Forging Piston Spesial Buat Bebek dan Matik


Ini dia bedanya cast piston, forged piston dan modifikasi
Atas nama daya tahan, pabrikan motor mulai beralih menggunakan piston forging. Seperti di Yamaha Jupiter MX 135LC atau V-ixion. Tidak heran jika Yamaha berani kasih garansi mesin sampai 3 tahun, bahkan lebih.

“Itu lantaran piston yang dipakai menggunakan proses forging, bukan cast piston seperti biasanya,” jelas Senaponda, menajer tim Padepok@n BM Lubes MT.

Forged piston dibentuk dari segumpal aluminium panas yang dipress hingga membentuk piston sesuai keinginan. Kayak bikin pedang agar hasilnya keras dan tidak mudah patah. Wajar jika kualitasnya beda dengan cast piston atau aluminium didih yang dibentuk sesuai cetakan.

Dan kini forged piston kini mulai dilirik untuk keperluan balap yang kita tahu performanya dibikin di atas rata-rata. Apalagi piston tipe ini sangup meredam kompresi hingga di atas 10,9 : 1 juga minim friksi, sehingga panas mesin lebih rendah.

Karena alasan itu, PT Federal Izumi Manufacture (FIM) pun coba membuat piston forging untuk semua jenis merek motor. “Ukuran yang tersedia mulai dari diameter 51,00 mm sampai 58,00 mm, dan dari pen piston diameter 13 mm sampai 15 mm,” jelas Agus Salim dari FIM.

 Badan forged piston lebih kecil karena sudah kuat dan minim friksi

Meski hasil riset masih dirahasikan, namun Senaponda mengaku cukup puas dengan produk ini. Tapi sebagai gambaran, piston forged itu nantinya bisa diaplikasi pada tunggangan bebek dan skubek berkapasitas silinder 110 cc sampai dengan 150 cc.

“Kalau buat balap matik, ukuran piston forged nanti bisa dipakai untuk turun di kelas 115 cc, 130 cc dan 150 cc. Sedangkan buat road race bisa untuk kelas bebek MP1 dan MP2,” beber Senafonda yang tinggal di Jl. M. Yusuf Raya No. 98, Depok, Jawa Barat.

Adapun desain piston forged yang sedang tim matik persiapkan, bentuknya hampir mirip dengan piston racing umumnya. Memiliki bentuk jenong hingga profil kepalanya bisa dibentuk sesuai kebutuhan mekanik.

Bedanya badan piston lebih kecil dari biasa karena memang sudah lebih kuat. Waaah.., layak dijajal nih.

Posted on October 5, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: