gardan

1       RODA GIGI  DIFFERENSIAL

 

DIPERLUKAN UNTUK UNIT RODA GIGI DEFFERENSIAL

 

Roda kanan dan roda kiri tidak selalu berputar  pada kecepatan yang sama disebabkan keadaan jalan , terutama pada saat berbelok  .   Untuk tujuan ini diperlukan bagian  khusus yang dapat memutarkan roda – roda pada kecepatan yang berbeda .   Perbandingan antara  jarak tempuh  roda bagain dalam ( A ) dengan jarak tempuh roda bagian luar  ( B ) pada saat  membelok  sejauh busur  seperti pada gambar dibawah ,  roda bagian luar ( B ) digambarkan pada arah panah  dimana radius nya adalah jarak  O  –  B , sementara roda bagian dalam ( A )  digambarkan  dengan  arah panah  dimana radiusnya  adalah jarak  O  –  A  . Oleh sebab itu jarak tempuh roda bagian luar lebih panjang dari pada roda bagian dalam , dengan demikian roda bagian luar bergerak lebih cepat dan berputar lebih cepat dari roda bagian dalam .

Jarak  A    <    Jarak  B

RPM  roda bagaian dalam  <   RPM roda bagian luar

Bila salah satu roda berada di jalan datar dan salah satu lagi  pada jalan kasar seperti diperlihatkan  pada gambar ,  roda ( A ) pada permukaan kasar sudah tentu akan berputar lebih cepat dari roda lainnya ( B ) pada permukaan datar  ( hal ini tidak akan terjadi bila kedua roda berpijak pada jalan yang sama )

Lebih lanjut , roda – roda jarang berputar pada putaran yang sama di jalan umum , sebab kedua roda berhubungan dengan permukaan jalan yang berbeda .   Sebab lain adanya perbedaan putaran roda  kanan dan kiri adalah karena ada perbedaan tekanan angin dan keausan ban .

Bila roda – roda bergerak pada RPM yang sama , maka salah satu akan slip .  Ban akan cepat aus dan  cenderung  berakibat pada kemampuan pengendaraan .   Untuk mengatasi hal ini  diperlukan  differensial dengan tujuan agar dapat  membedakan RPM untuk menghasilkan momen yang sebanding .

PRINSIP DASAR UNIT RODA GIGI DEFFERENTIAL  

Prinsip dasar unit roda gigi diffrential  dapat dipahami dengan menggunakan peralatan yang terdiri dari pinion gear dan dua rack seperti diperlihatkan pada gambar ( a ) .    Kedua rack dapat menggelincir  dengan bebas pada arah vertical sejauh guide ( berat rack dan tahanan gelincir terangkat secara bersamaan )   .    Pinion gear diletakkan pada setiap rack, pinion dihubungkan  ke shackle  dan dapat digerakkan oleh shackle .

Bila beban  ( W )  yang sama diletakkan pada setiap rack kemudian shackle ditarik keatas maka kedua rack akan terangkat keatas  pada jarak yang  sama sejauh shackle ditarik keatas seperti gambar ( B ) ,  pinion akan berputar sepanjang gerigi rack  yang mendapat beban  lebih berat disebabkan adanya perbedaan tahanan yang diberikan  pada pinion .  Dan ini mengakibatkan rack yang mendapat beban lebih kecil akan terangkat .  Jarak rack  yang terangkat sebanding  dengan jumlah putaran pinion. Dengan  kata lain  bahwa rack mendapat tahanan  lebih besar tidak bergerak sementara rack yang tahanan kecil  akan bergerak .   Prinsip  gerakkan  rack dan pinion  ,  digunakan pada perencanaan roda – roda gigi differential .

( a )  Kedua rack bergerak pada jarak yang sama

( a ) salah satu  rack diberi tahanan kecil

 

KONSTRUKSI DASAR UNIT RODA GIGI DIFFERENTIAL

 

Pada poros engkol yang diteruskan oleh propeller shaft diperkecil sesuai tenaga diteruskan  drive pinion ke ring gear .    Sebaliknya momen bertambah dan arah transmisi berubah  tegak lurus  terhadap arah asalnya .

Seperti diperlihatkan pada gambar dibawah , dua  ( atau empat pada beberapa kendaraan ) differential pinion  dan dua roda gigi sisi ( side gear ) terletak didalam rumah  differential  yang menjadi satu dengan ring gear .

Bila rumah differential berputar , pinion differentil yang  terikat  pada rumah differential  ikut berputar menyebabkan  side gear berputar .

Side gear dihubungkan ke poros belakang ( r ear axle shaft ) dan memindahkan  tenaga ke roda .

FUNGSI DASAR UNIT RODA DIFFERENTIAL 

 

( 1 )    Jalan  Lurus

 

Tahanan gelinding  ( rolling resistance ) pada kedua roda bergerak ( drive gear ) hampir sama pada saat roda kendaran bergerak lurus  pada jalan datar .  Oleh sebab  itu , kedua side gear berputar sebanding dengan putaran pinion  difeferential  dan semua komponennya  berputar dalam satu unit .

Bila tekanan kedua poros axle  belakang sama  ( A dan B )  seperti diperlihatkan  gambar dibawah , pinion  differential  tidak berputar  sendiri tetapi berputar bersama dengan ring gear ,  rumah difeferential , dan poros pinion ( pinion shaft ) .  Dengan demikian pinion differential berfungsi  untuk menghubungkan   side gear bagian kiri dan kanan . Oleh karena itu kedua side gear berputar  merupakan satu unit  dengan putaran  pinion difefrential  menyebabkan kedua drive wheel  berputar pada RPM yang sama .

 ( 2 )     Membelok

 

Pada saat kendaraan membelok  ( turning ) , jarak tempuh roda bagian dalam lebih kecil ( busurnya lebih pendek )  dari pada roda bagian luarnya .  Bila dibandingkan  dengan kendaran pada saat  berjalan lurus .

Pada saat side gear bagian kiri ditahan seperti  gambar dibawah , tiap pinion differential berputar mengelilingi  shaftnya masing masing  dan juga  bergerak mengelilingi  axle belakang .  Akibatnya putaran side gear bagian kanan bertambah .

Dengan kata lain , pada pinion differential  berputar mengelilingi salah satu side gear  dan bergerak bersama – sama  dengan yang lainnya ( tergantung pada tahanan yang diberikan pada roda ) , jumlah putaran side gear  satunya dua kali dari putaran ring gear .

Hal ini dapat dikatakan bahwa putaran rata – rata roda gigi kedua adalah sebanding dengan putaran ring gear .

RPM  A  <   B

 

 

 ( 3 )    Satu  Roda  Pada  Permukaan  Jalan Yang  Berlumpur

 

Bila salah satu roda berada dilumpur maka kan terjadi slip  bila pedal accelarator ditekan .    Hal ini disebabkan  karena tahanan gesek yang sangat  rendah dari permukaan lumpur .

Ini akan menyulitkan untuk mengeluarkan roda dari lumpur , karena lebih banyak terjadi slip  ( putaran  dua kali lebih banyak dari pada  ring gear   ) dari pada bergerak .

Posted on April 23, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: