Pilih Knalpot? Sesuaikan Dengan Kebutuhan

Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa motor tanpa harus mengoprek mesin. Salah satunya ganti knalpot racing. Jelas, karena pelepas gas buang bisa menghasilkan power lumayan.

“Zaman sekarang banyak orang pakai knalpot racing. Sebab, peranti itu mempunyai suara merdu dan mendongkrak power mesin,” tutur Mariasan Kocex, mekanik Kawahara JP Racing.

Masih kata Kocek dalam memilih knalpot juga gak sembarangan. Harus mengikuti karakter mesin. Kalau melebihi batas mesin, power yang dihasilkan justru malah tambah loyo.

Memilih knalpot yang benar pastinya harus mengikuti spek mesin atau menyamakan diameter piston. Mau lebih jelas, silakan lihat ulasan komplet berikut.

Mesin Standar
Untuk mesin standar, knalpot harus menyesuaikan dengan leher. Bukan leher yang punya motor, lo! Pokoknya, jangan sampai pilih leher pipa terlalu besar.

Ada ukuran tertentu pipa yang mau dipakai. Pakai pipa diameter 23,5 mm, ukuran ini lebih besar 4 mm dari standar. Kalau knalpot freeflow mesti diperbesar pipanya. Itu supaya dapat menghasilkan tenaga lebih maksimal.

“Lalu buat lekukan, tetap mengikuti seperti bawaan motor. Sebenarnya sih bisa dibuat nekuk, tapi itu malah akan menghambat power dari mesin. Jadi, tekukan itu akan menghambat arus gas buang, sehingga memperlambat arus itu sendiri.  Ini buat skubek lho,” jelas Bayu Prihatna Bakti yang buka gerai Wijaya Knalpot (WK) di Jl. Cendrawasih No.39, Kampung Sawah Lama, Ciputat Tangerang, Banten.

Sedangkan buat motor bebek, harus diubah dari aslinya. Leher bebek aslinya rada nekuk, tapi gimana caranya dibuat lurus sehingga power akan keluar lebih cepat dari gas buang.

Buat ukuran pipa memang sama antara skubek dan bebek, tapi di silencer berbeda. Kalau buat skubek, silincer lebih panjang, yaitu 25 cm. Sedang untuk bebek tidak terlalu panjang, ukuran 17 cm. “Itu sudah termasuk corong atau saringan di dalam silincer,” tambah Bayu.

Korek harian
Karena spek mesin sudah diubah, knalpot juga mesti diubah juga donk. Tapi, berbeda dengan standar lho. “Biasanya, saya mengikuti diameter piston. Semakin besar piston yang dipakai, besar juga ukuran pipa leher yang dipakai,” ucap Bayu lagi

Untuk ukuran pipa leher motor bore up, harus lebih besar dari standar. Sebab, piston pasti sudah diganti. Maka, bagian leher kasih ukuran 23,5 mm, 26 mm sampai 28 mm.

“Maksudnya, pipa diberi yang kecil hingga bertahap sampai yang besar. Ini buat skubek. Lalu, untuk bebek tetap sama. Hanya ditambah 32 mm dan 35 mm. Jadi, di bagian pipa leher itu ada 5 ukuran pipa,” sebut Bayu ramah.

Saringan
Saringan juga bagian penting dari knalpot. Di bagian ini akselerasi juga dipengaruhi. Pria yang tidak suka merokok ini membuat saringan berbeda. Bayu punya dua saringan, yaitu pipa dan ram kawat.

Buat skubek, tetap dikasih  setengah-setengah. Supaya gak terlalu los banget.  L ubang belakang dikasih 36 mm.
“Kalau buat bebek, ram kawatnya lebih pendek ketimbang pipa. Karena lehernya model lurus, jadi power cepat keluar. Diameter lubang belakang lebih besar 38 mm” tandas Bayu.

Posted on October 14, 2011, in ilmu, otomotif. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: