Perbaikan Sistem Rem

Bab. II

Pembelajaran

A.   Rencana Belajar Siswa

Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini, sebaiknya anda membuat rencana belajar dan mendiskusikan dengan guru/ tutor yang berkaitan dengan modul pemelajaran ini. Untuk membuat perencanaan kegiatan belajar anda, maka isilah rencana kegiatan tersebut dalam format berikut ini.

Jenis Kegiatan

Tanggal

Waktu

Tempat Belajar

Alasan Perubahan

Tanda Tangan Guru

Keg. Bel. 1
Keg. Bel. 2
Keg. Bel. 2
Evaluasi
Uji Komp.

B.   Kegiatan Belajar 1

1.   Kegiatan Belajar

a.    Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, diharapkan siswa dapat:

1)    Menjelaskan konstruksi dan cara kerja tangan.

2)    Mengidentifikasi macam-macam penyetel rem tangan.

3)    Memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem tangan.

b.   Uraian Materi

1)  Rem Parkir

Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan. Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil mempunyai rem parkir tipe roda belakang (rem kaki), atau rem parkir ekslusif yang dihubungkan dengan roda-roda belakang.

Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propeller shaft dan transmisi. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem, stick atau pedal, kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan tromol rem dan sepatu yang membangkitkan daya pengereman.

fortuna

2) Cara Kerja

Mekanisme kerja (operating mechanism) pada rem parkir pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi dengan menarik tuas rem parkir maka rem bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas.

Ada beberapa tipe tuas rem parkir seperti diperlihatkan di bawah ini, yang digunakan bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki.

Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet utnuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem, dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah distel.

Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. Pada rem parkir roda belakang, dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerjanya tuas pada kedua roda-roda. Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian.

3) Body Rem Parkir

a)    Rem Parkir Tipe Roda Belakang

Bodi rem parkir dikelompokkan menjadi dua tipe structural bergantung pada andilnya tromol rem atau piringan rem (rem kaki) atau komponen rem yang terpisah.

  • Pelayanan Rem Tipe Sharing (Rem Kaki)

Tipe rem parkir ini digabungkan dengan rem kaki. Hubungannya dilakukan secara mekanik dihubungkan pada sepatu rem pada kendaraan yang mempunyai tromol rem, atau pada piston pada mobil yang menggunakan disc brake.

  • Kendaraan dengan tromol rem

Pada tipe rem parkir ini, sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut (lihat gambar). Kabel rem parkir dipasang pada tuas sepatu rem dan daya kerja dari tuas rem parkir dipindahkan melalui kabel rem parkir ke tuas sepatu rem.

  • Kendaraan dengan rem piringan

Dalam tipe rem parkir ini, mekanisme rem parkir disatukan dalam caliperr rem piringan. Seperti pada gambar di bawah, gerakan tuas menyebabkan poros tuas (lever shaft) berputar menyebabkan spindle menggerakkan piston. Hasilnya, pad terdorong menekan rotor piringan (disc rotor).

Pad menjadi aus dan langkah rem parkir akan bertambah dengan alasan ini, maka dilengkapi mekanisme penyetelan otomatis pada mekanisme rem parkir untuk menjaga langkah spindle agar tetap konstan setiap waktu.

  • Tipe rem parkir deveted

Pada tipe rem parkir ini, tromol rem parkir terpisah dari rem piringan belakang, seperti pada gambar. Cara kerjanya sama dengan tipe rem parkir seperti pada tromol rem.

b)   Tipe Center Brake

Tipe center brake ini banyak digunakan pada kendaraan komersil. Tipe ini salah satu dari tipe rem tromol tetapi dipasang antara bagian belakang transmisi dan bagian depan propeller shaft.

Pada rem parkir tipe center brake ini daya pengeremannya terjadi pada saat sepatu rem yang diam ditekan dari bagian dalam terhadap tromol yang berputar bersama out put shaft transmisi dan propeller shaft. Tipe rem ini bekerjanya sama dengan rem parkir tipe sharing pada kendaraan yang menggunakan rem tromol.

4)   Memperbaiki Rem Tangan
Masalah yang biasa terjadi pada rem tangan adalah ketika memarkir kendaraan. Pada tempat yang menurun, kendaraan masih juga bergerak. Hal umum sebagai penyebab masalah pengereman di antaranya adalah:
a)      Kawat penarik telah mulur/ kendor atau karat.
b)     Tempat sambungan kendor atau karat.
c)      Penyetelan kurang tepat.
d)     Jarak bidang pengereman antara kanvas rem/ pad dan tromol/ cakram terlalu besar.
Oleh karena itu, sebelum kegiatan perbaikan, pemeriksaan terhadap komponen dan cara kerjanya harus dilakukan, yaitu:
a.    Pastikan seluruh komponen berada pada kondisi normal dan dapat digunakan dengan baik.
b.    Periksa gerakan tuas rem dengan cara menarik sampai kedudukan pengerem, dan terdengar suara “klik” sesuai spesifikasi. Posisi tuas rem yang benar biasanya setengah dari keseluruhan gerakan tuas.
Apabila setelah dilakukan pemeriksaan, sedangkan kerja rem tidak memperoleh hasil yang memuaskan, lakukan perbaikan dan penyetelan.
a.    Bilamana tarikan kawat rem tidak lancar, berikanlah pelumasan jika masih memungkinkan.
b.    Bilamana tarikan kawat melebihi spesifikasi karena kawat mulur, gantilah kawat beserta kelengkapannya.
c.    Bila tarikan kawat melebihi spesifikasi karena setelan, lakukan penyetelan pada baut penyetel yang ada di tuas. Atau bilamana masih baik, dapat juga dilakukan penyetelan di bagian penyama (equalizer) di bagian bawah kendaraan.

Gambar tempat perbaikan rem tangan

 

d.    Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem tromol tanpa penyetel otomatis, melalui pemutaran bintang (star) penyetel yang ada dalam tromol. Sedangkan, pada rem tromol dengan penyetel otomatis, jarak bidang pengereman telah dijamin oleh penyetel otomatis.

1. Tuas penyetel

2. Silinder roda

3 dan 9: pegas pengembali

4. Mur penyetel dengan penghubung berulir

5 dan 11: Penahan

6. Tuas rem parkir

7  dan 10: Sepatu rem

8. Jangkar (Anchor)

12. Mur penahan sepatu rem

e.    Untuk penyetelan jarak bidang pengereman pada rem cakram, menggunakan sekrup penyetel (3) apabila dilakukan, pengereman, tuas rem (2) karena tarikan kabel rem akan menekan piston beserta padnya melawan cakram dengan baik.
Celah Sepatu Rem
Celah antara tromol dan kanvas yang besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. Bila celah antara tromol dan kanvas terlalu kecil, rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. Begitu juga, apabila celah sepatu pada keempat rodanya tidak sama pada semua roda-rodanya, maka kendaraan akan tertarik ke salah satu arah atau roda belakang kendaraan akan seperti ekor ikan (yang mengibas ke kanan dan ke kiri).
Untuk mencegah kejadian ini, penting sekali untuk menyetel secara tepat celah antara tromol dan kanvas sesuai spesifikasi yang dianjurkan dan melakukan perawatan setiap saat.
Pada beberapa tipe rem, penyetelannya bekerja secara otomatis, sedangkan untuk tipe lainnya celahnya harus dilakukan secara terbuka.

Penyetelan Rem Tangan

Stel pada bagian penyetel sampai tercapai keadaan sesuai dengan gambar-gambar di bawah ini;

Tarik penuh, gerak batang 10 – 20 gigi

Kontrol: tarik 3 gigi, roda masih harus dapat berputar bebas

Tarik penuh, gerak tuas harus 3 – 7 gigi

Kontrol: tarik 1 gigi, roda masih harus dapat berputar bebas

Kontrol Kesamaan Kerja Rem Kanan dan Kiri

Tarik tuas tangan, gigi per gigi, sampai rem tangan mulai berfungsi. Kalau kondisi rem baik, hambatan gesek sama pada kedua roda.

Tarik tuas rem tangan lagi, gigi per gigi, sampai roda tak dapat diputar. Kalau rem tangan berfungsi dengan baik, hal itu terjadi dalam waktu bersamaan pada kedua roda.

Ketidaksamaan kerja rem dapat berasal dari:

-          Nilai gesekan yang berbeda (tromol, kanvas)

-          Kelancaran jalan kabel rem tangan yang berbeda.

c.    Rangkuman

?  Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk parkir kendaraan.

?  Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem, stick atau pedal, kabel atau type mekanisme batang (rod), tromol rem dan sepatu rem.

?  Body rem parkir dikelompokkan menjadi 2 type:

§  Type sharing

§  Type deveted

?  Hal-hal yang menyebabkan masalah pada pengereman:

§  Kawat penarik molor/ kendur

§  Tempat sambungan kendur

§  Penyetelan kurang tepat

§  Jarak pengereman kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar

d.    Tugas

Amati sistem rem parkir dan komponen pengoperasian yang dipergunakan pada salah satu mobil yang ada di bengkel otomotif. Jelaskan cara kerja sistem tersebut dengan disertai gambar!

e.    Test Formatif

1.    Jelaskan fungsi rem parkir pada mobil!

2.    Sebutkan hal-hal yang menyebabkan kendaraan masih bergerak pada waktu di parkir pada tempat yang menurun!

3.    Jelaskan fungsi tuas intermediate (intermediate lever)!

4.    Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem parkir!

5.    Sebutkan 3 type tuas rem parkir yang banyak dipergunakan pada mobil!

Perhatian

Sebelum melanjutkan pada kegiatan selanjutnya, cocokanlah jawaban anda dengan yang termuat pada halaman berikut.

 

 

 

 

 

 

 

f.     Kunci Jawaban Formatif

1.    Fungsi rem parkir untuk memarkir kendaraan agar tidak bergerak.

a)    Kawat penarik kendor

b)    Tempat sambungan kendor/ karat

c)    Penyetelan kurang tepat

d) Jarak bidang pengereman antara kanvas dan tromol/ cakram terlalu besar.

2.    Untuk menambah daya pengoperasian.

3.    Tuas rem, stick/pedal, kabel, tromol rem dan sepatu rem.

a)    Type Tuas

b)    Type Stick

c)    Type Pedal

Perhatian

1.    Apakah Anda puas dengan jawaban Anda, jika belum catat bagian yang Anda tidak puas. Diskusikan dengan Tutor Anda.

2.    Bila puas lanjutkan dengan kegiatan berikutnya.

g.    Lembar Kerja

1.    Memeriksa fungsi rem tangan

2.    Membedakan bermacam-macam sistem penyetel.

3.    Menyetel rem tangan

1.    Alat dan Bahan

a)        Alat pengangkat

b)        Penyangga

c)        Kotak alat

d)        Kunci roda

e)        Palu baja

f)         Kunci momen

g)        Mobil

h)        VET

i)     Kan oli/ Oil can

j)    Lap

2.    Keselamatan Kerja

§  Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik.

§  Jangan menyetel rem yang panas, agar tidak terjadi kesalahan dalam penyetelan.

3.    Langkah Kerja

§  Siapkan alat dan bahan praktek.

§  Lakukan prosedur:

o   Memeriksa fungsi rem tangan

o   Membedakan bermacam-macam sistem penyetel

o   Menyetel rem tangan

§  Mintalah penjelasan pada instruktur hal yang belum jelas

§  Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula.

4.    Tugas

§  Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar!

2.  Kegiatan Belajar 2

a.   Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah menyelesaikan kegiatan-kegiatan ini diharapkan siswa dapat:

1.    Menyebutkan komponen-komponen rem tromol

2.    Mengontrol fungsi penguat tenaga rem (booster)

3.    Memeriksa saluran dan slang rem

4.    Membongkar, memeriksa dan memperbaiki silinder master dan silinder roda

5.    Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel sistem rem tromol.

b.   Uraian Materi 2

Rem Tromol

Pada tipe rem tromol kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda.

Karena self – energizing efect ditimbulkan oleh tenaga putar tromol dan tenaga mengembangkan sepatu, kekuatan tenaga pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang relatif kecil.

Komponen-Komponen Rem Tromol

1.    Backing plate

2.    Silinder roda (Wheel cylinder)

3.    Sepatu rem dan kanvas (Brake shoe and lining)

4.    Tromol rem (Brake drum)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Backing Plate

Backing plate dibuat dari baja press yang dibaut pada axle housing atau axle carrier bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plate maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.

  • Silinder Roda

Silinder roda (wheel cylinder) terdiri dari beberapa komponen seperti terlihat pada gambar di sebelah kanan. Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda. Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem yaitu satu piston untuk setiap sisi silinder roda, sedangkan sistem yang lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya satu sepatu rem.

Bila timbul tekanan hidraulis pada master cylinder maka akan menggerakkan piston cup. Piston akan menekan kearah sepatu rem kemudian bersama-sama menekan tromol rem.

Apabila rem tidak bekerja, maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik sepatu rem .

Bleeder plug disediakan pada silinder roda gunanya untuk membuang udara dari minyak rem.

  • Sepatu Rem dan Kanvas Rem

Sepatu rem (brake shoes) seperti juga tromol (drum) memiliki bentuk setengah lingkaran.

Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja. Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeliling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol.

Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus serta harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi. Koefisien tersebut sedapat mungkin tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan turun naiknya temperatur dan kelembaban yang silih berganti. Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran fiber metalic dengan brass, lead, plastik dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.

  • Tromol Rem

Tromol rem (brake drum) umumnya terbuat dari besi tuang (gray cast iron) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Tromol rem ini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan dan berputar bersama roda.

Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja, maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200 0 C sampai 3000C.

Melepas dan Membongkar Silinder

-          Kosongkan tabung reservoir (dengan penyedot)

-          Lepaskan pipa-pipa tekanan

-          Lepaskan master dari booster

 

Lepaskan tabung reservoir dari silinder master (dengan menarik perlahan-lahan)

Lepaskan baut penyetop torak 2 sekunder piston (tekan torak dalam-dalam dan lepaskan baut penyetop)

Lepaskan ring penjamin (snap ring) dengan menekan torak dan melepas snap ring.

Keluarkan torak 1 dan 2 (ketok pada dua balok kayu beri alas kain, bila sudah menonjol dapat ditarik keluar)

Pemeriksaan

Bersihkan semua komponen dalam air

-          Jika korosi ringan dapat dihoning

-          Jika korosi berat harus diganti

Periksa ulir-ulir baut

Periksa sil

-          Jika keadaan rusak, sobek dan keras harus diganti

(Catatan: Pada setiap pembongkaran sebaiknya sil-sil diganti dengan yang baru)

Periksa torak dan pegas

-          Jika pegas korosi, kaku dan lemah harus diganti.

-          Jika torak korosi atau pecah harus diganti.

Perbaikan

Memperbaiki silinder master korosi

-          Dihoning dengan alat honing (menggunakan bor tangan)

-          Saat menghoning silinder dilumasi dengan air.

-          Setelah halus, bersihkan dengan udara kompresor.

Catatan:

-          Toleransi diamter silinder master + 1 mm.

-          Putaran honing = 1000 rpm

 

Awas….! Jangan  memutar honing di luar silinder master…!!!

 

 

 

 

 

Pemeriksaan Kebocoran pada Silinder Master

-          Periksa kebocoran pada sambungan pipa rem dan reservoir.

-          Periksa kebocoran pada sil sekunder. Jika ujung silinder dan kelilingnya basah oleh cakram rem, silinder harus dioverhaul atau diganti.

-          Jika mobil dilengkapi dengan penguat tenaga rem (booster), ujung silinder tidak dapat diperiksa tanpa melepas silinder. Untuk itu, lepas slang vakum penguat tenaga rem dan cium slang tersebut. Jika berbau cairan rem, lepas silinder pada flensnya untuk pemeriksaan pada sil sekundernya. Periksa juga di sekeliling flens silinder master pada penguat vakum. Jika basah oleh cairan rem, sil sekunder bocor. Jika ada cairan rem di dalam penguat tenaga rem, alat tersebut harus dibersihkan/dioverhaul.

Pemeriksaan Saluran dan Slang Rem

 

 

 

 

-          Periksa pipa-pipa rem. Apabila bocor atau berkarat keras, pipa rem harus diganti.

-          Periksa slang-slang rem. Jika permukaannya retak atau tergores, slang harus diganti. Perhatikan pada pemasangan slang rem, jangan bersinggungan dengan roda. Periksa hal tersebut. Juga sewaktu roda depan dalam posisi terbelok.

Kontrol Fungsi Penguat Tenaga Rem (Booster)

Kontrol ini harus dilaksanakan, kalau pedal rem harus ditekan keras sekali untuk mencapai perlambatan/ pengereman mobil yang cukup.

-          Tekan pedal rem beberapa kali, pada saat motor mati.

-          Hidupkan motor sewaktu pedal rem ditekan. Kalau penguat tenaga berfungsi, pedal akan menurun sedikit, selama tahap tersebut.

-          Matikan motor sewaktu pedal rem ditekan. Pada tahap ini pedal tidak boleh ada reaksi. Jika peda akan terdorong kembali, katup anti-balik pada penguat tenaga harus dibersihkan/diganti.

Pemeriksaan Fungsi Rem Tromol

Periksa apakah silinder rem macet. Lepas tromol hanya pada rem yang sedang diperiksa. Tromol roda-roda lain harus terpasang, agar torak-toraknya tidak tertekan keluar.

-          Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem, kedua kanvas ditahan dengan obeng. Torak-torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar tampa ada kebocoran di silinder roda. Jika terdapat kebocoran, semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul.

-          Periksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu-abu sampai hitam, atau berkarat, nilai gesekannya kurang. Maka permukaan harus dibersihkan denga kertas gosok, atau lebih baik dengan dibubut/ digerinda.

Pemeriksaan/ Pembersihan Bagian-bagian Rem Tromol

-          Bersihkan bagian-bagian rem dengan kuas atau sikat. Dilarang menggunakan angin, pakai air sabun jika kotor keras.

-          Periksa kondisi dan pemasangan bagian pengikat sepatu rem:

1.    Kedudukan ujung sepatu

2.    Kedudukan pegas

3.    Pemasangan batang penghubung

4.    Pengunci sepatu

5.    Kedudukan pegas

6.    Kedudukan ujung sepatu

-          Periksa tebal kanvas. Jika kurang dari 1,5 mm atau keling kanvas sudah tercoret, kanvas harus diganti baru.

-          Periksa permukaan kanvas. Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya kurang. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal.

-          Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru.

-          Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Tidak perlu digosok.

-          Periksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigid dengan penggerak roda). Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Sil yang bocor harus diganti baru.

-          Periksa kebocoran pada silinder rem. Jika ada, semua silinder rem pada aksel yang diperiksa harus dioverhaul atau diganti baru.

-          Untuk memeriksa kebocoran, lihat juga bagian dalam karet pelindung debu silinder rem.

 

Penyetelan Sepatu Rem

Pada sistem pengingkatan tromol dengan flens, roda harus dipasang untuk mendapat hasil penyetelan yang baik, (Jika roda tidak terpasang, tromol tertekan teratur pada flensnya)

Penyetelan rem biasanya dapat dilakukan melalui lobang paa piringan rem. Lubang-lubang tersebut biasanya tertutup dengan karet.

Juga ada mobil dengan lubang penyetel pada tromol (misal: VW, Suzuki). Pada sistem ini, roda harus terpasang dengan posisi lubang pelg pada lubang tromol.

Penyetelan dapat dilakukan dengan obeng, tetapi sering lebih sederhana dengan alat khusus atau obeng yang dibengkokkan sesuai dengan keperluan.

c.    Rangkuman

?  Komponen-komponen rem tromol:

§  Backing plate

§  Silinder roda

§  Sepatu rem dan kanvas

§  Tromol rem

?  Kanvas rem harus dapat menahan pana dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi.

?  Pada waktu pemasangan selang rem, jangan sampai bersinggungan dengan roda.

d.    Tugas

Apa analisis Anda dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan di bawah ini:

Seorang pengemudi mengeluh saat kecepatan mobil tinggi kemudian direm, mobil selalu bergerak ke arah kiri.

e.    Test Formatif

1.    Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol!

2.    Apa akibatnya apabila celah antara tromol dan kanvas terlalu besar dan terlalu kecil?

3.    Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi oleh kanvas rem?

4.    Apa fungsi bleeder plug pada silinder roda?

5.    Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat sepatu rem?

F.  Kunci Jawaban Formatif

1.    a. Backing plate

b. Silinder roda

c. Sepatu rem dan kanvas rem

d. Tromol rem

2.       Celah yang besar menyebabkan kelambatan pada pengereman. Celah yang kecil menyebabkan rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas.

3.       Tahan panas dan aus serta mempunyai koefisien gesek yang tinggi.

4.       Untuk membuang udara dari minyak rem.

5.       Pelat baja.

g.  Lembar Kerja

1)    Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol.

2)    Membersihkan rem tromol

3)    Menyetel rem tromol

1.   Alat dan Bahan

a)    Alat pengangkat

b)    Penyangga

c)    Kotak alat

d)    Kunci roda

e)    Palu baja

f)     Alat cuci (air)

g)    Sikat baja

h)    Pistol udara

i)     Kunci momen

j)     Mobil

k)    Kertas gosok

l)     Kan oli

m)  VET dan lap

2.   Keselamatan Kerja

a)    Dilarang bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik.

b)    Dilarang membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun.

3.   Langkah Kerja

a)    Siapkan Alat dan Bahan Praktek

b)    Lakukan prosedur:

1)   Memeriksa kondisi dan fungsi rem tromol

2)   Membersihkan rem tromol

3)   Menyetel rem tromol

c)    Mintalah penjelasan pada instruktur hal-hal yang belum jelas

d)    Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula.

4.  Tugas

Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar!

2.   Kegiatan Belajar 3

a) Tujuan Kegiatan Belajar

Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini diharapkan siswa dapat:

6.    Menyebutkan komponen-komponen rem cakram.

7.    Menyebutkan jenis-jenis kaliper.

8.    Membongkar, memeriksa, memperbaiki dan menyetel rem cakram.

a.    Uraian Materi

Rem Cakram

Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara  pad dan cakram (disc).

Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self– energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koefisien gesek yang menghasilkan ke stabilan tinggi. Selain itu karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air.

Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukurannya. Ukuran disc pad agak terbatas, dan ini berkaitan dengan aksi self– energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk mendapatkan daya pengereman yang efisien. Juga pad akan lebih cepat aus dari pada sepatu rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatannya serta penggantian pad.

 

 

 

 

 

 

Komponen-Komponen Rem Cakram

  • Piringan

Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) berlubang-lubang untuk ventilasi.

Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama.

  • Pad Rem

Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan “Semi Metalic disc pad”.

Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diizinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad.

Pada beberapa pad. Penggunaan metallic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman.

Jenis-Jenis Kaliper

Caliper juga disebut dengan cylinder body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem disalurkan ke silinder.

Caliper dikelompokkan sebagai berikut menurut jenis pemasangannya:

Ä  Tipe Fixed Caliper (Double Piston)

Caliper dipasangkan tepat pada axle atau strut. Seperti digambarkan di bawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang piston. Daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua ujung piringan atau cakram.

Fixed caliper adalah dasar disain yang sangat baik dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg,

menyebabkan sulit tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak. Untuk mengatasi hal tersebut jenis caliper fixed ini, sudah jarang digunakan.

 

Ä  Tipe Floating Caliper (Single Piston)

Seperti terlihat pada gambar piston hanya ditempatkan pada satu sisi kaliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (reaksi B). ini menyebabkan kaliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah usaha tenaga pengereman.

Caliper tipe floating dapat digolongkan sebagai berikut:

1)    Tipe Semi-Floating à Tipe PS

2)    Tipe Full-Floating à (Tipe F, Tipe FS, Tipe AD dan Tipe PD)

Caliper tipe semi–floating menerima tenaga pengereman yang dibangkitkan pad bagian luar.

Pada caliper tipe full–floating, kemampuannya pengeremannya dibangkitkan oleh kedua pad dengan troque plate.

Caliper floating banyak digunakan pada kendaraan penumpang modern.

Susunan Rem Cakram Jenis Kaliper Luncur

1. Kaliper Luncur                             6. Tabung Pengantar

2. Rangka Tetap                              7. Baut Pengantar

3. Balok Rem (Pad)                          8. Karet Pelindung Kotoran

4. Batang Pengantar                         9. Klip

5. Busing Pengantar

Pembongkaran

-          Lepas baut pengunci kaliper

-          Angkat kaliper dan keluarkan balok-balok rem

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemeriksaan

-          Periksa kondisi balok rem. Jika kanvas mulai lepas dari plat dudukannya atau jika tebal kanvas kurang dari 2 mm, balok rem harus diganti baru.

-          Periksa kondisi cakram. Cakram yang berkarat atau hitam pada permukaan gesek, harus digerenda atau diganti baru. Permukaan gesek cakram yang beratur tidak mempengaruhi fungsi rem.

-          Cakram dengan tebal yang kurang harus diganti baru

-          Tebal baru = 7 – 12 mm, tebal minimal biasanya tebal baru dikurangi 1 mm.

-          Periksa fungsi torak. Minta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Pada waktu pedal ditekan, torak harus bergerak keluar. Jika torak macet, kaliper rem harus dioverhaul. Untuk mengembalikan posisi torak, pakai alat penekan khusus atau tang pompa air.

Pada waktu itu cairan rem yang penuh pada reservoir harus dikurangi, untuk menghindari tumpahan cairan rem. Jika menggunakan tang pompa air, perhatikan karet pelindung debu. Karet pelindung yang robek harus diganti baru.

-          Jangan menekan pedal beberapa kali, torak dapat keluar/ lepas. Kaliper kedua harus terpasang atau dipres dengan sebuah klem C.

-          Periksa busing batang dan tabung penghantar. Pasang

-          kaliper pada kerangka, keraskan baut pengikatnya. Kaliper harus dapat bergerak ke kanan dan ke kiri dengan baik.

-          Jika gerakannya berat atau macet, maka busing batang dan tabung pengantar harus diperbaiki.

Pembongkaran

Melepas rem luncur

-          Lepaskan kaliper dengan melepas batu pemegangnya.

-          Keluarkan pad dari dudukannya.

-          Lepaskan pemegang kaliper (Perhatikan pin pengunci pada baut pengantar)

Mengeluarkan piston dari kaliper

-          Keluarkan karet penutup. Awas ring pengunci penahan.

-          Keluarkan piston dengan udara tekan (kompresor)

-          Hadapkan piston ke lantai/ meja kerja agar tidak membahayakan.

-          Keluarkan sil piston dengan obeng. (Awas jangan sampai menggores silinder kaliper)

­

Bersihkan semua komponen kaliper rem luncur dengan air (bila perlu dengan sabun)

Awas jangan menggunakan oli, bensin atau solar.

 

 

Pemeriksaan

-          Periksa semua komponen kaliper rem luncur.

-          Periksa cakram kaliper rem luncur

A = Kerusakan kecil masih dapat diperbaiki (dibubut)

B = Kerusakan keras (sebaiknya diganti)

C = Kerusakan miring rusak (harus diganti)

Perbaikan

Silinder kaliper rem luincur

-          Silinder yang tergores dan korosi berat harus diganti!

-          Jika korosi ringan dapat dihoning hingga korosi hilang dari permukaan silinder.

(Gunakan air pada saat menghoning, Awas…! Jangan menghoning berlebihan. Alat honing tidak boleh diputar di luar silinder)

Piston kaliper rem luncur

-          Karet penutup yang rusak (keras mengembang atau sobek) harus diganti.

-          Seal piston harus diganti.

-          Piston yang rusak/ korosi berat harus diganti.

-          Jika korosi ringan dapat dibersihkan dengan amplas halus.

(Awas…! jangan mengamplas berlebihan. Batas limit 0,1 à lihat manual)

Pad kaliper rem luncur

-          Pad yang mengeras harus diganti dengan yang baru.

-          Ganti pad jika ketebalan di bawah batas limit (2 mm)

-          Pad yang berdebu dibersihkan dengan udara tekan

Pemegang kaliper

-          Jika pemegang kaliper rusak atau korosi berat harus diganti dengan yang baru.

Komponen lainnya yang rusak/ korosi berat juga harus diganti.

Cakram kaliper rem luncur

-          Cakram harus diganti jika tebal di bawah batas limit (kurang dari 1 mm) dari tebal stadart.

-          Run out cakram maksimum 0,1 mm jika lebih dapat dibubut kembali hingga batas limit ketebalan cakram.

-          Cakram tegak memanjang sebaiknya diganti.

à Dudukkan dial indikator pada bagian yang tetap (suspensi/ chasis)

b.   Rangkuman

?  Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc).

?  Untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan lama maka pada piringan dibuat berlubang.

?  Pada pad diberi garis celah untuk menunjukkan tebal pad (batas yang diijinkan) dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad.

c.    Tugas

Amati sistem rem cakram dan komponen pengoperasiannya pada mobil yang ada di bengkel otomotif kemudian jelaskan cara kerjanya.

d.    Test Formatif

1.    Sebutkan komponen utama rem cakram!

2.    Apa yang dimaksud dengan water fading?

3.    Jelaskan tujuan cakram dibuat berlubang!

4.    Sebutkan bahan yang dipergunakan untuk membuat pad rem!

5.    Sebutkan 3 type piringan yang digunakan pada mobil!

e.    Kunci Jawaban Formatif

1.    a. Piringan (Disc Rotor)

b. Pad rem

c. Calliper

2.    Berkurangnya koefisien gesek antara sepatu rem dan pad karena terkena air/ basah.

3.    Menjamin pendinginan yang baik, mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang serta tahan lama.

4.    Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi

5.    Type solid, type ventilasi dan type solid dengan tromol.

f.     Lembar Kerja

1.    Memeriksa fungsi rem cakram

2.    Memelihara kondisi balok rem, cakram dan kaliper.

3.    Membersihkan cakram

1.   Alat dan Bahan

a)   Pengangkat mobil

b)   Penyangga

c)    Kunci roda

d)   Kotak alat

e)   Sikat baja

f)    Mistar sorong

g)   Lampu kerja

h)   Kunci momen

i)     Mobil dengan rem cakram

j)    Cairan rem

k)   Kertas gosok

l)     VET temperatur tinggi

2.   Keselamatan Kerja

a)    Pemasangan penyangga mobil harus baik.

b)    Hindarkan cat mobil dari cairan rem, jika terjadi tumpah langsung dibersihkan dengan air.

3.   Langkah Kerja

a)    Siapkan alat dan bahan praktek

b)    Lakukan prosedur

1)   Memeriksa fungsi rem cakram

2)   Memeriksa kondisi balok rem, cakram dan kaliper

3)   Membersihkan cakram

c)    Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal-hal yang belum jelas.

d)    Setelah selesai praktek bersihkan alat dan bahan serta kembalikan ke tempatnya semula.

4.  Tugas

Buat laporan praktek Anda secara ringkas dan jelas disertai gambar!

About these ads

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: