Aplikasi Karburator PE 28 Di TVS Apache RTR, Makin Responsif

Tangerang – Beragam cara dilakukan demi dongkrak perfoma be­sutan. Salah satunya aplikasi karburator PE 28 yang hingga kini dipercaya mampu tingkatkan suplai BBM ke ruang bakar. Ujungnya bikin akselerasi dan tenaga motor tambah nendang.

Seperti dibuktikan Triyono, warga Ciledug, Tangerang pada TVS Apache RTR 160 kesayangannya. “Putaran bawah makin responsif, begitu pula dengan nafasnya, terasa tambah panjang,” ungkapnya.
Meski dari segi konsumsi BBM sedikit boros, tapi dengan aplikasi karbu PE 28 ke RTR ini emang bikin akselerasi terdongkrak. “Karbu RTR mengusung tipe vakum, sedang karbu PE 28 model skep. Selain lubang venturi lebih besar, hal inilah yang diyakini bikin tarikan makin responsif,” ujar Muh. Suryadi, ke­pala mekanik Ultraspeed Racing.

Cara pengaplikasian juga gam­pang, hanya butuh waktu 2 jam. Mau tahu lebih detail? Berikut akan dipraktikkan langsung oleh Suryadi pada tunggangan jebolan PT TVS Motor Company Indonesia ini.

“Sebelum proses bongkar pa­sang dilakukan, sebelumnya tebus dulu karbu PE 28 yang di pasaran biasa dibanderol kisaran Rp 450 ribu hingga Rp 600 ribu,” anjur pria yang ngepos di Jl. H. Mencong No. 42 Ciledug, Tangerang.

Langkah awal, copot karbu RTR pada dudukannya yang dilanjut melepas skepnya. Lalu potong se­mua ulir dudukan baut pengunci kabel gasnya (hingga habis), gunakan gergaji besi (gbr.1).

Kalau ulir sudah terpotong, lanjutkan gergaji potongan ulir secara melintang (gbr.2) agar potongan ulir gampang dilepas. “Tujuannya untuk menghilangkan ulir ini dari kabel gas, sehingga tarik ulur kabel gas bisa lebih panjang serta pas saat dipasang di PE 28,” yakin pria yang akrab disapa Choky ini.

Masih ujarnya, “Sebenarnya pakai metode memotong ujung kabel gas yang kemudian disolder pada ujungnya atau diikat pakai benang juga bisa. Tapi kelebihan cara ini, pengunci skep (tonjolan) ujung kabel gas masih utuh, sehingga sangat yakin tak akan mudah lepas.”

Lanjut! Kalo sudah, pasang kabel gas yang sudah di-custom itu pada skep karbu PE 28 dan dilanjut merakit pada dudukannya. “Pemasangan PE 28 ini tinggal plek dan tidak ada penyesuaian lain. Begitu pula dengan filter udaranya, masih berfungsi nor­mal,” imbuh Choky.

Oh ya, bisa plek, karena dia­meter luar karbu RTR bagian in (yang menuju intake) adalah 37 mm (gbr.3), sedang bawaan PE 28 34,5 mm. “Saat karbu PE 28 dimasukkan pada intake manifold agak longgar sedikit, tapi setelah klem pengunci dikencangkan, hasilnya lebih rapat,” tegas pria umur 27 tahun ini.

Filter udara juga masih bisa terpasang, karena diameter lu­bang luar karburator RTR bagian ex (yang menuju filter udara) adalah 45 mm (gbr.4), sedang bawaan PE 28 48 mm. “Diameter bawaan PE 28 memang sedikit lebih besar sih, namun kalau agak dipaksa, jalur filter udara bisa masuk,” tutup pria ramah ini.

Posted on October 14, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: