Pemasangan, Pengujian dan Perbaikan Sistem Pengaman Kelistrikan dan Komponennya

BAB. II

PEMELAJARAN

 

A.  RENCANA BELAJAR

 

Rencanakan kegiatan belajar dengan baik, silakan konsultasi dengan guru/instruktur untuk menentukan jadwal sesuai tingkat kesulitan berdasarkan hasil  cek kemampuan awal yang telah anda lakukan. Mintalah paraf guru/instruktur sebagai tanda persetujuan terhadap rencana belajar anda.

Jenis Kegiatan

Tgl

Waktu

Tempat

Alasan Perubahan

Paraf Guru

Memasang sistem pengaman kelistrikan

         

Menguji sistem pengaman kelistrikan

         

Memperbaiki sistem pengaman kelistrikan

         
    Uji Kompetensi          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.  KEGIATAN BELAJAR

 

Kegiatan Belajar 1. Memasang Sistem Pengaman Kelistrikan

a.   Tujuan Kegiatan Belajar

 

Setelah mempelajari modul ini siswa harus dapat:

1)    Mengidentifikasi fungsi pengaman kelistrikan

2)    Menjelaskan sistem pengaman kelistrikan

3)    Mengidentifikasi tipe dan cara kerja pengaman kelistrikan

4)    Melakukan pemasangan sistem pengaman kelistrikan

5)   Menjelaskan keselamatan kerja saat pemasangan pengaman kelistrikan.

b.   Uraian Materi

 

 

Jenis–Jenis Pengaman Kelistrikan

 

Sirkuit  kelistrikan kendaraan terdiri atas bebarapa sistem yang terbagi dalam bebepa sistem kelistrikan. Karena beberapa faktor sering terjadi kerusakan pada sirkuit kelistrikan, misal: hubungan singkat yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen sistem kelistrikan tertentu. Untuk itu diperlukan suatu komponen yang dapat melindungi (pengaman) sirkuit kelistrikan pada kendaraan.

Sekring, fusible link dan circuit breaker digunakan sebagai komponen komponen yang meliondungi sirkuit. Barang-barang ini disisipkan kedalam sirkuit kelistrikan dan sistem kelistrikan untuk melindungi kabel-kabel dan conector yang digunakan dalam sirkuit untuk mencegah timbulnya kebakaran oleh arus yang berlebihan atau hubungan singkat.

1)   Sekring

 

a.    Fungsi

Sekring (fuse) ditempatkan pada bagian  tengah sirkuit kelistrikan. Bila arus yang berlebihan melalui sirkuit, maka sekring akan berasap atau terbakar yang menandakan elemen dalam sekring mencair sehingga sistem sirkuit terbuka dan mencegah komponen-komponen lain dari kerusakan yang disebabkan oleh arus yang berlebihan.

b.    Tipe Sekring

Tipe sekring dikelompokan kedalam tipe sekring blade dan tipe sekring cartridge.


 

 

 

 

 

Gambar 1.       Sekring Tipe Blade

                  

Tipe sekring blade paling banyak digunakan  pada saat ini, tipe ini dirancang lebih kompak dengan elemen metal dan rumah pelindung yang tembus pandang yang diberi kode warna untuk masing-masing tingkatan arus.

                                    dan Tipe Cartridge

 

Tipe sekring cartridge terdiri atas rumah pelindung kaca tembus pandang, terminal dan elemen penghubung arus, elemen penghubung arus ini akan mencair (terbakar) jika arus yang melewatinya melebihi kapasitas elemen.

c.    Identifikasi Sekring

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Sekring Tipe Blade Maxi,

 Standart dan Mini dan

 Tipe Cartridge

Sekring diidentifikasikan berdasarkan kapasitas masing masing jenis, untuk tipe cartridge dapat dilihat pada ujung logam penutup tabung kaca yang tertera angka penunjuk kapasitas sekring.

Sedangkan untuk sekring tipe blade dapat dilihat berdasarkan warna rumah (housing), pengkodean  warna tersebut dapat dilihat dibawah ini:

Kapasitas sekring dan warna tipe blade jenis Standart dan Mini

 

Kapasitas Sekring (A)

Identifikasi Warna

3

5

7,5

10

15

20

25

30

Violet

Coklat kekuning-kuningan

Coklat

Merah

Biru

Kuning

Tidak berwarna

Hijau

             Sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop101.com

Kapasitas sekring dan warna tipe blade jenis Maxi

 

Kapasitas Sekring (A)

Identifikasi Warna

20

30

40

50

60

70

80

Kuning

Hijau

Coklat kekuning-kuningan

Merah

Biru

Coklat

Tidak berwarna

                       Sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop101.com

2)   Fusible link

a.    Fungsi Fusible link

Secara umum fungsi dan konstruksi fusible link sama dengan sekring. Perbedaan utamanya adalah fusible link dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukurannya lebih besar dan mempunyai elemen yang lebih tebal (New step, 6-43). Seperti sekring fusible link dapat terbakar atau putus jika arusnya melebihi kapasitasnya dan harus diganti dengan yang baru.

b.    Tipe Fusible link

Menurut tipenya fusible link dapat diklasifikasikan kedalam dua tipe, yaitu: tipe cartridge dan tipe link. Fusible link tipe cartridge dilengkapi dengan terminal dan bagian sekring dalam satu unit. Rumahnya diberi kode warna untuk masing-masing tingkatan arus.

 

 

 

 Gambar 3.  Fusible Link Tipe Cartridge dan Tipe Links


c.    Idenstifikasi Fusible link

Fusible link dapat diidentifikasikan berdasarkan kapasitasnya yang ditunjukkan dengan kode warna untuk masing–masing kapasitas. Dibawah ini dicontohkan dari masing–masing kode warna fusible link.

 

Gambar 4.  Fusible Link Dengan Berbagai Kode Warna

 

Kapasitas

Fusible Link (A)

Persamaan Luas Penampang Pada Fusible Link

 

Identifikasi

Warna

30

40

50

60

80

100

0,3

0,5

0,85

1,0

1,25

2,0

Merah muda

Hijau

Merah

Kuning

Hitam

Biru

Sumber: New Step training manual, Toyota

3)   Circuit Breaker

Circuit breaker digunakan sebagai pengganti sekring untuk melindungi dari kesulitan pengiriman tenaga dalam sirkuit, seperti power windows dan sirkuit pemanas (heater).

a.    Tipe Circuit Breaker

Circuit breaker menurut tipenya dapat digolongkan dalam 3 (tiga) tipe, yaitu: Manual reset type Mechanical, Automatic  resetting  type Mechanical dan Automatically reset solid state type.

 

 

 

               

 

 

 

     Gambar 5.  Tipe–Tipe Circuit Breaker

 

b.    Konstruksi

Prinsip dasar dari circuit breaker tipe Manual reset type Mechanical dan Automatic  resetting  type Mechanical terdiri dari sebuah lempengan bimetal yang dihubungkan pada kedua terminal dan satu diantaranya bersentuhan.

 

Gambar 6. Konstruksi Circuit breaker Manual reset type Mechanical dan  Automatic  resetting  type Mechanical

(sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop101.com)

 

 

c.    Cara kerja

Bila sejumlah arus yang berlebihan mengalir melalui circuit breaker, maka bimetal menjadi panas. Dan ini menyebabkan lempengan membengkok, circuit breaker hubungannya terbuka dan memutuskan aliran arus.

d.    Tipe penyetelan

Circuit breaker dapat disetel. Penyetelannya ada tipe otomatis dan tipe biasa.

ü  Tipe penyetelan otomatis

Circuit yang menyetel secara otomatis (rating 7,5 A) digunakan khusus untuk melindungi sirkuit dari selenoid door lock (sistem 12V) yang membuka karena arus yang berlebihan tetapi akan menyetel secara otomatis ketika temperatur dari lempengan bimetal turun.

ü  Tipe penyetelan biasa

Circuit breaker penyetelan biasa (manually-reset type mechanical) dilengkapi untuk system 12 v dan 24 V. Ukuran arusnya adalah 10A, 14A, 20A dan 30A.

 

 

 

 

 

Gambar 7.  Sistem Bimetal pada Circuit Breaker

(sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop 101.com)

Circuit breaker ada didalam junction block atau kotak sekring. Saat circuit breaker terbuka disebabkan adanya arus yang berlebihan, circuit breaker disetel kembali seperti yang diperlihatkan dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8.  Circuit Breaker Penyetelan Biasa (Manually Reset Type Mechanical)

(sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop101.com)

 

 

4)   Circuit Breaker tipe Automatic Resetting Solid State Type PTC

Polimer PTC (Positive Temperature Coefficient) merupakan Circuit breaker yang juga sering disebut thermistor atau thermal resistor. PTC terbuat dari bahan polimer konduksi yang akan berubah menjadi tahanan ketika temperaturnya menjadi naik. Circuit breaker tipe ini sering dipakai untuk melindungi sistem power windows dan sirkuit power door lock.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9.  Circuit Breaker Tipe Automatic Resetting Solid State Type PTC


Cara kerja:

Ketika temperatur normal, karbon akan berfungsi sebagai konduktor yang akan mengalirkan arus listrik. Pada saat ini nilai tahanan sangat rendah. Jika materi PTC temperaturnya naik yang sering disebabkan oleh arus yang berlebihan, maka atom karbon akan merenggang sehingga nilai tahanan  menjadi naik hingga pada saat tertentu PTC akan memutuskan sistem sirkuit. Circuit breaker tipe Automatic Resettting Solid State type PTC akan berfungsi sebagai konduktor lagi apabila temperatur menjadi dingin kembali.

Kondisi kerja atom karbon pada Circuit breaker tipe Automatic Resettting Solid State type PTC dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

           A                                                                                            B

 

Gambar 10.  Cara Kerja Circuit Breaker Tipe Automatic Resetting Solid State type PTC. Kondisi Atom Karbon pada saat Temperatur Normal (A) dan Temperatur Naik (B)

 (sumber: Circuit Protection , Kevin@autoshop101.com)

 

 

 

 

d.  Tugas

 

Isilah tabel berikut ini dengan cara  observasi pada bengkel atau membaca buku pedoman kendaraan:

No.

Merk Dan Tipe Kendaraan

Jenis Dan Jumlah Pengaman Yang Dipakai

Sumber Informasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

e.  Tes Formatif

Jawablah pertanyaan dibawah ini:

1)   Jelaskan fungsi pengaman sirkuit pada kendaraan!

2)   Jelaskan jenis jenis pengaman sirkuit dan perbedaan konstruksi dari masing–masing jenis pengaman!

3)   Sebutkan jenis dan tipe pengaman sirkuit  pada gambar berikut ini:

1           2

3            4

1. ………………………………………

2. ………………………………………

3. .……………………………………..

4.  ……………………………………..

4)   Jelaskan perbedaan sekring  dan fusible link !

5)   Sebutkan komponen sekring tipe blade!

6)   Sebutkan kapasitas (A) dan identifikasi warna pada sekring!

7)   Sebutkan kapasitas (A) dan identifikasi warna pada fusible link!

8)   Jelaskan cara kerja pengaman jenis circuit breaker!


f.     Kunci Jawaban Tes Formatif

 

1)   Fungsi pengaman sirkuit adalah melindungi komponen kelistrikan, kabel-kabel dan connector yang digunakan dalam sirkuit untuk mencegah timbulnya kebakaran oleh arus yang berlebihan atau hubungan singkat.

2)   Jenis-jenis pengaman meliputi: sekring,fusible link dan circuit breaker. Pada dasarnya ketiga jenis ini mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung bagi sirkuit kelistrikan. Sekring dan fusible link mempunyai persamaan fungsi dan konstruksi tetapi fusible link dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukurannya lebih besar dan mempunyai elemen yang lebih tebal, sedang pengaman  jenis circuit breaker konstruksinya terdiri atas lempengan bimetal yang akan membengkok jika arus yang mengalir berlebihan. Dengan demikian bimetal membuka hubungan dan memutuskan aliran arus.

3)   Sebutkan jenis dan tipe pengaman sirkuit  pada gambar berikut ini:

1               2

3            4

1. Sekring tipe  blade

2. Sekring tipe cartridge

3. Fusible link tipe cartridge

4.  Fusible link tipe link

 

4)   Perbedaan utama sekring dan fusible link adalah fusible link dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukuranya lebih besar dan mempunyai elemen yang lebig tebal dibandingkan dengan sekring.

5)   Komponen sekring tipe blade meliputi Housing yang berfungsi sebagai tempat terminal dan fusing portion, Terminal berfungsi sebagai penghubung arus  dan Fusing portion berfungsi sebagai pengaman yang akan meleleh/terbakar jika dialiri oleh arus yang berlebihan.

c.    Kapasitas (A) dan identifikasi warna pada sekring

Kapasitas sekring dan warna tipe blade jenis Standart dan Mini

 

Kapasitas Sekring (A)

Identifikasi Warna

3

5

7,5

10

15

20

25

30

Violet

Coklat kekuning-kuningan

Coklat

Merah

Biru

Kuning

Tidak berwarna

Hijau

Kapasitas sekring dan warna tipe Blade jenis Maxi

 

Kapasitas Sekring (A)

Identifikasi Warna

20

30

40

50

60

70

80

Kuning

Hijau

Amber

Merah

Biru

Coklat

Tidak berwarna

d.  Kapasitas  (A) dan identifikasi warna pada Fusible Link

Kapasitas

Fusible Link (A)

Persamaan Luas Penampang Pada Fusible Link

Identifikasi

Warna

          30

40

50

60

80

100

     0,3

0,5

0,85

1,0

1,25

2,0

Merah muda

Hijau

Merah

Kuning

Hitam

Biru

e.    Cara kerja Circuit Breaker: Bila sejumlah arus yang berlebihan mengalir melalui circuit breaker, maka bimetal menjadi panas. Dan ini menyebabkan lempengan membengkok, circuit breaker hubungannya terbuka dan memutuskan aliran arus.

 

 

 

 

 

 

 

g.  Lembar Kerja

 

Lembar Kerja 1. Memasang Pengaman Kelistrikan

 

Tujuan: Siswa dapat mengidentifikasi dan memasang pengaman kelistrikan jenis sekring, fusible link dan circuit breaker.

Alat dan Bahan

1.    Panel sirkuit kelistrikan (simulator)

2.    Perlengkapan solder

3.    Lembar kerja

4.    Wiring diagram kelistrikan

5.    Kelengkapan keselamatan kerja.

Keselamatan Kerja

1.  Perhatikan posisi badan ketika melakukan pekerjaan penyolderan

2.  Hindari menghisap asap timah solder

3.  Gunakan alat keselamatan kerja seperti kacamata dan sarung tangan.

Langkah Kerja

1.    Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

2.    Identifikasi arus pada masing–masing sirkuit sistem

3.    Gunakan dan pasang  jenis pengaman yang sesuai dengan kapasitas arus sirkuit.

Tugas

1.    Jelaskan cara memasang pengaman sirkuit sistem kelistrikan

2.    Faktor–faktor apa yang harus perhatikan  saat  memasang pengaman sirkuit sistem kelistrikan

3.    Buat laporan praktek memasang pengaman sirkuit sistem kelistrikan

 


Kegiatan Belajar 2. Menguji Sistem Pengaman Kelistrikan

 

a.  Tujuan Kegiatan Belajar

 

Setelah mempelajari modul pada kegiatan belajar 2 ini, siswa harus dapat:

1)   Melakukan pengukuran menggunakan multitester dengan prosedur yang benar

2)   Membaca wiring diagram kelistrikan dengan benar

3)   Melakukan pengujian sistem pengaman kelistrikan secara visual dan menggunakan alat multitester dengan prosedur yang benar.

 

b.  Uraian Materi

  

Pengujian Visual

 

Pengaman sirkuit kelistrikan merupakan suatu komponen yang berfungsi melindungi komponen kelistrikan, kabel-kabel dan connector yang digunakan dalam sirkuit untuk mencegah timbulnya kebakaran oleh arus yang berlebihan atau hubungan singkat. Komponen pengaman secara umum akan memutuskan sirkuit apabila arus yang mengalir melebihi kapasitas komponen tersebut. Untuk jenis sekring dan fusible link pemutusan sirkuit akan terjadi karena kawat konduktor pada sekring dan fusible link akan meleleh atau terbakar sehingga sirkuit menjadi terbuka, sedangkan pada jenis circuit breaker: Bila sejumlah arus yang berlebihan mengalir melalui circuit breaker, maka bimetal menjadi panas. Dan ini menyebabkan lempengan membengkok, circuit breaker hubungannya terbuka dan memutuskan aliran arus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11.   Pemeriksaan Visual Sekring Dan Circuit Breaker

(sumber: Circuit Protection, Kevin@autoshop101.com)

Dengan demikian pengujian visual kerusakan pengaman dapat dilakukan secara visual dengan melihat kondisi konduktor pada jenis sekering dan fusible link dan kondisi bimetal pada jenis circuit breaker.

 

Pengujian Dengan Multitester

Multitester merupakan alat pengetes kelistrikan dengan fungsi penggunaan sangat luas yang meliputi: pengukur tegangan AC dan DC, Kuat arus (A) dan Tahanan  (resistor) serta dapat digunakan untuk memeriksa hubungan kelistrikan suatu komponen. Ada beberepa jenis multitester yang lazim digunakan, diantaranya: Multitester model digital  yang penunjukan hasil pengukurannya langsung dengan angka–angka dan multitester model manual yang hasil pengukuran ditunjukan oleh jarum (New step training manual; 1-27).

Multitester manual dengan bagian-bagiannya:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12.  Multitester Manual
                  (sumber: New Step, Training Manual Toyota Astra Motor)

 

Metode Pengukuran

 

1.    Pemeriksaan dan Penyetelan Skala Nol (0)

Sebelum menggunakan Multitester harus dipastikan bahwa jarum penunjuk ada dibagian garis ujung sebelah kiri pada skala. Apabila tidak, putar sekrup penyetel jarum penunjuk dengan sebuah obeng sampai  jarum  penunjuk tersebut berada tepat pada garis ujung sebelah kiri. Penyetelan dan pengecekan skala  nol  ini cukup dilakukan sekali dan tidak memerlukan pengecekan yang terlalu sering.

2.    Pengetesan Hubungan

Untuk memeriksa hubungan kelistrikan, letakan range selector pada W X 1 dan kalibrasi skalanya. Kemudian hubungkan kabel pengetesan pada kedua ujung (terminal) komponen sistem pengaman. Hubungannya normal bila jarum menunjuk selalu kekiri. Demikian juga untuk menguji kondisi komponen system pengaman kelistrikan yang meliputi: Sekring, fusible link dan circuit breaker. Sebelum pengujian komponen pengaman dilakukan, pastikan bahwa sistem kelistrikan yang akan diperiksa dalam kondisi tidak bekerja (New step training manual; 1-27).

 

 

         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

d.   Tugas

 

Lakukan observasi dibengkel yang relevan, amati cara pengujian komponen sistem pengaman!

e.  Tes Formatif

 

1)   Bagaimana cara kerja komponen pengaman jenis sekring dan fusible link?

2)   Jelaskan cara melakukan pengujian komponen sistem pengaman secara visual!

3)   Jelaskan apa yang yang harus dilakukan sebelum menggunakan multitester untuk pemeriksaan komponen sistem pengaman!

4)   Jelaskan cara melakukan pengujian sistem pengaman dengan menggunakan multitester!

f.     Kunci Jawaban Tes Formatif

 

1.    Komponen pengaman secara umum akan memutuskan sirkuit apabila arus yang mengalir melebihi kapasitas komponen tersebut Untuk jenis sekring dan fusible link pemutusan sirkuit akan terjadi karena kawat konduktor pada sekring dan fusible link akan meleleh atau terbakar sehingga sirkuit menjadi terbuka.

2.    Karena fungsi pengaman untuk melindungi sirkuit kelistrikan dan  memutuskan arus listrik yang melebihi kapasitas dengan melelehkan kawat konduktor untuk jenis sekring dan fusible link, maka secara visual hal ini akan terlihat secara jelas Karena biasanya housing sekring dan fusible link terbuat dari bahan yang transparan, sedangkan untuk jenis circuit breaker dengan melihat kondisi bimetalnya.

3.    Sebelum menggunakan Multitester harus dipastikan bahwa jarum penunjuk ada dibagian garis ujung sebelah kiri pada skala. Apabila tidak, putar sekrup penyetel jarum penunjuk dengan sebuah obeng sampai  jarum  penunjuk tersebut berada tepat pada garis ujung sebelah kiri. Penyetelan dan pengecekan skala  nol  ini cukup dilakukan sekali dan tidak memerlukan pengecekan yang terlalu sering.

4.    Cara  melakukan pengujian sistem pengaman menggunakan multitester adalah dengan memeriksa hubungan komponen pengaman kelistrikan dan memeriksa terminal pada masing– masing jenis komponen sistem pengaman. Hubungan normal bila jarum menunjuk selalu kekiri yang berarti menunjukan komponen system pengaman dalam kondisi baik, begitu juga sebaliknya jika jarum tidak bergerak berarti komponen sistem pengaman dalam kondisi tidak berfungsi.

 

g.   Lembar kerja

 

Lembar Kerja 2. Menguji Pengaman Sistem Kelistrikan

 

Tujuan: Siswa dapat menguji  pengaman sistem kelistrikan jenis sekring, fusible link dan circuit breaker.

 

Alat dan Bahan

1.    Panel sirkuit kelistrikan (simulator)

2.    Multitester

3.    Lembar kerja

4.    Wiring diagram kelistrikan

5.    Kelengkapan keselamatan kerja.

Keselamatan Kerja

1.    Perhatikan posisi Saklar pada multitester ketika melakukan pemeriksaan sirkuit dan komponen sistem pengaman

2.    Pastikan sirkuit tidak dalam kondisi kerja ketika melakukan pemeriksaan sirkuit

3.    Gunakan alat sesuai dengan fungsi dan peruntukannya.

Langkah Kerja

1.    Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

2.    Identifikasi arus pada masing–masing sirkuit sistem

3.    Periksa masing–masing sistem pada sirkuit kelistrikan

4.    Periksa secara visual kondisi komponen sistem pengaman kelistrikan, bila diperlukan lakukan pemeriksaan ulang dengan multitester

Tugas

1.    Jelaskan cara menguji  pengaman sirkuit sistem kelistrikan

2.    Faktor–faktor apa yang harus perhatikan  saat  melakukan pengujian sistem pengaman sirkuit sistem kelistrikan

3.    Buat laporan praktek memasang pengaman sirkuit sistem kelistrikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Belajar 3. Memperbaiki Sistem Pengaman Kelistrikan

a.  Tujuan Kegiatan Belajar

 

Setelah mempelajari modul ini siswa harus dapat:

1.    Mengidentifikasi kerusakan fungsi sistem pengaman kelistrikan

2.    Menjelaskan cara memeperbaiki sistem pengaman kelistrikan

3.    Melakukan perbaikan  sistem pengaman kelistrikan.

b.  Uraian Materi

 

Identifikasi Kerusakan Sistem  Pengaman Kelistrikan

 

Sistem kelistrikan kendaraan terdiri dari beberapa macam, sistem starter, sistem pengapian, sistem pengisian, sistem accessories dan kelistrikan bodi. Masing–masing biasanya dilengkapi dengan sistem dan jenis pengaman tersendiri sesuai dengan besaran arus yang bekerja pada sistem. Hal ini yang memungkinkan perbedaan jenis dan kapasitas pengaman yang digunakan pada masing–masing sistem kelistrikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 13.  Contoh          Sistem Pengisian Dan Jenis Pengaman Yang Dipakai, Perhatikan Posisi Pengaman Yang Digunakan

(sumber: New Step, training manual Toyota Astra Motor)

 

Untuk mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman kelistrikan diperlukan pengetahuan tentang prinsip, cara kerja sistem kelistrikan dan diagnosa kerusakan sistem kelistrikan. Selanjutnya kerusakan dapat diidentifikasi dengan memeriksa komponen sistem pengaman pada junction block dengan visual maupun dengan alat ukur pada sistem kelistrikan yang tidak bekerja.  Pada jenis sekring dan fusible link kerusakan dapat diperiksa secara visual dengan melihat kondisi konduktor, tetapi untuk jenis circuit breaker  dapat diperiksa dengan menggunakan alat ukur.

Simbol, Wiring Diagram dan Perbaikan Pengaman Kelistrikan

Apabila rangkaian kelistrikan digambarkan dengan gambar benda aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi sulit dan rumit untuk dimengerti oleh karena itu maka diagram sirkuit digambarkan dengan simbol yang menunjukkan komponen kelistrikan dan kabel-kabel.

Gambar 14.  Simbol–Simbol Kelistrikan
(sumber: New Step, training manual Toyota Astra Motor)

Sebagai contoh, diagram rangkaian yang termasuk baterai, sekring dan klakson (horn) adalah seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Gambar 15.  Rangkaian Klakson

Apabila melakukan pemeriksaan sistem kelistrikan adalah mudah untuk menemukan baterai, macam-macam komponen lampu, klakson dan lainnya, tetapi sulit untuk mengidentifikasi sekring, junction block (J/B), relay block (R/B), konektor dan kabel-kabel demikian juga untuk menemukan lokasinya dikendaraan.

Oleh karena itu maka dilengkapilah dengan Electrical Wiring Diagram (EWDs) yang menunjukkan tidak hanya komponen utama tetapi juga junction block, connector, kabel-kabel semua wiring diagram.

\\\\\\\\\kelistrikan untuk model kendaraan tertentu disatukan dalam satu buku khusus yang disebut Electrical Wiring Diagram Manual.

  Gambar 16.  Wiring Diagram Kelistrikan Kendaraan
(sumber: New Step, training manual Toyota Astra Motor)

Berdasarkan analisa wiring diagram ini pemasangan, pengujian dan perbaikan sistem pengaman lebih mudah untuk lakukan, karena letak dan posisi komponen pengaman telah diketahui.

Lokasi penempatan sistem pengaman untuk masing–masing kendaraan tidak sama antara satu merek kendaraan dengan merek lainnya, untuk itu pemahaman wiring diagram sangat diperlukan.

Dibawah ini gambar contoh peletakan sistem pengaman pada kendaraan.

 

 

 

 

Gambar 17.  Posisi Komponen Sistem Pengaman


 

Untuk pemasangan dan perbaikan jenis dan kapasitas sistem pengaman pada masing–masing sirkuit kelistrikan dapat dilihat skema sistem pengaman pada tutup kotak pengaman kelistrikan.

 

 

 

 

 

 

Gambar 18.  Skema Sistem Pengaman

(sumber: Circuit Protection , Kevin@autoshop101.com)

 

d.  Tugas

 

            Lakukan survey pada bengkel yang relevan, amati bagaimana cara penempatan junction block pada merk dan tipe kendaraan tertentu.

e.   Tes Formatif

1.  Jelaskan cara mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman kelistrikan!

2.  Jelaskan manfaat symbol kelistrikan pada wiring diagram!

3.  Jelaskan guna wiring diagram pada perbaikan sistem pengaman kelistrikan!

f.   Kunci Jawaban Tes Formatif

 

1.    Untuk mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman kelistrikan diperlukan pengetahuan tentang prinsip, cara kerja sistem kelistrikan dan diagnosa kerusakan sistem kelistrikan. Selanjutnya kerusakan dapat diidentifikasi dengan memeriksa komponen sistem pengaman pada junction block dengan visual maupun dengan alat ukur pada sistem kelistrikan yang tidak bekerja.  Pada jenis sekring dan fusible link kerusakan dapat diperiksa secara visual dengan melihat kondisi konduktor, tetapi untuk jenis circuit breaker  dapat diperiksa dengan menggunakan alat ukur.

2.    Apabila rangkaian kelistrikan digambarkan dengan gambar benda aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi sulit dan rumit untuk dimengerti oleh karena itu maka diagram sirkuit digambarkan dengan simbol yang menunjukkan komponen kelistrikan dan kabel-kabel.

3.    Apabila melakukan pemeriksaan sistem kelistrikan adalah mudah untuk menemukan baterai, macam-macam komponen lampu,klakson dan lainnya, tetapi sulit untuk mengidentifikasi sekring, junction block (J/B),relay block (R/B), konektor dan kabel-kabel demikian juga untuk menemukan lokasinya dikendaraan. Oleh karena itu maka dilengkapilah dengan Electrical Wiring Diagram (EWDs) yang menunjukkan tidak hanya komponen utama tetapi juga junction block , connector, kabel-kabel semua wiring diagram kelistrikan untuk model kendaraan tertentu disatukan dalam satu buku khusus yang disebut Electrical Wiring Diagram Manual.

g.  Lembar Kerja

 

Lembar Kerja 3. Memperbaiki Pengaman Kelistrikan

 

Tujuan: Siswa dapat mengidentifikasi kerusakan dan memperbaiki sistem pengaman kelistrikan jenis sekring, fusible link dan circuit breaker.

Alat dan Bahan

1.    Panel sirkuit kelistrikan (simulator)

2.    Perlengkapan solder

3.    Berbagai jenis dan tipe komponen pengaman

4.    Lembar kerja

5.    Wiring diagram kelistrikan

6.    Kelengkapan keselamatan kerja.

Keselamatan Kerja

1.    Perhatikan posisi badan ketika melakukan pekerjaan perbaikan dan penyolderan

2.    Hindari menghisap asap timah solder

3.    Perhatikan dengan seksama ketika menggunakan alat ukur multitester

4.    Gunakan alat keselamatan kerja seperti sarung tangan.

Langkah Kerja

1.    Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

2.     Identifikasi arus dan kerusakan  pada masing–masing sirkuit sistem kelistrikan

3.    Klasifikasikan kondisi komponen sistem pengaman sesuai dengan tipe, jenis dan kapasitasnya

4.    Gunakan dan pasang  jenis pengaman yang sesuai dengan kapasitas arus sirkuit.

5.    Lakukan perbaikan dan penggantian komponen pengaman sistem kelistrikan.

Tugas

1.    Jelaskan cara memperbaiki pengaman sirkuit sistem kelistrikan

2.    Faktor–faktor apa yang harus perhatikan  saat  memperbaiki dan mengganti komponen pengaman sirkuit sistem kelistrikan

3.    Buat laporan praktek memasang pengaman sirkuit sistem kelistrikan

BAB. III

EVALUASI

 

A. PERTANYAAN

 

1. Uji Kompetensi Pengetahuan

 

Jawablah pertanyaan dibawah ini dalam waktu 90 menit

 

1)     Jelaskan fungsi pengaman sirkuit pada kendaraan!

2)     Jelaskan jenis-jenis pengaman sirkuit dan perbedaan konstruksi dari masing–masing jenis pengaman!

3)     Jelaskan cara kerja pengaman jenis circuit breaker!

4)     Bagaimana cara kerja komponen pengaman jenis sekring dan fusible link?

5)     Jelaskan cara melakukan pengujian komponen sistem pengaman secara visual!

6)     Jelaskan apa yang yang harus dilakukan sebelum menggunakan multitester untuk pemeriksaan komponen sistem pengaman!

7)     Jelaskan cara melakukan pengujian sistem pengaman dengan menggunakan multitester!

8)     Jelaskan cara mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman kelistrikan!

9)     Jelaskan manfaat simbol kelistrikan pada wiring diagram!

10)      Jelaskan guna wiring diagram pada perbaikan sistem pengaman kelistrikan!

 

 

 

 

 

 

2.  Uji Kompetensi Keterampilan

Demonstrasikan dihadapan guru/ instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan

No.

Kompetensi

Waktu

1.

Mengidentifikasi tipe, jenis dan kapasitas komponen pengaman sistem kelistrikan

10 menit

2.

Memasang komponen pengaman sistem kelistrikan

20 menit

3.

Melakukan pengujian pengaman sistem kelistrikan

10 menit

4.

Melakukan perbaikan dan penggantian komponen pengaman sistem kelistrikan

20 menit

Total

60 menit

 

Kisi-Kisi Penilaian Keterampilan

 

Komponen yang dinilai

Skor (0-10)

Bobot

Nilai

Ketepatan Alat

0,1

Ketepatan Prosedur Kerja

0,3

Ketepatan Hasil Kerja

0,4

Ketepatan waktu

0,2

Nilai Akhir

 

3.  Uji Kompetensi Sikap

Penilaian sikap diperoleh dari pengamatan selama ujian kompetensi keterampilan dan aktivitas yang lain.

Kisi-Kisi Penilaian Sikap

 

Komponen yang dinilai

Skor (0-10)

Bobot

Nilai

Kelengkapan pakaian kerja

0,1

Penataan alat dan kelengkapan yang memperhatikan pekerja dan alat

0,2

Penggunaan timah dan cairan solder yang efisien ketika melakukan penyolderan

0,2

Prosedur  penggunaan alat ukur yang tepat ketika melakukan pemeriksaan dengan alat

0,1

Tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan jenis, tipe dan kapasitas komponen pengaman

0,2

Tidak terjadi kesalahan dalam melakukan penyambungan kabel sistem kelistrikan

0,2

Nilai akhir

B. KUNCI JAWABAN

 

a.    Fungsi pengaman sirkuit adalah melindungi komponen kelistrikan, kabel-kabel dan konektor yang digunakan dalam sirkuit untuk mencegah timbulnya kebakaran oleh arus yang berlebihan atau hubungan singkat.

b.    Jenis-jenis pengaman meliputi: sekring, fusible link dan circuit breaker. Pada dasarnya ketiga jenis ini mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung bagi sirkuit kelistrikan. Sekring dan fusible link mempunyai persamaan fungsi dan konstruksi tetapi fusible link dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukurannya lebih besar dan mempunyai elemen yang lebih tebal, sedang pengaman  jenis circuit breaker konstruksinya terdiri atas lempengan bimetal yang akan membengkok jika arus yang mengalir berlebihan. Dengan demikian bimetal membuka hubungan dan memutuskan aliran arus.

c.    Cara kerja circuit breaker: Bila sejumlah arus yang berlebihan mengalir melalui circuit breaker, maka bimetal menjadi panas. Dan ini menyebabkan lempengan membengkok, circuit breaker hubungannya terbuka dan memutuskan aliran arus.

d.    Komponen pengaman secara umum akan memutuskan sirkuit  apabila arus yang mengalir melebihi kapasitas komponen tersebut Untuk jenis sekering dan fusible link pemutusan sirkuit akan terjadi karena kawat konduktor pada sekring dan fusible link akan meleleh atau terbakar sehingga sirkuit menjadi terbuka.

e.    Karena fungsi pengaman untuk melindungi sirkuit kelistrikan dan  memutuskan arus listrik yang melebihi kapasitas dengan melelehkan kawat konduktor untuk jenis sekring dan fusible link, maka secara visual hal ini akan terlihat secara jelas Karena biasanya housing sekring dan fusible link terbuat dari bahan yang transparan, sedangkan untuk jenis circuit breaker dengan melihat kondisi bimetalnya.

f.     Sebelum menggunakan multitester harus dipastikan bahwa jarum penunjuk ada dibagian garis ujung sebelah kiri pada skala. Apabila tidak, putar sekrup penyetel jarum penunjuk dengan sebuah obeng sampai  jarum  penunjuk tersebut berada tepat pada garis ujung sebelah kiri. Penyetelan dan pengecekan skala  nol  ini cukup dilakukan sekali dan tidak memerlukan pengecekan yang terlalu sering.

g.    Cara  melakukan pengujian sistem pengaman menggunakan multitester adalah dengan memeriksa hubungan komponen pengaman kelistrikan dan memeriksa terminal pada masing–masing jenis komponen sistem pengaman. Hubungan normal bila jarum menunjuk selalu kekiri yang berarti menunjukan komponen sistem pengaman dalam kondisi baik, begitu juga sebaliknya jika jarum tidak bergerak berarti komponen sistem pengaman dalam kondisi tidak berfungsi.

h.   Untuk mengidentifikasi kerusakan sistem pengaman kelistrikan diperlukan pengetahuan tentang prinsip, cara kerja sistem kelistrikan dan diagnosa kerusakan sistem kelistrikan. Selanjutnya kerusakan dapat diidentifikasi dengan memeriksa komponen sistem pengaman pada junction block dengan visual maupun dengan alat ukur pada sistem kelistrikan yang tidak bekerja.  Pada jenis sekring dan fusible link kerusakan dapat diperiksa secara visual dengan melihat kondisi konduktor, tetapi untuk jenis circuit breaker  dapat diperiksa dengan menggunakan alat ukur.

i.     Apabila rangkaian kelistrikan digambarkan dengan gambar benda aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi sulit dan rumit untuk dimengerti oleh karena itu maka diagram sirkuit digambarkan dengan simbol yang menunjukkan komponen kelistrikan dan kabel-kabel.

j.     Apabila melakukan pemeriksaan sistem kelistrikan adalah mudah untuk menemukan baterai, macam-macam komponen lampu, klakson dan lainnya, tetapi sulit untuk mengidentifikasi sekring, junction block (J/B), relay block (R/B), konektor dan kabel-kabel demikian juga untuk menemukan lokasinya dikendaraan. Oleh karena itu maka dilengkapilah dengan Electrical Wiring Diagram (EWDs) yang menunjukkan tidak hanya komponen utama tetapi juga junction block, connector, kabel-kabel semua wiring diagram kelistrikan untuk model kendaraan tertentu disatukan dalam satu buku khusus yang disebut Electrical Wiring Diagram Manual.

C. KRITERIA KELULUSAN

Aspek

Skor (0-10)

Bobot

Nilai

Keterangan

Sikap

2

Syarat kelulusan, nilai minimal 70 dengan nilai setiap aspek, minimal 7

Pengetahuan

3

Keterampilan/praktik

5

Nilai Akhir

BAB. IV

PENUTUP

 

Kompetensi Pemasangan, Pengujian, dan Perbaikan Sistem Pengaman Kelistrikan dan Komponennya merupakan kompetensi yang harus dikuasai dengan baik sebelum mempelajari sistem kelistrikan kendaraan yang lainnya.  Setelah peserta diklat merasa menguasai sub kompetensi yang ada, peserta diklat dapat memohon uji kompetensi, uji kompetensi dilakukan secara teroritis dan praktik.  Uji teoritis dengan cara menjawab pertanyaan pada soal evaluasi, sedangkan uji praktik dengan mendemontrasikan kompetensi yang dimiliki pada guru/instruktur. Guru/instruktur akan menilai berdasarkan lembar observasi yang ada, dari sini kompetensi peserta diklat dapat diketahui.

Bagi peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya, namun bila syarat minimal kelulusan belum tercapai maka harus mengulang modul ini, atau bagian yang tidak lulus dan karena tidak diperkenankan mengambil modul berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim (2003), Bahan Pelatihan Nasional Otomotif, Perbaikan Kendaraan Ringan, Electrical, Pengaman sirkuit kelistrikan, Jakarta.

Brady, Robert N. (1983), Electrik and Electronic System for Automobiles and Truck,  Virginia, Reston Publishig Company, Inc.

Bosch (1995), Automotive Electric/Electronic System, Germany, Robert Bosch GmBh.

Sullivan Kevin R,.(2005), Circuit Protection , Kevin@autoshop101.com

Toyota Astra Motor (t.th). Materi engine group step 2, Jakarta, Toyota Astra Motor.

TEAM (1995), New Step 1 Training Manual, Jakarta, Toyota Astra Motor.

TEAM (1996), Electrical Group Step 2, Jakarta, Toyota

Posted on April 21, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: