa

d)      Ikuti momen kekencangan yang dianjurkan

4)  Yang harus diperhatikan saat pembongkaran dan pemasangan steering   gear tipe recirculating ball

a)    Jangan membongkar mur peluru dari poros utama kemudi

b)   Agar peluruu tidak rusak jangan memukul mur peluru pada ujung poros cacing

c)    Jangan membongkar kapsul dari poros sektor

d)   Tinggi oli : kurang dari 24 + 5 mm

e)    Gerak bebas roda kemudi : 0 – 30 mm

5)  Yang harus diperhatikan saat pembongkaran dan pemasangan steering gear tipe rack dan pinion

a)    Saat melepas tie rod berikan tanda pada tie rod dan ujung rack

b)   Saat melepas rack boot berikan tanda pada boot kiri dan kanan

c)    Saat melepas rack end dan claw washer beri tanda pada ujung rack kiri dan kanan

d)   Pastikan bahwa panjang tie rod kiri dan kanan sama

e)    Ikuti momen kekencangan yang dianjurkan

 

 

 

d. Tugas 2

 

Anda diminta untuk melaksanakan praktek pemeriksaan,perbaikan dan penyetelan sistim kemudi sesuai dengan materi kegiatan belajar 2.

 

Setelah selesai melaksanakan praktek sistim kemudi, buatlah laporan kerja dan presentasikan pada guru. Kemudian buatlah kesimpulan mengenai keadaannya.

Kerjakan tes formatif 2 dan jangan melihat lembar jawabannya terlebih dahulu.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan belajar 3,cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan belajar tersebut.Lakukan latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar memahami dan terampil.

e.  Tes formatif 2

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas :

1)    Bagaimana cara memeriksa kebebasan roda kemudi ?

2)    Bagaimana cara memasang roda kemudi ?

3)    Bagaimana cara memasang dan melepas pitman arm dari/ke sektor shaft ?

4)    Bagaimana cara menempatkan poros cacing pada posisi netral ?

5)    Bagaimana cara memasang tie rod ?

f.  Kunci jawaban tes formatif 2

1)  Cara memeriksa kebebasan roda kemudi seperti berikut :

Putar roda depan hingga pada posisi lurus kemudian putar roda kemudi perlahan-lahan tetapi jangan sampai roda bergerak. Besarnya gerakan roda kemudi pada saat ini disebut dengan kebebasan (free play). Besarnya kebebasan tergantung pada model mobil, tetapi biasanya tiak melebihi dari 30 mm.

2)  Cara memasang roda kemudi adalah sebagai berikut :

a) Pasang tutup roda kemudi dan plat kontak, kontak klakson pada roda   kemudi

b) Luruskan tanda pada main shaft dan roda kemudi

c) Hubungkan konektor klakson dan pasang roda kemudi

d) Pasang dan kencangkan mur

3)  Cara memasang dan melepas pitman arm dari/ke sektor shaft adalahseperti berikut :

a) longgarkan mur pitman arm

b) dengan menggunakan SST, lepaskan pitman arm dari sector shaft

c) pada waktu memasang, luruskan tanda pada pitman arm dengan sector shaft dan pasangkan spring washer dengan murnya.

4)  Cara menempatkan poros cacing pada posisi netral adalah :

Tempatkan poros cacing pada posisi netral dan buatlah tanda pemasangan padanya.

Untuk menentukan posisi netral, hitunglah jumlah putaran poros lalu kembalikan lagi setengah dari jumlah tersebut.

5)  Cara memasang tie rod adalah :

a) Putar mur pengunci dan tie rod pada rack end hingga tandanya lurus.

b) Setelah menyetel toe-in, keraskan mur pengunci dengan kunci momen.

    Momen : 570 kgf-cm

(41 ft-lb, 56 N-m)

Pastikan bahwa panjang tie rod kiri dan kanan adalah sama. (Jarak  antara tie rod end ball dengan rack end harus sama A = B)

g.  Lembar penilian kegiatan belajar 2

1)  LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK PEMERIKSAAN SISTIM KEMUDI

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses (sistimatika dan cara kerja)

1.    memeriksa steering coulomn

2.    memeriksa kebebasan steering wheel

3.    memeriksa kelonggaran steering linkage

4.    memeriksa kelonggaran wheel bearing dan ball joint

5.    memeriksa steering gear

10

10

10

10

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    Pemasangan steering coulomn

2.    Kebebasan steering wheel

3.    Kelonggaran steering linkage

4.    kelonggaran wheel bearing

5.    ketinggian minyak

6.    pembuatan laporan

5

5

5

5

5

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian (kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

2)  LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK STEERING COULOMN

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses

(sistimatika dan cara kerja)

1.    melepas steering coulomn dari kendaraan

2.    membongkar steering coulomn

3.    memeriksa komponen steering coulomn

4.    memasang steering coulomn

5.    memasang kembali steering coulomn pada permukaan

10

10

10

10

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    melepas steering coulomn dari kendaraan

2.    membongkar steering coulomn

3.    memeriksa komponen steering coulomn

4.    memasang steering coulomn

5.    memasang kembali steering coulomn pada kendaraan

6.    pemberian tanda

7.    momen kekencangan baut

8.    pembuatan laporan

3

3

3

3

3

5

5

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian

(kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

3)  LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK STEERING LINKAGE

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses

(sistimatika dan cara kerja)

1.    melepas steering linkage dari kendaraan

2.    memeriksa steering linkage

3.    menyetel tie rod

4.    membongkar dan memasang idle arm

5.    memasang kembali steering linkage pada kendaraan

10

10

10

10

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    Pelurusan tanda pada pitman arm

2.    penyetelan tie rod

3.    momen kekencangan baut

4.    melepas, memelihara dan memasang steering linkage

5.    membongkar dan memasang idle arm

6.    pembuatan laporan

5

5

5

5

5

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian

(kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

4)  LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK STEERING GEAR

TYPE RECIRCULATING BALL

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses

(sistimatika dan cara kerja)

1.    melepas steering gear dari kendaraan

2.    membongkar komponen-komponen steering gear.

3.    memeriksa dan memperbaiki komponen steering gear

4.    memasang komponen-komponen steering gear

5.    memasang kembali steering gear pada kendaraan

10

10

10

10

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    Celah aksial poros sektor

2.    Pre load/momen

3.    Back lash

4.    Tinggi olie

5.    Gerak bebas roda kemudi

6.   pembuatan laporan

5

5

5

5

5

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian

(kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

5)  LEMBAR PENILAIAN PRAKTEK STEERING GEAR

TYPE RACK DAN PINION

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses

(sistimatika dan cara kerja)

1.    melepas steering gear dari kendaraan

2.    membongkar rumah roda gigi (gear housing)

3.    memeriksa dan mengganti gear housing

4.    memasang dan menyetel gear housing

5.    memasang steering gear pada kendaraan

10

10

10

10

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    Pemberian tanda

2.    Kebengkokan rack

3.    Pre load/momen

4.    Penyetelan panjang tie rod

5.   pembuatan laporan

5

5

5

10

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian

(kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

3. KEGIATAN BELAJAR 3 : Geometri Roda (Wheel Alignment)

 

a. Tujuan kegiatan belajar 3

Peserta didik dapat memahami fungsi geometri roda kendaraan.

1)      Peserta didik dapat memahami prinsip kerja geometri roda kendaraan.

2)      Peserta didik dapat memahami komponen-komponen geometri roda.

b.  Uraian materi 3

1)   Pengertian

Geometri roda (wheel alignment) adalah  sudut-sudut kemiringan roda yang dibentuk oleh garis sumbu vertikal jika kendaraan dipandang  dari depan, samping atau atas.

2)   Fungsi

Fungsi geometri roda adalah untuk memudahkan pengemudian kendaraan, menstabilkan pengemudian, menghasilkan daya balik kemudi yang baik, mengurangi keausan ban.

3)   Komponen-komponen

Geometri roda (wheel alignment) terdiri dari : Camber, Caster, Steering Axis Inclination (Kingpin Inclination), Toe-in dan Toe-out, Perbedaan sudut belok.

4)   Prinsip Kerja

a)  Camber

Camber adalah kemiringan roda  bagian atas kearah dalam/luar terhadap garis sumbu vertikal jika kendaraan dilihat dari depan. Besar sudut kemiringannya diukur dalam  derajat.                   Bila   kemiringan roda bagian atas ke arah luar disebut camber positif. Pada Camber positif roda-roda terdorong ke dalam sehingga mencegah roda agar tidak lepas. Bila sudut camber positif terlalu besar mengakibatkan keausan roda terjadi pada bagian luar roda.Camber positif menyebabkan pengemudian menjadi ringan

Camber positif

Bila kemiringan roda bagian atas kearah dalam disebut camber negatif. Camber negatif membuat kendaraan cenderung lurus dan stabil.  Bila sudut camber negatif terlalu besar mengakibatkan keausan roda terjadi pada bagian dalam roda. Camber negatif menyebabkan pengemudian berat.Camber negatif menyebabkan efek kebebasan bantalan roda bertambah dan dapat memperbesar momen bengkok spindle.

Camber Negatif

Bila garis tengah roda sejajar dengan garis sumbu vertikal,maka disebut camber 0.

Camber 0 dapat mencegah keausan ban yang tidak merata. Camber 0 menyebabkan stabilitas pengemudian berkurang, menyebabkan getaran pada roda kemudi besar dan tidak stabil.

Camber 0

Besar sudut camber.

Besar sudut camber umumnya : -1 s.d 3 derajat

Besar sudut camber yang sering dipakai : 0 s.d 1 derajat

Perbedaan sudut camber.

Yang dimaksud perbedaan sudut camber adalah perbedaan sudut camber roda kiri dan kanan.

Perbedaan sudut camber yang diperbolehkan biasanya sekitar 0,5 derajat ( 30 menit )

b)  Caster

Caster adalah kemiringan steering axis bagian atas kearah depan atau belakang terhadap garis sumbu vertikal bila dipandang dari samping kendaraan.

Saat jalan lurus caster berfungsi menggerakkan roda tetap stabil dalam posisi lurus walau roda kemudi dilepas dan pada saat kendaraan membelok ban menopang pada permukaan jalan dengan baik.

Trail adalah jarak antara dari titik potong garis tengan steering axis dengan jalan dan titik pusat singgung ban dengan jalan.

Caster positif adalah bila kemiringan steering axis bagian atas ke arah belakang.

Kendaraan pada umumnya menggunakan caster positif karena menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok. Bila caster positif terlalu besar maka akan menyebabkan trail makin panjang dan daya balik kemudi makin besar, akan tetapi kemudi cenderung menjadi lebih berat.

Trail

Caster  Positif

Caster negatif adalah bila kemiringan steering axis bagian atas kearah depan. Caster negatif membuat kemudi ringan, tetapi kestabilan kendaraan saat berjalan lurus menjadi berkurang dan kemudi kurang dapat dikendalikan sehingga jarang digunakan pada kendaraan pada umumnya.

Trail

Caster  Negatif

Caster 0 adalah bila steering axis sejajar dengan garis sumbu vertikal.Pada caster 0 saat kendaraan jalan lurus,roda tidak cenderung mencari sikap lurus,sehingga tidak ada kestabilan saat jalan lurus.

Caster 0

Sudut caster umumnya : 3 – 8 derajat

Perbedaan yang diijinkan antara roda kiri dan kanan : 0,5 derajat ( 30 menit )

c)   Steering Axis Inclination (Kingpin Inclination)

Steering axis adalah garis sumbu tempat roda berputar saat berbelok kekiri atau kekanan dan bisa digambarkan antara bagian atas dari shock absorber upper support bearing sampai lower suspension arm ball joint.

Steering axis inclination adalah kemniringan steering axis bagian atas ke arah dalam bila dipandang dari depan kendaraan.

Offset adalah jarak antara titik potong steering axis dengan jalan dan titik potong garis tengah ban dengan jalan.

Offset yang lebih kecil akan membuat kemudi menjadi lebih ringan dan kejutan akibat pengereman dan percepatan berkurang.

Steering axis inclination juga menghasilkan daya balik kemudi dengan cara memanfaatkan berat kendaraan.

Steering Axis Inclination

d)    Wheel Angle (Perbedaan sudut belok)

Wheel angle (Perbedaan sudut belok) adalah jarak antara roda kanan dan roda kiri terhadap titik pusat yang sama kedua roda pada saat membelok.

Bila roda depan kanan dan kiri harus mempunyai sudut belok yang sama besar, perbedaan sudut beloknya harus sama (r1 = r2). Akan tetapi masing-masing roda akan berputar mengelilingi titik pusat yang berbeda (O1 dan O2). Akibatnya kendaraan tidak dapat membelok dengan lembut karena terjadinya side-slip pada roda-roda.

Titik pusat berbeda pada saat membelok

Untuk mencegah ini, knuckle arm dan tie rod disusun agar pada saat membelok roda-roda sedikit toe-out. Akibatnya sudut belok roda inner sedikit lebih besar dari pada sudut belok roda outer dan titik pusat putaran roda kiri dan kanan berimpit. Akan tetapi sudut beloknya berbeda (r1 > r2). Prinsip ini disebut prinsip Ackerman.

Titik pusat sama pada saat berbelok

Untuk tipe suspensi yang tie rodnya terletak di belakang spindle, knuckle arm sedikit diserongkan ke arah dalam ( Ø).

e)  Toe Angle (Toe-In dan Toe-Out) adalah perbedaan antara jarak bagian depan dan jarak bagian belakang roda kanan dan  kiri bila kendaraan dilihat dari atas.

Bila bagian depan roda lebih kecil ke arah dalam dari pada bagian belakang roda (dilihat dari atas), ini disebut toe-in. sebaliknya susunan yang berlawanan disebut toe-out.

Bila bagian depan roda sama dengan bagian belakang roda,disebut toe-0

Toe-in : A < B

                       Roda bagian depan berada pada posisi saling mendekat

Toe-out : A > B

Roda bagian depan berada pada posisi saling menjauh

Toe-0 : A = B

Roda kiri dan kanan pada posisi paralel

Bila roda-roda depan memiliki camber positif, maka bagian atas roda miring mengarah keluar. Hal ini akan menyebabkan roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus, dan akan terjadi side-slip. Dan ini akan mengakibatkan ban menjadi aus.

Untuk itu toe-in digunakan pada roda-roda depan untuk mencegah roda menggelinding keluar yang disebabkan oleh camber.

Dengan demikian toe-in berfungsi sebagai koreksi camber dan sebagai koreksi gaya penggerak.

Mobil dengan penggerak roda belakang, penyetelan toe-in umumnya : 0 + 5 mm

Mobil dengan penggerak roda depan, penyetelan toe out umumnya : 0 + 2 mm

c. Rangkuman 3

1)  Wheel alignment (geometri roda) adalah sudut-sudut kemiringan roda yang dibentuk oleh garis sumbu vertikal jika kendaraan dipandang dari depan,samping atau atas

2)  Wheel alignment (geometri roda) terdiri dari faktor-faktor/komponen-komponen sebagai berikut :

          a)  Camber

          b)  Caster

          c)  Steering Axis Inclination

          d)  Wheel Angle (perbedaan sudut belok)

          e)  Toe Angle (Toe-in dan Toe-out)

3)  Faktor-faktor/komponen-komponen tersebut diatas saling mempengaruhi satu terhadap yang lainnya. Sehingga dalam pengukuran dan penyetelannya masing-masing harus tepat.

4)  Fungsi wheel alignment adalah agar kendaraan :

a)  Mudah dikemudikan

b)  Pengemudian menjadi stabil

c)  Pengembalian kemudi setelah belok baik

d)  Mengurangi keausan ban

d. Tugas 3

Buat gambar masing-masing faktor/komponen wheel alignment (geometri roda) pada kertas gambar ukuran A2, kemudian jelaskan dan presentasikan didepan kelas/instruktur tentang bagaimana fungsi dan prinsip kerjanya.

Kerjakan tes formatif 3 dan jangan melihat kunci jawabannya terlebih dahulu.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan belajar 4,cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban ,jika ada kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan belajar tersebut.Lakukan latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar memahami.

e. Test Formatif 3

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1)   Sebutkan yang dimaksud geometri roda ?

2)   Apa kegunaan geometri roda ?

3)   Sebutkan komponen-komponen geometri roda ?

4)   Apa yang dimaksud camber ?

5)   Mengapa caster negatif jarang digunakan pada kendaraan ?

6)   Jelaskan tentang offset ?

7)   Mengapa sudut belok roda depan kanan dan roda depan kiri saat kendaraan membelok tidak sama ?

8)   Mengapa roda depan kendaraan dibuat toe-in ?

f. Kunci Jawaban tes formatif 3

1)   Geometri roda (Wheel alignment) adalah :  sudut-sudut kemiringan roda yang dibentuk oleh garis sumbu vertikal  bila kendaraan dipandang dari depan, samping atau atas.

2)   Kegunaan geometri roda pada kendaraan adalah :

a)     Memberikan kemudahan dalam pengemudian.

b)    Pengemudian menjadi stabil.

c)     Setelah belok, pengembalian kemudi lebih baik.

d)    Mengurangi keausan ban.

3)   Komponen-komponen geometri roda adalah :

a)     Camber

b)    Caster

c)     Steering Axis inclination

d)    Wheel angle (perbedaan sudut belok)

e)     Toe Angle (toe-in dan toe-out)

4)   Camber adalah :

Kemiringan roda depan bagian atas ke arah dalam/luar terhadap garis sumbu vertikal bila kendaraan dilihat dari depan.

5)   Caster negatif jarang digunakan pada kendaraan karena kestabilan kendaraan saat berjalan lurus menjadi berkurang dan kemudi kurang dapat dikendalikan.

6)   Offset adalah :

Jarak antara titik potong steering axis dengan jalan dan titik potong garis tengah ban dengan jalan.

7)   Sudut belok roda depan kanan dan roda depan kiri tidak sama saat kendaraan membelok agar titik pusat putaran roda depan kanan dan roda depan kiri berimpit menyatu pada titik yang sama sehingga kendaraan dapat membelok dengan lembut karena tidak terjadi side slip pada roda-roda depan.

8)   Roda depan kendaraan dibuat toe-in agar roda-roda depan tidak menggelinding keluar yang disebabkan oleh camber pada saat kendaraan berjalan lurus sehingga tidak terjadi side-slip yang dapat mengakibatkan ban menjadi aus.

4. KEGIATAN BELAJAR 4 :

Pengukuran dan penyetelan geometri roda

a.  Tujuan kegiatan belajar 4

1) Peserta didik dapat melakukan pengukuran dan penyetelan camber,  caster dan steering axis inclination.

2) Peserta didik dapat melakukan pengukuran dan penyetelan wheel angle (perbedaan sudut belok)

3)  Peserta didik dapat melakukan pengukuran dan penyetelan toe-in.

4)  Peserta didik dapat melakukan tes jalan.

b.  Materi praktek 2

Untuk melakukan praktek pengukuran dan penyetelan geometri roda alat dan bahan yang dibutuhkan seperti berikut :

1)  mobil lengkap bisa dijalankan

2)  brake pedal pusher

3)  toe-in gauge

4)  turning radius gauge

5)  camber-caster-king pin gauge

6)  tire pressure gauge

7)  dial gauge dan supporting tool

8)  kunci momen

9)  hand tools, SST (menyesuaikan kebutuhan)

Keselamatan kerja

1)  gunakan peralatan tangan sesuai fungsinya

2)  gunakan tutup fender tutup kursi dan tutup lantai agar kendaraan tetap bersih

3)  gunakan buku manual / spesifikasi

4)  lakukan pengukuran dan penyetelan pada tempat yang datar dan rata.

Sebelum melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda (wheel alignment) perlu dilakukan pemeriksaan terhadap komponen-komponen yang mempengaruhi geometri roda antara lain :

1)  deformasi atau keausan pada bagian steering linkage

2)  deformasi atau keausan pada bagian yang berkaitan dengan suspensi depan

3)  kemiringan lateral body (jarak antara chasis dengan tanah)

4)  ball joint kemungkinan aus

5)  tire-rod end kemungkinan aus

6)  front wheel bearing kemungkinan aus

7)  panjang strut bar kiri dan kanan

8)  perbedaan wheelbase kiri dan kanan

9)  tekanan udara ban (pada kondisi normal)

10)  keausan ban yang tidak normal dan sangat menyolok atau ukuran ban yang berbeda

11)  run out ban (keliling dan permukaan)

12)  lateral run out : kurang dari 1,0 mm.

Langkah kerja :

1)   Mengukur dan menyetel camber, caster dan steering axis inclination.

Ukurlah camber,caster dan steering axis inclination dengan menggunakan camber-caster-kingpin gauge,cara pengukurannya adalah sebagai berikut:

a)  Pemasangan gauge adapter

(1) lepaskan wheel cap

(2) Lepaskan cotter pin dan nut cap, kemudian lepaskan bearing lock out (pada model dengan wheel alumunium, lepaskan juga ban).

(3) Kencangkan gauge adapter dengan tangan.

b)  Tempatkan kendaraan pada turning radius gauge

(1) setel turning radius gauge pada 0o dan pasangkan penguncinya.

(2) Gerakkan kendaraan ke depan sekitar 5m (16,4 ft) dengan roda depan pada posisi lurus dan ditempat rata.

(3) Tempatkan kendaraan diatas turning radius gauge sedemikian rupa sehingga garis pusat ban dan garis pusat spindle lurus di tengah gauge.

Terutama pada saat mengukur dengan portable turning radius gauge, pasangkan stand yang tingginya sama dengan gauge dibawah roda belakang sehingga semua roda berada pada ketinggian yang sama.

(4) Tekan pedal rem dengan brake pedal pusher. Jangan menekan pedal dengan kaki anda, karena berat badan anda akan mempengaruhi hasil pengukuran.

-   caster dan steering axis inclination diukur sambil memutar roda depan kekiri dan kekanan. Akan tetapi, jika roda berputar kedepan atau ke belakang selama pengukuran ini maka tidak akan diperoleh hasil pengukuran yang tepat.

-   untuk mencegah habisnya battery, lepaskan sekring lampu rem sehingga lampu rem tidak menyala selama pengukuran, dan juga lepaskan connector ke switch lampu stop.

c)  Ukur jarak chassis ke tanah (ground clearance)

Kalau jarak kendaraan tidak standard, cobalah menyetelnya dengan menekan kebawah atau mengangkat body. Kalau masih tidak tepat, periksa kerusakan pada bagian pegas atau suspensi.

Sebelum pemeriksaan wheel alignment, setel chassis ground clearance sesuai dengan spesifikasi.

d)  pasangkan camber-caster-kingpin gauge pada adapter.

(1) bebaskan pengunci turning radius gauge.

(2) luruskan center rod dari camber-caster-kingpin gauge dengan center dari gauge adapter dan pasangkan keduanya.

Pengikat camber-caster-kingpin gauge terhadap adapter adalah magnet yang sangat kuat. Karena pada magnet terdapat plat pelindung, plat ini harus dilepas terlebih dahulu sebelum memasang gauge ke adapter.

e)  Mengukur camber

(1) tepatkan gelembung udara pada level dititik “0”

(2) baca skala gelembung udara dari Camber gauge.

Meskipun skala pada Camber gauge mempunyai skala 30’, hubungan antara gelembung udara dan garis skala dapat dibaca seperti dibawah sehingga diperoleh  skala 5”.

  • 0’                      Gelembung udara sedikit melewati kedua garis skala dengan seimbang.

  • 5’                      Gelembung udara lurus dengan garis skala di sebelah kiri.
  • 10’                    ada jarak sedikit antara gelembung udara dengan garis sebelah kiri.
  • 15’                    Jarak antara gelembung udara dengan garis skala sebelah kiri dan kanan sama.
  • 20’                    Ada jarak sedikit antara gelembung udara dengan garis skala sebelah kanan.
  • 25’                    Gelembung udara lurus dengan garis skala sebelah kanan.
  • 30’                    Gelembung udara sedikit melewati kedua garis skala dengan seimbang.

f)  Mengukur Caster dan steering axis inclination.

Lakukan pengukuran ini langsung setelah mengukur Camber.

(1) Putarkan roda depan dengan hati-hati keluar 20o.

(2) Putar adjusting knob pada bagian belakang gauge sampai gelembung udara untuk Caster dan steering Axis inclination berada di skala nol (“0”).

Penting :

-   Gauge body harus terpasang dengan baik sehingga tidak bergerak pada saat pengukuran. Kalau gauge bergerak, setel kembali sampai diperoleh posisi yang tepat.

-   karena terdapat dua skala untuk mengukur steering Axis Inclination setiap roda harus disetel sendiri-sendiri pada saat meluruskan garis Skala “0”.

(3) Sekarang putar roda kedalam 20o dari posisi lurus.

(4) Baca skala ukur gelembung udara pada Caster dan Steering Axis Inclination Gauge.

Penting :

Pada gauge ini dapat dipergunakan hubungan antara gelembung udara dengan garis skala seperti di bawah untuk pengukuran yang paling mendekati 15’.

  • 0’                           gelembung udara sedikit keluar dari garis skala pada kedua sisi.

  • 15’                         Gelembung udara sedikit melewati garis skala pada kedua sisi.

  • 30’                         Gelembung udara sedikit keluar dari kedua garis skala pada kedua sisi.

g)  Jika hasil pengukuran Camber, Caster dan Axis inclination tidak sesuai dengan specifikasi, maka lakukan penyetelan sebagai berikut :

(1) Contoh penyetelan Camber dan Caster.

Dengan mengambil contoh tipe yang Camber dan Casternya dapat disetel dengan memutar baut pengikat tipe eccentric cam, disini akan dijelaskan berapa banyak baut penyetel harus diputar :

Berikut ini adalah contoh nilai standard

Camber

Caster

Pemerisaan

STD

Penyetelan

STD

Pemeriksaan STD

Penyetelan

STD

45’+45’

45’+30’

2o30’+45’

2o30’+30’

(a) Ukurlah Camber dan Caster

Nilai pengukuran :

Camber    : 2o

Caster      : 3o

Adjustment Chart

______________ Camber

———————- Caster

Increase front cam

Decrease front cam

(b) Periksa apakah hasil pengukuran memenuhi standar atau tidak. Pada contoh, nilai Camber tidak tepat dengan hasil pengukuran standard, jadi diperlukan penyetelan.

(c) Dapatkan titik potong (A) dari garis Camber 2o dengan garis Caster 2o pada diagram penyetelan.

(d) Lihat pada diagaram untuk mengetahui beberapa banyak adjustring Cam depan dan belakang harus diputar.

Cam depan : + 7,5 (putar baut 7,5 strip pada skala dengan arah penambahan).

Cam belakang : + 5 (putar baut 5 strip pada skala dengan arah penambahan).

(e) Ukur kembali Camber dan Caster untuk memastikan bahwa hasil penyetelan telah memenuhi standar. (Kalau tidak, periksa adanya perubahan bentuk pada Suspension arm, dll).

(2) Karena steering axis inclination tidak ada mekanisme penyetelannya, maka jika hasil pengukurannya tidak sesuai specifikasi, carilah bagian yang rusak dan ganti atau perbaiki bagian tersebut.

h)  Dengan cara yang sama ukur Camber, Caster dan Axis Inclination pada roda yang sebelahnya.

2)   Mengukur dan menyetel wheel angle (perbedaan sudut belok)

Pengukuran ini harus dilakukan oleh 2 orang.

a)    Ukurlah wheel angle setelah steering wheel diputar searah jaruh jam

(1)   Putarlah steering wheel searah jarum jam sampai habis.

(2)   Bacalah turning angle roda kiri dan kanan pada turning radius gauge.

b)    Ukurlah wheel angle setelah steering wheel diputar berlawanan arah jarum jam.

Bacalah besarnya turning angle roda kiri dan kanan pada turning radius gauge dengan cara yang sama seperti pada saat steering wheel diputar searah dengan jarum jam.

Kalau wheel angle berbeda dengan spesifikasi standard, periksalah panjang Tie-rod kiri dan kanan apakah sama.

Penting !

Kalau panjang Tie-rod tidak sama, wheel angle tidak dapat disetel dengan tepat.

Bila panjang Tie-rod dirubah pada saat menyetel wheel angle periksa Toe-In.

c)    Penyetelan wheel angle dapat dilakukan dengan memutar baut knuckle stopper. Tapi tidak semua kendaraaan menggunakan baut knuckle stopper.

3)   Mengukur dan menyetel Toe angle (Toe-In)

a)    Periksa Toe-In

Ukurlah Toe-in menggunakan toe-in gauge dengan cara sebagai berikut :

(1)   Ayunkan kendaraan ke atas dan ke bawah supaya suspensi stabil.

(2)   Dorong kendaraan ke depan sekitar 5 m (16,4 ft) dengan roda depan pada posisi lurus dan pada tempat yang datar.

Penting!

-      Pengukuran toe-in harus dilakukan dengan kendaraan didorong ke depan. Jangan mendorong kendaraan kebelakang sampai pengukuran selesai.

-      Tempat dilakukannya pengukuran harus benar-benar rata dan datar.

(3)   Berikan tanda pada bagian belakang kedua roda depan, di tengah Tread dan ukur jarak antara kedua tanda.

Referensi :

Berikan tanda pada Tread ban dengan kapur atau isolatip kemudian gunakan kawat atau spidol untuk membuat tanda +.

(4)   Majukan kendaraan sampai tanda pada bagian belakang ban berada setinggi gauge pada bagian depan ban.

Penting !

Kalau roda berputar terlalu jauh, ulangi dari langkah (2).

(5)   Ukurlah jarak antara kedua tanda pada bagian depan ban.

Standard pemeriksaan :

1 + 2 mm (0,04 + 0,08 In)

Kalau Toe-in tidak sesuai dengan spesifikasi, lakukan penyetelan.

b)    Setel Toe-in

(1)   Lepaskan klip pada boot

(2)   Longgarkan mur pengundi tie rod end

(3)   Putar tie rod end kiri dan kanan dengan jumlah yang sama untuk menyetel Toe-in.

Standar penyetelan :

1 + 1mm (0,04 + 0,04 In)

Penting !

Pastikan bahwa panjang tie rod end kiri dan kanan sama.

Kesalahan panjang Tie rod end kiri dan kanan : Kurang dari 1,5mm (0,059 In).

(4)   Keraskan mur pengunci Tie rod end

Momen : 570 kgf-cm (41ft-lb, 56 N-m)

(5)   Tempatkan tiap-tiap boot pada dudukannya dan jepitlah.

Penting !

Pastikan bahwa boot tidak terpuntir.

4)    Melakukan tes jalan

Setelah menyetel front axle, suspensi, kemudi dan/atau front wheel alignment, lakukan test jalan berikut untuk memeriksa hasil penyetelan :

a)    Berjalan Lurus

(1)  Pada saat kendaraan berjalan lurus, roda kemudi harus pada posisi yang tepat.

(2)  Pada saat berjalan dijalan datar dan rata, kendaraan harus berjalan lurus tanpa kecenderungan belok kiri atau kanan.

(3)  Tidak boleh ada goncangan atau bergetar pada kemudi.

b)    Membelok

Roda kemudi harus dapat berputar mudah pada kedua arah, dan pada saat dibebaskan harus kembali ke posisi semula (lurus) dengan cepat dan lembut.

c)    Mengerem

Roda kemudi harus tidak narik ke salah satu arah pada saat direm di jalan datar dan lurus.

d)    Periksa dari kemungkinan suara janggal

Selama test jalan harus dilakukan pemeriksaan terhadap suara-suara yang janggal. Pada saat dibelokkan penuh, komponen suspensi dan kemudi tidak menyentuh body atau chassis.

5)    Test Side Slip

Side slip adalah jumlah jarak slipnya roda kiri dan kanan ke arah samping pada saat kendaraan bergerak.

Side slip diukur dengan side slip tester pada saat kendaraaan bergerak lurus dan perlahan.

Side slip pada umumnya dinyatakan dalam mm, per 1 m bergeraknya kendaraan ke depan. Pada umumnya besarnya side slip adalah 0-3 mm (0 – 0,118 in)

Tujuan mengukur side slip adalah untuk menilai wheel alignment secara keseluruhan pada  saat kendaraan berjalan lurus.

Terjadinya side slip terutama disebabkan oleh kesalahan camber atau toe-in, akan tetapi caster dan sudut king pin (steering axis inclination) perlu mendapat perhatian pula.

Side slip dilakukan bagi sekolah/pusat pelatihan yang memiliki side slip tester. Bagi sekolah/pusat pelatihan yang tidak memiliki side slip tester cukup melakukan tes dengan tes jalan.

a) Cara melakukan tes side slip

(1) Alat yang diperlukan :

(a) Tire pressure gauge

(b) Side slip tester

(2) Langkah kerja :

(a) Pemeriksaan sebelum pengukuran

(b) Ukurlah chassis ground clearance

(c) Ukurlah side slip

    Jalankan kendaraan pelan-pelan dan lurus ke depan di atas side slip tester.Baca penunjukan side slip pada saat roda melewati tester.

Limit side slip

Kurang dari 3,0 mm/m (0,118 in/3,3 ft)

Kalau side slip melebihi limit, maka toe in atau faktor front wheel alignment lainnya mungkin tidak tepat.

Penting !

Jangan berhenti pada saat roda depan berada diatas tester.

Bila menggunakan portable side slip tester,pasangkan blok kayu yang sama tingginya dengan tester di bawah roda belakang untuk menyamakan tinggi kendaraan.

c. Rangkuman 4

1)  Sebelum melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda perlu dilakukan pemeriksaan terhadap komponen-komponen yang mempengaruhinya.

2)  Pembacaan skala gelembung udara pada caster,camber dan king pin gauge harus benar dan teliti agar diperoleh hasil pengukuran yang tepat.

3)  Mengukur dan menyetel wheel angle dilakukan oleh 2 orang

     Kalau wheel angle berbeda dengan spesifikasi standard, periksalah panjang Tie-rod kiri dan kanan apakah sama.

Kalau panjang Tie-rod tidak sama, wheel angle tidak dapat disetel dengan tepat.

Bila panjang Tie-rod dirubah pada saat menyetel wheel angle periksa Toe-In.

4)  Berikan tanda pada bagian belakang kedua roda depan, di tengah Tread dan ukur jarak antara kedua tanda.

     Berikan tanda pada Tread ban dengan kapur atau isolatip kemudian gunakan kawat atau spidol untuk membuat tanda +.

5)  Yang harus dilakukan saat tes jalan antara lain :

a)  Kendaraan berjalan lurus

b)  Kendaraan membelok

c)  Kendaraan mengerem

d)  Memeriksa kemungkinan ada suara janggal/abnormal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d.  Tugas 4

Anda diminta untuk melaksanakan praktek pengukuran dan penyetelan geometri roda sesuai dengan materi kegiatan belajar 4.

Setelah selesai melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda (wheel alignment), buatlah laporan kerjanya dan presentasikan pada instruktur / guru. Buatlah kesimpulan mengenai kondisinya.

Kerjakan tes formatif 4 dan jangan melihat kunci jawabannya terlebih dahulu.

Sebelum melanjutkan ke kegiatan evaluasi atau uji kompetensi,cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban dan instrumen penilaian,jika ada kompetensi yang belum tercapai,pelajari kembali kegiatan belajar tersebut.Lakukan latihan sesering mungkin sampai Anda benar-benar memahami dan terampil.

e.  Tes formatif 4

 

     Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas :

 

1) Sebutkan beberapa pemeriksaan sebelum melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda ?

2)  Bagaimana cara mengukur camber ?

3)  Bagaimana cara mengukur caster dan king pin inclination ?

4)  Bagaimana cara mengukur wheel angle ?

5)  Bagaimana melakukan tes jalan saat kendaraan berjalan lurus ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

f.  Kunci jawaban tes formatif 4

 

1)  Pemeriksaan sebelum melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda antara lain :

a) Periksalah ban terhadap keausan,ukuran ban tidak tepat dan tekanan ban tidak tepat.

b) Periksalah kelonggaran bearing roda.

c) Periksa kebengkokan roda (run out)

d) Periksa kelonggaran suspensi.

e) Periksa kelonggaran sambungan kemudi.

 

2)  Cara mengukur camber adalah :

a) Tepatkan gelembung udara pada level dititik “0”

b) Baca skala gelembung udara dari Camber gauge.

 

3)  Cara mengukur caster dan king pin inclination adalah :

a) Putarkan roda depan dengan hati-hati keluar 20o.

b) Putar adjusting knob pada bagian belakang gauge sampai gelembung udara untuk Caster dan steering Axis inclination berada di skala nol (0)

 

4)  Cara mengukur wheel angle adalah :

a) Ukurlah wheel angle setelah steering wheel diputar searah jaruh jam

(1) Putarlah steering wheel searah jarum jam sampai habis.

(2)  Bacalah turning angle roda kiri dan kanan pada turning radius gauge.

b) Ukurlah wheel angle setelah steering wheel diputar berlawanan arah jarum jam.

Bacalah besarnya turning angle roda kiri dan kanan pada turning radius gauge dengan cara yang sama seperti pada saat steering wheel diputar searah dengan jarum jam.

5)  Cara melakukan tes jalan saat kendaraan berjalan lurus adalah :

a) Pada saat kendaraan berjalan lurus, roda kemudi harus pada posisi yang tepat.

b) Pada saat berjalan dijalan datar dan rata, kendaraan harus berjalan lurus tanpa kecenderungan belok kiri atau kanan.

c) Tidak boleh ada goncangan atau bergetar pada kemudi.

 

 

 

 

 

 

 

 

g.  Lembar penilaian kegiatan belajar 4

6) LEMBAR PENILAIAN PENGUKURAN DAN PENYETELAN

GEOMETRI RODA (WHEEL ALIGNMENT)

Aspek Penilaian

Skor (1 – 10)

Keterangan

Bobot

Nilai

Proses

(sistimatika dan cara kerja)

1.    Mengukur Camber

2.    Mengukur Caster

3.    Mengukur Steering Axis Inclination

4.    Mengukur Wheel Angle (Turning radius)

5.    Mengukur Toe Angle (Toe-In)

6.    Test Jalan

8

8

8

8

8

10

Syarat lulus peserta diklat minimal mencapai 70 dengan skor setiap aspek minimal 70

Sub total

50

Hasil kerja

1.    Camber :

2.    Caster :

3.    Steering Axis Inclination :

4.    Wheel Angle (turning radius) :

5.   Toe Angle (Toe-In) :

6.   Test Jalan

5

5

5

5

5

5

Sub Total

30

Sikap / Etos Kerja

1.  penggunaan alat

2.  Keselamatan kerja

5

10

Sub Total

15

Waktu penyelesaian

(kecepatan kerja)

1.  Waktu penyelesaian

5

Sub Total

5

TOTAL

100

Tanda tangan instruktor / guru    :

Tanda tangan peserta diklat        :

BAB III 

                                             EVALUASI

 

A.   PERTANYAAN.

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat.

1. Sebutkan fungsi sistem kemudi.

2. Sebutkan syarat-syarat sistem kemudi agar sesuai dengan fungsinya.

3. Sebutkan cara kerja sistem kemudi model recirculating ball.

4. Sebutkan cara kerja sistem kemudi model rack dan pinion.

5. Sebutkan pemeriksaan yang harus dilakukan pada sistem kemudi.

6. Berapa tinggi permukaan oli steering gear.

7.   Berapa gerak bebas roda kemudi.

8.   Bagaimana cara memasang tie rod.

9.   Apakah fungsi geometri roda ( wheel alignment )

10.   Terdiri dari apa sajakah geometri roda.

11.   Apakah yang dimaksud dengan caster

12.   Komponen-komponen apa saja yang harus diperiksa sebelum

melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda.

13.  Berapa standar penyetelan toe-in.

B.   KUNCI JAWABAN EVALUASI.

 

1.  Sistem kemudi berfungsi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara

Membelokkan roda depan.

Agar sistem kemudi sesuai dengan fungsinya maka harus memenuhi        Persyaratan seperti berikut :

Ø  Kelincahannya baik.

Ø  Usaha pengemudian yang baik.

Ø  Recovery ( pengembalian yang halus.

Ø  Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal mungkin.

3. Cara kerja sistem kemudi model recirculating ball adalah seperti berikut : 

          Bila roda kemudi diputar,maka gerakan ini diteruskan ke worm shaft/poros cacing,sehingga nut (mur)  kemudi akan bergerak mendatar ke kiri atau ke kanan.Sementara nut bergerak,sektor shaft juga akan ikut berputar menggerakkan pitman arm yang diteruskan ke roda depan melalui batang-batang kemudi.

4. Cara kerja sistem kemudi model rack dan pinion adalah seperti berikut :

Bila roda kemudi diputar,maka gerakan diteruskan ke roda gigi pinion selanjutnya akan menggerakkan roda gigi rack searah mendatar.Gerakan rack ini diteruskan ke steering knuckle melalui tie rod sehingga roda membelok.

5. Pemeriksaan yang harus dilakukan pada sistem kemudi adalah :

Ø  Memeriksa steering coulomn.

Ø  Memeriksa kebebasan roda kemudi.

Ø  Memeriksa kelonggaran steering linkage.

Ø  Memeriksa kelonggaran bantalan roda

Ø  Memeriksa ketinggian minyak steering gear.

Ø  Memeriksa steering gear berat.

Ø  Memeriksa ball joint.

6. Tinggi permukaan oli steering gear adalah sekitar 24 mm.

7. Gerak bebas roda kemudi adalah : 0 – 30 mm.

8. Cara memasang tie rod seperti berikut :

Ø  Memutar mur pengunci dan tie rod pada rack end hingga tandanya lurus

Ø  Setelah menyetel toe-in,mengeraskan mur pengunci dengan kunci momen.

Momen : 570 Kgf-Cm.

Memastikan bahwa panjang tie rod kiri dan kanan adalah sama.Jarak antara tie rod end ball dengan rack end harus sama.

9. Fungsi geometri roda pada kendaraan adalah untuk :

Ø  Memudahkan pengemudian kendaraan.

Ø  Menstabilkan pengemudian.

Ø  Menghasilkan daya balik kemudi yang baik.

Ø  Mengurangi keausan ban.

10. Geometri roda terdiri dari:

Ø  Camber.

Ø  Caster.

Ø  Steering axis inclination (King pin inclination).

Ø  Toe-in dan Toe-out.

Ø  Perbedaan sudut belok.

11. Yang dimaksud caster adalah kemiringan steering axis bagian atas kearah depan atau belakang terhadap garis sumbu vertikal bila dipandang dari samping kendaraan.

12. Komponen-komponen yang harus diperiksa sebelum melakukan pengukuran dan penyetelan geometri roda adalah :

Ø  deformasi atau keausan pada bagian steering linkage

Ø  deformasi atau keausan pada bagian yang berkaitan dengan suspensi depan

Ø  kemiringan lateral body (jarak antara chasis dengan tanah)

Ø  ball joint kemungkinan aus

Ø  tire-rod end kemungkinan aus

Ø  front wheel bearing kemungkinan aus

Ø  panjang strut bar kiri dan kanan

Ø  perbedaan wheelbase kiri dan kanan

Ø  tekanan udara ban (pada kondisi normal)

Ø  keausan ban yang tidak normal dan sangat menyolok atau ukuran ban yang berbeda

Ø  runout ban (keliling dan permukaan)

Ø  lateral runout : kurang dari 1,0 mm.

13.   Standar penyetelan toe-in adalh 1 + 1 mm.

C.   KRITERIA KELULUSAN

 

ASPEK

SKOR

( 1-10 )

BOBOT

NILAI

KETERANGAN

Aspek sikap        
1. Kebersihan alat dan perlengkapan  

5

   
2. Keselamatan dan kesehatan kerja  

10

   
3. Ketepatan perencanaan penyelesaian modul  

5

   
Aspek kognitif  

 

  Syarat lulus sis
1. Kemampuan menjawab soal latihan  

5

  wa minimal mencapai nilai
2. Kemampuan menjawab soal evaluasi  

10

  70 dengan skor setiap aspek
3. Kemampuan membuat kesimpulan  

5

  minimal 70
Aspek psikomotor  

 

   
1. Kemampuan menggunakan manual  

10

   
2. Kemampuan melakukan dan penggunaan peralatan  

20

   
3. Kemampuan menganalisis permasalahan  

20

   
4. Kemampuan membuat laporan  

10

   
                    Jumlah  

100

   

 

KRITERIA KELULUSAN

 

70 s.d 79   : Memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan

80 s.d 89   : Memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan

90 s.d 100 : Di atas minimal tanpa bimbingan

BAB IV

                                              PENUTUP

 

       Peserta diklat yang telah mencapai tingkat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya.Sementara peserta diklat yang belum mencapai tingkat kelulusan minimal atau belum berhasil lulus,tidak diperkenankan untuk mengambil modul berikutnya dan harus mengulang kembali modul Perbaikan Sistem Kemudi ini.

                               DAFTAR PUSTAKA

 

1. Toyota Astra Motor, 1994, Training Manual Steering System Step 2, Jakarta,

PT.Toyota Astra Motor.

2. Toyota Astra Motor, 1994, Training Manual Wheel Alignment & Tires Step 2,

Jakarta, PT.Toyota Astra Motor.

3. Astra International Training Center, Basic Mechanic Training 3, Astra Internasional.

4. Toyota Service Training, 1996, New Step 1, Jakarta, PT.Toyota Astra Motor.

 

  5.  PPGT Malang, 2000, Geometri dan balans roda, PPGT Malang.

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: